Me: Yaaa! kembali lagi dengan Tenshi di FF 'I'm Not Your Sister'
Halilintar: Katanya gak mau di lanjutin -_-
Me: Hehehe... mau gimana lagi, habis banyak yang dukung sih, Oh ya! Tenshi lupa.
Gempa: Lupa apanya?
Me: Ummm... eh, itu... masalah buat prolognya FF ini... emmmm, kehapus(langsung pundung di pojokan)
All Boboiboys: UAPAAH!
Me: Woy muncrat woy!(ngelap muka)
Taufan: yaelaaaah... ini author gimana sih, kok bisa kehapus. kasian tuh yang belum ngebaca FF ini gak kebagian baca prolognya!
Me: Gommenasai TT_TT(sad puppyeyes)
Halilintar&Taufan: Yaudah gak papa mending baca chapter duanya yuk ^^
Me: (Masih pundung di pojokan)
Gempa: (Nyemangatin auhor #cieeeeeeeeee...)
.
.
.
.
.
HAPPY READING ^^
.
.
.
.
.
"Hey, Yaya kamu mau bantuin aku gak?"
"Bantuin apa?"
"Anu, emmm... nge, ngebantuin aku biar aku bisa lebih dekat sama 'seseorang' yang aku suka"
"Heeee~ kamu suka sama siapa Yuuna-chan?"
"S, soal itu, ummm... aku malu mau bilang."
"oh ayolah kita kan baru jadi sahabat. Sahabat itu harus mengerti perasaan sahabatnya, itu yang namanya sahabat."
"I,iya. Ano, soal nama'nya'..."
"Siapa?"
.
.
.
"Ha, Halilintar"
'Nyuuuut'
'Loh...'
.
.
.
'Kok dadaku sakit lagi?'
.
.
.
.
.
-Chapters 2. If You Want To Help Me?-
Yaya POV
Sudah dua hari yang lalu sejak Yuuna, anak baru di kelas kami yang sudah menjadi sahabatku pindah kesekolah kami dua minggu yang lalu bilang kepadaku bahwa ia menyukai Kak Halilintar dan memohon padaku untuk membantunya PDKT. Tapi, ada kejadian aneh saat yuuna bilang padaku kalau dia menyukai kakakku. Dadaku terasa sakit, sakit sekali. Dan bahkan aku tidak ingat kapan aku mempunyai penyakit di dada. Seperti saat ini, penyakit itu terus menggangguku...
'Nyuuuuut'...
"Ukh, dadaku sakit!" kataku kepada kakak-kakaku yang sedang menikmati sarapan yang aku buat bersama Kak Gempa pagi ini. Kulihat Kak Halilintar yang ingin menyuap nasi ke mulutnya langsung berhenti karena mendengar penuturanku tadi "kalo sakit gak usah sekolah! nanti sakitnya tambah parah." ujarnya kepadaku dengan dingin dan matanya yang menatapku tajam. Tapi, aku tahu kalau mata itu menyimpan rasa kekhawatiran karena 'penyakit' ku ini "tidak apa-apa kok, sakitnya gak separah itu." kataku sambil tersenyum, Kak Halilintar hanya menatapku dingin lalu mengagguk pelan sambil terus memakan sarapannya. Taufan yang sadari tadi diam segera membuka mulutnya "emang sakitnya di mana Aya?" tanyanya.
Aku terdiam sesaat "disini mungkin?" jawabku seraya menunjuk dadaku. Taufan yang mendengar itu langsung berpikir keras dan akhirnya tahu jawaban atas penyakitku ini, mungkin? "Sakit hati kali? hihihihi~ kupikir Aya tidak bisa sakit hati hahahaha." Kak Taufan tertawa sedangkan aku yang mendengar jawaban 'ngaco' darinya langsung tersedak saat aku memasukkan sarapanku ke mulutku "uhuk, uhuk a, apa-apaan sih kak. Jawabanmu tadi ngaco bener tau gak." kataku marah dan dia hanya memasang tampang watados, ingin sekali aku meninju mukanya yang imut itu#ku akui saja.
"Udah ah, dari pada tengkar mending beresin sono piring-piringnya terus berangkat sekola!" Gempa, Halilintar, dan Taufan yang sudah siap untuk berangkat sekolah menungguku di depan rumah, sedangkan aku? oh, kalau itu gak usah ditanyakan karena hari ini giliranku yang menyuci piring.
Sambil mencuci, pikiranku teringat akan perkataan Kak Taufan tadi dan alisku mengernyit saat mengingat perkataan itu.
"Sakit hati itu apa sih?"
.
.
.
.
.
Normal POV
Ying yang sedang menunggu kedatangan Yaya merasa bosan dan menidurkan kepalanya ke pergelangan tangannya yang di lipat diatas meja sebagai bantal, lalu ia memain-mainkan pikirannya mencoba mengingat memori saat ia masih kelas dua SMP dan masih bersahabat dengan Yuuna. Lalu Ying mencoba mengingat-ingat potongan memori saat ia bersama Yuuna dulu, ia juga mencoba mengingat kapan ia 'bertengkar' dengan Yuuna untuk terakhir kalinya...
Ying memejamkan matanya.
"Yuuna apa aku boleh meminta bantuanmu?"
"Bantuan apaan sih?"
"A, Ano ummm... aku ada orang yang aku sukai."
"A, apa yang..."
"Oh, perkenalkan Ying dia pacar baruku."
"T, tapi bukankah kau..."
"Heh, diam ya! sekarang dia milikku"
"UKH, APA YANG KAU INGINKAN DARINYA YUUNA!"
"Aku hanya ingin dia berpaling padaku, apa salahnya?"
"Selamat pagi Ying!" seru Yaya kepada Ying yang terlonjak kaget karena sapaan mengejutkan dari Yaya. Ying yang baru sadar dari 'sseun memoli' nya hanya menatap Yaya dengan wajah pucat "loh, kamu kenapa Ying? gak enak badan?" Yaya menatap cemas Ying yang sadari tadi hanya menatap Yaya dengan pandangan pucat. "cepat, cepat bu guru datang, bu guru datang!" sebelum Ying menjawab, seorang anak memakai kacamata berteriak kepada seluruh anak kelas 10-A untuk tidak ribut dan segera duduk di bangku masing-masing, termasuk Yaya yang dengan segera mengambil tempat duduknya, Yaya yang masih ada perasan cemas pada sahabatnya itu langsung berbisik kepada Ying saat guru matematika menerangkan pelajaran di papan tulis.
"Psst, Ying kamu gak papa kan? kamu gak sakit kan?" pertanyaan tersebut di lontarkan dari mulut Yaya bertubi-tubi, tapi Ying hanya mggeleng pelan kepalanya lalu tersenyum lembut. Yaya yang melihat reaksi sahabatnya itu menghembus nafas lega lalu membalas senyum.
Dan mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang diperhatikan oleh Yuuna yang dari tadi hanya menatap mereka, dan seulas senyuman licik menghias wajah cantiknya. Tak terasa jika ia tengah di perhatikan oleh seseorang, dan orang itu menatapnya tajam dengan bloodeyes nya yang mengkilat merasa sesuatu yang tidak ia inginkan akan terjadi pada adik perempuannya dan ia merasa heran pada Yuuna yang menatap adik perempuannya dengan seringai licik tertampang jelas di wajah koreanya.
'Apa yang dia pikirkan?'
.
.
.
KRIIIIING... bel istirahat berbunyi, Yaya yang sedang menata bukunya dihampiri oleh Yuuna yang sedang menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya. Yuuna menunggu Yaya menata bukunya dan setelah selesai ia menarik#baca: menyeret Yaya ketempat yang sepi yaitu loker para murid sekolah"Yaya, soal yang dua hari yang lalu gimana? kamu mau bantuin aku kan?" tanya Yuuna dengan wajah melas disertai dengan puppyeyes nya. "Oh soal itu..." Yaya terlihat bimbang, ia tidak tahu harus menjawab apa, kalau ia menjawab 'ya' ia harus memendam perasaannya dalam-dalam terhadap kakaknya, dan kalau ia menjawab 'tidak' ia akan merasa di khianati oleh Yuuna. Yaya berpikir sebentar lalu menjawab...
"Ya, aku akan berusaha membantumu" jawab Yaya dengan seulas senyum pedih yang tertampang di wajah manisnya. Yuuna yang mendengar itu langsung memeluk Yaya dan melepas pelukannya sambil tersenyum senang "kalau begitu hal pertama yang harus kau lakukan untukku adalah memberinya ini!" lalu Yuuna memberikan sepucuk surat kepada Yaya sambil tersenyum manis "kau harus memberikan surat ini kepadanya saat pulang sekolah nanti, oke!" kata Yuuna seraya berlari meninggalkan Yaya yang terdiam mematung menatap sepucuk surat di genggamannya. "Ya, aku akan berusaha demi sahabatku dan..."
.
.
.
.
.
Tes...
"Loh, kok aku nangis ya? hahaha bodoh sekali aku ini." kata Yaya terhadap dirinya sendiri sambil terus menggenggam erat surat itu.
Tes...
Tes, tes, tes...
"Hiks, Hiks...kenapa, kenapa aku tidak bisa menerimanya? kenapa aku tidak bisa... hiks, memendam perasaanku ini?"
"Aku, terlalu bodoh." kata Yaya tersenyum perih sambil terus berusaha menghentikan air matanya yang keluar dari mata hazel nya dengan deras.
"Bodoh"
Dari kejauhan tampak seorang remaja dengan jaket dan topi hitam bergaris merah sedang mendengar perkattan gadis itu dari jauh.
"Cih, sialan kau Yuuna." gumamnya seraya meninggalkan gadis berhijab pink itu dan berjalan menuju kelasnya.
.
.
.
.
TBC ^^
.
.
.
.
Akhirnya chapter dua sudah selesai. Sekali lagi ane minta maaf kalo mainnya All boboiboys cuman sedikit, nanti ane usahain biar mereka bisa sering muncul #nyeret All Boboiboys. Oh ya, kalo soal Fang tadi dia mucul dikit (maksud ane orang yang disukai Ying waktu masa SMP itu) eeeh... tau-tau udah di rebut ama Yuuna (begolothorkankamuyangbikinFFini) maaf ya para penggemar Fang x Ying nanti kalo chapter yang sudah ane tentuin buat kedatangan Fang, ane bakal berusaha buat Fang jatuh cinta sama Ying ^^.
O iya ane juga lupa, tadi ane juga masukin bahasa yang berbeda yaitu bahasa koreaaa~
Sseun memoli: memori yang pahit (kalo artinya salah jangan salahin ane, ane nyari bahasa Koreanya pake google translate sih)
Oke untuk akhir katanya#langsung nyolong mic dari panggung
REVIEW YA!
