Summary: Ada murid baru namanya Len Kagamine. Gimana rasanya ya duduk disamping Len? Apakah Rin bakalan merubah perasaan nya dari benci jadi suka? Akankah persahabatan Rin dan Luka tetap lanjut? Atau berhenti sampai disini? RnR please
Author Teritorial:
OWAHAHAHAHA! Akhirnya chapter 2 selesai~ Maaf saya masih pemula dan masih "cupu" dalam membuat sebuah cerita. Tapi let's enjoy
.
.
Disclaimer: Vocaloid bukan milik saya. Tapi fic ini saya banget.
Warning!: Typo(s) menghantui andaaa~
.
.
Rin K. x Len K.
Genre: Romance
Rated: K+
Chapter 2: Ha! God help me please u,u
Normal POV
"Len-Kun!" panggil Luka
"ya? Kenapa Luka?" tanya Len bingung
"mau kah kamu ikut denganku?" kata Luka dengan muka nya yang sok unyu_-_ *etapi emang unyu deng
"Kemana?" tanya Len sambil menyipitkan sebelah matanya
"ke taman. Yap hanya ke taman" kata Luka bingung
"baiklah. Tapi aku hanya bisa sebentar" jawab Len melihat jam tangan nya
"kenapa?" selidik Luka
"aku ingin belajar bersama dirumah Rin-chan" jawab Len
"kalau begitu, aku ikut!" kata Luka memaksa
"tapi bukan kah kamu sedang bertengkar dengan Rin?" tanya Len penasaran
"ya gapapa. Selama disana ada Len-kun aku akan ikut" kata Luka semangat
"baiklah" jawab Len sedikit bete
"kalau begitu yuk! Kita ke taman sekarang" ajak Luka sambil menarik tangan Len
*SKIP* ulalalaa~
Ditaman
Len dan Luka duduk dikursi didepan sebuah danau. Danau yang ditengah nya ada air mancur nya itu~ *mirip date-ing yak jadinya-.-
Keheningan mulai menghantui mereka berdua
Len POV
"len-kun" kata Luka pelan sambil memegang tanganku
"ya Luka?" jawab ku sambil menjauhkan tangannya dariku
"aku.. hmm.. aku menyukai mu sejak pertama kamu masuk sekolah" kata Luka. Dan disaat itu juga muka Luka langsung merah
"ooo.. aku juga menyukai seseorang" kataku
"Siapa?!" kata Luka berharap-harap. Aku melihat dimatanya terdapat harapan yang sangat jelas(?) *eaaaakzz
"Rin Kagamine" jawabku pelan
"APA?!" kata Luka. Muka Luka pun langsung berubah menjadi, hm.. *author gak tega nulisnya\('.') muka Luka pun langsung berubah menjadi seperti cewek yang baru diputusin sama cowok nya.
"maaf Luka. Tapi, aku jatuh cinta pada Rin-chan sejak pertama bertemu" kataku pelan dan berharap air mata Luka tidak jatuh ke pipinya
Tapi.. Harapanku itu salah. Perlahan-lahan luka menangis tak henti-henti. Aku tidak berani mengganggu nya. Maka dari itu, aku berikan waktu untuk nya.
Sesaat kemudian…
"Luka, kamu tidak apa-apa?" tanyaku pelan
Luka pun langsung menghapus air mata nya "sudah jam segini. Pulang yuk? Kata nya kamu mau belajar dirumah Rin?" tanya Luka
"jadi,.. Kamu mau ikut?" tanyaku lagi
"kurasa bukan waktu nya aku berbaikan dengan Rin. Jadi, lebih baik aku pulang aja" kata Luka sambil berlari meninggalkanku sendirian *inget yak! SENDIRIAN
apakah Luka marah besar ya sama aku? Duhhh gimana nihh
Normal POV
"Duh mana sih si makhluk aneh itu? Dia cuma bisa janji-janji doang! Liat aja nanti kalo udah sampe sini gue abisin tu anak" kata Rin kesal
tengnonggg *bunyi bel(?)
"Rin Kagamineee!" panggil seseorang diluar sana
"sini masuk!" kata Rin ngomel
sebelum Len ngomong apa-apa...
"DUUUUUSSS!" Tiba-tiba, Rin nendang Len dengan santai nya sampe-sampe Len mental ke planet Mars dan kembali lagi ke Bumi *sumpah ini lebay._.
"Dari mana aja lo? Gue tungguin udah lama banget nihhh" kata Rin kesel tingkat dewa
"abis jalan-jalan ke taman sama Luka-chan" jawab Len dengan muka nya yang masih merah banget
"wut thaaaa? Ngapain? Ngedate yaaak? AZEEEEK" kata Rin sambil toel-toel pipi Len(?)
"kagak yeee! Cuma jalan-jalan biasa. Nape? Cemburu lo?" kata Len senyum-senyum
"PLAAAAAAAK" Akhirnya, satu tamparan dari tangan suci Rin mendarat mulus di pipi Len
"ogah banget gue cemburu! Gak level gue sama lo! Udah sana pergi! Belajar bareng nya besok aja! Udah bosen gue ngeliat muka lo" usir Rin sambil teriak-teriak.
Akhirnya, Len pulang dengan muka bonyok kiri-kanan *plaaak/ digampol Len
*SKIP*
malem-malem, dirumah Rin
"ngapain ya kok tadi Len sama Luka jalan-jalan bareng? Apa mereka ngedate beneran?" kata Rin dalam hati
"Tapi, kok aku jadi kepo gini ya? Perasaan aku jadi aneh. Apa aku naksir sama Len-kun ya?" kata Rin pelan sambil membaringkan tubuh nya dikasur *iyalah masa di meja
"HAH? GUE BEGO GUE BEGO! NGAPAIN GUE NGOMONG KAYAK GITU? GAMUNGKIN GAMUNGKIN" kata Rin sambil teriak-teriak dikamar
"Rin-chaaan! Kamu kenapa? Kamu sakit?" teriak Okaa-san dari dapur
"enggak kok kaa-san! Aku gapapa" kata Rin teriak pelan *karna takut durhaka sama orangtua jadi pelan*
besoknya, disekolah
"RIN! Hari ini jadi kan belajar bareng?" kata Len teriak dari depan pintu kelas
"diem lu bawel! Kalo lu berisik gue bikin lu masuk rumah sakit nih" ancam Rin
"ya ya..." kata Len. Dia udah gamau kena hantaman BULDOZER lagi-.-
Len pergi meninggalkan kelas dan menemukan Luka sedang berjalan kearah perpustakaan
"Luka-chan!" teriak Len
Luka hanya menengok dan kembali berjalan
"LUKA! Megurine Luka!" panggil Len lebih keras
"apa?" jawab Luka singkat
"kamu masih marah sama aku?" tanya Len
"engga"
"serius?"
"ya"
"kamu mau keperpustakaan? Aku anter yuk!"
"aku bukan anak kecil yang harus dianterin"
Akhirnya Luka pergi ninggalin Len. Len gamau ngejar karna takut bikin Luka marah
BEL MASUK~
pelajaran pertama dimulai. Hika-sensei hari ini gamasuk karna sakit. Jadi, kelas ribut banget. Padahal, si ketua kelas ehm.. Maksud nya MIKUO ngomel-ngomel mulu tp gak ada yang mau diem. Akhirnya Mikuo cuma bisa sabar dan stres berat.
Len,Rin, dan Luka cuma duduk di kursi nya masing-masing. Mereka sibuk sama satu kertas yang ada di depan muka masing-masing. Sesekali, Luka ngeliat ke depan dan ngeliat apa yang dilakukan sama Rin dan Len. Rin kadang ngelirik ke Len, entah kenapa Rin mau ngelirik Len. Begitu juga dengan Len. Beberapa kali dia ngelirik Rin. Len terpesona sama Rin hari ini~
akhirnya, disaat yang bersamaan Len sama Rin saling lirik-lirikan
"apalo? Ngapain ngelirik gue? Gue cantik?" kata Rin nyolot
"apasih? kamu juga ngapain liatin aku?" balas Len
"auah" kata Rin. Akhirnya Rin fokus lagi sama kertas nya
*SKIP*
pulaaang~
"Luka-chan!" panggil Mikuo
"ya Mikuo? Kenapa?" tanya Luka
"aku agak bingung sama soal yang dikasih sama sensei tadi. Mau ajarin aku gak?" kata Mikuo pelan
"tentu aku mau. Kapan?" tanya Luka sambil tersenyum
"Sekarang?" tawar Mikuo
"baiklah" jawab Luka
Dirumah Mikuo~
"Luka-chan, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" kata Mikuo
"apa?" tanya Luka
"aku suka kamu"
"umm... Terus?"
"kamu mau nggak jadi pacar aku?"
"tapi aku suka sama Len-kun"
Saat Luka ngomong kayak gitu, Mikuo tidak dapat berbicara apa-apa lagi. Keheningan membuat suasana menjadi kaku
"aku pulang dulu ya" kata Luka mencair kan keheningan
tanpa ada jawaban. Luka pergi keluar dari rumah Mikuo dan berjalan menuju rumah nya
Sementara dirumah Rin~
"nah! Udah ngerti kan bawel?" tanya Rin iseng
"iiih! Kok kamu panggil aku bawel sih?" kata Len protes
"bodo~ kamu kan emang bawel tingkat kami-sama" celetuk Rin begitu saja
"umm... Rin-chan" kata Len pelan
"ya?" kata Rin
"aku... Hm... Aku... Akuuuu... Suka sama kamu" kata Len nekat
"hah? Oh" kata Rin singkat
"kamu mau jadi pacar aku nggak?" tanya Len pelan
"udah ngerti kan? Oke udah dulu ya pelajaran hari ini. Besok lagi ya" kata Rin mengalihkan pembicaraan dan buru-buru mengusir(?) Len pulang
Setelah Len pulang, Rin pergi kerumah Luka
"Megurine Luka" panggil Rin
"masuk Rin" kata Luka
"aku kesini mau minta maaf. Aku pengen kita kayak dulu lagi. Bersahabat" kata Rin pelan
"aku juga Rin. Aku ingin minta maaf juga karna aku udah diemin kamu beberapa hari ini" kata Luka
Lalu, Rin dan Luka berpelukan~ *kayak teletubies yak?
Rin: Gue jahat tingkat kami-samaaaa! Author pinteeer *elus-elus kepala author
Len: Nasib gue gaberubah-ubah dari chapter 1-2._. *tendang author
Luka: *kriiik* *luka gamau ngomong*
Mikuo: Wewww ada part gueee~ *ngedance oppa gangnam style(?)
Author: Kasian gue nya yak. Harus banting tulang gamakan gamandi cuma buat bikin fic ini
Nantikan kelanjutan chapter 3 nya yaaak^^
Keep Reading xx
