Jadi pertama-tama, ikha mau minta maaf dulu soal keabsurd-an cerita yang kemarin. ini pertama kalinya ikha nulis disitus ini, jadi kha bener-bener ngak tau kalau beberapa tanda baca ngak bisa disini. ikha baru sadar setelah ikha publish, dan parahnya lagi waktu kha mau perbaiki malah ngak bisa load.
dan yang kedua ikha minta maaf karna lelet banget nge-update cerita ini, sebenarnya pengen update waktu ultahnya kyuhyun, tapi kali ini terhalang dengan sisa kuota pemirsah. :D
udah ah, kalian pasti juga bosen kan dengar cuap-cuapan ikha jadi langsung aja deh
.
.
.
Titlle :Haru haru (day by bay)
Genre : Friendship, brotherhip, dan family
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Donghae, Siwon, Eunhyuk, Kyu's oemma, kyu's Appa, etc. (bertambah seiring berjalannya waktu –mungkin-)
Summary : ngak bisa buat summary, jadi baca aja langsung.
p.s : sangat menerima kritik, dan saran. TAPI DILARANG NGEBASH. Kalau ngak suka, tinggal klik tombol 'Back'
.
.
.
.
.
15 tahun lalu
Bocah kecil itu memasukkan potongan terakhir brownies lembut buatan eommanya kedalam mulutnya, meninggalkan beberapa serpihan kue disekitar pipinya. Dengan mulut yang terlihat penuh ia berlari menghampiri hyungnya yang sedang berkutat dengan pulpen dan beberapa buku dihadapannya.
"Hyuunngg-" bocah itu menumpukan sebagian badannya pada meja ruang tv yang secara mendadak dialih fungsikan hyungnya sebagai meja belajar.
"hyung sedang belajar kyu" Jung soo –orang yang dipanggil hyung- menggaruk belakang kepalanya, bukan karna merasa gatal hanya gerakan statis yang timbul karna rumus-rumus rumit pada buku dihadapannya dan membuatnya sakit kepala.
Sementara disisi lain, bocah yang dipanggil kyu, masih setia menumpukkan badannya dimeja. Tidak mengeluarkan sepatah katapun lagi memang, hanya terus diam menunggui hyungnya. Dia tidak mau ambil resiko dengan terus merengek disisi hyungnya sehingga hyungnya akan memarahinya. Toh, dengan dia diam seperti ini disisi hyungnya, hyungnya akan menoleh dan detik selanjutnya akan luluh untuk meninggalkan semua tugasnya dan memilih bermain dengannya, itu sudah biasa terjadi.
Dan, CHA! Benar saja, tidak berselang lama. Jung soo mengalihkan pandangannya kesisi kanannya, mendapati adiknya dengan bibir yang dipoutkan, dikombinasikan pipi bakpaunya yang terkontaminasi dengan serpihan brownies yang tadi dimakannya, dan mata bulatnya yang lebar memandang Jung Soo penuh harap. Belum lagi kulit putih yang membungkus seluruh tubuhnya dan rambut hitam pekat yang memperlengkap tampilannya seperti boneka hidup. Aigoo.. siapa yang bisa menolak permintaan bocah imut seperti itu
Jung Soo berdecak sebal. Sebal karna sang adik yang begitu imut dan terus mengusiknya. Sebal dengan dirinya sendiri yang tak bisa menahan hasrat untuk bermain dengan adiknya padahal tugas sekolah yang cukup rumit belum ia selesaikan.
"Aiisshh.. Kyunie jinja" dia menutup buku-buku dihadapanya, menyatukannya hinggan menjadi satu tumpukan dan membawanya ke disisi lain, sang adik justru tersenyum puas karnanya.
Tak butuh waktu lama untuk Jung soo menyimpan bukunya, karna 3 menit kemudian dia telah kembali dan dengan cekatan menarik tangan adiknya dengan lembut "kajja!". Sementara yang ditarik hanya diam menuruti sang hyung
.
"hyung.. kenapa belum dapat juga" Kyuhyun dari tadi menggerutu panjang pendek tiada henti. Ini sudah nyaris 40 menit mereka duduk di pondok kecil ditengah danau buatan dibelakang rumah mereka. Dan 15 menit lagi eomma dan appanya akan pulang. Jika eomma sudah pulang berarti mereka harus dengan segera angkat kaki dari pondok itu atau eommanya akan dengan senang hati membuat kuping kedua bocah itu panas dengan ceramah panjangnya.
"SSttttt... Kyunie, diamlah! Jika ka terus menggerutu ikannya akan kabur" Setelah membatalkan kencannya dengan rumus-rumus rumit fisika, Jung Soo mengajak adiknya untuk memancing didanau belakang rumah. Namun setelah menghabiskan 40 menitnya untuk menunggu ikan, ia justru belum mendapat satu ikanpun. Padahal biasanya jika appanya yang memancing, hanya butuh sekitar 15 sampai 20 menit untuk mendapat satu ekor ikan. Ia terus merutuki adiknya, ia fikir ini pasti karna kyuhyun yang tidak berhenti mengoceh sehingga ikan kabur dan ia tidak bisa mendapatkan 1 ekor ikanpun. Padahal pada kenyataanya, ia tidak meletakkan sebuah umpan pada kail pancingnya, sehingga tidak satu ikanpun yang berminat untuk menghampiri kail itu.
"Soongie, Kyunie..." GLEK! Dengan susah payah kedua bocah itu menelan air ludahnya. Tidak berani membalikkan badannya melihat kesumber suara. Mereka saling berppandangan satu sama lain dengan ujung mata mereka, Sorot takut terpancar jelas disana. Mata mereka seolah berkata matilah-kita-sekarang.
Dengan perlahan mereka membalikkan tubuhnya menghadap kesumber suara. Seorang wanita berusia dipertengahan 30 puluhan berdiri dihadapan mereka. Memandang mereka dengan pandangan khawatir. Desahan nafas lega perlahan keluar dari mulutnya mendapati kedua buah hatinya baik-baik saja dihadapanya.
"Kenapa bermain disini, kan eomma sudah bilang jangan bermain disini. Kalau kalian jatuh bagaimana-" dan dimulailah ceramahan dari sang eomma.
.
.
-Kyuhyun POV-
Mengetuk-ngetukkan pensilku di meja, aku memutar otak untuk memahami apa yang sedang kubaca. Terbiasa membaca dengan huruf alphabet mebuat aku sulit membaca hangul dengan kapasitas yang banyak. Tidak terlalu banyak memang, hanya 5 lembar kertas, namun tetap saja membuatku sedikit kesulitan. Kuputar pergelangan tangan kiriku untuk mengecek waktu dan mendapati jam digitalku menunjukkan 13.30 KST. Ah, sudah lewat 30 menit waktu makan siang, dan aku masih belum memasukkan apapun kedalam perutku.
Kutarik jacket hitam kesayanganku yang tersampir dibadan sofa, memakainya dengan asal. Kulangkahkan kaki panjangku, membawa tubuhku keluar mencari kedai terdekat yang menjual makanan siap saji yang bisa mengganjal cacing di perutku.
Ah, aku harus belanja setelah menyumpal perutku ini. aku harus membeli beberapa makanan instan untuk persediaan di penthouse. Setidaknya aku tidak harus selalu keluar tiap kali ingin makan.
Begitu aku keluar dari loby bangunan bertingkat 25 itu, aku mendapati kedai makanan korea yang tidak terlalu besar, namun terlihat cukup ramai.
Ketika aku masuk kedalam kedai, aku mendapati seluruh meja telah terisi penuh. Menoleh kekanan, aku mendapati beberapa meja panjang yang teerdapat kursi panjang di kedua sisinya. Sebagian besar dari meja itu telah terisi, hanya menyisakan sebagian kecil di sisi-sisi meja.
Jika aku makan disitu, itu artinya aku diharuskan makan bersama satu meja dengan orang yang tidak kukenal. Menggelengkan kepala, kupikir itu bukan usul yang baik. aku tidak biasa melakukannya.
Aku baru akan memutar balik tubuhku, ketika cacing-cacing didalam perutku tidak mengajukan protes, Aku berdecak kesal karnanya. Mereka memang bukan peliharaan yang manis dan penurut. Brfikir sejenak, Baiklah, tak ada salahnya sekali dalam seumur hidupmu makan satu meja dengan orang asing yang sama sekali tidak kau kenal, ya.. walaupun kufikir aku tidak akan bisa menikmati makanannya dengan baik, tapi tak apalah setidaknya yang paling penting aku bisa menyumpal cacing-cacing diperutku terlebih dahulu.
Kulangkahkan kakiku ke meja panjang yang ada disudut ruangan, menjatuhkan pilihanku pada sudut yang cukup jauh dari orang-orang, tidak cukup jauh dalam pandangan mata mungkin, tapi kufikir cukup jauh untuk memberikanku ruang untuk makan dengan tenang.
.
.
Aku menggerutu dalam hati ketika seseorang duduk dihadapanku. Aiissshh.. apa orang ini tidak terganggu makan dihadapan orang yang tidak dikenalnya, bagaimana mungkin dia duduk dihadapanku. Kami sama-sama menunggu pesanan ketika
" Anyeonghaseo. Donghae Imnida." Aku tidak tau sejak kapan yang jelas ketika aku tersadar dari lamunanku, aku sudah mendapati tangannya terulur dihadapanku. Cih.. bocah ini, hyperaktif sekali.
Aku membalas uluran tangannya dengan jabatan singkat. "kyu.." Ani, aku tidak mungkin menggunakan nama itu. Aku belum mengurus pergantian identitasku. "marcus" tegasku
"Ah, kau korea keturunan ya ? wajahmu seperti penduduk lokal. Tapi namamu asing" Bocah ini, benar-benar seperti bocah kecil ketika rasa ingin tahunya membuncah. Dia tak berhenti-henti bertanya ini itu.
"aku asli korea. Tapi aku besar diluar negri" Dan kenapa pula aku bisa seperti ini. Menjawab semua pertanyaannya. Aku bahkan selalu mengacuhkan pertanyaan-pertanyaan appa-ku. Tapi kenapa sekarang aku justru menjawab semua orang yang baru kuketahui namanya 2 menit lalu.
"ah..." dia mengangguk mengerti. Dia baru akan membuka mulutnya lagi, ketika pesanan kami diantar oleh seorang ajhuma sehingga ia meredam suaranya.
.
.
"Yeoboseo, ne hyung" dia meletak benda pipih 4 persegi itu ditelinga kirinya, sementara tangan kanannya kembali disibukkan menyumpit jjajangmyeon didalam mangkuknya.
"Aku dikedai jjajangmyeon Goong ajhuma" aku mendengar suaranya dalam diam, suara itu kentara dengan nada hangat yang sangat manja.
"yak hyung! Aku sudah besar. Kau tidak perlu menjemputku untuk pulang, aku bisa pulang sendiri. Aku masih tau jalan pulang. Tak perlu datang kemari!" CHA! Tebakanku benarkan, dia pasti anak manja.
"Yak hyung.. yak.. yak.. YAIIISSHH.." dia mengeram kesal, meletakkan smartphonenya dengan kasar diatas meja.
.
.
Menjalin jemariku menjadi satu, aku menumpukan sikuku pada pinggir kursi. Mataku memejam dan pikiranku melayang pada suasana di kedai jjajangmyun kemarin. Menerawang ingatan masa lalu, aku masih menyimpan jelas ingatan masa lalu bersamanya. Mengukurnya dalam imajinasku, wajah itu masih sama, senyum itu masih sama, hanya bidang tubuhnya yang terlihat lebih berbeda.
Usapan dikepala, pelukan hangat, dan rangkulannya, Aku melihatnya melakukan itu kemarin. Tersenyum miris saat aku menyadari bahwa itu semua bukan dilakukan untukku. Aku tau, aku pasti kecewa saat dia melakukan itu pada orang lain. Hanya saja aku tak tau bahwa rasanya akan sesakit ini. aku merutuki keputusanku mengikuti semua yang ada diotakku untuk kembali kesini, hingga tak mengukur konsekuensi yang diterima hatiku.
Mengusap rambutku kasar, saat merasa aku benar-benar tak bisa mengalihkan kejadian kemarin dari otakku. Sepertinya aku benar-benar harus keluar dan mencari udara segar saat ini
.
.
Aku tak benar-benar tau kemana aku pergi. Yang aku tau, aku hanya mengikuti langkah kakiku yang melangkah sesukanya. Menaiki sebuah bus, aku bahkan tak melihat tujuan bus yang membawaku. Tidak takut tersasar? Hah! Bukankah jika aku tersasar aku hanya perlu memanggil taksi dan menyebut nama apartementku, dan supir taksi pasti akan mengantarku. Ya, kufikir awalnya sesederhana itu. Namun ketika turun dari bus dan berjalan menyusuri pinggiran trotoar-terotoar aku nyaris tak bisa bernafas ketika melihat kekiri dan kanan. Aku telah berada disini, didepan rumah lamaku. Cih, kakiku benar-benar menghianatiku, bagaimana mungkin ia membawaku kemari.
Ingin segera berbalik dan memanggil taksi yang bisa mengantarku langsung pulang. Namun lagi-lagi anggota tubuhku menghianati tuannya. Segalanya terasa berat untukku gerakkan, satu-satunya yang bisa kulakukan hanya memandangi rumahku yang terlihat tidak berbeda dari luar, walau sudah 15 tahun aku tinggalkan.
Terus memandangi, hingga satu persatu kenangan masa lalu menguak difikiranku. Menarik nafas dalam-dalam dan memejamkan mata, aku merasa seperti benar-benar kembali ke 15 tahun yang lalu. Memiliki eomma penyayang yang suka mengoceh, appa yang pekerja keras namun tetap memiliki waktu untuk keluarga, dan hyung yang selalu melindungiku, kehidupan yang sempurna eoh? Tersenyum kecut ketika sadar apa yang sebenarnya terjadi sekarang.
Ku hembuskan nafas dengan kuat sehingga terdengar suara desahan. Kukuatkan tekadku untuk melangkahkan kaki. Namun belum benar-benar aku melangkahkan kaki, pintu gerbang rumah terbuka, menampilkan sosoknya.
.
.
.
Tebeseh
Mau cuap-cuap lagi bolehkan ? boleh dinext aja kok buat yang ngk mau baca ^^
jadi di chap kemarin banyak yang tanyak kenapa ngak ada TBC-nya? Karna setelah saya bawa kedokter, dokter pun tidak mendiagnosa adanya penderita TBC. kkkkk.. ikha bercanda, jadi sebenarnya chapter kemarin itu cuma buat ngeliat tentang peminat cerita itu. dan berhubung masih ada aja yang ngeriview cerita absurd kayak gitu, ya jadi ikha dengan senang hati melanjutkannya.
makasih buat reviewnya :
Shin Ririn1013, ShinJoo24, chocosnow, Wonhaesung Love, septianurmalit1, MinGyuTae00, chairu, cuttiekyu, Retnoelf, Bella Rainbow, Kuroi Ilna, ningKyu, , kyuli 99, dewidossantosleite, ekha sparku, kyuhyunssi, awaelfkyu13, sparkyubum, 2, desviana 407, mifta cinya
sebagain pertanyaan-pertanyaan kalian udah kejawab di chapterr inikan ? yang sebagiannya lagi mungkin dibeberapa Chapter kedepan. kkkk..
akhir kata saya ucapkan, jangan bosen-bosen buat ngeriview cerita ikha ya.
