Beberapa saat yang lalu
Yoongi memasuki kamar Seokjin dan menemukan hyung kesayangannya itu sedang tidur menghadap tembok, membelakangi siapa saja yang baru masuk kekamarnya.
"Jin hyung" panggil Yoongi " kenapa makanannya tidak dimakan? Kalau hyung tidak makan bagaimana bisa minum obat?" Yoongi harus ekstra sabar menghadapi hyungnya ini.
"Aku tidak mau" jawab Seokjin.
Yoongi menghela napas "Kenapa tidak mau? Bukankah hyung bilang ingin kelinci? Sudah kubelikankan?"
"Iya sih." Seokjin mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. "Tapi kelincinya jelek, dan membuat nafsu makan ku hilang" mata Seokjin sudah berkaca-kaca saat mengatakan itu.
Sekali lagi Yoongi hanya bisa menghela napas melihat tingkah hyungnya yang sangat manja ini.
"Jin hyung" Yoongi memberi jeda pada kalimatnya sembari tangan kirinya mengeluarkan handphone dari saku celana "Aku punya sesuatu untukmu."
"Apa?" Seokjin penasaran dengan apa yang dikatakan Yoongi.
"Coba lihat ini" Yoongi memperlihatkan layar handphonenya pada Seokjin "Namanya Jungkook. Jeon Jungkook."
Dan yang selanjutnya terjadi adalah, Seokjin merampas handphone Yoongi dan langsung berdiri di atas ranjangnya. Melompat-lompat sambil mengelusi layar handphone Yoongi dengan senyum lebar dan mata yang berbinar-binar. Yoongi hanya tertawa tanpa suara melihat reaksi Seokjin. Apa sebenarnya yang diperlihatkan Yoongi pada Seokjin?
Oke, mari kita perjelas. Jadi Yoongi memperlihatkan beberapa foto dari handphonenya. Foto seorang namja bersurai hitam kelam yang sedang tersenyum lebar memperlihatkan dua gigi depan atas yang berukuran sedikit lebih besar dari pada gigi-gigi lainnya, atau kita sebut saja gigi kelinci. Bermata lebar dan hidung mancung.
Lalu adakah yang lebih menarik dari itu? Lihat saja, namja ini memakai bando kelinci berwarna dasar putih, telinga kelinci panjang berwarna pink dengan pinggiran putih. Telinga kiri tegak keatas sedangkan ujung telinga kanan agak menekuk ke bawah. Kemeja putih polos dengan tiga kancing bulu berwarna pink berbentuk bundar sebesar apel dan celana putih selutut. Ditambah rompi bulu polos warna pink dan ekor bulu berbentuk bundar warna putih yang berukuran sedikit lebih besar dari buah apel. Dan jangan lupakan boneka wortel berwarna orange cerah berukuran agak besar yang sedang digenggamnya. Benar-benar membuat siapa saja yang melihatnya berteriak histeris.
Yoongi juga bingung, ia kira hanya Jimin saja yang berpakaian seperti itu di pet shop, tapi ternyata orang lain yang bekerja disitu juga bercosplay ria. Kata Jimin sih itu untuk menarik pelanggan dan membuat pet shopnya berbeda dengan pet shop lain. Yoongi hanya manggut-manggut saja saat Jimin menjelaskannya, ia terlalu terpesona dengan cara bicara Jimin.
Setelah selesai berfanboy ria dengan foto di handphone Yoongi, Seokjin bergegas mengambil handphonenya sendiri dan membluetooth foto-foto manusia kelinci itu. Setelah selesai dia langsung melemparkan handphone Yoongi ke pemiliknya, untung saja sang pemilik dengan sigap menangkap. Coba kalau tidak, sudah almarhum handphone kesayangan Yoongi.
Setelah dirasa tugasnya sudah selesai, Yoongi memutuskan untuk keluar dari kamar Seokjin. Sesampainya di depan pintu, Yoongi behenti dan berbalik "Cepat makan dan jangan lupa minum obatmu hyung". Yoongi keluar dari kamar Seokjin dengan senyum kemenangan.
Yoongi sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur kumamon dan bersiap tidur kembali. Yoongi benar-benar ingin tidur sekarang. Bukan bukan, bukan karena Yoongi sedang lelah atau apa. Yoongi hanya ingin cepat tidur dan bermimpi, maksudnya memimpikan Jimin si kucing jadi-jadian yang telah mencakar-cakar perasaannya tadi. Sebelum sebuah rengekan menyapa telinga Yoongi.
"Hyuuuung~"
"Apa sih! Mengganggu saja, pergi sana!"
"Ayolah hyung, katakan padaku bagaimana caramu tadi membujuk Jin hyung supaya mau menuruti perintahmu" Heseok masih saja merengek sambil menarik-narik celana Yoongi. Maksudnya sih agar Yoongi merasa terganggu lalu membatalkan acara tidurnya dan menanggapi dirinya.
"Kapan-kapan saja. Sekarang aku mau tidur" Yoongi berkata dengan ketus.
"Tidak mau. Pokoknya harus sekarang." Hoseok semakin kuat menarik-narik celana Yoongi.
Hoseok benar-benar ingin tau cara instan untuk membujuk seorang Seokjin. Siapa tau nanti dia juga bisa pakai cara itu dalam keadaan genting. Keadaan dimana Hoseok tiba-tiba lapar dan ingin meminta makan pada Seokjin. Benar-benar keadaan yang genting kan?
Akhirnya dengan berat hati Yoongi harus menanggapi si kuda liar yang masih saja berusaha menarik-narik celananya itu. Ini kan namanya pelecehan seksual. Bukan apa-apa, Yoongi cuma gak mau seseorang melihat kulit pahanya yang putih mulus itu, kan kasian kalau jodohnya nanti dapat sisa. Yoongi duduk dan mengambil handphone yang berada di atas meja nakas samping ranjangnya.
"Aku membujuknya" jawab Yoongi datar dengan mata dan tangan yang masih fokus pada handphonenya.
"Lalu?" Hoseok yakin. Pasti masih ada kalimat lain yang lebih bisa menjelaskan dari pada sekedar kalimat 'aku membujuknya' yang Yoongi katakan.
"Aku menunjukkan foto ini" ucap Yoongi sambil memperlihatkan layar handphonenya pada Hoseok.
"HUWAAAAAA.. APA INI?" Hoseok benar-benar kaget dan secara reflek menjerit. Membuat Yoongi menjatuhkan handphone dan segera menutup kedua telinganya rapat-rapat. Untung saja handphonenya jatuh diatas ranjang, coba kalau di lantai. Sudah hampir alamarhum untuk yang kedua kalinya pasti.
"Yak! Kuda, Kau berisik!" Yoongi mengambil bantal yang ada dibelakangnya dan dilempar tepat ke muka Hoseok.
"Hyung, dimana kau mendapatkan ini? Bagaimana caranya?" Hoseok mengambil handphone Yoongi dan menatapnya dengan mata yang berbinar-binar.
"Planet Mars" Yoongi mengatakannya asal. Dia bingung harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Kalau Yoongi mengatakannya dia takut Hoseok akan kesana dan bertemu dengan Jimin 'nya' lalu jatuh hati. Yoongi tidak mau Jimin termakan rayuan murahan Jung 'Kuda' Hoseok. Yoongi berjanji akan memutilasi Hoseok kalo sampai hal itu terjadi.
"Jangan bercanda hyung" Hoseok merengut. Dia benar-benar penasaran sedangkan jawaban Yoongi malah membuatnya kesal.
"Kau tau, begitu Jin hyung melihat foto ini ekspresinya seketika berubah. Dari yang awalnya sepertinya penderita kanker otak stadium 4 tak punya harapan hidup, langsung berubah seperti gadis remaja yang baru mendapatkan flying kiss dari idolanya" Yoongi terlalu berlebihan mengatakannya.
"Hm.. pantas saja. Dia sangat imut dan menggemaskan" Hoseok manggut-manggut.
"Tunggu! Apa kau tertarik dengan namja yang ada di foto ini?" Yoongi menunjuk foto yang terpampang di layar handphonenya, lebih tepanya menunjuk foto namja yang sedang tersenyum lebar dan memegang sebuah boneka. "Kalau begitu kau dalam masalah. Jin hyung akan memasakmu menjadi sup untuk makan malam nanti."
"Bukan bukan." Hoseok menggeleng. Dia tidak mau kalau sampai dijadikan hidangan makan malam oleh Jin hyung. "Bukan kelinci ini yang ku maksud, tapi yang ini" Hoseok menunjuk seorang namja lain yang secara tidak sengaja muncul dalam foto yang diperlihatkan Yoongi.
"Oh" Yoongi juga baru sadar. Ternyata di foto yang dia ambil tadi siang bukan hanya satu orang yang terlihat, tapi ada dua orang. Walaupun yang satu tidak begitu fokus karena hanya sekedar lewat tapi masih bisa terlihat.
"Kau tertarik dengannya?" tanya Yoongi.
"Ne.." Hoseok tersenyum lebar.
"Syukurlah" gumam Yoongi. Syukurlah bukan si kelinci ini yang ditaksir Hoseok, nyawanya bisa dalam bahaya kalau mengincar si kelinci yang sudah jadi incaran Seokjin. Tapi akan lebih bahaya lagi kalau Hoseok mengincar si kucing. Yoongi akan membuat Hoseok menjadi Kuchisake On-, tunggu, bukankah Hoseok itu seorang namja? Baiklah, Yoongi akan membuatnya menjadi Kuchisake Oppa.
"Syukur kenapa?" ternyata gumaman Yoongi masih bisa didengar Hoseok.
"Tidak. Bukan apa-apa" jawab Yoongi datar. "Sekarang bisakah kau keluar Tuan Juang? Aku ingin tidur" 'dan memimpikan Park 'Kucing' Jimin' tambah Yoongi dalam hati.
"Tidak mau" Hoseok masih diam ditempatnya.
"Yak! Apalagi yang kau inginkan!" demi belasan A.R.M.Y Bomb milik Seokjin, Yoongi benar-benar ingin menendang bokong Hoseok karena sedari tadi tidak berhenti menganggu rencana tidurnya.
"Tunjukkan padaku dimana alamat pet shop ini" masih dengan straight facenya.
"Tidak mau" Yoongi segera merebahkan badan dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Hyuuuung~" Hoseok memasukkan tangannya kedalam selimut dan berusaha menarik-narik celana Yoongi (lagi).
"Aish!" Yoongi yakin Hoseok tidak akan menghentikan aksi kurang ajarnya sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan. "Nanti saja setelah aku menyelesaikan pekerjaanku."
"Pekerjaan apa?" Hoseok yakin Yoongi tidak punya tugas kuliah yang harus diselesaikannya, dan juga besok kan kuliah mereka masih libur.
"TIDUR" teriak Yoongi dari dalam selimut.
"Oh my GOD" Hoseok tidak habis pikir. Apa tidur itu salah satu pekerjaan wajib Min Yoongi? "Tidak mau. Maunya sekarang" Hoseok masih berusaha, tentu saja masih sambil menarik-narik celana Yoongi.
"Kubilang nanti ya nanti."
"Tidak mau. Harus seka-"
"Nanti atau tidak sama sekali. Titik." Ucap Yoongi mutlak.
"Oke oke" Hoseok mengeluarkan tangannya dari dalam selimut dan mengangkatnya ke atas, pertanda menyerah. Dia tidak mau kalau sampai kehilangan incarannya. Lebih baik menunggu dari pada tidak dapat sama sekali. "Nanti kau harus memberi tau ku hyung. Awas kalau sampai ingkar janji".
"Iyaaa! Sudah, cepat pergi sana. Sebelum aku berubah pikiran"
"Oke hyung" sebelum berlari meninggalkan kamar Yoongi, Hoseok menyempatkan melompat keatas tubuh Yoongi yang tertutup selimut dan memeluknya dengan erat.
Mari berdoa untuk keselamatan tulang-tulang Yoongi yang secara tiba-tiba ditindih 'kuda liar' Jung Hoseok.
"Yak! Sialan kau Hoseok!" Yoongi mengusap-usap bagian tubuhnya yang sedikit sakit karena tindihan tadi.
Dan akhirnya setelah Hoseok keluar, Yoongi bisa melanjutkan acara tidurnya yang sempat terganggu tadi. Selamat tidur Yoon, semoga kau bermimpi indah. Memimpikan kucing jadi-jadian bernama Park Jimin.
Malam ini Yoongi dan kedua orang lainnya –Namjoon dan Seokjin- sudah berada di meja makan untuk makan malam. Karena keadaan Seokjin yang masih tidak memungkinkan untuk memasak, mereka memilih untuk delivery order pizza.
"Hoseok mana?" tanya Yoongi sambil mengambil sepotong pizza.
"Tadi sore dia pulang. Katanya menunggu hyung bangun itu melelahkan, jadi dia putuskan untuk pulang." Jawab Namjoon sambil meletakkan sepotong pizza di piring Seokjin. "Oh iya, dia tadi bilang supaya hyung mengirim pesan dimana alamat pet shopnya."
"Hm" Yoongi hanya menjawab dengan gumaman.
"Ngomong-ngomong soal pet shop.. " Jin menyahut "aku mau kalian mengantarku kesana besok."
"Eh? Untuk apa? Jin hyung kan belum sembuh. Bagaimana kalau tiba-tiba pingsan dijalan karena kelelahan?" kata Namjoon khawatir.
"Betul kata Namjoon. Lebih baik hyung istirahat saja. Setelah benar-benar sembuh baru kita kesana" timpal Yoongi.
"Kalian terlalu berlebihan. Aku kan hanya flu dan demam biasa, sudah baikan. Lagi pula aku tidak betah kalau didalam rumah terus-terusan. Aku butuh jalan-jalan."
"Tapi kan-" Namjoon tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.
"Baik kalau kalian tidak mau mengantarku. Lebih baik aku berdiam diri dikamar saja selama seminggu kedepan" Jin mulai merajuk.
"Oke" Yoongi menghela napas. Jin hyung ini kalau sudah merajuk pasti susah membujuknya. Jadi yang harus dilakukan adalah menuruti permintannya. "Kami akan mengantar Jin hyung kesana, tapi dengan satu syarat"
"Apa?" jawab Jin antusias.
"Hyung harus makan makanan yang lebih bergizi besok pagi. Jangan pizza lagi seperti ini atau ramen instan seperti tadi siang. Dan jangan lupa minum obat."
"Siap. Laksanakan." Jin berkata dengan semangat. Sedangkan Yoongi dan Namjoon hanya bisa geleng-geleng kepala. Biarpun Jin ini yang paling tua, tapi kelakuannya lebih kanak-kanak daripada mereka berdua.
"Bagaimana kalau ajak Hoseok juga? Kelihatannya tadi dia sangat bersemangat saat membahas pet shop." Usul Namjoon.
"Ajak saja" jawab Yoongi datar.
Yoongi masih menikmati pizza nya saat satu tangan lain sibuk mengetik sesuatu di layar handphonenya.
To : ChimCat
Selamat malam Jiminie~
Sepertinya ada masalah dengan kelinci yang ku beli kemarin
Apa aku bisa datang ke pet shop mu besok?
.
From : ChimCat
Selamat malam juga Yoongi hyung
Tentu saja
Datang saja besok
Kami buka mulai jam 8
.
To : ChimCat
Baiklah
Oh iya, besok aku akan datang dengan temanku
Tolong sampaikan pada Jungkook, jangan lupa pesanku tadi siang
.
From : ChimCat
Ne hyung
Akan kusampaikan nanti
.
Yoongi terus saja senyum-senyum sendiri menatap layar handphonenya, lebih tepatnya chatnya dengan Jimin. Entah apa yang menarik dari chat itu dan membuat Yoongi tidak berhenti tersenyum. Namjoon dan Seokjin yang melihat pemandangan tersebut hanya mengedikkan bahu tak peduli.
Pagi ini Namjoon, Seokjin dan Yoongi sudah siap duduk didalam mobil. Seperti rencana semalam, mereka akan ke pet shop. Sebenarnya mereka berencana berangkat pukul 9, tapi sampai pukul 9.25 pun mobil yang mereka naiki masih berdiam diri di depan rumah. Mereka sedang menunggu satu teman yang katanya mau ikut ke pet shop.
"Hah! Dimana anak ini. Kenapa juga kita harus menunggunya" ucap Seokjin kesal.
"Jangan-jangan dia ketiduran?" Jawab Namjoon.
"Atau jangan-jangan dia..." Seokjin tidak melanjutkan kata-katanya.
"Jangan-jangan kenapa hyung?" Yoongi penasaran dengan apa yang dikatakan Seokjin.
"Kalian tau, dia bersikap aneh akhir-akhir ini" ucap Seokjin sok misterius.
'Hyung juga bersikap aneh akhir-akhir ini. Apalagi kalau menyangkut masalah kelinci' batin Namjoon.
"Aneh bagaimana?" Yoongi semakin penasaran.
"Kalian tau kan, selain aku dia adalah orang yang sangat suka makan. Biasanya dia akan makan apapun yang ada didepannya. Tak peduli itu milik siapa pasti akan di makan."
"Lalu?" Namjoon yang sedari tadi hanya membatin sekarang ikut sharing-menggosip-.
'Tapi kemarin sewaktu aku melihatnya di ruang tamu, dia sama sekali tidak menyentuh snack-snack yang tergeletak di atas meja. Ini aneh kan?" Seokjin menambah kesan misterius disetiap kalimatnya."
"Benar juga sih. Kemarin aku juga bingung, biasanya dia akan ikut kita makan malam. Tapi sebelum makan malam dia malah pulang."
"Jangan-jangan benar dugaanku kalau Hoseok itu sedang..."
.t
.b
.c
Udah jelas kan sekarang gimana caranya Yoongi bujuk Seokjin ^^
Ini pairnya emanga Yoonmin, Namjin, HopeTae. Kalau kuki mutlak miliknya Namjin *tawanista*
Puppy nya disimpen dulu.. belum waktunya keluar..
pai pai
AKB48 – First Rabbit
25 Juli 2016
