Satu-satunya orang yang terlihat sudah beranjak dewasa begitu cepat dimata Kibum adalah Siwon, namjachinggunya yang bukan hanya lulus dengan cepat namun juga mengambil alih sebagian pekerjaan ayahnya diusia teramat sangat muda, 23 tahun.

Jika seharusnya pria yang sedang sibuk menyetir ferari v8 itu baru saja menyelesaikan gelar sarjananya, dalam keadaan pengangguran sehabis kuliah dan bersenang-senang dengan teman-temanya , maka, pada kenyataanya ia adalah seorang pria dengan segala kelebihan yang membuatnya lulus dengan cepat, langsung bekerja dua belas jam sehari bahkan hanya memiliki waktu senggang yang teramat sangat terbatas. Yap, itulah Siwon, pria yang sudah lama menjadi kekasihnya itu.

Memang sih, akhir-akhir ini semenjak kesehatan tuan Choi memulih, pria itu sering mengantarkanya pulang dari kampus atau sekedar makan malam bersamanya. Saat teman-teman seusianya sibuk dengan kencan seperti yang Ryeowook lakukan beberapa hari yang lalu, mereka berdua –Siwon dan Kibum merupakan pasangan muda yang kehidupan malamnya sibuk dengan menghadiri perjamuan makan malam bersama kolega bisnis keluarga Choi.

"Beberapa hari lagi, Appa akan pulang ke korea" Siwon memulai percakapan. Sebentar lagi, mengingat kesehatan ayahnya sudah pulih pasca operasi, tentu saja sedikit beban di pundaknya akan terlepas. "Bagaimana kalau kita berlibur?"

Kibum mengangguk. Kesempatan hari luang Siwon seperti ini akan ia gunakan untuk melepas rindu dan penatnya, sangat bagus. Toh ini sudah akhir semester dan tugas-tugasnya sudah diselesaikanya semua jadi berlibur beberapa hari saja ia mungkin bisa. "Baiklah, mau kemana kita, Wonnie?"

"Bali? Atau mungkin… London? New York?" Siwon menggumam.

"Take me with you, darling" Goda Kibum genit sambil tertawa renyah . Pada dasarnya, kemanapun mereka pergi baik-baik saja untuknya, toh kedua orang tua mereka sudah tahu tentang hubungan diantara keduanya. Jadi mereka tidak mempermasalahkan jika Siwon dan Kibum pergi kemana dan seberapa lamanya.

"Baiklah princess, tapi sebelumnya, aku akan membawamu pulang ke orang tuamu dulu, ne?"

.

.

.

7 MINUTES IN HEAVEN WITH CHO Kyuhyun

Main cast : KyuMin, SiBum, YeWook and EunHae couple.

Warning " lil' bit gajelas, typo, GENDERSWITCH

DON'T LIKE THE CAST OR PLOT? DO NOT BASH^^

.

.

.

"Apa? Kau bilang apa Cho Kyuhyun?" dan tawa Donghae meledak, begitu kencang hingga dipelupuk matanya mulai berair. "Ciuman dengan siapa katamu? Gadis misterius?" Kyuhyun sudah tidak mau menunggu lama. Rasa penasaranya tentang sosok bertubuh anak-anak itu sudah tidak bisa dibendung lagi. Jadi daripada ia harus mengecheck satu persatu ke seluruh kampus, lebih baik ia bagi saja cerita ini kepada sahabat yang malh menertawakan ceritanya ini.

"Mau bantu tidak?" Dan seorang Cho Kyuhyun terkenal tidak bisa berkompromi terhadap siapapun yang membuat hidupnya tenang.

Hari ini, sudah seminggu setelah kejadian memalukan di toilet dan ia belum bisa menemukan jejak yeoja aneh yang memintanya mencium bibir mungil itu. aneh memang, disaat berpuluh-puluh yeoja mengejarnya saat ini ia malah mencari sesuatu yang mungkin sangat sulit dicari. Dasar aneh, Ini bukan pertama kalinya ia berciuman. Tapi baru kali ini ada perasaan penasaran yang begitu besar terhadap gadis cantik yang memanggilnya hantu itu, gadis itu tidak seperti yeoja-yeoja yang mengejarnya ataupun bahkan terlihat mengenalnya, sorot matanya kosong dan polos membuat seorang Cho Kyuhyun begitu penasaran.

"Tapi, dari ciri-ciri yang kau sebutkan sepertinya gadis itu tidak mirip dengan Seo Joo Hyun" Yap, benar sekali, sedikit banyak Donghae si anak Mokpo itu binggung dengan sahabatnya, mendengar ciri-ciri sosok yang dilihat Kyuhyun itu sama sekali tidak mirip dengan mantan pacar pertamanya.

Kyuhyun hanya mengernyit. Benar juga apa kata Donghae, sejak gadis itu meninggalkanya dua tahun lalu ia terjebak dengan perasaanya yang tidak tentu arah. Seohyun cinta pertamanya dan masih menjadi yang pertama hingga sekarang. Gadis itu meninggalkanya begitu saja demi kuliah kedokteran di Amerika. Menyakitkan memang, tapi namanya juga terjebak masa lalu, jadi sampai sekarang seorang Cho Kyuhyun belum bisa melupakanya.

Fikiranya kembali pada sosok gadis yang diciumnya tempo hari. Benar-benar berbeda dengan sosok Seohyun yang dewasa dan pendiam. Selama ini, ia terkenal sebagai playboy tanpa ampun. Asal melihat gadis yang postur dan sifatnya mendekati Seohyun maka gadis itu akan menjadi miliknya. Namun kali ini, hatinya berdetak hebat bukan karena Seohyun imitasi, begitulah Donghae menyebut mereka semua saking banyaknya, melainkan sosok lain yang sangat berbeda dengan senyuman Aegyo di bibirnya serta wajahnya yang sangat imut. Aaah Kyuhyun jadi galau sekarang.

~KyuMin~

Jam dua belas siang memang titik terpanas di hari ini. Dan sialnya, dua dari empat gadis cantik yang bersahabat baik itu sedang tidak ada, Kibum sibuk di perpustakaan dengan buku bacaanya sementara Ryeowook yang memang tidak memiliki kelas hari ini. Jadilah tinggal dua anak manusia, sepasang monyet dan kelinci yang duduk di kantin sambil menyantap makan siang mereka.

"Sungminnie! Mumpung kita berdua dan nggak ada Kibum, ayo ceritakan sosok hantumu itu!" Eunhyuk mendesak. Sebenarnya ia sudah ingin bertanya dari sejuta abad yang lalu. Tapi, karena kemarin-kemarin tidak ada waktu berdua dengan Sungmin barulah ia bertanya sekarang.

"Eh? Hantu?" Tanya Sungmin setengah tidak sadar.

"Iya, hantu yang berciuman denganmu, kamu sudah dewasa loh sekarang, jadi kamu harus bercerita pada teman-temanmu!" Saat menatap wajah Sungmin yang polos situ raut wajah eunhyuk terlihat sangat meyakinkan seolah-olah menceritakan sesuatu yang vulgar sangatlah mudah semudah bercerita tentang liburan akhir pekan ke rumah nenek. Diantara keempatnya memang Sungmin adalah satu yang paling polos dan masih bersifat anak-anak, jadi sangat mudah bagi eunhyuk untuk mendoktrin sahabatnya yang satu ini tentunya.

Sungmin menatap wajah Eunhyuk dengan raut muka menahan beban yang sangat imut. "waktu itu pagi-pagi aku kan ke kampus" Yep, itusih juga eunhyuk tahu, lalu kenapa harus cerita? Dasar. "Terus aku ke gedung olahraga" Cerita Sungmin terlihat seperti donggeng saja, tapi karena penasaran, eunhyuk mendekatkan diri kearah muka Sungmin dan menyisakan beberapa senti jarak diantara mereka. "Ada hantu yang berteriak minta dibukakan pintu, aku kan takut, jadi kudobrak saja pintunya!" teriak Sungmin ber api-api sambil mempraktekkan gayanya waktu mendobrak pintu toilet.

"Hantu? Yakin itu hantu?"

"Iya benar kok Hyukkie! Dia itu hantu!"

"oke-oke yasudah, lanjutkan lagi dong ceritanya"

"Lalu hantu itu ada didepan pintu, serem banget pokoknya!"

"terus? Langsung intinya aja deh!" Maki eunhyuk kesal, dasar bocah, ceritanya jadi mirip anak SD.

Sungmin bersungut-sungut. "Dia bilang, 'kamu mau apa dariku?' ya kujawab saja aku minta main 7 minutes in heaven" "Mwo?" Teriak eunhyuk kaget sekali "Iya, terus dia ngajarin aku ciuman deh" Jawab Sungmin seenaknya sambil memilin-milin mie di mangkuknya lalu memasukkanya kedalam mulut. Hanya ada sedikit sekali rahasia yang dimiliki Sungmin dalam hidupnya, entah karena terlalu polos atau apa, memang ia tidak pandai menyembunyikan sesuatu dari sahabat-sahabatnya. Salah satunya adalah tentang pria tampan yang menurutnya hantu itu.

"Bagaimana bisa kamu menyimpulkan dia itu hantu, Minnie?"

"dia pucat sekali loh, lagipula, saat aku membopongnya ia tidak menginjak tanah. Dia hantu kan? Aku masih merinding loh sampai sekarang" dasar polos. Pria itu tidak menapakkan kakinya ke tanah karena ia lemas dan Sungmin menyeretnya, bukan karena ia makhluk halus.

"Aduh Sungminnie" Eunhyuk membalikkan badan. Ia harus mengajarkan sesuatu pada Sungmin agar gadis ini tidak sepolos sekarang, apapun itu, Sungmin memang harus diajari sesuatu. "Sepertinya kamu harus masuk sekolah kepribadian guru Lee"

"Wah sekolah apa itu? aku kan masih kuliah, apa aku harus berhenti kuliah?"Raut wajah Sungmin terlihat serius sekali saat mengatakanya.

"bukan pabo! Aku gurunya, nyonya, Lee Hyukjae yang mulia"

~EunHae~

"Aku sangat bersyukur saat pelatih kita itu tidak masuk hari ini" Donghae merebahkan tubuhnya disebuah kursi panjang berwarna kecokelatan yang berada di taman kecil yang tidak jauh dari lapangan. "Huwaaaah lelahnya.." Pria kelahiran Mokpo itu memejamkan matanya, namun sesekali kelopak matanya itu terbuka karena sinar matahari yang begitu menyengat. Kelas sastra-nya akan dimulai setengah jam lagi, itu berarti ada waktu kosong yang bisa dipakainya untuk tidur.

"Please, jangan tiduran di pahaku" Tanpa menoleh kebawah Kyuhyun, yang asik dengan PSP-nya itu menggeser letak pahanya hingga kepal donghae terantuk kursi kayu yang cukup keras. "Kamu mau kita dibilang homo?"

Donghae bangkit, "Oh demi dewa zeuz, jangan marah dong sayaaang~" rajuk donghae sambil menggoyang-goyangkan tangan Kyuhyun, walaupun ia tidak begitu jahil, tapi sepertinya pria itu sudah terinfeksi virus evil sahabatnya.

"Dasar gila! Seharusnya kau balikan saja dengan si monyet itu supaya kembali normal!" Kyuhyun mematikan PSP-nya dan memasukkan gadget itu ke saku celananya. Sejak donghae putus sebulan yang lalu dengan gadis itu, tingkahnya menjadi aneh dan alay (?).

"Dan kau juga harus balikan dengan gadis 'amerikamu' itu agar tidak menempel padaku terus" celetuk donghae.

Kyuhyun langsung sewot. Pria itu selalu bilang hal yang sama ketika donghae menggodanya, bahwa Seo Joo Hyun itu sudah kadaluwarsa baginya. Tapi, bagaimanapun Kyuhyun mengelak toh pada akhirnya ia tidak bisa mengingkari ada rasa rindu pada mantan pacarnya itu, sudah begitu lama ia menunggu sesuatu yang tidak pasti. Sesuatu yang mengubahnya menjadi pria dingin dan playboy seperti sekarang ini.

"Menurutmu, apakah dia semakin cantik sekarang?" pertanyaan Donghae sudah jelas ditunjukkan untuk siapa, bukan Seohyun melainkan Eunhyuk, mantan pacar donghae.

"Mungkin, makanya, sekali-sekali kamu harus mampir ke gedung fakultasnya!" Ada banyak sekali hal yang membuatnya menjadi pengecut hingga tidak berani bertatapan muka lagi dengan mantan pacarnya itu. pertama, Donghae adalah pria yang memutuskan Eunhyuk dengan tidak pantas, ia meninggalkan yeoja berambut pirang itu hanya karena tergoda seorang gadis bernama Im Yoona yang pada akhirnya menghianatinya juga. Kedua, ia sendiri juga tidak bisa membayangkan seperti apa raut wajah eunhyuk saat ia akan mendekatinya lagi. Dan ketiga, sebagai gadis yang cukup populer, mungkin eunhyuk sudah punya pacar.

Ingatanya melayang ke beberapa bulan yang lalu saat ia mulai berkenalan dengan Eunhyuk. Mereka berkenalan disebuah acara olahraga yang diadakan rutin setiap bulan di kampus. Saat itu, Eunhyuk hanya lewat saja dan Donghae seperti tersihir dengan sosok yang dilihatnya langsung terang-terangan berkenalan denganya, toh donghae cukup populer jadi mana mungkin ada yang menolaknya?

"Hem baiklah…" Donghae menghela nafas. "tapi, kamu harus ikut"

"apa? Untuk apa aku kesana? Di fakultas seni banyak sekali mantanku! Kau tahu?" Kyuhyun menolak mentah-mentah. Sebagian koleksinya adalah anak fakultas seni, jadi tentu saja ia sangat malas kesana. Sudah dipastikan akan sangat banyak gadis yang meliriknya dengan tatapan sinis penuh dendam.

"Sekalian tebar pesona juga tidak apa-apa kan? Oh ayolah! Mana Cho Kyuhyun yang bersahabat denganku itu? mana pria yang-"

"Sudahlah, ayo!" Kyuhyun menarik tangan donghae dan berjalan dengan kerenya menyusuri lorong-lorong kampus.

Mereka berdua berjalan ke gedung yang notabene 80 persenya adalah perempuan semua, tentu saja ada tatapan kekaguman dan teriakan histeris dari beberapa orang yang berpapasan dengan mereka. Terlihat lebay memang, tapi jika yang lewat adalah dua orang flower boy yang cukup terkenal, bagaimana mungkin mereka akan diam saja dan tidak bergeming? Well, setidaknya itu yang dilakukan Eunhyuk saat beberapa orang masuk ke dalam kelasnya dan bercerita tentang apa yang dilihatnya di lorong.

~EunHae~

"Tidak melihat keluar seperti gadis-gadis itu, Hyukkie?" Goda Kibum lalu merapikan rambutnya yang bergelung sempurna. Gadis itu memang pendiam namun sesekali, ia juga suka menggoda sahabatnya.

"Masa bodoh" Eunhyuk tersenyum kecut, di pakainya headset yang daritadi hanya tersimpan di dalam tas-nya.

Ia memejamkan matanya dan berdiri dengan kedua tangan yang menopang dagunya. Dalam hatinya muncul pertanyaan. Untuk apa seorang Lee Donghae kesini? Apa untuk mencarinya? Atau justru.. menghampiri kekasih barunya?

Baik dulu maupun sekarang, setiap kali mendengar nama itu disebut, Donghae, Eunhyuk ingin sekaligus tidak ingin melihat sosok tampan itu lagi. Rasa sakit hati yang sudah menjalar sedemikian rupa itu sudah dibiarkanya tumbuh begitu saja walaupun sebenarnya, sedikit-sedikit ia masih perduli. Akal sehatnya mengatakan ia tidak boleh terpancing godaan Kibum. Namun isi hatinya berteriak ia harus keluar dan melihat dari dekat sosok Donghae. Ia belum sepenuhnya melupakan namja itu walaupun sepertinya pria itu sudah membuangnya jauh-jauh ke tong sampah.

Sungmin menyadarkan lamunanya tentang pria itu dan mengajaknya ke kamar mandi, setidaknya, daripada bosan, lebih baik ia ikut saja keluar. Toh, sebenarnya pelajaran ini sangat membosankan dan membuang-buang waktu.

Ia tidak menunggu Sungmin di kamar mandi, melainkan berdiri di sebuah vending machine. Perlahan ia merogoh saku celananya dan mengambil uang receh yang sudah disiapkanya. Ia memasukkan koin berwarna emas itu dengan hati-hati karena mesin cola dihadapanya itu memang suka macet. Sambil menunggu, ia mengecilkan volume music di iPodnya.

"Hallo, Hyukkie"

Ia berbalik, sosok itu ada dibelakangnya sambil tersenyum yang sulit sekali diartikan Eunhyuk, "Oh, Hai" ujarnya lemah dan tidak berani nematap dua bola mata sosok yang didepanya itu. dia tidak ingin menatap pria itu, yang sudah membuat kehidupanya terasa berbeda, dari seseorang yang ramah dan mencintai yadong hingga menjadi gadis yang sedikit suram dan (masih) mencintai yadong.

Didepanya, ada sosok Lee Donghae.

~KyuMin~

Kyuhyun mengeringkan tanganya lalu menara rambutnya yang cokelat bergelombang itu, susah juga ya jadi orang ganteng, tawanya pada dirinya sendiri. Setelah dirasa penampilanya cukup oke, ia lalu berjalan keluar toilet dan mulai menebar-nebar pesonanya hingga..

BRUK!

Ia menabrak sesuatu yang berteriak meringis kesakitan. Sepertinya, gadis didepanya itu memang sedikit kesakitan, ia jatuh tersungkur sementara Kyuhyun yang berbadan cukup besar dan atletis hanya terdorong kebelakang sedikit.

"Gwencana?" Tanyanya tidak yakin lalu mengulurkan tangan kananya dan membantu gadis itu berdiri.

"Aku baik baik saja, Hantu? Kita bertemu lagi?"

Sosok dengan wajah Aegyo itu sudah muncul dihadapanya saat ini. Rasanya tidak menyesal saat ia meninggalkan Donghae dan berjalan masuk ke kamar mandi. Tapi apa yang akan dikatakanya pada gadis itu?

"Oh hai," Sapanya.

Sungmin berdiri sambil menatap wajah itu lekat-lekat. Dia jelas-jelas pria yang ditemuinya beberapa hari yang lalu. "Hantu, kamu kuliah disini juga?"

Kyuhyun mengangguk perlahan. "Tentu saja"

"Jadi? Kamu bukan hantu ya?" Tanya Sungmin polos sambil menggaruk-garuk kepalanya. Melihat wajah canti disebelahnya begitu menggemaskan, Kyuhyun hanya tertawa.

"Namaku Cho Kyuhyun" Kyuhyun mengulurkan tangan kananya sebagai bentuk perkenalan. "Siapa namamu?"

"Aku Lee Sungmin" Jawabnya sumingrah lalu mengulurkan tanganya sebagai bentuk balasan.

Kyuhyun memperhatikan sosok cantik itu dari atas hingga ke bawah, sanggat menggemaskan. Rambutnya dikuncir kuda dengan kunciran kecil bergambar hello kity, kaus yang dipakai, celana jeans yang dikenakan hingga sepatunya bahkan tidak bisa lepas dari warna-warna pink. Meskipun dandananya seperti anak-anak, gadis itu tetap saja imut dan menarik - menarik perhatian Kyuhyun tentunya.

"Kyuhyunnie" Sungmin refleks memanggil nama namja itu. "Apa.. kamu baik-baik saja?" Tanyanya.

"seperti yang kamu lihat sekarang Sungminnie" wow, sudah ada nama panggilan untuk keduanya rupanya. "Aku baik-baik saja kok, terimakasih ya untuk bantuanmu tempo hari" Oke, ini maksudnya bukan hanya bantuan tapi juga ciuman.

"Sama-sama, aku juga , terimakasih ya untuk training ciumanya, hehe. Sekarang teman-temanku bilang aku wanita seutuhnya loh!" Kyuhyun tersenyum kecil sambil mengerlingkan matanya. Beneran deh, speertinya dia sudah tersihir dengan sosok imut di hadapanya.

Kyuhyun mendekatkan dirinya. "Wah sekarang kamu hebat dong" Tiba-tiba, ada sebuah ide terbesit lagi di kepalanya. "kalau pelukan, sudah pernah belum?" Sungmin menggangguk "Aku sering pelukan kok, setiap hari malah"

"Oh, ya? Sama siapa?"

"Sama Bummie, sama Hyukkie, sama Wokkie, Appa dan Umma juga sering, Kyuhyun suka dipeluk enggak?" Sungmin duduk diatas sebuah kursi yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Spontan, Kyuhyun mengikutinya dan duduk disebelahnya.

"Maksudku bukan itu, Minnie" Kyuhyun menghela nafas dan berusaha menjelaskan sejelas-jelasnya agar gadis polos disampingnya ini mengerti. "Maksudku adalah, dipeluk namja" Sungmin menggeleng, mana pernah ia dipeluk lawan jenis? Berdekatan saja sangat jarang. Selama ini ia selalu dianggap sebagai anak-anak oleh teman-temanya yang berjenis kelamin pria.

"mau coba rasanya?" Sungmin mengangguk sementara Kyuhyun berdiri dan merapatkan tubuhnya condong kearah Sungmin lalu menaruh lenganya di punggung Sungmin. Ia suka menonton adegan ini di drama-drama sehingga dengan cepat ia membalas pelukan pria tampan itu. dipeluknya erat-erat Kyuhyun seakan balon yang sebentar lagi akan melayang. Jantungnya berdetak keras, dan keringat dingin turun dari dahinya. Ada rasa nyaman – hangat dan tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Hatinya melonjak senang bukan main. Ya! Ia sudah dewasa kan sekarang? Sudah resmi, kan?

Kyuhyun bukan pria yang mudah jatuh cinta, tapi gadis didalam pelukanya begitu polos, membuatnya tertawa setiap kali Sungmin bertingkah laku. Aneh, bukankah baginya mencintai Seohyun pun butuh waktu yang cukup lama? Kenapa rasanya mudah sekali untuk membuka hatinya untuk Sungmin? Baru bertemu dua kali dan ia sudah merasakan debaran-debaran aneh, apa ini yang namanya cinta? Atau ia hanya mencintai kepolosan yeoja itu?

"Kyunnie.. udah dong.. aku gabisa nafas" Sungmin menggerakkan tubuhnya dan melepaskan pelukan Kyuhyun dengan cepat.

Kyuhyun mendongak "Minnie, mau janji padaku nggak?" Tanyanya. Sungmin mengangguk perlahan "Pokoknya, Minnie nggak boleh peluk-peluk namja lain selain aku, janji?"

"Oke-oke, Minnie janji!" Sungmin mengulurkan jari kelingkingnya lalu dibalas Kyuhyun dengan cepat.

~KyuMin~

Ryeowook sibuk dikasur dengan kuteks warna-warni yang dipolesnya hati-hati ke kuku kakinya, sementara disudut lainya, Kibum sedang duduk tenang sambil membolak-balik majalah. Eunhyuk masih di kampus sementara Sungmin baru saja mandi dan berlari menuju kedua sahabatnya.

"Bummie! Wookie! Mau dengerin ceritaku nggak?" Ryeowook langsung menggeleng. Saat ini konsentrasinya penuh pada botol-botol kuteks warna warni dan kuasnya. Sementara Kibum yang paling dekat dengan Sungmin dan berbaik hati, menutup bukunya lalu mendekatkan diri kearah Sungmin.

Kibum menatap Sungmin penuh perhatian "Bummie. . aku ketemu sama si Hantu loh tadi!" Kibum mendelik "Maksud Minnie.. yang waktu itu berani cium kamu?"

Ryeowook yang setengah mendengar berbalik arah "Mwo? Wah aku join dong!"

"Iya dong, aku dipeluk tadi!"

"Mwo? " Ryeowook jadi makin kaget. Sementara Kibum melirik malas. Sudah pasti pria yang dimaksud hantu oleh sahabarnya itu brengsek bukan main. "Ceritakan padaku!"

Sungmin sedikit mengangguk, sementara matanya membelalak lebar tanpa berkedip sedikitpun. "Iya tadu aku ketemu si hantu terus aku dipeluk deh~"

"Oh terus siapa hantu itu?"

"namanya Cho Kyuhyun, kalian kenal tidak?" Ryeowook menggeleng lemah sementara Kibum menaikkan alisnya "Mari kita tanyakan pada Eunhyuk nanti, dianatara kita kan, dia yang paling kenal sama cowok-cowok"

Mereka bertiga kembali dalam kesibukanya masing-masing, Ryeowook yang sudah selesai mengecat kukunya akhirnya memilih menonton tv bersama Sungmin sementara Kibum masih sibuk dengan majalahnya. Beberapa saat kemudian, Eunhyuk masuk dengan air mata yang meleleh dan pipinya yang memerah. Mereka bertiga heran, lalu memindahkan semua perhatian yang ada pada yeoja cantik yang baru datang.

"Ada apa Hyukkie?" Ryeowook memberanikan diri bertanya, sementara dua yang lainya menenangkan eunhyuk dengan mengusap-usap punggungnya.

Ia menghela nafas sambil terisak "Aku… bertemu dengan Donghae tadi"

Ketiganya khawatir memikirkan Eunhyuk, bagaimanapun, sosok rapuh didepan mereka ini sedang hancur—semenjak insiden pemutusan hubungan yang sama sekali tidak berperikemanusian. Pria bernama Lee Donghae sudah menorehkan luka sedemikian besar dan menghancurkan harga diri Eunhyuk ketika memutuskanya secara sepihak di depan orang banyak dan membuatnya terpuruk, padahal sudah beberapa minggu ini eunhyuk kembali ke sosok riangnya, ia sudah hampir sembuh.

"Lalu, apa yang dikatakanya?"

Eunhyuk memejamkan mata sambil membuang ingusnya diatas sebuah tissue (?) "Ia… memintaku… bersama-sama lagi denganya"

"Dasar nggak tau malu!" Kibum mengepalkan tanganya. Ketiganya khawatir. Mereka ingin membuat perasaan Eunhyuk lebih baik. Mereka ingin Eunhyuk berhenti berharap pada sosok itu. mereka ingin Eunhyuk tidak sedih dan membuatnya menjadi lebih kuat.

Eunhyuk menyeka air matanya "Sudahlah, aku menolaknya kok"

"Syukurlaah.. " Ucap Sungmin lega. "Nappeun namja seperti dia haruslempar jauh-jauh kea pi neraka, ne?" mendengar jawaban yang polo situ, eunhyuk tertawa. Sungmin bahkan tidak pernah merasa sakit hati sepertinya, ia bahkan belum pernah jatuh cinta.

Eunhyuk tersenyum ringan. Bersama sahabat-sahabat yang setia menemaninya merupakan pilihan yang tepat. Daripada ia menangis sendirian di kamarnya sungguh keputusan yang benar ia menemui teman-temanya. Saat ini yang terpenting adalah mereka, kali ini, seorang Lee Donghae tidak akan pernah membuatnya berpaling lagi. Tidak akan pernah.

"Hem.. by the way, minggu depan aku dan Siwonnie akan pergi ke Paris" Kibum terlihat berseri-seri.

"Wah benarkah? Asik banget!" Ryeowook berdecak senang, sungguh enak punya pacar kaya-raya. Kibum memang sangat beruntung.

Sungmin memutar bola matanya "Bummie pergi berapa lama? Aku pasti merindukanmu" Kedua bola matanya berkaca-kaca.

"tidak lama kok, hanya seminggu. Pokoknya, Minnie nggak boleh nakal-nakal, ne? awas sampe macam-macam dengan Cho Kyuhyun itu!" Kibum memperingatinya lalu menunjuk sosok Aegyo itu. Sungmin mengangguk saja.

Kedua alis Eunhyuk mengkerut "Mwo? Nugu? Cho Kyuhyun?"

"Iya, dia hantunya Minnie loh! Terus tadi aku pelukan sama dia hehe" Sungmin tersenyum senang.

"MWO? ANDWAE! POKOKNYA MINNIE HARUS JAUH-JAUH DARI DIA!" tolak eunhyuk terang-terangan.

~KyuMinSiBumYeWookEunHae~

Hallo! Saya kembali!

Mohon maaf atas update yang teramat sangat lama dan juga chapter yang kurang memuaskan para KyuMin shipper. Chap ini untuk mempertegas chapter berikutnya hehe. Maaf juga kalau pengetikanya kurang rapih dan kesalahan-kesalahan lainya krn. Aku sendiri buat ini kilat banget dan langsung aku updet hehe.

Oh iya, teaser SF&S udah keluar looh~ *semuanya juga udah tau.

Jadi, siapa yang paling keren di teaser? Kalo aku jelas pilihanya siapa, Siwon Oppaaaa~~~