Disclaimer: masashi kishimoto

Warning: typo dll

Lemon NTR

Anak kecil di larang baca!

Sebagai asisten hokage, sudah menjadi kewajiban sikamaru untuk membantu pekerjaan sang hokage. Dia sering berada di ruang hokage untuk membantu pekerjaan Naruto, yah meskipun diri nya juga sering membawa tumpukan kertas yang menambah pekerjaan sih.

Seperti saat ini , sikamaru berjalan di lorong menuju ruang hokage dengan setumpuk kertas di tangan nya. Padahal ini baru pukul sembilan pagi tapi kertas kertas ini sudah banyak berdatangan.

Sesampai nya di depan pintu ruang hokage, Sikamaru mengetuk pintu. Lalu dia membukanya setelah mendapat ijin dari dalam yang tidak lain adalah Naruto.

"yo! Aku mebawa pekerjaan untuk mu, Naruto." Ujar Sikamaru setelah berada di dalam.

Naruto menoleh dari kertas yang sedang ia tandatangani menuju Sikamaru. Dan wajah nya berubah malas saat melihat tumpukan kertas yang di bawa asisten nya.

" Aku mulai berfikir untuk membakar semua kertas sialan itu." Ujar Naruto kesal. Padahan di samping nya masih banyak kertas yang harus ia kerjakan dan sekarang malah bertambah.

"jangan begitu, inikan cita-citamu. Kau harus mengerjakan semua nya."

"hah.. aku hanya heran, kenapa setiap hari selalu saja ada kertas yang datang. Pantas saja Tsunade-bachan selalu mengeluh."

"berhenti bicara dan lanjutkan kerjamu. Ngomong-ngomong, apa kau sakit? Kau terlihat berkeringat."

" H-hah? T-tidak, aku hanya merasa gerah, kau tau hari ini cuaca sangat panas."

Ada nada gugup dalam ucapan Naruto. Dia seperti menyembunyikan sesuatu.

"kau benar hari ini mamang cukup panas. Oh iya, aku harus mengajari Shikadai jurus kagemane dia bilang kesulitan untuk meningkatkan kan jurus nya jadi, aku tidak bisa membantumu di sini."

"hah.. yah sudah, aku akan membuat bunshin untuk membantuku, jadi kau tenang saja, aku akan menyelesaikan pekerjaan ini" ujar Naruto mantap.

" kalo begitu aku pergi sekarang. Pastikan kau menyelesaikan semua nya!" ujar Sikamaru sambil berjalan keluar.

setelah Sikamaru menutup pintu Naruto melihat ke bawah meja, dia melihat Temari yang berjongkok di tengah selangakangan nya sambil mengulum penis nya.

" Puaahhh... Apa dia sudah pergi?" tanya Temari setelah melepas penis Naruto dari mulut nya.

" ya dia baru saja pergi. Aku tidak habis pikir kenapa kau sampai datang kemari. Kau tau, ruang hokage bukan tempat yang tepat untuk melakukan ini. Aku tidak keberatan membawamu ke penginapan." Ujar Naruto dengan serigai rubah nya.

" Tidak terimakasih, aku lebih suka disini. Rasanya lebih mendebarkan karna siapa saja bisa datang kapanpun." Selagi bicara seperti itu, Temari terus mengocok penis Naruto dengan tangan nya. Diri nya juga sudah tidak mengenakan apapun. Saat tadi mendengar ketukan pintu buru buru Temari bersembunyi di bawah meja, padahal Naruto sudah siap memasukan penis nya kedalam vagina Temari.

"hoh.. kau suka tantangan yah? Baiklah, berbaring di atas meja, kita ke menu utama sekarang."

"heh.. itu yang ku mau dari tadi." Jawap Temari nakal.

Temari berdiri dan naik ke atas meja, tentu nya setelah Naruto membersihkan meja terlebih dahulu. Lalu Temari berbaring dengan kaki menjuntai ke bawah dan paha yang terbuka lebar.

Senyum temari semakin lebar saat Naruto berdiri dan siap memasukan penis nya. Dia tidak sabar merasakan penis besar itu memenuhi vagina nya. Membayang kanya saja sudah membuat tubuh Temari berdesir.

"kau siap?" tanya Naruto sebelum memasukan penis nya. Diri nya sudah tidak mengenakan celana karna Temari sudah melepas nya. Tapi pakain atas nya masih dia kenakan.

"sudah dari tadi aku siap. Cepat masukan penis mu Naruto." ujar temari tidak sabar.

Mendengan jawabar temari membuat Naruto menyeringai senang. Dia mendorong pinggul nya ke depan sehingga penis nya mulai masuk kedalam vagina Temari.

"enghhh... Ahhh... Baru setengah nya tapi sudah senikmat ini Uhhh..."

Temari melenguh nikmat saat dengan pelan penis Naruto bergerak memasuki vagina nya. Lalu lenguhan nikmat itu berubah menjadi desah erotis saat dengan sekali hentakan Naruto memasukan penis nya.

BLESS...

"kyahhh..." desah Temari dengan senyum senang. Wajah nya tampak mulai sayu karna tubuh nya sudah di selimuti nafsu.

" Bagaimana rasa nya penis ku?" tanya Naruto masih dengan seringai nya.

"Uhhh... Nikmat sekali Naruto, penis mu sangat besar. Vaginaku terasa sangat sesak, Ahhh..."

" Akan ku buat kau merasa lebih nikmat lagi."

Naruto memegang pinggul Temari dan mulai menggerakan penis nya. Hal itu membuat wanita pirang yang berbaring di meja nya mendesah senang.

" Ahhh... Ahhh... Ahhh... Naruto Uhhh... Nikmat sekali Ahhh..."

Tubuh Temari terhentak karna gerakan pinggul Naruto yang cukup keras. Dan itu membuat payudara temari bergoyang naik turun dengan indah.

"Uhhh... Vaginamu masih sangat sempit Temari, rasanya penis ku seperti di pijat, Ahhh... Ahhh... Ahhh..."

" Ahhh... Ahhh... Uhhh... Lebih cpat Naruto, lebih cepat lagih...ohhh... Ahhh... Ahhh... Ahhh... Uhhhh..."

Menuruti permintaan Temari, Naruto menggerakan pinggul nya semakin cepat. Dan itu membuat tubuh temari semakin terhentak kasar karna sodokan Naruto. Tidak sampai di situ, Naruto juga meremas payudara Temari yang dari tadi terus bergoyang naik turun karna sodokan pada vagina nya.

"Oh astaga ini nikmat sekali, uhhh... uhhh... uhhh... lebih Naruto lebih dalam lagihh... ahhh..."

Desahan dan lenguhan nikmat Temari menjadi penyemangat untuk Naruto. Lelaki pirang itu begitu brutal menggerakan pinggul nya.

"Ohhh... aku sampai Naruto, ahhh... aku akan muncrat."

Setelah beberapa saat ahir nya temari merasakan diri nya akan klimaks. Vagina nya mulai berdenyut karna diri nya hampir orgasme.

"Ssshhh... a-aku tidak kuat lagihh... aku keluar Naruto, kyaaaahhhhhhhhhhh..."

Temari mendesah panjang saat diri nya mencapai klimaks. Wajah nya tersenyum senang merasakan sensasi nikmat yang berpusat di vagina nya.

Sementara dengan Naruto, dia menghentikan gerakan nya saat wanita yang tengah diri nya setubuhi sudah mendapatkan orgasme. Wajah nya masih menampilkan seringai senang saat melihat wanita di bawah nya tengah terengah-engah setelah orgasme.

"Kau masih kuat kan? Karna aku belum selesai."

"Hah hah hah. Meski lelah tapi aku masih mau merasakan penismu mengacak-acak vaginaku. Aku juga masih kuat untuk beberapa jam lagi." Jawap Temari dengan senyum nakal.

"Hoh... kalo begitu untuk mempersingkat waktu aku akan membuat bunshin."

Naruto membuat segel tangan lalu suara ledakan kecil dan asap tipis muncul di samping nya. Dari asap itu muncul diri nya yang lain. Sama seperti Naruto asli, bunshin Naruto hanya mengenakan atasan dan itu membuat temari tersenyum semakin girang saat melihat penis bunshin Naruto mengacung tegak.

"Kau ingin mengeroyoku dengan bunshin?" Ujar Temari dengan senyum nakal nya.

"Hehe, apa kau senang?"

"Tentu, aku tidak sabar merasakan kedua penis besar memasuki lubang ku. Cepat lakukan sebelum ada yang datang."

"Baiklah.."

Naruto mengangkat tubuh temari ke dalam gendongan nya. Dengan penis yang masih berada di dalam vagina Temari, Naruto bisa langsung menyodok vagina nikmat itu. Tapi sebelum menggerakan pinggul nya lagi, Naruto menunggu bunshin nya yang sudah bersiap di belakang Temari. Bunshin naruto menggosokan penis nya di lubang belakang temari lalu dengan pelan bunshin Naruto mondorong pinggul nya sehingga penis besar itu mulai masuk ke dalam lubang anal Temari.

Merasakan penis besar yang bergerak masuk kedalam lubang belakang nya Temari melengung sambil mendongak. Kedua tangan nya merangkul leher Naruto sementara kaki nya melingkar di pinggang Naruto asli.

Bles...

"Ahhhh..." desah nikmat Temari saat penis bunshin Naruto sudah masuk sepenuh nya di lubang belakang nya. Wajah nya tersenyum senang merasakan penuh dan nikmat pada kedua lubang nya.

"Ssshhh... ohhh... ini nikmat sakalihh... ahhh... ahhh... uhhh..."

Naruto asli menahan pantat Temari dengan kedua tangan nya, sesekali dia juga meremas pantat sintal Temari. Semetara bunshin Naruto meremas payudara Temari dari belakang sambil terus menyodok lubang anal temari.

"Uhhh...lubang anal mu benar benar sempit Temari, ahhh... rasanya penisku di remas dengan kuat" ujar bunshin Naruto sambil melenguh nikmat

"Uhhh... ahhh... ahhh... ahhh...penis mu jaga sangat dalam memasuki lubang belakangku, ohhh... rasa nya benar benar nikmat, uhhh... ssshhh... ahhh... ahhh... ahhh... lagi Naruto, lebih cepat lagi, tusuk kedua lubangku dengan cepat dan keras, ohhhhh..."

Naruto dan bunshin nya menyeringai mendengar permintaan temari. Lalu dengan senang hati mereka mempercepat sodokan mereka. Hal itu membuat temari yang berada di gendongan Naruto semakin mendesah erotis,

"Ohhh... yahhh... seperti itu ahhh... ahhh... uhhh... nikmat ini nikmat sekali ahhh... ahhh... ahhh..."

Beberapa saat kemudian Temari kembali merasa akan segera klimaks. Sama dengan Naruto dan bunshin nya, mereka juga hampir sampai. Gerekan mereka berdua semakin brutal membuat Temari semakin kualahan menghadapi mereka. Tubuh nya juga sudah mengkilap karna keringat dan itu melah membuat Temari semakin terlihat erotis.

"Ahhh.. ahhh... ahhh... aku tidak kuat lagih... aku akan keluar Naruto ahhh..."

"Aku juga Temari, kita keluar bersama. " gerakan Naruto semakin tidak terkendali saat diri nya hampir sampai. Apalagi merasakan jepitan vagina Temari yang sangat kuat pada penis nya.

"Ohhh... ahhh... ahhh... a-aku keluar Naruto, aku keluar lagihh... kyyaaaahhhhhhhh..."

Tubuh Temari menegang dalam gendongan Naruto, wajah nya mendongak sambil tersenyum senang merasakan orgasme dahsyat yang telah dia dapatkan.

" sshhh... aku juga sampai temari, Guuhhhhhh..."

Naruto dan bunshin nya keluar bersamaan. Mereka menancapkan penis nya begitu dalam pada kedua lubang Temari sambil menyemburkan seperma panas nya.

Merasakan cairan panas yang mengisi kedua lubang nya, Temari melenguh dengan wajah senang. Ibu satu anak itu tampak sangat puas dengan persetubuhan yang baru mereka lakukan.

"Uhhh..." lenguh Temari saat Naruto dan bunshin nya mencabut penis dari kedua lubang nya. Lelehan sperma tampak mengalir dari kedua lubang Temari karna saking banyak nya sperma yang naruto semburkan.

"Apa kau puas Temari?" Tanya Naruto asli setelah menurunkan Temari dari gendongan nya.

"Yah aku sangat puas Naruto. Bercinta dengan mu benar- benar membuatku seperti melayang." Jawap Temari dengan senyum nakal. Dia menyandarkan tubuh polos nya pada meja karna lelah.

" hem.. tapi aku belum puas, jadi ayo kita lakukan lagi. Aku juga akan menambahkan bunshin" ujar Naruto dengan seringai di wajah nya. Tanpa menunggu jawaban Temari, Naruto membuat tiga bunshin sehingga diri nya kini ada lima, dan semua nya menyeringai ke arah Temari.

"T-tunggu dulu, aku tidak akan kuat jika harus melayani kalian sekaligus. Kyyaaahhh..."

Tanpa memperdulikan ucapan Temari. Para bunshin naruto mengankat wanita itu dan membawa nya pada naruto asli yang sudah berbaring di lantai. Bahkan para bunshin langsung mengarahkan vagina Temari pada penis Naruto yang masih tegak. Setelah penis Naruto asli tepat berada di hadapan vagina temari, para bunshin menurunkan tubuh Temari sehingga penis Naruto asli masuk kedalam vagina basah Temari.

"Ahhh... " desahan nikmat lolos dari bibir seksi Temari saat vagina nya terisi kembali oleh penis Naruto. Wanita itu hanya pasrah saat salah satu bunshin Naruto mendorong tubuh nya agar menindih Naruto asli. Lalu bunshin yang mendoron Temari berlutut dan memasukan penis nya pada lubang anal Temari.

"Uhhh... " Temari hanya bisa melenguh merasakan kedua lubang nya kembali penuh oleh penis naruto. Sensasi nikmat yang dia rasakan membuat diri nya kembali berbafsu.

"Buka mulut mu Temari." Salah satu bunshin Naruto berlutut di samping kepala Temari sambil mengarahkan penis nya pada mulut Temari. Mengerti maksut dari bunshin Naruto, Temari membuka mulut dan memasukan penis bunshin Naruto ke dalam mulut nya. Sementara dua bhunshin Naruto yang lain berlutut di samping kiri dan kanan, Mereka meminta Temari untuk mengocok penis kedua bunshin Naruto itu.

"Emmhh... emmhhss... eenghh..."

Temari hanya bisa mendesah tertahan saat kedua penis di vagina dan anal nya mulai bergerak. Kepala nya juga mulai bergerak untuk memblowjop penis bunshin Naruto di mulut nya dan kedua tangan nya juga sudah bergerak nengocok kedua penis bunshin Naruto di samping nya.

Temari tidak menyangka diri nya akan di gangbang seperti ini, meski harus Temari akui, rasanya lebih nikmat dan pasti akan membuat diri nya melayang dalam kenikmatan. Dia hanya berharap semoga tidak ada yang datang kemari dan memergoki mereka yang tengah bercinta di ruang hokage.

" Puahh... Ohhh... astagah. uhhh... aku akan keluar lagi Naruto, ssshhh... ahhhh... ahhh... ahhh..." ujar Temari setelah melepas penis bunshin Naruto dari mulut nya. Lidah nya menjulur ahegao karna rasa nikmat yang dia rasakan.

Kita tinggalkan dulu Temari yang tengah di gangbang Naruto dan bunshin nya. Kita beralih ke sebuah rumah tempat tinggal sang hokage dan istri nya.

Di dapur yang biasa di gunakan Hinata untuk memasak terlihat sang istri dari Naruto tengah menata makanan ke dalam kotak bekal. Wajah nya tersenyum senang membayangkan sang suami memakan makan siang yang dia buat. Yah Hinata tengah menata makanan untuk sang suami dan Dia berencana mengantarkan makan siang ini ke kantor hokage.

"Nah.. selesai. Sekarang tinggal mengantar nya." Ujar Hinata pada diri nya sendiri. Hinata hanya sendirian sekarang karna sang putri tengah berada di kediaman hyuuga. tadi Hanabi menjemputnya karna sang kakek merindukan cucu nya itu. Kalo Boruto, dia masih belum pulang menjalankan misi ke luar desa. Dengan pakain yang sering ia kenakan, Hinata berangkat menuju kantor hokage.

Di perjalanan menuju kantor hokage, Hinata mendapat sapaan dari warga, yah maklum saja, diri nya adalah istri dari hokage jadi wajar saja jika warga konoha sangat sopan pada nya.

"Hay... Hinata, mau mengantar makan siang untuk suamimu?" Ujar sebuah suara dari belakang. Dan saat Hinata menoleh dia melihat wanita berambut pirang pucat dengan poni nenutupi sebelah mata nya.

"Ino, iya aku ingin mengantar makan siang. Kau sendiri sedang apa di sini?"

"Hem.. aku baru mengantar pesanan bunga. Dan kebetulan bertemu dengan mu disini. Ngomong-ngomong tumben Himawari tidak ikut. Biasanya dia selalu bersamamu setiap kau pergi." Tanya Ino saat tidak melihat putri Hinata.

"Dia di rumah tou-san, tadi Hanabi menjemput nya."

"Hoh.. emm.. terima kasih yah sudah meminjamkan Naruto Hehe.. suamimu itu benar-benar hebat." Ujar Ino berbisik.

" iya iya! Tapi ingat, jangan jatuh cinta dengan suamiku!" Jawap Hinata tegas.

Hinata tau siapa saja wanita yang pernah tidur dengan suami nya. Itu adalah salah satu syarat di mana Naruto harus memberitau nya siapa saja wanita yang ia tiduri. Awal nya Hinata terkejut saat tau bahwa teman-teman nya lah yang menjadi teman sex Naruto. Tapi, setelah mendengar alasan dari teman- teman nya, Hinata bisa mengerti.

"Hehehe.. kau tenang saja, aku tidak akan mengambil hati suamimu. Aku hanya ingin bersama nya di atas ranjang saja, hihihi..."

"Dasar mesum." Ujar Hinata tersenyum.

"Em... aku ikut dengan mu ya. Toko sudah di jaga Sai, jadi aku mau jalan jalan dulu."

"Baiklah, ayo kita pergi." Selesai dengan ucapan nya Hinata melanjutkan perjalanan nya bersama ino menuju kantor hokage.

Di kantor hokage. Saat ini masih terjadi pergumulan panas antara Temari dan ke lima Naruto. Satu bunshin berbaring di lantai dengan tubuh Temari yang telentang di atas nya, bunshin itu tengan menaik turunkan pinggul nya dengan penis yang menancap di lubang anal temari. Sementara di bawah sana, Naruto asli juga tengah memompa penis nya pada vagina Temari. Kedua tangan Naruto menekuk lutut Temari dan membuka nya dengan lebar membuat Temari terlihat menantang.

Lalu di samping kiri dan kanan Temari ada bunsin Naruto yang tengah di manjakan penis nya oleh Temari. Wanita yang tengah di sodok di kedua lubang nya itu mengocok kedua penis bunshin Naruto dengan semangat.

Di samping kepala Temari yang menoleh ke kiri, ada satu bunshin yang tengah memompa penis nya pada mulut Temari.

Temari sendiri dengan senang hati menerima semua itu. Dia benar benar di buat melayang oleh ke lima Naruto ini.

" uhh... sial mulut mu pintar sekali memanjakan penis ku. Ahhh... ssshhh... aku mau keluar."

Tampak nya bunshin yang tengah di blowjop oleh Temari sudah sampai batas nya.

"Uhhh... aku keluar Temari, Ahhhh..." bunshin Naruto menekan kepala Temari sehingga penis nya masuk semakin salam. Lalu bunshin Naruto itu menyemburkan sperma nya kedalam mulut Temari.

Bunshin Naruto mencaput penis nya setelah menyemburkan spermanya dan dengan senang hati Temari menelan semua sperma yang berada di mulut nya.

POOFF...

" seperti nya dia sudah sampai batas nya bos." Ujar bunshin Naruto pada Naruto asli saat salah satu dari mereka menghilang.

"Biarkan saja. Kita lanjutkan saja ini." Jawap Naruto asli sambil terus menggerakan pinggul nya.

"Uhhh... ahhh... ahhh... ahhh... a-aku lelah, kalian tidak membiarkan ku istirahat dari tadi, ssshhh... uhhhh..." karna mulut nya sudah tidak memblowjop bunshin Naruto, temari bisa bicara dan mendesah dengan bebas.

"Hehe... meski lelah, kau masih terlihat menikmati genjotanku. Bahkan vaginamu masih bisa menjepit penis ku dengan kuat." Ujar Naruto dengan seringai senang.

"Benar bos! Anal nya juga masih sangat sempit." Sahut bunshin Naruto yang berada di bawah Temari. Dia tidak merasa kesulitan menggerakan pinggul nya meski Temari berbaring telentang di atas nya.

"Ahhh... Ahhh... Ahhh.. ssshhh... uhhh... mau bagaimana lagihh... ahhh... bercinta dengan mu benar-benar nikmat Naruto, uhhh... tubuh ku masih ingin di sentuh meski aku sudah lelah Ahhh..."

"Itu arti nya kau mesum Temari, hehe..."

"Yah... ahhh... ahhh... ahhh... aku mesum Naruto, jadi puaskan tubuh mesumku inih... ahhh... ahhh... uhhh..."

"Dengan senang hati." Jawap Naruto sambil mempercepat genjotan nya pada vagina Temari. Dia tidak peduli dengan tubuh Temari yang terus terhentak karna ulah nya. Toh Temari sendiri terlihat menikmati nya, terbukti dengan wajah ahegao yang di tampilkan Temari saat ini.

Setelah beberapa menit kemudian. Temari kembali merasa akan orgasme, dia lupa sudah berapa kali diri nya di buat klimaks oleh Naruto dan bunshin nya.

" uhhh... a-aku akan keluar lagi Naruto, ahhh.. aku akan sampai. Ohhh..."

"Aku juga Temari, kita keluarkan bersama."

Naruto dan bunshin nya semakin cepat menggenjot vagina dan anal temari. Seperti nya mereka akan keluar bersama.

" uhhh... Naruto, aku keluar, ahhh... ahhh... ahhh... a-aku keluar, kyyaaaahhhhhhhhh..."

Tubuh Temari menegang dengan dada membusung. Dia menyemburkan cairan cinta nya membasahi penis Naruto yang masih bergerak di dalam vagina nya.

" ahhh... aku juga keluar Temari, Guuuhhhhh..." kedua bunshin Naruto yang penis nya di kocok oleh Temari juga menyemburkan sperma nya. Mereka keluar bersamaan membasahi tubuh Temari dengan sperma lengket mereka.

"Uhh... aku sampai temari Guuhhhhh..."

Kali ini Naruto asli dan satu bunshin nya yang telah sampai, mereka menyemburkan sperma panas kedalam vagina dan anal Temari.

Merasakan kedua lubang nya terisi dengan cairan panas dan lengket, Temari melenguh nikmat. Wajah nya tampak sangat senang karna puas bercinta dengan Naruto dan ke empat bunshin nya.

SKIP.

Masih di ruangan hokage. Kini di dalam ruangan itu ada empat orang. Mereka adalah Naruto, Temari, Ino dan Hinata. Kebetulan setelah Hinata dan Ino sampai di kantor hokage. Temari sudah membersihkan tubuh nya dari seperma Naruto, dan dia juga sudah berpakain lengkap. Sama hal nya dengan Naruto, hokage ke tujuh itu juga sudah berpakain lengkap sekarang.

" jadi, ada perlu apa kau di sini Temari?" Tanya Ino saat melihat sahabat nya itu berada di ruang hokage.

" ehehe.. tadi malam Sikamaru tidak bisa memuaskan ku. Jadi aku kemari untuk mencari pelampiasan." Jawap Temari dengan senyum malu. Dia memutuskan jujur saja karna Hinata sendiri sudah mengijinkan Naruto untuk bermain dengan wanita lain. Bahkan Hinata juga sudah tau jika diri nya sering berhubungan badan dengan Naruto.

"Di kantor hokage.? Kau nekat sekali Naruto-kun. Bagaimana jika ada yang datang." Ujar Hinata kaget. Dia tidak menyangka mereka akan melakukan di tempat seperti ini.

"Hehehe.. yang penting kan tidak ketahuan hime..." jawap Naruto sambil cengengesan.

"Meski begitu jangan di ulangi lagi. Ini berbahaya dika sampai ketahuan!"

"Haik.. hinata-sama," jawap Naruto sambil tersenyum. Naruto merasa sangat beruntung mendapat kan istri seperti Hinata. Sudah lembut, baik bahkan mengijinkan nya bermain dengan wanita lain. Yah meski itu terjadi karna Hinata selalu kualahan menghadapi nafsu liar nya sih.

Wajar saja Naruto memiliki stamina yang besar. Dia adalah keturunan Uzumaki yang terkenal dengan cakra besar sekaligus wadah bagi biju ekor sembilan. Jadi wajar jika Hinata tidak sanggup menghadapi nafsu Naruto sendirian. maka dari itu Hinata mengijinkan Naruto untuk bermain dengan wanita lain. Suami nya bisa stres jiga tidak bisa menyalaurkan nafsu nya. Dan itu akan mempengaruhi pekerjaan nya sebagai hokage.

"Baiklah Temari, kita tinggalkan sepasang suami istri ini menikmati waktu berdua." Ujar Ino. Dia tidak mau menggangu waktu Naruto dan Hinata. Dia jadi heran sendiri, kenapa tadi dia ikut ke sini ya?

"Baiklah, ayo kita bergi. Naruto, terimakasih untuk yang tadi." ujar Temari sambil tersenyum. Dia berjalan keluar bersama Ino.

"Sekarang, aku yakin kau pasti sudah lapar, jadi ayo kita makan siang bersama, Naruto-kun." Ajak Hinata dengan senyum manis.

"Baiklah, tapi kau harus menyuapi ku, hime~"

"Hihihi. Baiklah tuan manja." Jawap Hinata senang.

TBC.

Gw ngetik pake hp jadi harap maklum jika masih ada typo.

Untuk saran dan kritik gw tunggu di kolom review atau bisa PM lansung. Untuk fic ku yang belum tamat, tunggu aja nanti juga updete. Kalo gak ada halangan tapi.