Naruto yang tidur terlelap mulai membuka kedua matanya, dan memperlihatkan bola mata biru saphirenya yang sebiru langit, sungguh mata yang indah. Dia mulai mencoba bangkit berdiri dari ranjangnya tapi mulai mengeluh sakit di bagian bokongnya.
"Aishh... " Kata Naruto sambil memegangi bokongnya. Naruto pun mulai melihat ke arahnya dan terkejut melihatnya. Gimana tidak terkejut coba sekarang sudah jam 7 pagi, mana dia belum membuat sarapan untuk keluarganya.
Dengan cepat Naruto langsung mandi secepat kilat, memakai baju secepat petir, dan pergi ke dapur secepat sonic. Tentu saja itu membuat suara gedabrak-gedubruk (biasanya gitu suara orang tergesa2).
Sesampainya di dapur, Naruto melihat kedua anak bersama suaminya makan bersama. Minato yang melihat Naruto langsung saja mendekatinya.
Minato langsung saja menggengam tangan Naruto dan menuntunya ke meja makan. "Sayang sebaiknya kamu makan ya hasil masakanku." Kata Minato senyum.
"Ini semua masakanmu?" Tanya Naruto tak percaya. Seumur-umur hidupnya dia tak pernah melihat Minato selaku suami memasak, yang Naruto tahu adalah kalau suaminya ini lebih pandai dalam hal bekerja di kantor di bandingkan urusan masak.
"Tentu saja." Kata Minato.
Pikir-pikir dulu nih Naruto mau makan apa tidak. Biasanya kalau orang yang tidak pernah lihat memasak, tiba-tiba memasak rasanya 97% tidak akan enak. Hingga Naruto melihat Asuka dan Naruko.
Asuka yang sadar akan tatapan ibunya mulai menatap ibunya. Dan Naruto yang melihat tatapan Asuka seperti mengerti apa maksudnya 'aku-tidak-mau-mencobanya-takut-sakit-perut'
Ckckck ini mah sama saja meminta Naruto menjadi pencicipnya.
"Kok bengong?" Kata Minato sambil melihat keluarga ini sepi dan sunyi.
"Sejak kapan ayah bisa masak? Ini tidak akan bikin sakit perut kan?" Tanya Asuka yang seakan menusuk ribuan jarum di hati Minato. Yah wajar saja lah Asuka berkata begitu ini pertama kalinya dia melihat ayahnya memasak selain ibunya. Bagi Asuka masakan ibu jauh lebih enak di bandingkan restoran.
NYUT~
Kaki Asuka di injak oleh Ibunya sendiri. Gimana gak terinjak coba mendengar perkataan sang anak seakan menyindir ayahnya? Lalu Naruko yang perutnya udah sangat super berdemo minta diisi langsung saja memakan makanan yang ada di atas meja dengan lahapnya bersama Minato juga ikut makan.
"Enak kok, kalau kakak tidak makan biar Naruko yang memakannya." Kata Naruko.
Mendengar perkataan Naruko tanpa nunda-nunda Asuka maupun Naruto langsung tancap gas ngambil sendok dan serbu makanan. Minato hanya bisa terkekeh geli dalam hati melihat tingkah anak dan is-suami nya.
Salah satu anak yang sedang duduk sambil makan memikirkan sesuatu dalan pikirannya. 'Kenapa ibu bisa menikah dengan ayah?'.
.
.
NARUTO FANFICTION
LOVE AND TRUTH
DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO
MINANARU , SASUNARU
WARNING: Yaoi, alur kecepatan, OOC, Banyak TYPO, RATE M
.
.
.
Seorang pemuda berambut hitam yang sedang duduk sambil mengutak-atik komputernyanya terus memandang sebuah video yang berada di komputernya. Entah video apa yang sedang di tontonnya membuat dia tersenyum sendiri.
Usai menonton video, pemuda itu mengambil tas ranselnya di bawah tempat duduk, yang berisi sebuah amplop besar berwarna coklat.
Kemudian pemuda itu membuka amplop untuk melihat isinya berupa kertas yang entah apa yang ditulis dalam kertas itu hingga membuatnya senang.
Saking senangnya pemuda itu sampai tertawa puas, sungguh membuatnya sangat puas, sampai-sampai seluruh isi kamarnya hanya bergema suara tawanya. (Tenang aja kamar dia kedap suara kok).
.
.
.
.
.
Minato berserta dua anaknya Naruko dan Asuka bersiap-siap untuk pergi ke aktifitas biasanya. Sedangkan Naruto tentu saja ikut mengantarkannya samapai ke depan pintu.
"Hati-hati di jalan ya." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Iya bu." Kata Naruko dengan senyum lima jari yang benar-benar mirip dengan wajah Naruto.
"Oh, ya aku lupa. Hari ini Ayahmu meminta kita datang ke rumanhya." Kata Minato.
"Loh tumben, biasanya Ayah selalu memberitahukan ku lebih dahulu." Kata Naruto.
"Katanya sih kita semua harus datang, tapi aku sudah meminta Sasuke untuk menjemputmu." Kata Minato senyum.
Serasa di sambar petir bagi Naruto. Ya ampun baru seminggu tak dengar kabarnya, paling Naruto telepon Ayah di nomor hpnya. Pingin jauh dari Sasuke, ehh tahu-tahu suaminya lagi bilang kalau dirinya bakal di jemput Sasuke.
Naruto hanya bisa bengong dan keringat dingin. Minato yang melihatnya langsung mencium bibir Naruto sekilas, dan pergi membawa kedua anaknya ke dalam mobil. Tapi sebelum pergi Minato membisikkan beberapa kata. "Kalau aku melakukan hal 'itu' lagi, biar nanti aku yang menyelesaikan pekerjaan rumahmu." Kata Minato.
Naruto yang sudah sadar ke alam nyata, dan sadar betul tadi Minato berkata seperti itu, juga menciumnya dihadapan anak-anaknya dan langsung berkata. "PERVENT!"
Minato dia malah terkekeh geli, menurutnya sebelum dicium olehnya Naruto berpikiran mesum tentang kejadian tadi malam, tapi sebenarnya tidak. Seandainya Minato tahu bahwa apa yang di pikirkan Naruto mungkin akan membuat Minato terluka.
Naruto hanya bisa membantin kira-kira apa yang akan terjadi padanya bila berada di dekat Sasuke. Apa dia bakal di rape lagi seperti penginapan?
Benar-benar sungguh buruk bagi Naruto, ingin menolak takut Minato curiga.
'Apa aku tidak bisa jauh dari Sasuke?' Batin Naruto miris, hingga membuatnya mengingat perkataan ayahnya sebelum menikah
"Kalau kau menolak jangan salahkan aku! Kalau Sasuke akan ku buat menderita sekian rupa."
Kata-kata itu selalu tergiang di kepala Naruto. Salahkan dia mencintai adiknya sendiri walau mereka tak punya hubungan darah hingga dia harus rela melepaskannya untuk menikahi pria yang dijodohkannya? Menikah dengan pria yang tak di cintainya hanya untuk menyimpan aib keluarga dan merahasikan pada seluruh dunia bahwa dia tak pernah ada hubungan keluarga?
Demi Sasuke, Naruto rela melakukan apa saja untuk Sasuke agar tak kena amukkan dari sang ayah. Tapi kenapa takdir ini sungguh sangat berat bagiku dan Sasuke? Kami benar-benar tidak bisa melupakan rasa cinta ini seumur hidup. Apakah tak ada cara agar Sasuke melupakanku dan biarkan diriku sendiri lah yang tersiksa pada perasaanku ini. Tuhan kumohon dengarkan doa hambamu ini. Aku sungguh tak ingin Sasuke semakin terluka. Hanya itu yang bisa Naruto katakan dalam hatinya sambil melihat ke arah suami dan anak-anaknya masuk ke dalam mobil.
.
.
.
.
.
Semua pandangan pemuda yang tak lain dan tak bukan adalah Sasuke yang mempunyai paras tampan layaknya model terkenal(author setuju dengan pendapat kalau Sasuke seperti model terknal)
Sasuke benar-benar sangat senang mengembudikan mobil hummer putihnya sambil membayangkan hal-hal indah yang akan terjadi saat tiba di rumah mantan kekasihnya sekaligus adiknya.
"Aku jadi tidak sabar bertemu Narutoku." Kata Sasuke sambil menampakan senyum evil smriknya.
Sasuke sama sekali tak mempersalahkan mau Naruto sudah nikah kek, punya suami kek, punya anak kek, Sasuke sama sekali tidak peduli. Baginya sekali Naruto itu miliknya tetap miliknya.
Sekali Sasuke bilang Naruto itu miliknya, pasti Sasuke akan merebutnya dari Minato. Sasuke sudah sangat terobsesi memiliki Naruto seutuhnya lagi dan bisa bahagia seperti dulu lagi.
Hanya Naruto yang selalu ada di pikirannya, di hatinya, dan juga di mimpinya.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Gomen baru sekarang nonggol dan bikin agak pendek. Maaf2 sebesar-besarnya dulu.
Misa kun susah banget bikin fic gara-gara nih nyokap selalu ada di dekat Misa. (Lbh takutnya bila sampai ketahuan nie hp bb full foto2 yaoi + docx Yaoi buatku)
Nyokap seperti gak mau pisah dariku, selalu nempel, and sering ngajak jalan (lagi cuti kerja).
Coz nyokap takut Misa kun kenapa2 gara2 sering ngurung diri terus di dalam kamar bila pekerjaan rumah selesai (ya iyalah kan mau bikin fic klw ketahuan habis riwayatku, coz mamaku bakal marah kalau misa kun ternyata punya hobi yang begitu... Ya gimana lagi hampir apa yang kusukai hrs bilang smuanya ke nyokap bila engga bakal di ceknya kamarku. Contohnya ajj komic hentaiku di bakarnya.. T_T), dan lagi Misa ya di rumah emang paling gak bisa bersosalisasi ama orng! (Serius loh) biasanya aku bicara paling nunggu orng duluan bicara ma aku..
Hem berkat Misa kun gak bersosalisai di rumah dan juga dengan para tetangga ya selama hidup ini banyak yang ngira Misa kun ini orang tersombong di daerah rumah, kalau di dalam rumah Misa gak tahu. Tapi Misa cuek2 saja.
Tapi kata tmn2 dekatku, mereka bilang aku ini paling gak bisa diam tapi juga kadang ikut bicara kalau orng itu ngajak ngomong Misa duluan.
Dan berkat itu nyokap khawatir takut Misa kenapa2... Ckckckck yah mau gimana lagi, habis tempat yang enak dan aman itu hanya berada di dalam kamar, karena serasa bebas and merasa nyaman. Selain ngerjain fic Misa juga bisa bikin sesuatu atw melakukan apapun yang di suka. Habis pekerjaan rumah terus makan, ama mandi langsung tancap gas ke kamar. Ahahahahaha kamarku istanaku itulah pepatah yang cocok buat misa ehehehehe.
Dan lagi Misa sedang sangat galau #
Jadi maklum ya telat.
Balasan Riview
Kkhukhukhukhudattebayo: sankyu n_n ahahaha so pasti, kan biasanya dimana ada cinta pasti akan ada saingan cinta. Kalau Naruto sampai hamil lagi lalu siapa ayahnya Misa juga masih belum tahu coz otak belum nyampe ke sana #haaah...
Dame dame no ko dame ku cha: ahahahaha sankyu n_n
Sheren: sankyu n_n
Nia Yuuki: sankyu n_n kalau masalah update #kaboorr
Devilojoshi: ahaha so pasti, kalau masalah anak siapa nanti, misa bloom kepikiran lagi. Tapi di sini Sasuke punya sifat yang terobsesi ama Naru... Eehehehehe maaf sebesar2nya kemungkinan nanti sifat Sasuke sama dengan fic karyamu seperti Obssesion.. Maaf banget. And sankyu n_n
Han gege: sekali2 lah Misa pinjam Narunya... Sst jangan ampe ketahuan Sasuke ya please ekekekekekekekk and sankyu ya n_n
Kim Jhey Joon: jangan... Jangan bunuh Minato dulu biarkan saja dulu Minato banyakkin lemon ama Naruto
Sasuke: enak aja loe bilang Misa, mau ikut di bantai juga.
Misa: iihhh ampunn #langsung kaboor
