Daniel merasa jika Seongwoo semakin menjadi, semenjak efek amortentia nya bereaksi ketika sedang membersihkan cauldron, hari-hari berikut nya Seongwoo selalu menempeli Daniel. Entah itu di kelas, atau saat sedang berada di Great Hall.
Daniel yakin jika Seongwoo seperti ini karena ia terlalu banyak memberi amortentia; satu botol penuh di dalam adonan muffin coklat yang seharus nya untuk Jihoon.
Ngomong-ngomong, Profesor Hwang sudah mengembalikan tongkat sihir mereka.
.
.
.
"Daniel~"
DEG
Daniel tercekat, menolehkan kepala takut-takut ke arah sumber suara, tentu saja itu Seongwoo. Siswa Ravenclaw itu berlari riang untuk menghampiri Daniel dan langsung duduk di bangku sebelah Daniel.
"Daniel! Daniel! Aku merindukan mu Hufflepuff tampan ku!" Seongwoo memeluk erat Daniel, sambil mengusakkan kepala nya ke leher Daniel.
Semua yang ada di ruang kelas tersebut memusatkan pandangan kepada Daniel dan Seongwoo. Ada yang melempar tatapan aneh, ada yang melempar tatapan bingung, bahkan melempar tatapan jijik.
Sementara itu Daniel berusaha melepaskan pelukan Seongwoo, Daniel takut jika mereka semua berprasangka bahwa Seongwoo adalah kekasih Daniel.
Dan akhirnya, Seongwoo baru melepaskan pelukannya kepada Daniel ketika Profesor Hwang memasuki kelas.
.
.
.
Tidak sampai di situ, Seongwoo selalu menyapa Daniel dengan genit ketika berpapasan di Great Hall. Tentu saja kelakuan Seongwoo itu menjadi topik pembicaraan di kalangan Ravenclaw, Hufflepuff, bahkan Slytherin dan Gryffindor.
"Daniel ku!"
Seongwoo berteriak heboh lalu mendesak masuk ke deretan meja Hufflepuff ketika sedang makan malam di Great Hall. Membuat gadis semampai yang mula nya duduk di sisi Daniel menjadi risih karena kedatangan Seongwoo.
"Daniel aku suapi ya!" Kata Seongwoo riang, memutar sendok puding labu nya seolah itu adalah pesawat.
Hal itu menarik perhatian banyak siswa, beberapa dari mereka sempat mendongakkan kepala untuk melihat lebih jelas bagaimana adegan cuddling pasangan Hufflepuff dan Ravenclaw itu.
Daniel yang panik ditatap oleh banyak siswa, alhasil terpaksa menerima suapan puding labu dari Seongwoo.
"Hummm! Enak kan Daniel?"
Astaga rasanya Daniel menyesal telah bermain-main dengan satu botol penuh amortentia. Di sebrang nya, Jisung memandang dirinya dengan kasihan.
Guanlin dan Baejin juga melihat kejadian itu.
"Hey Bae, tidakkah itu terlihat aneh?"
"Aneh? Aneh bagaimana?"
Guanlin memutar tubuh nya menghadap Baejin sepenuh nya, "Ong Seongwoo, menurut ku Daniel seperti memberikan amortentia yang terlalu berlebih kepada Seongwoo."
"Astaga konyol sekali jika sampai menggunakan ramuan cinta itu. Mungkin Seongwoo seperti itu karena Daniel sering tersenyum kepada nya." Jawab Baejin, tidak terlalu mempedulikan opini Guanlin.
"Hampir semua Hufflepuff murah senyum Bae."
"Oh, um, mungkin Daniel sering mengedipkan mata kepada Seongwoo."
"Kemarin Yongguk, Hyunbin, Taehyun dan para Hufflepuff lain mengedipkan mata kepada ku Bae, ketika berpapasan di Great Hall." Ujar Guanlin setengah kesal.
"Hey bung, kalau trio itu mungkin mereka punya gangguan syaraf. Lagipula percaya diri sekali kau jika mereka mengedipakan mata untuk mu!"
"Hey! Ada apa dengan nada bicara mu?, Memang aku ini tampan dan mempesona, tidak salah jika mereka mengedipkan mata untuk ku!" Guanlin mulai bersungut-sungut.
"Apa? Tampan? Tch, aku lebih tampan."
"Ck, Aku lebih tampan Bae, jangan mengelak." Balas Guanlin tidak mau kalah, menyisir rambut pirang nya menggunakan jari dengan sangat mendramatisir.
"Enyah kau pirang menyebalkan!"
"Apa kau bilang? Dasar Baejingan!"
Selalu berakhir dengan pertengkaran.
Dan seperti biasanya, reaksi anak-anak Gryffindor selalu heboh, terutama Daehwi yang mulai bergosip dengan Seonho, yah meskipun Seonho perlu beberapa menit untuk mencerna maksud pembicaraan Daehwi.
"Lihat itu Seonho! Kang Daniel dan Ong Seongwoo! Oh astaga, mereka itu benar-benar ya bisa tebar moment seperti itu di depan umum. Kapan aku bisa seperti itu dengan Samuel?
Lalu Seonho akan menanggapi ocehan Daehwi setelah 5 menit berlalu.
"Oh! Ahahaha. Yang sabar ya hyung."
Seperti itu.
Dan keributan yang disebabkan oleh para Gryffindor lain, Woojin contoh nya.
"Kenapa melihat ku seperti itu?"
"Hehehe, kapan kau mau seperti Seongwoo kepada Daniel begitu Hyungseob-ah, aku -Park Woojin kesatria Gryffindor mu ini siap-"
TAK
Diakhiri dengan Woojin yang mengaduh kesakitan karena kepala nya dipukul dengan sendok oleh Hyungseob.
.
Acara suap-menyuap antara Seongwoo dan Daniel menjadi hiburan publik. Namun, ada satu pasang mata yang memandang Daniel dan Seongwoo dengan tatapan sakit, pedih, cemburu.
.
.
.
Sudah sekitar 2 minggu berlalu, dan Seongwoo masih bertingkah mabuk cinta karena efek amortentia.
Daniel memasang tampang murung, Seongwoo kini menggelayut manja di lengan nya, ini hari Jumat, beberapa tangga di Hogwarts akan berganti arah, dan Daniel sangat sebal karena harus menempuh perjalanan ke dasar lantai 7 di Utara untuk mengikuti kelas ramalan milik Profesor Kwon bersama Seongwoo.
Daniel sadar jika kelakuan Seongwoo sudah menjadi bahan pembicaraan di semua asrama, terutama Hufflepuff dan Ravenclaw. Tentu saja sebenarnya Daniel merasa risih karena banyak yang mengira jika dirinya dan Seongwoo adalah sepasang kekasih.
Dalam perjalanan menuju kelas ramalan, Daniel berpapasan dengan Jihoon, dan tidak disangka Jihoon melemparkan senyum manis kepada Daniel. Oh astaga, seandainya Jihoon yang memakan muffin itu, pasti sekarang yang menggelayut di lengannya adalah Jihoon.
.
.
.
Ingin mengumpat rasanya, Daniel itu payah dalam hal membaca ramalan. Seperti ini contoh nya, Profesor Kwon memberikan beberapa lembar daun teh pada masing-masing siswa untuk diseduh dalam air hangat.
Setelah teh habis diminum, ampas daun teh tersebut lah yang akan dibaca ramalan nya.
Mana bisa, bagi Daniel, ampas ya tetap ampas. Tidak ada hal lain semacam ramalan yang muncul. Beberapa kali juga Daniel menggerakkan cangkir teh nya ke kanan-kiri.
Profesor dengan penampilan nyentrik itu berjalan mengamati kerja siswa nya masing-masing lalu berhenti di hadapan seorang siswa Hufflepuff yang sudah berhasil mengutarakan ramalan pada ampas daun teh nya.
"Aku melihat jika Sihyun akan jatuh cinta kepada ku." Ungkap nya lantang.
Profesor Kwon bertepuk tangan seperti orang gila, rambut merah nya itu berkibas ketika menganggukkan kepala dengan semangat, "Bagus sekali Yongguk. Aku sangat bangga kepada mu! Mau tau ramalan apa yang aku ketahui hari ini?"
"Tentu saja mau, Profesor Kwon Jiyong."
"Teman mu yang bernama Hyunbin akan memacari salah satu Profesor di Hogwarts ini, Profesor Hwang."
Seketika kelas menjadi hening, Profesor Hwang? Guru ramuan yang terkenal sadis itu?.
Daniel memecah keheningan kelas dengan seruan heboh jika dirinya berhasil membaca ramalan dari ampas daun teh tersebut.
"Oh Daniel, apa yang kau dapat nak?" Guru berpenampilan nyentrik itu datang menghampiri Daniel.
"Um... Entahlah, aku tidak bisa mengerti apa maksud nya?" Daniel memicing berkali-kali, mencoba menerka apa yang dimaksudkan ramalan tersebut.
Profesor Kwon mengambil alih, menyambar cangkir teh yang ada di genggaman tangan Daniel, tanpa butuh waktu lama, pria itu bisa mengetahui apa isi ramalan daun teh milik Daniel.
Dia tersenyum menyeramkan, menatap Daniel, "Nak, apa kau sedang jatuh cinta? Aku melihat ada seutas tali sewarna rambut ku." Tanya nya dengan seringai,
"T-Tidak Profesor, aku tidak sedang jatuh cinta!" Daniel menjawab, gelagapan.
"Yah... sayang sekali." Hanya itu tanggapan Profesor Kwon. Lalu meninggalkan meja Daniel dan Seongwoo.
Sungguh, Daniel ingin mengumpat rasanya.
.
.
.
"Jisung kita harus bicara!"
Daniel menggait lengan Jisung ketika berpapasan di koridor setelah kelas ramalan usai, tentu saja ketika Daniel sedang tidak bersama Seongwoo.
Daniel membawa sahabat nya itu ke lantai 6, lebih tepat nya ke kamar mandi laki-laki,
"Kenapa kau membawaku ke sini?"
Daniel menghela nafas gusar.
"Sung, aku tidak bisa seperti ini terus, kau tau kemana arah pembicaraan ku ini 'kan? Tentang Seongwoo! Ravenclaw sialan itu."
Jisung terdiam. Menggenggam erat tangan sahabat nya itu sembari menenangkan Daniel yang gusar,
"Niel, jangan seperti itu, jangan memanggil nya sialan. Dia hanya korban efek amortentia saja. Tidak lebih."
"Apa? Kau membela nya? Membela Ong Seongwoo?" Daniel membeo. Tidak percaya jika sahabat karib nya lebih berpihak kepada Seongwoo.
"Bukan begitu Daniel. Hanya saja cobalah bersikap lebih dewasa!"
"AKU SUDAH BERUSAHA!"
"Berusaha bagaimana?! Sejak awal ini sudah salah mu Niel, menggunakan amortentia sebagai jalan pintas sudah termasuk salah!"
"Tapi kau membantu ku saat itu!"
"Aku membantu mu karena aku adalah sahabat mu!"
"Jika kau memang sahabat ku, berpihaklah kepada ku, bukan Seongwoo!"
Mereka beradu argumen, Daniel terbawa emosi, begitu juga dengan Jisung. Suara mereka menggema begitu keras di area kamar mandi laki-laki.
Tanpa menyadari jika ada seseorang di balik pintu salah satu bilik toilet.
.
.
TBC
Cicicuitan :
Boyaaah! Astaga! Kenapa saya yang punya cerita, saya yang baper sendiri?
Hope U like it guys!
Bayangkan saja kalau Wanna One benar-benar menjadi murid Hogwarts, menggunakan jubah masing-masing asrama dan jubah nya berkibar keren! Asdfghjkl. Pasti itu kelihatan tampan banget :")
Sempat terbesit imajinasi kalau semua kontestan PD101 Boy bikin Music Video bertemakan Harry Potter dan lokasi syuting video nya benar-benar di sesuaikan sama yang ada di film Harry Potter :v terus nyanyi nayana ‼
Oh iya, saya sudah bikin akun Wattpad baru, username nya : Ten_Sepuluh.
Cerita ini saya pub juga lho di sana!
