Kata pengantar pengarang: setelah dipikir2 ternyata lebih bagus bahasa Indonesianya yah karangan ini, jadi saya lanjutkan dengan bahasa Indonesia. Ini adalah karangan kolektif yang sudah lama en sudah the end sih. Kalau mau cerita lengkapnya silakan ke webgaul ok, beberapa pengarang yang ikut mendistribusi cerita ini adalah: kikumaru-beam, Fujiwara, Gungage, akoe, Sentaro-chan, puzzy.
Peringatan: OOCness, stupidity dan hint of shounen ai
Disclaimer: none of own this character, though we wish to…
One Day..
Ke 2
Ketika dalam perjalanan, Kawamura yang berlari dengan sangat cepat sambil memutar2kan raketnya. Di tengah perjalanan Kawamura bertemu dengan Inui. "Hah? Kawamura? Kamu sedang apa?" tanya Inui kebingungan melihat Kawamura naik sepeda sambil mutar2 raket.
"ORA ORA ORA GREATOOOO! GUA MAU NOLONG KAIDOH DETOOOOOOOO!" medengar jawaban tersebut, kacamata Inui langsung mekilap sambil berkata "oooo I data desu. Hmmm mungkin aku bisa membantunya dgn ini." Sambil mengeluarkan gelasnya dgn tiba2 dan berisi ramuan aneh. "Sekarang Kaidoh ada di mana?" tanya Inui lagi.
"ORA ORA TENTU SAJA ADA DI RUMAHKU! YO AKU MAU BELI PASTA GIGI DULU ORA MINGGIR!" Kawamura kembali mengenjot sepedanya dengan cepat. Sementara Inui lari menuju ke toko sushi Kawamura. Sesampai di sana, dia melihat ternyata teman2 seperjuangannya telah berada di sana. "Alo mina." kata Inui sambil masuk melalui pintu geser
"Ma.. Inui ada gerangan apa kamu ke sini." tanya Fuji.
"Tentu saja mau menolong kaidoh dgn ini. Jus love Inui." sambil mengeluarkan gelasnya. Sambil memegang gelas yg berisi Inui Love Juice, dia mendekati Kaidoh yg setengah teler. Kemudian Inui berkata sambil mengangkat gelas tersebut dan menyodorkannya tepat di depan hidung si pemakai bandana "Kaidoh... kamu harus mencoba jus spesial buatanku!" Melihat Inui mendekatinya untuk menyuruhnya minum, Kaidoh tiba2 langsung terlihat segar
"Inui senpai, jus itu untuk siapa? lihat... saya udah segar sekarang" katanya sambil refleks menutup hidungnya.
"Kaidoh... kamu jangan memaksakan diri." Sahut Kikumaru khawatir melihat anak kelas dua itu berdiri tiba2 setelah hampir pingsang.
"Benar." Sahut Inui mengiyakan "Lagipula nanti deto kamu bisa gagal loh."
"Lho koq tahu?"
"Tentu saja saya tau, tadi saya berpapasan dengan Kawamura dan berdasarkan analisaku 99 deto-mu tidak akan berhasil jika tidak minum jus buatanku ini." Katanya lagi sambil tersenyum licik yang bisa membuat semua regular yang ada di tempat tiba2 merasakan angin dingin di punggungnya.
"Kaidoh, minumlah jus itu... biasanya analisa Inui tidak akan meleset jauh..."
"… baiklah bucho." Dengan tampang pasrah, dia mengambil gelas yang disodorkan tersebut, sedangkan Inui sudah mengeluarkan notebook kesayangannya. Sesaat Kaidoh melihat dulu jus itu dari dekat dan mengamati warnanya yang biru dan merah, dan baunya yang sangat menyengat hidung lalu karena terpaksa dia langsung meminumnya. Beberapa menit kemudian jusnya mulai menunjukkan reaksi yg tak terduga, ternyata Kaidoh menjadi... cakep!!!! (Sentaro: hoho...nda papa ya membela tokoh fave)
"HHHHHHHHHAAAAAHHHH????????"
" Napa?? Apa?? Ada apa dgn tampangku??"
"Ga mungkin! Baru kali ini inui juice bisa manjur gitu!" sahut Momo ngiri. Inui sendiri langsung mendorong kacamatanya "Hmm, benar kan? Data kali ini emang ga mungkin salah!! ayo kaidoh...skrg kw bs deto dgn tenang!" katanya dengan bahagia meskipun sedikit heran dengan hasil jusnya itu. Koq bisa jadi cakep yah?!
"Emm..kaca donk!! Penasaran." Sahut Kaidoh, Fuji yang kebetulan ada di sampingnya langsung masuk ke WC nyariin kaca. Beberapa detik kemudian dia keluar membawa kaca kecil dan menyodorkannya kepada Kaidoh sambil tersenyum. "Hah???? Ga..mungkin..ini...aku...?? Uso...!" gdebuk pingsan.
"Kaidoh???"
"Ternyata memang ahirnya Inui juice bakal bikin orang pingsan..." kata Momo disertai anggukan dari yang lain.
Sementara itu... Kawamura sudah sampe ke toko
"Eh...aku harus beli pasta gigi apa ya??" katanya sambil garuk-garuk kepalanya yang sebetulnya tidak gatal dan meneliti beberapa merek pasta gigi di etalase toko.
"Mm?? Kawamura-senpai???" sebuah suara yang dikenalnya membuat dirinya menengok ke arah datangnya suara.
"Eh, kamu toh Echizen-kun...ada apa??"
"Mustinya aku yang nanya..." kata Echizen sambil meminum ponta rasa anggurnya itu "itu...raketmu kenapa dijatohin??" katanya kembali sambil menunjuk ke arah lantai tempat raket kuning kepunyaan senpainya berada. Otomatis Kawamura langsung mengambil raket itu dan …
"ORE WA BURNIIING!!!!" teriaknya sambil mengambil pasta gigi sebanyak-banyaknya dari rak dengan brutal
"Kawamura senpai... apakah senpai punya uang untuk beli pasta gigi sebanyak itu??" Lalu sejenak Kawamura baru sadar kalau dia tak bawa uang sama sekali. Sambil tersenyum male dia meminjam uang pada juniornya itu.
"Ano... bolehkah saya pinjam uang untuk beli pasta gigi?"
"Boleh saja tapi kayanya gak bakalan cukup untuk beli sebanyak itu." Sambil menunjuk pasta gigi yang sangat banyak di pelukan Kawamura.
"Gomen, saya tadi hanya terlalu semangat aja. Sebenarnya hanya perlu satu buat Kaidoh."
"Kaidoh senpai?? Memangnya ada apa dengan Kaidoh senpai?"
"Dia ada deto sama Tomoka..."
"Uso... sama Tomoka??" hampir saja tersedak ponta
"iya, sekarang kita ke kasir aja. Sudah gak ada waktu lagi nih. Echizen, kamu ikut saya, nanti uangnya saya ganti di rumah."
Setelah membayar pasta gigi tersebut, mereka pergi ke depan toko, di sana Echizen sempat melihat raket yang tertinggal, buru-buru ia mengambilnya lalu dilihatnya Kawamura yang sedang menyiapkan sepeda. Echizen baru saja mau naik ke tempat bonceng dan tanpa sengaja memberikan raketnya pada Kawamura tentu saja ia langsung berteriak "GUREITO... ORE WA BURNING.!! Pegangan yg erat yah! Jangan sampai jatuh!"
"SEEEEENNNPAAAAIII!!! Jalannya pelan2 donk!" teriaknya hampir histeris, tanpa mempedulikan teriakan Echizen, Kawamura mengayuh sepedanya dengan kecepatan tinggi. Dia melewati semua mobil yg ada di depannya. Tiba-tiba rem sepeda Kawamura rusak dan di depan mereka ada Oishi yg sedang menyeberang Lalu... BRUAK!!! Terjadilah tubrukan antara sepeda dan Oishi. Untung Oishi cukup sigap, dia melihat sepeda itu sebelum tabrakan dia berhasil melompat, sayangnya lompatannya bukan ke kiri atau ke kanan tapi lompat di tempat alhasil sekarang Oishi bergelantungan di depan sambil memegang stang sepeda
"Taka-san!! Echizen!!! AEHH!!! ini apa2an???"
"Kawamura-senpai!!! pelan sedikit!!!" Kawamura bukannya melambat mendengar ke dua teammatesnya teriak histeris malah makin semangat!!
"GREATO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"GAH!!! TAKA-SAN!!! JALAN TURUN!!!
"...mada-mada dane..." mengeleng-geleng kepala... lalu berteriak keras "KAWAMURA SENPAI!!!!!!!!!!" dan mengambil raket yang berada di tangan senpainya..
"Heh?? ada apa ini..." sahut Kawamura bingung saat itu juga sepeda oleng dan menuju... waks!! sungai!!!! Sungai yg cukup panjang dan lebar yg lumayan dan dalam tapi karena sangking cepatnya sepeda mampu melewati sungai tersebut. Sayang pendaratannya tidak mulus. GUBRAK... "aduh duh duh... WOI MINNA DAISOBUKA!" teriak Oishi dengan panik ria.
"Ma sepertinya kita tidak apa2 yah Echizen." jawab Kawamura yg terjatuh dari sepedanya yg rusak hingga kedua rodanya penyok2.
"Mada2 dane... tapi Kawamura senpai sepedanya ga selamat."
" Wah, gimana yah. Loh raketku mana yah." tanya kawamura.
"Ooo ini." jawab Oishi sambil memberikannya ke Kawamura.
"ORA MO ZAERU BURNINGGGGGGGGGGGGGGG! OISHI! ECHIZEN! PEGANG ERAT2!!!"
"Tung tunggu sebenarnya ada apaaaAAA!" tanpa tanya2 Oishi ahirnya jadi ikutan
Akhirnya dengan kondisi sepeda yg sangat mengenaskan dengan roda2 yg agak bengkok, Kawamura tetap mengayuh sepedanya tanpa henti sampailah mereka di toko sushi.
To Be Continue
Note: tolong review bila memungkinkan thanks yah!
