Frozen hearts thaw
By dyoshiki uchiha
Disclamer: Masashi kishimoto
Pairing: sasunaru
Note: saya tekankan di kata ini "DON'T LIKE DON'T READ"
"Ketika kau memutuskan untuk melakukan segala sesuatu, jangan sebut itu sebagai pengorbanan yang sia-sia. Karena tak ada yang memaksamu untuk melakukannya,"
Mendengar balasannya itu membuatku sangat sedih, namun ada benarnya juga dia. Dan ketika aku tersadar, dia sudah tak ada dihadapanku lagi. Jadi memang ini lah akhirnya. Mungkin memang dia bukan untukku. Ya pasti Tuhan merencanakan hal lain yang lebih baik untukku.
Chapter 2: SaiNaru
Masih Neji's pov
Aku hanya duduk diam di taman sejak Naruto pergi. Tak ada orang lain, aku hanya duduk sendirian, meratapi apa yang baru saja menimpahku. Sungguh sakit sekali rasanya.
Grep…
Tiba-tiba seperti ada yang memegang bahuku, ah memang benar-benar ada orang yang memegang bahuku, tapi siapa.
Ternyata dia, dia adalah teman Sebangku Naruto, ya dia Sabaku no Gaara. Kenapa dia bisa ada disini, apa yang sedang dia lakukan.
"Cerita saja padaku jika kau mau." Tiba-tiba dia menawarkan diri untuk menjadi pendengar. Tapi kenapa dia peduli? Memangnya siapa dia? Apa aku bisa mempercayainya.
End Neji's pov
"Cerita saja padaku jika kau mau." Gaara menawaran diri.
"Kenapa aku harus bercerita kepadamu?" Tanya Neji yang masih belum percaya, karena memang sejauh ini Neji hanya mengetahui nama pemuda berambut merah itu, karena Naruto memberitahukan waktu itu.
"Kalau kau ingin kan ku bilang, Hyuuga Neji,"
"Baiklah." Neji yang memang sedang butuh tempat untuk salng berbagi akhirnya menerima taaran Gaara, dan akhirnya mulai menceritakan semuanya kepada Gaara.
"Oh jadi seperti itu. Hmm dia memang terlalu polos. Karena sejauh ini dia tak mengerti hal seperti itu. Jadi bersabarlah. Tunggu dia mengerti," jelas Gaara kepada Neji.
"Yah tapi sudahlah. Mungkin memenag belum jodoh hehe." Akhirnya mereka berdua tertawa dan Neji lupa dengan sakit hatinya. Ya berkat Gaara.
Sedangkan Naruto sedang berjalan santai menuju rumahnya. Toh dia tak peduli dengan apa yang terjadi barusan. Karena memang dia tak peduli. Ya mungkin untuk sekarang tak peduli, bagaimana dengan nanti. Siapa yang tahu ^^
Ketika sampai rumah Naruto langsung disambut dengan Ibunya.
"Kamu sudah pulang nak?" Tanya sang ibu.
"Ya begitulah, bu" jawab Naruto apa adanya.
"Memang habis dari mana, nak?" Tanya sang ibu lagi karena khawatir, maklum ini anak paling kecil di keluarga wkwkw
"Pergi ke taman dengan Neji,"
"Neji? Pacarmu?" Tanya sang ibu semakin penasaran dengan jawaban Naruto tadi.
"Iya kali bu. Tapi sekarng udah enggak hehe," jawab Naruto langsung naik menuju lantai atas, dan segera ke kamarnya.
Besoknya ketika disekolah, Naruto yang sedang duduk di kursinya dikejutkan oleh kedatangan temannya yang berkulit pucat seperti mayat dengan seyum yang mungkin menjengkelkan yang tak lain dan tak bukan adalah Sai. Ya Sai, just Sai tak ada nama depan ataupun nama belakang.
"Hai Naru-chan," Sapa Sai sambil menampakan senyum itu lagi.
"Sudah ku bilang jangan panggil aku pakai embel-embel Chan, Sai," balas Naruto jengkel.
"Baiklah, Naru-ch. Eh Naruto. Ku dengar kau sudah tidak berpacaran dengan Neji-kun lagi yah?"
"Hmm iya. Ada apa?" Tanya Naruto.
"Tidak ada. Aku ingin kau menjadi pacarku. Sudah lama aku menyukaimu. Lama sekali," ucap Sai dengan err kali ini dengan serius tidak tersenyum seperti tadi lagi.
"Hmm ya baiklah. Mencoba untuk yang kedua tak ada salahnya," jawab Naruto dengan jelas tak menampakan sedikit pun keraguan.
Author's pov
Sebenarnya Naruto adalah seorang yang suka dimanja dan diberikan dengan kata-kata manis. Namun hal itu tertutupi karena sifatnya yang cuek. Entah sampai kapan dia akan berhenti bersikap seperti itu. Entahlah, siapa yang tahu. Mungkin nanti ketika dia menemukan seseorang yang benar-benar dia cintai.
Hari demi hari pun terlewati Sai pun tidak sabar akan sikap Naruto yang kunjung tak berubah, karena merasa muak dengan sikap Naruto yang seperti itu akhirnya dia pun memutuskan hubungannya dengan Naruto itu.
Di Atap…..
"Naru-Chan.." panggil Sai kepada Naruto. Yah well panggilan Sai kepada Naruto memang seperti itu, padahal Naruto sudah melarang Sai untuk tidak memanggilnya dengan embel-embel Chan, tapi apa mau dikata, Sai terlalu keras kepala.
"Ya ada apa Sai?" Tanya Naruto saat Sai tadi memanggilnya.
"Kita sudahi saja ya? Aku leah dengan sikap mu, kita putus saja," ucap Sai to the point tanpa basa-basi langsung tancep jalan deh #ups… back to story
"Hmm.. lelah Sai?" Tanya Naruto dengan tidak menunjukan reaksi sedih ataupun terkejut.
"Ya, aku lelah dengan ini. Bye" Ucap Sai meninggalkan Naruto sendirian di atap.
Setelah itu Naruto pun tetap menjalani hari-harinya seperti biasa, kejadian kemarin tak membuatnya sedih ataupun mempengaruhi kehidupannya.
Sampai akhirnya Sai meminta Naruto untuk menjadi kekasihnya untuk yang kedua kalinya. Dan Naruto pun menerimanya lagi, entah karena alasan apa, entahlah author sendiri tak mengerti sama sekali.
"Naru… aku sakit, mau dioperasi. Sebentar lagi aku mati," Sai berkata seperti itu, entah karena memang sakit atau hanya pura-pura agar Naruto memperhatikannya.
"Hmm… sudah minum obat?" bagus. Naruto mulai tergerak hatinya sedikit. Dengan menanyakan hal seperti itu.
"Belum. Itu tidak perlu, karena s ebentar lagi aku akan mati," ucap Sai.
"Hmm… kalau mau mati kenapa harus bilang? Semua manusia pasti mati." Jawab Naruto sekenanya.
"Mungkin ini pertemuan yang terakhir,"
"ya sudah, aku tak keberatan kok. Eh iya, aku malas dengan orang sepertimu. Kita sudahi saja ya," kata Naruto tiba-tiba memutuskan hubungan mereka, mungkin sudah muak dengan perkataan Sai yang selallu bilang tentang kematian namun tidak kunjung mati.
"Naru-chan, semoga kamu dapat penggantiku yang jauh lebih baik."
"Tentu, hehehe"
"Naru, apakah kamu akan menangis jika aku mati?" Tanya Sai.
"Hm… tidak. Kenapa harus menangis? Menangis tak kan merubah keadaan, jadi untuk apa? Tak berguna hehe" jawab Naruto, entah terlallu frontal atau bagaimana, Naruto mengucapkan itu tak ada rasa bersalah sedikit pun.
"Begitu yah.. ya sudah, aku pergi dulu, dah Naru-chan," ucap Sai bergegas pergi sambil melambai-lambaikan tangannya tanda perpisahan.
Setelah kejadian kemarin, Naruto mengira Sai serius dengan ucapannya itu, tapi ternyata Sai datang mengusik lagi. Hilang sudah rasa kasiahan Naruto. Sekarang berubah menjadi rasa kesal kepadanya itu.
Naruto tidak meresponya. Naruto justru bertindak menjaduh karena dia ngeri dengan orang itu hehehe…
Dan akhirnya mereka benar-benar jauh hingga jarang ngobrol atau pun saling tegur sapa.
Naruto tetap pada sikapnya yang seperti itu, mungkin memang belum menemukan untuk membuat hatinya nyaman dan tergerak.
Namun hari demi hari sikap Naruto agak sedikit berubah, mungkin karena s emakin dewasa, dan dia menjadi sedikit lebih peduli terhadap orang.
Teeettt…. Bel sekolah berbunyi tanda masuk. Murid-murid masuk ke kelas mereka masing-masing dan yang ada dikelas pun duduk ditempatnya masing-masiing, begitupun dengan Naruto.
Guru Kakashi pun akhirnya datang da masuk ke kelas dimana Naruto berada dikelas tersebut. Namu yang lebih anehnya Guru Kakashi membawa seseorang dengan rambut raven mencuat ke atas model emo, dan kulit putih pucat, tentu saja bermata onyx juga. Hmm namanya…. Tentu saja nanti di chapter selanjutnya. Hahah tidak deh, bohong, oke kembali ke story.
"Ehem… anak-anak tenang," suara guru Kakashi pun menenangkan murid-murid yang sejak tadi rebut. "Kita kedatangan murid baru dari Oto. Nah baiklah, perkenalkan dirimu" suruh guru Kakashi pada anak baru tersebut.
"Namaku adalah Sasuke. Sasuke Uchiha," Ucap Sasuke memperkenalkan diri, sambi mata melihat ke seluruh penghuni kelas. Dan akhirnya tepat saat di bola mata biru safir Mata onyx itu bertemu, akhirnya terjadi saling tatap, namun
"Ehem… ehem. Nah Sasuke kau boleh duduk dengan errr…" Ujar guru kakashi sambil mencari-cari tempat kosong, "Naruto. Kau boleh duduk disana, dengan Naruto,"
"Hn baiklah, sensei" ucap Sasuke menuju tempat Naruto.
Bersambung….
Sampai disini dulu yah, chapter depan diisi dengan kisah sasunaru yang romantis kok ^^V nanti di chap depan Naruto akan berubah drastic, jadi kalian jangan bingung yah, karena itu diambil dari cerita saya sendiri, dari pengalaman saya yang dingin menjadi err mencair heheh ups.. jadi yah seperti itu berubah drastic, sebenarnya banyak factor perubahnya namun karena nanti akan lama jadi dipersingkat saja, jadi tidak dijelaskan heheh…. Dan please follow twitter saya, mari kita sedikit berbincang disana inang_dhin atau kalian yang ingin di follow? Sebutkan saja dengan review kalian yah. Makasih assalamualaikum
