Naruto: The King of Wind Army

Chapter 2

DESCLAIMER : Semua char naruto adalah milik Kishimoto sensei jadi saya tidak berhak mengakuinya tapi cerita ini dan OC yang muncul tetap menjadi punya saya

GENRE : T semi M (mungkin)

Warning : Typo, abal, kata ancur se ancur2nya, SKS (sistem kebut Sejam)

Dah gak usah banyak bacot lagi yangsung aja kita lanjutin ke chapter 2 horreeeeeeeeee *Teriak Gaje

Normal POV

Pagi yang tenang di Namikaze Mansion, sayangnya ketenangan itu harus terganggu dengan suara ledakan yang berasal dari Traning Ground Namikaze. Di sana terlihat dua orang yang hamper mirip sedang sparring menggunakan kekuatan mereka, orang yang pertama bernama Minato Namikaze, pimpinan dari Namikaze Clan serta suami dari Kushina Uzumaki yang sekarang Namikaze juga ayah dari Naruto dan Naruko. Saat ini sedang sparring dengan kekuatan penuh melawan anaknya Naruto yang berusia 18 tahun.

.

.

"Nah, Naru sparringnya sudah cukup sampai di sini dulu yah" ujar Minato, "Yah Tou-san, kenapa sudah sih, padahal akukan belum mengeluarkan seluruh kemampuanku" sahut NAruto dengan raut wajah cemberut, "Kau tahu Naruto jika aku sparring melawanmu dengan kekuatan penuh yang ada nyawaku melayang saat itu juga" kata Minato "Ngomong ngomong apa kau tidak berangkat ke KAA Naruto? Naruko saja sudah berangkat duluan, masa kamu mau dibilang lebih lelet dari perempuan?" "Tenang saja tousan, habis ini aku juga berangkat tinggal memakai teleport saja kan jadinya cepat, lagian hari ini yang mengajar Obito sensei pasti dia akan telat dating" jawab Naruto santai, "Yah terserah kau sajalah" sahut Minato "Kalau begitu aku pergi dulu yah Tou-san, Jaa" ucap Nruto seraya menghilang dalam teleport pusaran anginnya "Huh dasar anak itu" gumam Minato sembari kepergian Naruto dan masuk ke dalam Mansion

.

.

.

Ruang Kelas Tingkat Bronze, KAA

Di kelas itu yang tadinya ramai menjadi tenang karena semuanya bingung, ada setan apa yang merasuki sensei mereka Obito sampai sampai tidak telat masuk kelas, "Nah anak anak sekarang kita aka…" Tiba tiba saja pintu di buka dengan keras oleh Naruto dan langsung berteriak "OHAYOU MINNA" dan Naruto tidak sadar telah kalau di sana sudah ada Obito sensei dan sudah memotong perkataannya, "hhh Namikaze-san bisakah kau tidak berteriak sekeras itu, kau bisa membuatku tuli" kata Obito sensei dengan nada kesal "Ohh Obito sensei, maaf yah sensei hehehehe'' jawab Naruto sambil nyengir "Baiklah sekarang silahkan kau duduk di bangkumu" perintah Obito sensei, setelah itu Naruto segera bergegas ke bangkunyadi sebelah Hinata. "Ohayou Hina-chan" sapa Naruto ke Hinata "Ohayou mo Na.. Naruto-kun" ucap Hinata kepada kekasihnya, ternyata rumor bahwa Hinata dan Naruto adalah sepasang kekasih benar "Ehm, pasangan yang di belakang bisa tenang sebentar kan?" ucap Obito menyindir "Ehh bisa sensei" jawab mereka kompak.

"Nah yang ingin sensei sampaikan sekarang adalah, kelas kita tingkat Bronze di tantang oleh kelas tingkat Silver dan yah aku menerima tantangan itu, sekaligus ingin membuktikan bawah anak didik ku lebih hebat dari kakashi" kata Obito santai "Yang benar saja sensei, masa kita harus melawan kelas tingkat Silver, kita tidak akan menang sensei" kata Sakura dengan nada pesimis "Kata sakura ada benarnya sensei kita tidak mungkin menang, disana ada tiga prodigy Uchiha" kata Ino menyetujui perkataan sakura "Yah kalian jangan pesimis dulu, aku mengetahui batas kemampuan Sasuke, Itachi, dan Shisui jadi kalian jangan khawatir dan pertandingan ini Cuma tiga orang kok yang bertanding" kata Obito dengan nada menyemangati "Memangnya siapa saja sensei" Tanya Tenten "Humm dari tingkat silver yang maju pastinya Sasuke lalu Sabaku no Gaara dan hmm Shion. Lalu dari kelas kita sendiri pastinya ku pilih Naruto, lalu Shino dan Sai" ujar Obito sensei "Jadi kalian jangan pesimis begitu, dan bagi yang tidak kupilih kalian beri semangat saja yah pada mereka yang bertarung, dan sekarang ayo kita ke arena pertandingan" lanjut plus ajak Obito "Yoshhhhh ayo" teriak mereka semua kali ini dengan semangat

.

.

.

Di arena Pertarungan

Di arena pertarungan sudah ramai akan murid tingkat Bronze juga Silver tap tidak hanya mereka bahkan, para pemimpin KAA sebelumnya juga ikut menonton, ingin melihat murid KAA generasi sekarang yang katanya kemampuannya melebihi generasi tahun lalu

"Pertandingan pertama Shion melawan Sai, kepada kedua petarung harap segera ke arena dan yang tidak bertarung harapn menonton di pinggir lapangan" kata wasit pertandingan Genma Shinarui dengan tegas, akhirnya Said an Shion sudah siap di arena pertarungan dan wasit mengucapkan "Hadjime" arena langsung di tutupi dengan kekkai pelindung, Shion berkata santai "sepertinya aku mendapat lawan mayat hidup, kau akan kubekukan" ucap Shion sombong tapi sai tidak merespon malah asik menggambar sesuatu di gulungannya "Heh dasar sial kau sudah mau kalah masih saja cuek sekarang rasakan ini, Water Elemen: Dragon Burst" teriak Shion setelah itu menyemburkan naga air besar dari mulunya kea rah sai, tapi Sai hanya tersenyum dan bergumam "Magic Art Skill: Fuze" Sebelum terkena serangan dari Shion, Sai berubah mencair menjadi tinta dan setelah serangan itu selesai dia kembali ke wujud normal "Kau tidak akan bisa menyerangku nona, sekarang giliranku, Magic Art Skill: Lion Ink" ucap Sai dan setelah itu keluar tiga singa besar dari gulungannya mengarah ke Shion dan mencoba menerjangnya dengan cakarnya. Shion yang kaget segera sadar dan mencoba memakai teknik lagi "Ice Technique: Great Ice Wall" teriak Shion seraya membuat dinding es besar di depannya menhalau serangai Sai dan akhirnya singa sai mengenai dinding es dan hancur menjadi tinta tapi serangan itu cukum membuat dinding es Shion bergetar lalu hancur, Shion dan Kakashi yang melihatnya hanya terperangah kaget 'Teknik yang sangat kuat bisa mengahncurkan dinding es hanya dengan singa tinta' bantin mereka berdua. "Hey nona jangan bengong" teriak Sai dari atas yang sedang menaikimelang yang terbuat dari tina "Hey itu tidak adil, ini pertarungan darat" teriak Shion "Hmm tapi menurutku ini adil di medan pertempuran asli hal ini di perbolehkan ka?" senyum Sai, "Sialan akan kubuat kau jatuh mayat hidup,"Ice Technique: Frozen Lance" Teriak Shion dan memunculkan tombak tombak es dari ketiadaan yang membuat penonton cukup kaget terutama Tobirama dia kira hanya dia yang bisa memunculkan sesuatu dari ketiadaan dan tombak itu mengarah ke sai dan burungnya yang berakibat

.

JLLEEEEBBB
JLEEEEEEBBBB
JLLLLEEEEEBBB
CRRRAAAAAAT

.

Burung itu dan Sai berubah menjadi kumpulan tinta yang tentu saja membuat Shion sangat terkejut Karena salah satu teknik terkuatnya dapat di hindari dengan mudah, tiba tiba saja dia mendengar sesuatu dari belakangnya "Magic Art Skill: Fastener Chain" Sai mengeluarkan sekitar 10 rantai tinta dari gulungannya yang dengan cepat mengikat Shion, Shion sekali lagi di kagetkan akan kemampuan musuhnya, dia hanya menoleh kebelakang dan melihat 3 kunai peledak mengarah kerahanya "Katsu" Gumam Sai dan meledakan tiga kunai peledak miliknya, DUUUUAAAARRRR BUUUUUMMMMM. Arena tertutupi asap hitam dan setelah asap itu menghilang terlihatlah Shion yang tergeletak tak berdaya di tengan arena, wait langung berkata "Pemenangnya adalah Sai Shimura" ucapnya dengan lantang tiba tiba terdengar teriakan dari bangku penonton tingkat Bronze "YEEEEEEEEE SAI MENANG, SAI MENANG, HEBAT KAU SAI" Sai hanya tersenyum mendengar teriakan itu sembari menuju ke bangku penonron dan Shion langsung di bawa ke ruang Kesehatan. "Kita lanjut ke pertandingan kedua yaitu Shino Aburame melawan Sabaku no Gaara" kata Genma dengan lantang, "Heh akhirnya giliranku, aku akan menghabisi mu manusia serangga Freak" ucapnya dengan lantang dan sombong ketika sudah berada di dalam arena yang di tutupi kekkai "Kita lihat saja nanti hasilnya Sabaku" balas Shino dengan nada datar. "Pertandingan Dimulai" Teriak Genma dari pinggir lapangan

To Be Continued

Hahay akhirnya selesai juga chapter 2 nya, apa masih kurang seru yah adegan pertarungannya? *Nada innocent

Kalo kurang maaaf yah karena saya masih author pemula

Jadi akhir kata minta Reviewnya yah

JAA MINNA