Pieces of Us and All in Between

Genre: All the fluffiest fluff I can take

Brothers

"Hyung, Donghae tidak mengangkat telfonku, bagaimana ini?"

Heechul menghembuskan nafasnya kasar, menahan diri untuk tidak menggeplak kepala sekertarisnya yang sejak tadi tidak berhenti mengeluh. Kepalanya benar-benar pening akibat rapat panas pagi-pagi tadi dengan beberapa manajer anak perusahaan yang seperti vampir penghisap uang, banyak permintaan tapi laporan tidak jelas. Kalau bukan karena ayahnya yang melarang, bisa dipastikan beberapa dari mereka sudah jadi pengangguran hari ini juga. Ayahnya bilang Heechul perlu meninjau lebih jauh sebelum bertindak karena tidak biasanya anak perusahaan bertingkah, apalagi yang bermasalah bukan hanya satu, tapi empat perusahaan.

Seperti belum cukup penderitaannya seharian ini, sekarang ia harus mendengar rengekan Eunhyuk yang terus menyebut nama Donghae. Donghae ini, Donghae itu, siapa pula itu Donghae.

"Hyung, jangan-jangan Donghae bosan berteman denganku, ah bagaimana ini, hyung?"

"Berisik!" habis sudah kesabarannya. Setelah sampai di ruang pribadinya, Heechul langsung melempar beberapa map yang baru saja diberikan oleh Eunhyuk ke atas meja kerjanya yang kelewat penuh, kemudian mendudukan diri di sofa dekat jendela. Beberapa minggu terakhir kantor memang sedikit chaos. Perubahan kerjasama vendor, laporan keuangan, ulang tahun perusahaan, ditambah lagi masalah anak perusahaan. Dia ini direktur apa pembantu umum sih, mau meledak rasanya.

"Jangan stres begitu, masalah ulang tahun sudah ditangani Shindong, vendor juga sudah dipegang oleh Kyuhyun dan Ryeowook," Eunhyuk tersenyum kikuk, berjalan mendekati Heechul dan duduk di sebelahnya, sedikit merasa bersalah saat memperhatikan raut wajah atasannya yang terlihat tegang.

"Keuangan?"

"Deadlinenya lusa, nanti aku bantu cek," Heechul mendesah lega, setidaknya Eunhyuk cukup pintar untuk memastikan segala sesuatu terhandle dengan baik.

"Kenapa Kyuhyun memegang vendor? Kau mau kena amuk suaminya?"

"Siwon lebih takut dengan amukanmu, hyung," Eunhyuk tertawa renyah, menampilkan gusi bagian atasnya. Sedangkan Heechul mendelik tidak suka.

"Bagian vendor kan berat, Eunhyuk-ah. Kyuhyun itu sudah dipaksa cuti. Sekarang malah kau tambah pekerjaannya. Kalau terjadi sesuatu padanya awas saja," ancam Heechul. Eunhyuk bergidik ngeri melihat pandangan Heechul, dia tidak bercanda, batinnya nelangsa.

"Kyuhyun yang memaksa, makanya ku suruh Ryeowook membantu, kalau bisa malah dia yang kerjakan semuanya,"

"Dasar keras kepala" Heechul bergumam, merutuki sifat adiknya. Dalam hati Eunhyuk meratapi nasibnya yang harus hidup dengan orang-orang yang memiliki brother-complex terhadap Kyuhyun.

Semua orang menyukai Kyuhyun. Kyuhyun, anak pemilik perusahaan yang cerdas dan rendah hati, belum lagi pembawaannya yang berwibawa dan lembut. Berbeda sekali dengan kakaknya yang juga berwibawa namun galak. Walaupun pribadi mereka berbeda, siapapun bisa melihat bahwa dua kakak beradik itu saling menyayangi, ah keluarga Cho memang sangat manis.

"Sudah tidak stres kan? Sekarang bantu aku,"

"Hah?"

"Donghae, kenapa dia tidak mengangkat telfon? Pesanku juga tidak dibalas. Aku harus apa, hyung?" Heechul memandangi Eunhyuk, menimbang-nimbang.

"Donghae siapa sih?"

"Donghae sepupunya Siwon, kalian bertemu di pernikahan Kyuhyun dan di meeting direksi tiga minggu lalu,"

"Ah, yang itu. Aku kira kalian pacaran," Eunhyuk terbatuk, tersedak ludahnya sendiri.

"Mungkin dia sibuk, Hyuk-ah. Hyundai sedang ekspansi, dia asisten ayahnya Siwon kan?" yang ditanya hanya mengangguk lesu. "Lagian kalian cuma teman, kau berlebihan,"

Eunhyuk baru saja akan membalas ucapan Heechul ketika handphonenya berbunyi. Pesan masuk di Whatsappnya.

Unread Message

From: Donghae Lee

Maaf tidak bisa mengangkat telfonmu, aku habis rapat dan diceramahi oleh paman. Ayah dan anak sama-sama rewel :(. Makan malam di tempat biasa?

Reply

To: Donghae Lee

Aku tau rasanya, Heechul hyung juga rewel. Tea Lounge Cafè jam 8?

From: Donghae Lee

See you there, Hyukkie!

Eunhyuk memandangi pesan terakhir dari Donghae sambil tersenyum bodoh. Hyukkie. Semburat merah perlahan-perlahan menguar dari pipinya dan menjalar hingga ke leher. Heechul yang melihat perubahan rona wajah sekertarisnya mendengus keras. Dasar budak cinta, batinnya. Lelah melihat senyum bodoh Eunhyuk, ia memutuskan untuk pergi ke lantai sebelas menemui adiknya. Ruangannya sendiri berada di lantai dua puluh lima bersama jajaran direksi lainnya, sedangkan kantor ayahnya berada di lantai dua puluh enam.

Sepanjang perjalanan ia disapa oleh banyak pegawai, yang hanya dibalas dengan senyum ramah, sudah tidak sanggup berbasa-basi saking lelahnya.

Keluar dari lift Heechul disuguhi pemandangan yang semakin membuat kepalanya pening, lantai sebelas, divisi bagian pemasaran dan kerjasama perusahaan benar-benar sibuk. Orang di ujung kanan berteriak kepada orang di ujung kiri, kubikel-kubikel dipenuhi oleh tumpukan kertas, dan beberapa pegawai terlihat mondar-mandir keluar masuk ruangan dengan label Kepala Satuan Pemasaran.

Heechul melangkahkan kakinya menuju ruangan tersebut, mengetuk pintu berwarna coklat kayu beberapa kali hingga dipersilahkan masuk. Di depannya terlihat Kyuhyun yang sedang serius membaca dokumen, sedetik kemudian mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar saat melihat Heechul yang sedang menatapnya.

"Hyung!"

"Sedang apa, Kyu?" Heechul berjalan kearah kursi di depan meja Kyuhyun.

"Membaca risalah survei vendor, banyak sekali ternyata,"

"Dimana Ryeowook?"

"Di mejanya sedang membalas hasil survei. Pekerjaannya berat, tapi tidak mau kubantu," Kyuhyun merengut. Dalam hati Heechul tersenyum puas karena pekerjaan berat tidak dilakukan adiknya yang keras kepala.

"Biar saja, Ryeowook masih muda. Lagipula kau tidak boleh kelelahan,"

"Umurku sama dengannya, hyung" ucapnya datar. Heechul mengambil kue kering di atas meja, sekilas melihat tulisan yang terpampang di layar iPad milik Kyuhyun. Aku pulang malam, Kyu. Jangan menungguku, langsung tidur saja. Jangan lupa makan malam. Love - Siwon.

"Kenapa pakai email? Handphonemu mana?" tanya Heechul penasaran.

"Ada, Siwon yang tidak bawa ponsel,"

"Pikun" ucapnya asal. Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya.

"Tumben ke sini, ada apa?"

"Eunhyuk! Sekertaris menyebalkan, untung kerjanya bagus, kalau tidak sudah kupecat,"

"Kenapa dengan Eunhyuk hyung?" kemudian Heechul mulai bercerita panjang lebar, mengeluarkan unek-uneknya yang sudah menumpuk sejak pagi mengenai masalah kantor dan Eunhyuk yang sedang jatuh cinta.

"Dua tahun kan? Dua tahun mereka main petak umpet, padahal jelas sekali sama-sama suka. Mereka berdua bodoh. Sini pertemukan aku dengan yang namanya Donghae, biar kuhajar," Kyuhyun hanya tertawa mendengar celotehan kakaknya. Heechul itu galak untuk jaga image, padahal aslinya sangat perhatian. Kyuhyun hanya berharap jika suatu saat ada orang yang menyadarinya dan bisa peduli terhadap Heechul seperti dirinya dan orangtuanya.

"Enak saja main hajar, sepupunya Siwon itu cucu emasnya kakek Choi,"

"Biar, kau tidak tau Kyu aku sakit kepala tiap kali Eunhyuk mulai meratapi kisah cintanya, kasihan tapi menjijikan,"

"Kalau Eunhyuk hyung aku tidak tau, kalau Donghae hyung aku tau. Tiap malam dia selalu curhat soal Eunhyuk hyung,"

"Lagipula kenapa dia tinggal di rumah kalian sih? Apartemen kan banyak," tanya Heechul heran. Empat bulan lalu Donghae mulai bekerja sebagai asisten pribadi mertua Kyuhyun, padahal Kyuhyun bilang Donghae itu ceroboh sekali. Dan tiga bulan lalu pindah untuk menetap sementara di rumah Siwon dan Kyuhyun.

"Kakek Choi tidak tega kalau Donghae hyung tinggal sendiri, makanya sementara di rumah kami, biar ada yang mengurus. Lagian tidak merepotkan." Heechul hanya mengangguk-angguk paham. Kemudian memandangi Kyuhyun,

"Kau tidak kelelahan kan?" adiknya hanya tersenyum sambil menggeleng. Murah senyum sekali Kyuhyun ini. "Lelah, tapi masih wajar. Aku tau batasku, hyung. Tenang saja,"

"Guciku bagaimana? Aku harus beli lemari baru. Ada orang seperti itu di rumahmu bisa berbahaya untuk nyawa guci-guciku,"

"Aman" jawab Kyuhyun sambil terkekeh. Diliriknya jam dinding di atas televisi. 04.30.

"Hyung, aku keluar dulu ya, mau melihat Ryeowook"

"Aku juga mau kembali ke atas, sampai bertemu besok, Kyu."

Heechul memeluk Kyuhyun erat, kemudian bersama-sama keluar ruangan. Heechul berjalan menuju lift setelah sebelumnya memastikan Kyuhyun berjalan ke arah meja Ryeowook yang berada di tengah ruangan. Bersyukur karena ternyata lift kosong, Heechul bersandar pada dinding lift seraya memejamkam matanya, menahan kantuk dan lelah. Tiba-tiba sakunya bergetar pertanda pesan masuk

Seminggu lagi liburan, Heechul semangat!

Heechul tersenyum simpul, membaca pesan tersebut untuk kedua kalinya sebelum menutupnya dan memasukan kembali ponselnya ke saku celana.

Kau juga harus semangat.

End

Took me 3 hours to make this so called story that is more like a gibberish, fyuh. Kaya gak ada plotnya hahaha. Anyway, thank you so much untuk luvitakyiyu, dru, dan harrietgeisel for your kind words! Missing Wonkyu is my forever mood *sipping tea*

Honestly, I want to make this one as mpreg, but… idk, liat aja gimana nanti.

Lastly, feel free untuk kasih opini, ide, atau kritik membangun. See ya on the next chapter!