Handsome Teacher
by: Franciska Sunarya
Chapter 2
Selama perjalanan pulang Chanyoel tidak mengatakan sepatah kata pun. Hal ini membuat Baekhyun bosan bukan main dalam perjalanan tersebut. Karena geram Baekhyun pun membuka kaca mobil. Baekhyun diam-diam mengamati bintang-bintang di langit.
" Indah sekali. Ajjushi bisakah kau ambilkan aku satu yang disana? " ujar Baekhyun
"apa? Jangan macam-macam ya. Kamu kira aku pesulap yang bisa mengabulkan permintaan anehmu itu. Sudah tutup jendelanya. Dingin".
"Dingin? Ajusshi bahkan menggunakan baju lebih hangat dari padaku malah merasa dingin" timpal Baekhyun sambil menutup kaca mobil. " atau ajusshi sedang mengode untuk minta dipeluk? Ahhh ajusshi kenapa tidak bilang sih"
Baekhyun mencoba memeluk Chanyoel yang sedang mengemudi. Chanyoel berupaya menghindar dari pelukan Baekyun.
"hei hei jauh kan tanganmu dari tubuhku bocah atau akan aku turunkan ditengah jalan!" bentak Chanyoel pada Baekyun.
"bukannya ajusshi yang menginginkan untuk ku peluk. Kenapa sekarang malah tidak suka. Menyebalkan"
Karena pertengkaran tersebut konsentrasi Chanyoel berkurang dan tidak melihat adanya kucing yang menyebrangi jalan. Chanyoel pun berhenti mendadak karena terkejut.
" lihat gara-gara kamu aku hampir menabrak seekor kucing! Bila kucing tadi mati kamu yang akan aku suruh menguburnya bocah" cecar Chanyoel pada Baekhyun .
"Ajjushi bahuku..." rintih Baekhyun
"kali ini apa kau akan berakting sakit supaya aku tidak marah padamu hah!?"
"Hiiaa bahuku sungguh sakit tauk. Ini juga salahmu kenapa tidak menyetir dengan benar. Wah kau! Bukanya bertanya apakah aku butuh perawatan malah berfikir aku berpura-pura"
Karena emosi Baekhyun pun tak sengaja menggerekan bahunya yang hasilnya membuat Baekhyun merasa sangat sakit pada area bahunya. Melihat hal itu Chanyoel merasa bahwa Baekhyun benar-benar sakit. Chanyoel melepas seatbeltnya dan mendekatkan tubuhnya pada badan Baekyun. Saat Chanyoel memeriksa bahu Baekyun, Baekhyun merasa jantungnya berdebar-debar.
" hemmm... Nampaknya bahumu terkilir karena kejadian tadi. Kita harus membawanya kerumah sakit untuk mengantisipasi hal lain. Apa benar-benar sakit?" tanya Chanyoel pada Baekhyun sambil mengusap-usap rambut Baekyun.
Baekhyun menganggukkan kepala. Baekhyun berfikir bahwa Chanyoel hanya terlihat cuek dan dingin namun rupanya Chanyoel adalah orang yang hangat dan pengertian.
"mama, Baekhyun pulang " Baekhyun memanggil nyonya Byun sambil membuka pintu namun tidak ada jawaban darinya.
"aku fikir oma belum pulang. Mari masuk"
"tidak aku akan pulang"
"kamu akan apa? Bagaimana denganku? Kamu akan meninggalkan aku sendiri? Dengan kondisiku yang cedera begini? Dan bagaimana aku akan menjelaskan kepada mama tentang keadaanku sekarang?"
"aku tidak peduli"
"daebak. Ajjushi ingin dibilang tidak bertanggung jawab pada anak perawan yang manis ini"
"Hei hei jaga bicaramu aku tidak melakukan apa pun padamu. Kau cedera juga gara-gara kau banyak tingkah di dalam mobil dan juga... "
"Awawaw Ajjushi tanganku sakit lagi. Bisakah ajusshi tetap disini sampai mama pulang. Please" bujukan Baekhyun nampaknya berhasil kali ini. Ekspresi khawatir nampak jelas diwajah dingin Chanyoel.
Chanyoel nampaknya menyerah akan rengekan Baekhyun dan ia pun sebenarnya merasa bersalah karena membuat "anak manis" ini merasakan sakit karena terkilir. Yah walaupun bukan seutuhnya kesalahan Chanyoel, namun Chanyoel juga tidak mau dibilang tidak bertanggung jawab oleh tante Byun dan ibunya. Chanyoel mendaratkan dirinya disofa yang berada diruang tengah. Tiba-tiba terdengar suara Baekhyun mengerang kesakitan disertai umpatan. Chanyoel pun menuju arah suara dan mendapati Baekhyun sedang memegangi bahunya.
"apa yang kau lakukan bocah bodoh? Bisakah kau tidak membuatku khawatir?"
"Daebak. Ajjushi apa kau sadar? Baru saja kau mengatakan bahwa kau khawatir padaku? Sungguh? Daebak. Tapi tunggu, kenapa nada bicaramu menyebalkan? Aku pria manis, Byun Baekhyun memasuki area terlarang yaitu dapur karena ingin membuatkan minum untuk pria tinggi nan tampan" kata-kata terakhir Baekhyun dibarengi dengan kerlingan mata kearah Chanyoel yang diikuti gelak tawa dari Baekhyun.
"kau tidak usah berusaha mendapatkan hatiku. Sudah duduk saja dan jangan bertingkah yang aneh-aneh. Paham?"
"tapi bagaimana dengan minuman dan camilan yang akan ku siapkan?"
"jika aku lapar atau haus akan aku ambil sendiri. Paham?
Baekhyun hanya mengangguk dan mengikuti punggung Chanyoel menuju ruang tengah. Baru saja Chanyoel duduk di sofa Baekhyun menarik-narik jasnya.
"ajusshi bisakah kau ambilkan aku sebotol air minum dingin"
"hei bodoh kenapa kau tidak mengatakanya saat kita masih di dapur hah? Memang kau siapa memintaku mengambilkan minum?"
"Ajjushi adalah pelaku utama atas tindak pencurian hati milik Byun Baekyun"
"Cihh" Chanyoel berjalan menuju kedapur. Sementara itu Baekhyun merasa kalau cederanya ini membawa keberuntungan padanya karena dengan cederanya ini Park Chanyoel menjadi penurut walaupun sebenarnya ia ingin meneriaki orang itu tiap kali bahunya merasa sakit. Tapi yahhh so far rasa sakitnya tidak terlalu sakit kok.
"hei Baekhyun bolehkah aku mengambil sebotol soju ini?"
"Emm ambilah ajjushi tidak apa-apa"
Chanyoel kembali dengan sebotol soju dan sebotol air mineral ditanganya. Chanyoel menenggak sojunya dan menyandarkan diri pada sofa.
"ajjushi apakah aku boleh meminta itu?" tanya Baekhyun sambil menunjuk botol soju yang diminum Chanyoel.
"tidak. Kau masih dibawah umur. Apa lagi aku ini gurumu bagaimana mungkin kau berani minum dibepan gurumu hah?"
"jika di sekolah mungkin ajjushi adalah guruku namun saat diluar sekolah aku akan menganggap ajusshi bukan guru. Boleh ya ajusshi" bujuk Baekhyun
Namun Chanyoel tidak memberikannya pada Baekyun. Melihat hal itu Baekhyun merasa kesal dan meninju bisep Chanyoel.
"hei apa kau laki-laki. Pukulan mu itu tidak berasa bodoh"
"ajjushi menyebalkan. Aku akan ambil sendiri didapur"
Mendengar hal itu membuat Chanyoel menarik lengan kiri Baekhyun yang kebetulan bagian yang terkilir. Hal itu membuat Baekhyun kontan menjerit kesakitan dan memegang bahunya.
"ajjushi sungguh-sungguh ingin menyakitiku rupanya"
"apakah sakit? Seharusnya kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh seperti yang ku katakan"
"jika ajjushi memberikan soju itu padaku, pasti aku tidak akan melakukannya"
"apa kau sungguh ingin mencobanya? Tapi sayang milikku tinggal sedikit bocah"
"Menyebalkan" Baekhyun cemberut dan memalingkan wajahnya dari Chanyoel.
"apa kau sangat menginginkannya? Kau masih bocah jadi aku tidak membiarkanmu"
Namun Baekhyun diam saja dan tidak memberikan balasan.
" baiklah akan aku berikan"
"Sungguh. Apakah ajusshi sungguh akan memberikannya padaku?"
"Ya. Tapi hanya sedikit dan dalam kadar alkohol yang rendah"
"yes. Baik lah tidak jadi masalah"
Namun Chanyoel justru menghabiskan seluruh isinya. Hal itu membuat Baekhyun geram dan memukul bisep Chanyoel untuk kedua kalinya.
"ajjushi kau menipu ku. Kau sungguh jahat. Menyebalkan. Dan ajussmmm..."
Chanyoel mencium Baekhyun ditanternya yang secara otomatis membuat Baekhyun menghentikan kata-katanya dan terkejut. Namun Baekhyun menutup matanya dan membalas ciuman Chanyoel. Menurut Baekhyun rasa tanter Chanyoel sangat menarik, ada sedikit rasa soju setiap kali pria tampan yang notabene merupakan gurunya itu menciumnya. Chanyoel memegang leher Baekhyun dan menggigit bagian bawah tanter Baekhyun sebagai penutupnya.
"yakk ajjushi apa yang kau lakukan hah?" tanya Baekhyun dengan wajah yang memerah pada Chanyoel.
"bukan kah kau ingin merasakan soju ini? Dengan cara inilah aku memberikan soju itu padamu" jawab santai Chanyoel.
"ta-tapi kau mengambil my first kiss" jawab Baekhyun sambil tergagap. Ya ciuman pertama Baekhyun dirampas oleh Chanyoel.
"tapi apakah ini sungguh-sungguh your first kiss? Entah mengapa sebagai pemula kau cukup hebat dalam hal berciuman" goda Chanyoel.
Kata-kata itu nampaknya berdampak pada Baekhyun yang langsung terlihat dari wajahnya yang memerah. Baekhyun diam saja dan hendak berjalan menuju dapur untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di dapur.
"kau hendak kemana? Disini saja" perintah Chanyoel dengan nada memaksa.
"ada apa ajjushi? Kau tidak ingin jauh-jauh dariku ya. Sepertinya ajjushi telah jatuh cinta padaku ya? Hahaha" celetuk Baekhyun ringan.
Sedangkan Chanyoel hanya memberikan tatapan mengerikan seolah berkata "tetap disini atau mati" yang kontan membuat Baekhyun menurut dan kembali duduk disisi Chanyoel.
"aku sangat lelah setelah menyetir. Dan sebotol soju tadi membuatku sangat mengantuk. Kenapa tante sangat lama sih bocah?" kelu Chanyoel yang nampak sangat lelah. Chanyoel memijat pelipisnya untuk meredakan rasa penat yang menggangunya.
"itulah sebabnya kenapa aku akan pergi. Aku hendak menelphone mama dan menanyakan kapan mama pulang. Harusnya ajjushi membiarkan aku pergi. Dasar menyebalkan"
Baekhyun merasa aneh saat Chanyoel tidak menjawab. Saat melihat kearah Chanyoel, Baekhyun menyadari bahwa Chanyoel telah terlelap disandaran sofa. Melihat hal itu membuat Baekhyun tersenyum. Ia mengamati wajah Chanyoel dimulai dari mata, hidung, hingga tanter sexy dengan warna pink cerah itu. Baekhyun kagum akan guru barunya yang sangat tampan itu. Baekhyun berjalan menuju kamar dan menggambil selimut untuk Chanyoel. Baekhyun menyelimuti badan Chanyoel secara perlahan.
"Baekhyuna... " Chanyoel mengigau dalam tidurnya.
Blush mendengar hal itu membuat wajah Baekhyun berubah menjadi semerah tomat. Bagaimana bisa Chanyoel menyebut namanya saat sedang tertidur. Detak jantung Baekhyun seolah berlari meninggalkan tubuhnya yang masih memegangi ujung selimut.
Bersambung
Cuap-cuap layaknya penulis:
Halo semuanya. Saya berterima kasih pada semua yang sudah membaca Handsome Teacher 😘
Saya mohon maaf belum bisa update dengan waktu yang pasti tapi saya janji ff ini akan update sampek selesai kok.
Last but not least please like, follow and review ya.
