FF KAIHUN
SEQUEL BAD DOCTOR
RATE M/GS/TYPOS
.
.
.
.
.
Hubungan jongin dan sehun sudah memasuki bulan sehun masih belum mau menjadi nyonya kim. Setiap jongin bertanya mengapa, sehun pasti akan mengganti topik pembicaraan atau malah mengajak jongin bercinta.
Pernah suatu hari saat jongin membawa sehun ke rumah orangtuanya untuk membicarakan pernikahaan, sehun malah diam seribu bahasa dan malah mengajak jongin untuk bercinta. Tapi jongin yang kesal dan kecewa pada sehun menolak permintaan sehun dan pergi keluar kota untuk menghindari sehun.
Jongin benar - benar jatuh dalam pesona dari sehun. Tapi sepertinya sehun mau serius membawa hubungan mereka yang sudah memasuki bulan keenam.
Jongin bingung apalagi yang sehun tunggu. Hak asuh Wu Chanyeol anak sehun pun kini sudah ada ditangan sehun. Padahal awalnya kris yang ngotot untuk merawat Chanyeol, namun setelah sehun membuka aibnya yang dulu, kris ahirnya melepaskan chanyeol. Tapi kris tetap tidak bisa membenci chanyeol karena dia sangat menyayangi anak itu.
Restu orangtua? Orangtua jongin Kim Yunho dan Kim Jaejoong pun sudah setuju. Orangtua sehun? Oh Kyuhyun dan Oh Sungmin juga sudah setuju, sangat setuju malah. Lalu apalagi?
Jongin pun sudah sangat ingin mengikat sehun dalam sebuah pernikahaan. Jongin pun sangat dekat dengan ank sehun, chanyeol. Jongin selalu dibuat uring - uringan dengan sikap sehun.
.
.
.
.
.
Sehun berdiri dibalkon apartment mewahnya. Dipandanginya suasana malam didaerah samsung dong. Pikiran berkelana kemana - mana.
Tadi siang lagi - lagi jongin mempertanyakan kelanjutan hubungan mereka. Jongin ingin secepatnya mengikat sehun dalam sebuah ikatan pernikahan.
#Flashback
Jongin berlutut ditengah taman yang cukup ramai siang ini. Siang yang tidak terlalu panas menjadi saksi dari pernyataan cinta jongin atau lebih tepatnya lamaran jongin.
Jongin melamar sehun untuk yang ketiga kalinya. Jongin sangat berharap lamarannya kali ini akan diterima. Jongin sangat tidak tenang jika sehun belum menyandang status sebagai nyonya kim.
"Baby Hunnie, ini adalah lamaran ku yang ketiga. Would you marry me~" ucap jongin mantap dan penuh harap sambil berlutut menyodorkan cincin berlian.
"Mianhe jongin ah, aku belum siap" lirih sehunsambil melihat sehun.
"Wae hunnie? Apa kau tidak mencintai ku? Apa kau kira ini hanya permainan saja? Aku serius untuk menikahi mu oh sehun." Jongin berdiri dan mencengkram bahu sehun.
"Mianhe jongin ah~" sehun terisak
"Jangan hanya minta maaf Oh Sehun! Wae? Kau hanya ingin bersenang - senang saja dengan ku?" Jongin sudah mulai membentak sehun.
"Tidak jongin. Aku juga serius."
"Shit! Brengsek kau oh sehun." Jongin melepaskan cengkramannya pada bahu sehun kemudian meninggalkan sehun yang terisak.
#Flashback End
.
.
.
"Aku hanya takut jika kau akan seperti kris yang meninggalkan ku seperti sampah begitu saja ketika cinta pertamanya datang kembali. Hikss..." sehun terisak sambil bermonolog sendiri.
Ya, alasan takut ditinggalkan lah yang membuat sehun masih ragu untuk kembali menikah. Tidak, sehun tidak meragukan cinta jongin, hanya saja sehun ingin ini adalah pernikahannya yang terakhir. Sehun tidak ingin gagal dan ditinggalkan lagi.
.
.
.
.
"Mommy bangun. Daddy Jongin sudah ada dibawah. Daddy jongin yang akan mengantarkan Channie berangkat sekolah mom." Chanyeol sang anak sudah duduk dipinggiran kasur sehun.
"Jja gwaenchana pergilah dengan daddy jongin. Kepala mommy using sekali baby. Mommy tidak bisa bangun. Bibi Jang sudah menyiapkan bekal kan?" Sehun membuka matanya perlahan mendengar rengekan sang anak.
"Huh? Mommy sakit? Channie tidak usah masuk sekolah ne. Channie akan merawat mommy." Chanyeol pun sudah tiduran sambil memeluk sehun.
"Channie kenapa lama sekali eoh? Ayo kita berangkat sekolah." Suara jongin membuat kedua orang yang saling berpelukan ditempat tidur itu menoleh melihat ke arah pintu masuk kamar sehun.
"Jongin daddy~"teriak chanyeol
Sehun hanya diam. Sejak kejadian kemarin siang, jongin dan sehun tidak saling berkomunikasi lagi baik melalui telepon atau pesan teks.
"Mommy sakit daddy, jadi channie tidak ingin sekolah. Channie ingin merawat mommy saja."
"Baiklah, tapi channieganti baju dulu ne, daddy akan memeriksa mommy sebentar." Ucap jongin mendekati ranjang sehun. Anak berumur 3 tahun yang sudah tidak cadel dan cukup lancar berbicara itu pun akhirnyaturun kasur dan berlari keluar kamar menuju kamarnya dibawah.
Jongin duduk disamping sehun. Dipegangnya kening sehun. Panas! Kemungkinan sehun demam. Jika dilihat dari dekat, wajah sehun memang lebih pucat.
"Setelah kita bertemu kemarin siang kau kemana lagi eoh sampai bisa sakit seperti ini?" Tanya jongin lembut.
"Langsung pulang kesini." Jawab sehun cuek sambil memejamkan matanya lagi.
"Kim Sehun! Tatap aku jika sedang berbicara." Bentak jongin saat sehun kembali mengacuhkannya.
Sehun akhirnya membuka matanya dan duduk.
"Pulanglah. Aku baik - baik saja, aku hanya butuh istirahat." Sehun menatap jongin.
"Kim Sehun! Ada apa dengan mu eoh? Kenapa kau jadi dingin begini." Jongin menurunkan kembali nada bicaranya.
"Nan gwaenchana." Sehun kembali tiduran dan membelakangi jongin.
Greb... jongin tiduran dan memeluk sehun dari belakang.
"Apa karena kemarin aku kembali memaksa mu? Kau tau aku ingin sekali menjadikan mu istri milik ku sehun." Bisik jongin.
"..."
"Baby hunnie~"
"Jongin ah, mungkin lebih baik jika kau terus memaksaku seperti kemarin, lebih baik kita..." ucap sehun pelan
"Shttt... jangan lanjutkan. Arraseo, aku tidak akan memaksa mu lagi sehun. Aku akan tetap menunggu mu sampai kau siap." Jongin takut akan kelanjutan perkataan sehun, makanya jongin memotong ucapan sehun.
Sehun melepaskan pelukan jongin dari tubuh rampingnya. Lalu membalik tubuh hingga menghadap jongin. Diusapnya lembut pipi kanan jongin lembut.
"Demi Tuhan jongin. Jangan ragukan cintaku untuk mu. Dan aku pun tidak meragukan cintaku pada mu. Hanya saja aku masih belum siap. Aku baru bercerai dengan kris 6 bulan yang lalu. Aku belum bisa..." sehun menatap dalam mata jongin. Tersirat rasa sedih dan maaf ingin sehun sampaikan lewat matanya.
"..." jongin diam. Dia memejamkan matanya menikmati tangan sehun membelai pipinya.
"Kehidupan pernikahan sangat berbeda dengan kehidupan pacaran jongin. Aku takut kejadian dengan kris terulang kembali. Aku juga sangat ingin menjadi nyonya kim, tapi aku masih takut sekali jongin. Hiks... hiks... tolong mengerti lah."
Grebb...jongin kembali memeluk tubuh sehun yang bergetar menangis.
"Aku mengerti sehun. Uljima. Aku akan menunggu sampai kau kembali siap hmm." Ucap jongin menenangkan.
Jongin kemudian melepaskan pelukkannya dan berjalan menuju pintu kamar.
"Jong jangan pergi." Ucap sehun lirih melihat jongin yang ingin pergi.
Clek... jongin mengunci pintu kamar sehun. Jongin membalikkan badannya dan memberikan smirknya pada sehun.
Ck... sial. Sehun tahu apa arti senyuman itu. Seperti ini akan jadi pagi yang penuh keringat dan cinta.
.
.
.
.
.
"Akhh... jonggg..." sehun mendesah hebat saat penis jongin tepat menusuk vagina basahnya. Dalam keadaan menungging seperti ini penis akan semakin dalam melesak masuk ke dalam vagina.
"Shhh... ndeh baby... say my name!" Jongin meremas pinggul sehun.
"Yeah fuck me deeper jjong!" Sehun mencengkram kuat pinggiran bathub dikala jongin menusuk - nusuk vagina beceknya.
Plop
Cmpkk
In
Out
Plakk
Jongin terus menghujam vagina sehun. Jongin sangat gemas dengan pantat putih mulus semulus pantat bayi milik sehun. Ditampar - tampar dengan semangatnya pantat mulus itu agar ada hiasan berwarna merah.
"Still tight baby. Ugh... suck my dick, slut!" Umpan jongin sambil meremas kuat pantat sehun.
"Ouchh~~ Damn you Kim!" Remasan jongin dipantat sehun membuat vagina sehun otomatis mengetat.
Hampir lima belas menit mereka bertahan dengan posisi seperti ini. Akhirnya jongin mengangkat tubuh sehun untuk masuk ke dalam bathub yang sudah terisi air panas yang mungkin sekarang sudah mendingin.
Jongin kemudian duduk dan menyender dengan nyamannya diujung bathub. Dibaliknya badan sehun sehingga kini sehun menghadap jongin.
"Oh fuck you kim sehun!" Sehun lagi - lagi mengumpat karena penisnya serasa diperas dan dipelintir didalam vagina sempit menggoda itu.
Mendengar umpatan jongin, sehun hanya tersenyum manis. Lengan sehun melingkar indah di bahu kokoh sang dokter mesum ini. Jepitnya kuat penis besar kesukaannya itu didalam vagina hangatnya. Lalu sehun memulai pekerjaannya. Sehun menaik turunkan tubuhnya.
Jongin menunduk melihat penis besar miliknya itu timbul tenggelam didalam vagina milik sehun. Sungguh pemandangan yang menggairahkan. Dengan sengaja sehun pun menggesekkan kedua buah payudara indahnya ke wajah jongin.
Mendapatkan sajian lainnya pun jongin dengan senang hanya menyantapnya.
Eeumm... mphh... sruptt... slurrp... Diraup dan digigitnya nipple pink milik sehun itu dengan rakus.
"Ahh... akhh... terus hisap jjong!" Sehun menahan kepala jongin agar kepala jongin tetap tenggelam dalam dada montoknya.
Sllurp... eummm... sllurpp... sesekali jongin menggit payuda sehun dan memberikan kiss mark.
.
.
.
.
"Jongin... i'm comming~~"
"Lepaskan lah baby~"ucap jongin sambil menusukkan makin dalam penisnya ke dalam lubang hangat sehun.
"Ahhhh Jonginnn~~~" sehun akhirnya melepaskan hasrat birahinya.
Melihat wajah sexy sehun pasca orgasme membuat jongin si dokter mesum ini semakin bersemangat menggenjot vagina sehun. Memang dalam keadaan duduk seperti ini akan semakin dalam penis tertanam didalam vagina.
"Jepit penis besar ku ini dengan vagina basah mu itu baby! Aku akan segera datang~"
In
Plokk
Out
In
Plokk
Out
Sekitar dua kali tusukkan yang dalam dan tepat sasaran akhirnya jongin melepaskan jutaan sel sperma berkualitasnya.
Crott... crott... crottt... croott...
Empat kali tembakkan dapat membuat rahim sehun penuh. Berharap saja agar salah satu dari jutaan sel sperma itu dapat menembus spriral yang tertanam didalam vagina sehun agar dapat menjadi benih calon anak mereka. Jongin sangat ingin memiliki anak dari sehun. Menurut jongin itu satu - satunya cara agar jongin dan sehun dapat terikat dalamsuatu ikatan pernikahan.
"Ahh! Oh Sehun!" Teriak jongin melepaskan hasratnya.
"Ashh~ jongin~"
.
.
.
.
Jongin memeluk tubuh sehun yang terkulai lemas dalam pangkuannya. Jongin lalu menggendong tubuh sehun gaya koala tanpa mengeluarkan penisnya dari dalam vagina sehun.
Jongin membawa tubuh mereka untuk dibilas dibawah shower. Hanya membilas dan menggosok bagian - bagian yang masih terdapat cairan percintaan mereka.
.
.
.
Setelah membilas, jongin pun berjalan keluar kamar mandi dan langsung merebahkan tubuh polos mereka yang masih setengah basah diatas ranjang king size milik sehun.
Jongin lalu menyelimuti tubuh mereka berdua dengan bedcover tebal berwarna maroon. Dipeluknya erat tubuh sehun yanglemas. Sehun pun dengan nyamannya menyenderkan kepalanya didada jongin.
"Nikahi aku jjong..." suara sehun pelan
"Hah..?" Jongin bingung
"Jadikan aku Kim Sehun segera jonginie~" sehun mendongakkan kepalanya menatap wajah jongin dengan puppy eyes miliknya.
"Jinjja?!" Wajah jongin berbinar. Ciumi nya seluruh wajah sehun sambil tanpa henti mengucapkan terima kasih.
Senyun pun hanya tersenyum. Hatinya lega setelah mengucapkan hal itu. Sehun harus membuang rasa takutnya ditinggalkan. Karena dia yakin jongin tidak akan meninggalkan dirinya, seperti kris meninggalkannya dahulu.
Yang diperlukan hanya lah kesabaran dan kepercayaan dalam membina suatu hubungan. Mengalah bukan berarti kita kalah, terkadang kita mengalah hanya untuk membuat pasangan kita senang dan membuatnya tetap berada disisi kita. Kita juga mengalah agar suatu saat nanti dia juga mau mengerti dan mengalah. Cinta yang tulus yang akan mengalahkan semua keegoisan kita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
Sekuelnya udah ada kan. Ada yang bilang plagiat? Sebodo lah... aku dapet ceritanya dari salah satu blue film jepang yang pernah aku tonton... #ups
Ketahuan kalo aku yadong akut. Hehehehe... kalau gak yadong gak bisa buat ff ini deh...
Makasih yang udah pada baca dan review.. masukan yang baik diterima, yang jelek mah lewatin aja...
RnR Juseyo~~
-XOXO-
Nb: add my Path: Miko Alena,,IG: mikoalena or BBM: 7CF17141
Gomawooo~~~~
