"GAARA!"
Brakk
Sakura mendobrak pintu ruangan Dewan dengan pukulanya. Hingga kita bisa melihat retakan yang ada dibadan pintu.
"Hei kau.."Seorang Pemuda berambut Bob mendatangi Sakura."..Astaga Demi Masa muda Guy-sensei, apa yang kau lakukan dengan pintu ini?"
"Matte, Haruno!"Dari belakang, Kimimaru menyusul ia membungkuk lalu mengatur nafasnya.
"Heh Kimimaru-kun? Anosa, Siapa murid ini?"Tanya Pemuda bob itu sambil menunjuk Sakura yang menengok-nengok kesana kemari.
"Dia murid baru di kelas kami, Haruno Sakura dan dia ini..."Kimimaru memejamkan matanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"..Teman masa kecilnya Kaichou.."
Tik tik tik
"Nandeeeeeeee?"Lee, nama pemuda tadi mengerutkan alis tebalnya.
"Heh kau , Senpai berambut mangkok! Dimana Gaara?"Tanya Sakura, Menatap tajam ke arah lee. Yang ditanya mengembungkan pipinya,mengindikasikan jika ia sedang kesal.
"Apa keperluanmu dengan kaichou?"Tanya Lee. Sakura membuka mulutnya hendak berkata sebelum hawa mengerikan kembali ia rasakan.
"!?"
"Ada apa , Haruno?"Tanya Kimimaru yang melihat reaksi aneh dari Sakura. Lee mengusap lehernya dengan mimik wajah kaku.
"Yah kau harus terbiasa ,Haruno-san.."Lee memandangi sekitar lalu mata bulatnya menatap ke arah Kimimaru."Kau tidak merasakan Hawa tadi Kimimaru-kun?" Tanya Lee.
"Tidak,"Jawab Kimimaru setelah jeda yang cukup lama.
"Lee-san!"
Ketiga Manusia disana tersentak,lalu menengok ke arah Siswi bersurai coklat yang berdiri dengan senyuman diwajahnya.
"Ya Matsuri ada apa?"
Matsuri. Nama siswi tadi mendekati lee dan membisikan sesuatu ketelinganya. Seketika itu pula Lee mengangguk paham lalu berjalan meninggalkan Matsuri,Sakura dan Kimimaru.
"Perkenalkan saya Matsuri, Sekretaris Ketua Dewan. Apapun urusan kepentingan dengan Kaichou akan diwakilkan ke saya,"Ujar Matsuri,masih dengan wajah senyumanya.
"Nande?"
.
.
.
Sakura dan Kimimaru duduk disofa empuk disuatu Ruangan. Tak lama Matsuri datang dengan membawa Nampan berisi dua cangkir teh dengan asap yang mengepul.
"Aku dengar Haruno-san ini murid baru ya?"
"Haikk So desu,"
"Jadi ada keperluan apa dengan Kaichou?"
Kimimaru dan Sakura saling menatap.
"Anosa,aku ini teman masa kecilnya,jadi bolehkah-"
"Tidak boleh,"Ujar Matsuri memotong perkataan Sakura.
'Langsung dijawab,' Batin Kimimaru.
"Apa maksudmu tidak boleh, dia itu ketua dewan kan?! Semua murid berhak bertemu dengannya,"
Matsuri masih dengan senyuman manisnya,sedari tadi ia tidak melepaskan mimik palsu yang menjengkelkan itu.
"Araa?Kimimaru-kun belum memberitahumu ya?"
Sakura menoleh ke arah Kimimaru yang menatap lantai.
"Kaichou.."Matsuri tidak lagi tersenyum hingga kita bisa dengan jelas melihat manik Hazel-nya.
"..Tidak diperizinkan untuk bertemu sembarang orang."
.
.
.
Disclaimer : Masashi Kisimoto
Sakura-chan and the Vampires be mine
Genre : Mystery,Romance,Supranatural, Schoollife.
Chapter 2 : Sahabat kecilku dan Lelaki Idolaku
.
.
.
"Apa-apaan itu?!"Sakura memasuki kelas dengan Gumamam tidak jelas. Wajah cantiknya tertekuk dengan guratan di dahinya.
"Kau kenapa Sakura?"Tanya Ino sesudah Sakura menduduki bangkunya.
"Apa-apaan dengan peraturan sekolah ini?"
Ino mengernyit heran. Ia melayangkan mimik penuh tanya pada Kimimaru yang baru saja memasuki kelas. Kimimaru mendekat,lalu menceritakan dengan detail apa yang ia dan Sakura alami di Ruang ketua dewan
"Begitu?"Ino mengusap dagunya.
"Kau salah Sakura, Seharusnya jika kau ingin bertemu Sabaku dengan kepentingan diluar sekolah maka jangan lewat Matsuri-san,"
Sakura menoleh,"Lalu?"
Ino menjetikan jarinya."Ayo ikut aku, aku tau siapa yang bisa mempertemukan mu dengan Sabaku-Kaichou.."
.
.
.
.
"senpai!"
Ino dan Sakura kini ada di koridor kelas 3. Ino memanggil seorang Senpai perempuan bersurai Twintails pirang.
"Yamanaka? "Senpai yang sedang membaca sebuah Pamlet itu menoleh. Lalu tersenyum pada Dua kouhai cantik yang kini menghampirinya.
"Senpai ,perkenalkan Ini Haruno Sakura,"
Ino menyenggol bahu Sakura.
"Temari-nee.."
Temari mengerjab lalu menabrak tubuh Sakura secara spontan.
"Sakucay kau sudah sebesar ini? Astagaaaa aku tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu,"
"Aww sakit Temari-nee,"
Temari melepas pelukannya. Lalu menatap lama pada Sakura.
"Sebenarnya aku sudah dengar Rumor yang mengatakan bahwa Ada murid baru dari Suna Yang bermarga Haruno, dan aku jelas tau siapa murid baru itu,"
"Huh kalian sangat jahat, hampir 5 tahun lamanya kalian tidak mengunjungiku,"
Temari merapikan tatanan rambutnya.
"Warui na , Tapi ada sedikit masalah, sehingga kami sangat jarang bepergian,"
"Souka,"
"Aaaa seperti nya aku dilupakan,"
Temari dan Sakura menatap Gadis pirang yang merengut sebal karna merasa diabaikan. Mereka terkekeh.
"Oh tidak, bukan begitu, Ino-chi. Kami tidak melupakanmu kok,"
"Anosa sebenarnya kami ada sedikit keperluan,"
Temari memiringkan kepalanya, Bingung.
"Aku..." Sakura menggantungkan kalimatnya.
"...ada perlu dengan Gaara, aku ingin menemuinya, aku sangat merindukanya,"Sambung Sakura.
Temari menatap Sakura dan Ino secara bergantian. Ia lalu menggigit kuku jarinya sendiri.
"A-ano, apa kau tidak ingin bertemu lain kali saja?"
"Lain kali? Aku tidak bertemu dengannya selama hampir lima tahun, dan sekarang kau menyuruhku untuk menemui nya lain kali saja ? haha kapan?" Tanya Sakura dengan nada tertekan. Ia tak mengerti seberapa privasi nya Gaara sekarang, sebenarnya apa gerangan yang sudah terjadi? Seburuk apakah?
"Baiklah tapi aku kumohon Sakucay..."
"Jangan pernah membahas Vampire didepannya,"
.
.
.
"Ayo ikuti aku,"
Temari menuntun keduanya ke arah Koridor menuju Ruang Osis, disepanjang Koridor banyak Murid-murid yang memperhatikan mereka.
"Hei ada apa dengan Sabaku sulung itu? Dia ingin ke ruang ketua dewan? Dengan membawa dua orang murid ? hah yang benar saja,"
"Bukanya itu Murid baru dikelas 2?"
"Warna rambutnya sangat mencolok !"
"Ada keperluan apa dia dengan Sabaku?"
Temari mendeathglare murid-murid yang membicarakan mereka. Seketika mereka semua menunduk takut, Temari menengok kebelakang , memastikan Ino dan Sakura masih mengikutinya. Mereka berjalan cukup panjang di koridor lantai 3. Hingga sampailah mereka kedepan pintu coklat besar dengan tulusan 'Ruang Ketua dewan'. Temari membuka kode pada kunci tersebut lalu pintu terbuka.
"Nah, kukira kau dan aku akan menunggu disini ino, dan biarkan sakura menemuinya sendiri," Ujar Temari menatap lama pintu coklat tersebut lalu menatap keduanya.
Ino menggembungkan pipinya kesal, sebenarnya ia ingin curi-curi kesempatan dapat bertemu ketua dewan nya yang keren itu, Namun sayang ternyata untuk bertemu ketua dewan secara langsung sungguh sulit.
"Naniii? Harus aku sendiri?"Ujar Sakura memastikan tidak ada yang salah dari pendengarannya.
Temari bergumam seraya mengangguk, Ino bersedekap dada.
"Sakura, sampaikan salamku kepada Ketua dewan!"
Sakura sweetdrop sebentar sebelum mengangguk, ia memasuki ruangan tersebut.
Pintu tertutup otomatis. Ia menetalisisrkan jantungnya yang berdegup.
"Kalo tidak salah kami tadi memasuki ruagan osis terlebih dahulu, kenapa aku tidak melihat Matsuri dan si rambut mangkok tadi ya," Gumamnya pada diri sendiri, mata emeraldnya menyusuri ruangan Ketua dewan yang minim cahaya tersebut.
Ia terus melangkah , netranya mulai melihat meja khas penguasa tinggi dengan kursi yang membelakanginya.
"Nee-san, sudah berapa kali aku bilang, aku tidak ingin mengerjakan proposal itu, aku hanya ingin istirahat,"
DEG
'Suara itu?'
"Nee-san? Ah apa kau Kankurou-nii? Enyalah dari sini, aku tidak ingin membantumu untuk mendirikan klub konyol itu,"
'Gaara..'
Terdengar helaan nafas berat sebelum bangku itu berputar dan...
"Jangan diam saj-"
Jade bertebrakan dengan Emerald .
Gaara menyalakan lampu diruangan tersebut dan kini nampak jelaslah gadis bersurai blossom yang menatap nya dengan wajah nya yang anggun.
"Gaara!"
"S...Saa...Sakura?"
Sakura segela berlari menubruk tubuhnya dengan tubuh tegap Gaara. Ia menangis , betapa rindunya ia dengan sahabat nya satu ini.
"Aitakatta,"
Gaara masih nampak syok, tangannya masih menggantung disisi tubuhnya.
'Bau musim semi yang kurindukan ini?'
'Pelukan hangat ini?'
"Gaara, Hiks kenapa kau diam saja Baka, kau tidak merindukanku?"
'Suara lembut ini?'
Gaara melingkarkan tangannya dipinggang Sakura secara perlahan.
'Surai yang halus ini,'
"Gaara...Gaara..Gaara," Sakura terisak kecil dipelukan Sahabatlamanya itu. Ia sangatmerindukan Gaara melebihi apapun. Sosok pelindung nya , sosok teman berharganya.
"Aku... aku.. aku juga merindukanmu Sakura..."
.
.
.
.
.
Gaara menyeruput minuman kaya kafein dicangkir putih yang ia pegang, seraya menatap Gadis ping didepannya ini.
"Aku tidak habis pikir...Kenapa kau bisa bersekolah disini?"Tanya Gaara dengan raut wajah kebingungan, Sakura mengaduk kopinya dengan sendok lalu menatap Gaara sejenak.
"Kaasan ku bekerja disini, selain itu sudah sedari dulu aku ingin bersekolah di kota kelahiranku.."
Gaara mengangguk mengerti, ia kembali menyeruput kopi panasnya.
Ini bukan ide yang bagus, bukannya ia merasa tidak senang jika Sakura bersekolah disini, ia sangat senang malah. Tetapi ia takut, takut jika Sakura akan mengalami hal yang sama dengannya.
"Ne Sakura..."
"Nani?"
"Kau baru beberapa hari berada disinikan?"
"Hum," Sakura mengangguk
"Boleh kau tau Siapa saja temanmu?"
"Eh?"
Bingo!
Tepat perkiraanya, Sakura pasti akan menatapnya aneh jika ia menanyakan tersebut.
"Aku hanya ingin tau..."Ia meletakan Cangkir kopinya yang nyaris kosong."...Itu wajar kan,"
"Baiklah, aku berteman dengan anak-anak kelas 2B, seperti Ino, Naruto dan ah aku lupa siapa nama bocah anjing itu.."
"Inuzuka?"
"Ah yap kau benar Gaara,dan juga Kimimaru.."
"Kimimaru? Ada apa kau dengan Kimimaru?"
"Etto.."Sakura sedikit gelisah dengan tatapan menusuk Gaara."...anoo aku ingin ikut dengan klub barunya,"
"Klub? Klub apa?" Gara bertanya dengan beruntun.
"Aishh," Sakura berdecih pelan. Perkataan Temari terlintas dibenaknya.
'Kumohon jangan membahas Vampire didepannya,'
Sakura menepuk keningnya keras-keras, Karena terlalu keras ia kesakitan.
"Anoo Gaara , ini sudah hampir jam masuk kelas, aku pergi dulu ya,"
Jade Gaara menyipit, menatap curiga dengan kepergian Sakura.
"Sebuah Klub?"
.
.
.
.
"Hah .."
Sakura menghela nafas, ia bersandar dipintu ruang Dewan osos.
"Bagaimana Forehead? Berhasilkah?"Tanya Ino yang sedari tadi menunggunya diluar Ruangan.
"Yah reuniku berjalan lancar tapi-hei panggilan memuakan apa itu?"
Ino terkekeh, lalu merangkul bahu Sakura.
"Hm itu cocok dengan keadaan jidat licinmu itu hmm, ayo kita kekelas,"
Sakura menilingkan kepalanya."Tunggu mana Temari-senpai?"
Ino ikut menoleh kebelakang.
"Tadi ada Senpai yang menemuinya, aku tidak tau namanya siapa , yang jelas ia seperti berbicara serius dengan Senpai,"
"Soukaa.."
.
.
.
.
.
"Lihat dua siswi yang berjalan itu..."
"Jadi itu Haruno Sakura?"
"Cih sepertinya ia dari kalangan yang biasa,"
"Leader, kau tidak akan membiarkan satu serangga penganggu kan?" Ujar Salah seorang pemuda.
"Tentu tidak, tapi aku ingin lihat sejauh mana dia bisa melompat(?)" Sang Leader pun pergi meninggalkan beberapa temannya tersebut, pemuda yang tadi sweetdrop sebentar.
"Leader memang menyeramkan, tapi kosakata nya sungguh buruk,"
"Yap kau benar,"
.
.
.
.
Pemuda berambut merah dengan Badge merah lengan blazernya itu memijat keningnya perlahan, ia menatap jengkel setumpuk laporan proposan dan anggaran pendaanan didepannya.
"Aku tidak menemukan pengajuan laporan klub atas nama Kimimaru..."Ia mengambil secarik kertas dengan judul 'Pengajuan izin membangun klub UchihaFC' yang diketuai oleh Uzumaki Karin, lalu meremasnya menjadi kertas berbentuk bola tak beraturan.
"...Kimimaru.."Otaknya berputar , ia yakin pernah membaca sekilas Nama nya disuatu kertas diatas mejanya ini.
Jade nya terbelalak, ia bangkit dari duduknya, lalu membuka satu lemari yang dipenihi banyak map, ia mengambil map dengan judul 'Deadline dewan tahun xxxx' lalu membukanya.
"Nah ini dia,"
Sebuah kertas berada ditumpukan tengah, kertas itu bertuliskan :
Pengajuan untuk membentuk sebuah klub
'Supranatural'
Diketuai oleh
Miyazono Utakatta
Dengan wakilnya
Kimimaru Taisuke
Sekretaris
Mikuo Shion
Dan beberapa anggota yang ikut , atas dasar itu kami meminta yang terhormat ketua dewan untuk-
Gaara mendecak sebal, ini adalah pengajuan sebuah klub setahun silam, tepatnya ketia ia belum smenjabat sebagai ketua dewan. Dikertas itu tertera jelas sang mantan ketua dewan osis, Yamagusi Yagura , telah menyetujui pengajuan tersebut.
"Ada banyak hal yang tida perlu kau ketahui .."Gaara memejamkan matanya.
"...Sakura.."
.
.
.
.To be continued
.
.
.
Mungkin kalian sudah tau beberapa karakter yang menjadi vampire di fic ini, tapi tidak menutup kemungkinan jika karakteryang anda duga Vampire ternyata berperan sebagai Manusia biasa.^^
Romancenya belum muncul ya, fic ini lebih ke pertemuan Gaara dengan Sakura,
Masih digaris bawahi, Sakura dan Gaara beda satu tahun ,sementara Temari disini diceritakan satu angkatan tahun dengan Gaara .
Maaf saking sibuknya di fandom Angkyou lupa sama disini, tapi walaupun begitu saya suka baca ff author-author di fandom ini , yang paling banyak di Library saya itu karya Rameen dan Sanppachi selebhnya juga ada kok tapi gabisa saya sebutin satu-satu , nanti kalo ada kesempatan saya mau bikin salam di AN , soalnya saya jarang buka PM , suka bales Review itu di "Pojok balas review"
Pair belum saya tegaskan ya, maunya sih GaaSakuSasu, tapi SakuSasu mungkin juga menarik.
Terus ikuti fic ini ya yg masih penasaran hehe,
SUPPORT THANKS buat yang ngefav dan nge follow fic ini , I love you Minna,
Thanks to review :
Daunilalangkuning(salam hangat, semoga chapter ini bisa ngobati sedikit rasa penasaran kamu ya hehe),AkagamiShimura27(Oke ini sudah nih,),nkaalya(Yosh maaf telat hehe),Hoshi Riri(Yap) dan silent readers ^^
Balas Review :
Aku senang ada yang bikin genre Supranatural and Romance wkwk^^. Sasuke itu vampir atau bukan kasih tau gak ya :v . Apakah bener disini gaara yang jadi vampire kurang tau, liat aja nanti, tapi jangan asal duga dulu . Gaara dan Sasuke jangan manggil Sakura pake chan judulnya kan Sakura-chan, tapi bisa ditampung kok hehe :v. Penasaran jadinya siapa vampirenya hoh ikutin sampe tamat gih :v . Masih penasaran apa hubunganya Sakura dengan Hinata kayanya bakalan lama deh terungkapnya . kira-kira sipemuda misterius itu Itachi kah? Hmm.
Jaane minna,nghh Review?
.
..Arigatou Gonzaimasu
Chapter 3 : Tetap saja disitu Sasuke !(Selanjutnya)
"Forehead apa hubunganmu dengan Uchiha itu?"
"Selamat datang diklub kami Haruno,,"
"Ano wajahmu mirip Vampire,"
"Haruno-san, kita bertemu lagi, aku dengar kau bergabung kesebuah klub ya?"
"Aku akan mencari tau, apa hubunganku dengan keluarga Hyuuga,"
Salam sejuta Romance
