Ternyata, Jongin tak main-main dengan ucapannya. Ia sungguh-sungguh ingin melamar Kyungsoo. Gadis yang baru ia lihat satu kali. Gadis yang belum ia kenal sama sekali. Gadis yang hanya Jongin ketahui namanya. Dan, gadis yang sudah menarik perhatiannya sejak gadis itu masuk menginterupsi pekerjaannya dan Sehun satu minggu yang lalu.
Sehun bahkan tak henti-henti nya bertanya akan keseriusan pria itu.
"Lo serius nih? Gak takut di tolak?"
"Kalo gue gak serius ngapain gue repot-repot beli cincin?" Jongin menunjuk kotak beludru merah di atas meja kerja nya.
"Kyungsoo masih muda. Baru kerja 2 bulan di sini. Udah mau lo lamar aja. Pasti nolak lah dia." Kelakar Sehun. Jongin mendelik.
"Bisa gak, gausah doa-in gue di tolak? Sahabat macam apa lo? Harusnya lo tuh dukung gue. Bukti nih kalo gue masih punya ketertarikan sama perempuan." Protes Jongin. Sehun terkekeh.
"Lagian, mendadak banget. Sejauh gue kenal Kyungsoo ya, dia gak-"
Tok
Tok
"Masuk!" seru Jongin.
Pintu terbuka. Sehun melirik Jongin lalu menahan senyum saat melihat pria itu buru-buru menyembunyikan kotak cincin saat tahu siapa yang memasuki ruang kerja mereka.
"Ada apa, dek?"
Oh, itu Kyungsoo.
"Tugas adek udah selesai semua mas. Adek gak telat, 'kan?" tanya Kyungsoo dengan wajah khawatir.
"Enggak kok. Kan terakhir besok, dek. Taruh sini aja." Sehun menunjuk meja kerjanya.
"Kalo gitu adek pulang dulu ya mas."
"Cepet banget? Gak nungguin mbak Luhan?"
Kyungsoo menggeleng.
"Mbak Luhan masih ngerjain tugasnya. Tugas adek udah selesai semua, jadi adek mau pulang duluan aja. Tadi juga udah di telfon mama, hari ini ada acara keluarga di rumah." Jelasnya. Sehun mengangguk. Pria itu juga melihat Jongin yang seakan member kode padanya agar menahan Kyungsoo untuk tidak pulang terlebih dahulu. Sehun mengangguk kecil.
"Oh gitu.. Adek gak mau kenalan dulu sama temen mas?"
"Eh?" Kyungsoo berseru. Mata bulatnya melirik sekilas ke arah Jongin yang tersenyum kecil padanya. Kyungsoo balas tersenyum ramah.
Aduh mak! Jongin gakuat!
"Namanya Jongin. Umurnya 26 tahun." Ujar Sehun. Jongin mendelik kesal ke arah Sehun seolah mengatakan 'harus banget kasih tau umur gue?'
Kyungsoo mengulurkan tangannya ke arah Jongin yang di sambut dengan bahagia oleh Jongin.
YA AMPUN! TANGANNYA HALUS BANGET WOI!
"Kyungsoo.."
"Jongin."
"Adek udah pernah liat Jongin gak sebelumnya?" tanya Sehun.
Kyungsoo mengangguk.
"Pernah satu, dua kali. Soalnya.." Kyungsoo menjeda ucapannya. Bingung harus memanggil Jongin apa.
"Panggil mas Jongin aja, dek." Ujar Jongin seakan tau kebingungan Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum agak canggung.
"Iya.. soalnya mas Jongin jarang keliatan di kantor." Ucap Kyungsoo.
"Adek tau Jongin kerjaannya apa?" tanya Sehun lagi.
Kyungsoo menggeleng.
"Jongin sekretarisnya pak bos." Kata Sehun. Kyungsoo membulatkan matanya. Terkejut karna ternyata Jongin merupakan orang yang mempunyai jabatan yang lumayan di kantor tempatnya bekerja.
Jangan melotot gitu dong, dek! Mas gakuat! Ntar mas kelepasan!
"Jangan terlalu formal kalo papasan sama mas di kantor atau di luar kantor ya, dek. Kita sama-sama kerja di sini kok. Anggap aja kita gak punya jabatan." Ujar Jongin. Kyungsoo mengangguk paham.
"Kalo gitu, adek permisi dulu ya mas." Kyungsoo sudah membungkukkan badannya lalu berjalan keluar. Namun, baru dua langkah ia berjalan, sebuah suara menginterupsi.
"Dek,"
Kyungsoo berbalik. Namun ia harus menahan nafasnya saat melihat Jongin sudah berdiri di hadapannya sambil memegang satu kotak beludru berwarna merah.
"Ke-kenapa mas?"
Jongin membuka kotak itu. Sebuah cincin terlihat. Dengan mata berupa berlian, Kyungsoo tebak.
Gadis itu terlihat bingung. Ada apa ini?
"Adek mau gak, jadi istri mas?"
"HAH?!"
.
.
.
.
.
TBC
HAI! Waaaahhhh aku ganyangka respon kalian baik banget sama ff ini. Terima kasih banyaaaaaak! *deepbow* Jadi sebagai hadiah, aku up chapter dua hehehehehe. Adek udah di lamar mas Jongin. Hayoooo kira-kira adek terima atau engga? Go type ur opinion in review box guysssss! I'm waiting for u~
Annyeong!
-15-07-2017-
