Luhan adalah yang pertama memejamkan matanya dan menyatukan kedua tangannya lalu berdoa, Sehun menatapi Luhan sampai Luhan sendiri selesai membaca doanya.
"Eh Sehuna, kau tidak berdoa?"
"Sudah selesai"
Sehun berbohong, tentu saja..
Luhan tersenyum hangat lalu mulai mulai membuka bungkusan sumpitnya dan hendak memakan bekalnya saat yang dia lihat Sehun hanya memperhatikannya sedari tadi
.
.
.
Tittle: My Work
Author: DheAndini HunHan's Baby
Main Cast: Oh Sehun, Xi Luhan
.
.
.
Semenjak kejadian itu, Sehun selalu bersama Luhan, maksudnya dimana ada Luhan disana ada Sehun, sedikit over tapi memang itu kenyataannya.
"Sehuna, sekarang sudah masuk"
"Lalu?"
"Astaga Oh Sehun, kau harus masuk kekelas mu... sebentar lagi Yunho saem akan masuk"
Dan berakhir dengan Luhan yang menyeret paksa Sehun untuk kembali masuk dan duduk manis dikelas Sehun yang berjarak 2 kelas dari kelas Luhan sendiri, sedikit merepotkan, tapi tak apalah selama Sehun tidak ber'semedi' diatap sekolah lagi.
Kedekatan Sehun dan Luhan bagai menjadi pertanda tanya besar diseluruh penjuru sekolah, terutama untuk Sehun, namja berwajah datar nan angkuh yang tidak diketahui latar belakangnya ini yang biasanya selalu disebut dengan siswa bermasalah, angkuh dan bertindak seenak jidatnya saja sekarang mulai 'luluh' karena Luhan, setidaknya Sehun berhasil mengikuti kelas walaupun satu jam setelah dan sebelum jam istirahat pertama dan kedua, karena Luhan akan menjemput Sehun saat bel istirahat berdering dan kembali menyeret Sehun duduk kembali dikelas -lebih tepatnya dibangkunya untuk mengikuti jam pelajaran selanjutnya setelah jam istirahat usai, walaupun akhirnya Sehun tetap tidur saat jam pelajaran berlangsung, setidaknya Sehun hadir, begitulah menurut guru bidang study yang mengajar.
"Choi Minho"
"Hadir!"
"Choi Minho"
"Hadir!"
"Jung Soo Jung"
"Hadir!
"Oh Sehun"
Sehun hanya mengangkat tangannya yang berarti dia hadir, guru tersebut hanya mengangguk dan melanjutkan mengisi absen murid lainnya.
.
.
.
Suara mesin mobil bersahut sahutan disalahsatu sudut jalan kota Seoul, bukan dari mobil yang berlalu lalalng berlomba lomba untuk cepat kembali kerumah dan menyapa hangatnya tempat tidur dikarenakan jarum jam sudah nyaris menyentuh angka 12.00 tengah malam, melainkan datang dari salah satu acara paling ekstrim di kalangan remaja -atau mungkin ini sudah menjadi salah satu mainan keseharian mereka dimalam hari, balap liar.
"Jika aku menang, serahkan Luhan pada-ku"
"Hanya jika"
Dua pemuda yang berdiri didepan kap mobil mereka masing masing saling melempar tatapan tajam, yang satu menatap tajam lawannya, yang satu lagi tersenyum remeh pada pemuda yang lain, jika yang biasa orang perebutkan adalah mobil, maka yang mereka perebutkan adalah Luhan.
"Dia milikku"
"Skrg dia milikku"
Saat keudanya sudah mulai bosan berdebat, keduanya juga mulai memasuki mobil sport mereka masing masing, pemuda yang memiliki sikap santai dan cuek memasuki mobil sport silver hitam miliknya, sedangkan pemuda lainnya, memasukki mobil sport biru yang berada disampingnya.
Saat mereka berdua dianggap sudah siap, ramainya sorak penonton membuat balap liar pada malam hari ini semakin mencekam, seorang wanita dengan dress berwarna krem 10 cm diatas lutut, berdiri diantara kedua mobil sport tersebut, mengangkat tangannya tinggi tinggi, dan..
"Gawat! Ada polisi! Cepat tinggalkan posisi!"
Radio yang masing masing dipegang oleh tangan setiap remaja disana memberitahukan bahwa sedang ada polisi yang menuju ke lokasi mereka, dengan sigap seluruh penonton yang awalnya berada diluar untuk menonton balapan malam ini langsung bergegas menuju mobil mereka masing masing untuk melarikan diri, sedangkan pemuda pemilik sport biru tersebut menggeram kesal karena keinginannya untuk memiliki Luhan skrg kandas.
"Awas kau Oh Sehun"
.
.
.
"Sehuna, aku membawa spageti hari ini"
"Hm"
Luhan cemberut setelahnya, Sehun memang cuek, tapi tidak sampai harus mengacuhkan dirinya juga kan? Seharusnya Luhan beruntung, karena Sehun sudah menanggapi ucapannya walau hanya dengan gumaman.
Luhan berjalan keluar dengan menghentak hentakkan kakinya kesal, seharusnya Luhan sudah dewasa, sebentar lagi mereka kelas 12 dan akan menghadapi ujian akhir, tapi kenapa yang barusan saja dilakukannya sangat ke-5 tahunan.
Sehun melepaskan headset yang dipakainya dan menyimpan buku yang dibacanya tadi kedalam laci mejanya, karena merasa bersalah juga dengan menanggapi Luhan seperti itu, jadi yang akan Sehun lakukan adalah meminta maaf -ini yang pertama bagi Sehun.
Sehun berjalan keluar kelasnya dengan santai dan wajah stoic yang natural, mengabaikan panggilan dan tatapan yang sebenarnya tidak terlalu penting yang ditujukan padanya, bukannya memanggil hanya untuk mengatakan 'Sehun, jadilah pacarku' atau 'Sehun, kenapa kau sangat tampan?' bukankah itu sangat tidak penting?
Tujuan awal Sehun adalah kelas Luhan, kelas sastra, karena menurut Sehun sendiri, Luhan mempunyai 2 sahabat, salahsatunya berada di kelas Luhan dan satunya lagi dikelas Sehun, Byun Baekhyun satu kelas dengan Luhan, sedangkan Do Kyungsoo berada dikelas yang sama dengan Sehun -kelas sosial.
Sehun berjalan santai sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari Luhan, saat sampai didepan kelas Luhan, yang pertama Sehun lihat adalah gerombolan 'penggosip' yang sedang ngerombol didepan pintu masuk kelas Luhan sehingga tidak memungkinkan Sehun untuk masuk.
"Ehm"
Semua siswi penggosip itupun berbalik hendak melayangkan protesnya pada siapapun yang berani menganggu kegiatan mereka, rencananya sih seperti itu sebelum mereka melihat siapa yang berada didepan pintu tersebut, Oh Sehun.
Salah satu dari mereka berjalan mendekati Sehun, "Ige mwoya? Mencari Luhan?"
Sehun tidak menjawab hanya memandang yeoja genit tersebut dengan tatapan merendahkan.
Sibuk saling melempar tatapan sehingga mereka berdua tidak menyadari jika seorang namja mungil ber-eyeliner menyelip diantar mereka berdua dan menarik Sehun untuk keluar -Baekhyun menarik ujung tangan kemeja Sehun.
"Uhh berhenti menatapku seperti itu"
Baekhyun yang memang dasarnya agak 'risihan' akhirnya merasa risih juga ditatapi begitu oleh orang lain.
"Dimana Luhan?"
"Hah? Bukannya Luhan tadi kekelasmu?"
"Dia meninggalkan aku dikelas tadi"
Baekhyun ingin sekali menjotos muka tampan Sehun kali ini, demi tuhan Sehun mengatakan kalau Luhan hilang dan wajahnya seolah olah mengatakan luhan-hilang-dan-bukan-salahku.
"BAEKKKK! WOIII BAEKKKK!"
Baekhyun dan juga Sehun mengalihkan pandangan mereka kesumber suara, dari arah yang berlawanan Kyungsoo sedang berlari sambil melambai lambaikan tangannya pada Baekhyun.
"Kenapa?"
Kyungsoo menetralkan deru nafasnya terebih dahulu sebelum kembali meladeni Baekhyun dengan informasi penting yang akan dibaginya dengan Baekhyun.
"Luhan...", tarik nafasss... hhhhh...
"...dia...", tarik nafas... hhhhh...
"Akumelihatluhanbersamamakhlukhitamtapiseksididepangerbang, demituhanbaeklelakiyangbersamaluhansangattampandanseksi", Kyungsoo menyelesaikan kalimatnya dalam satu tarikan nafas, Baekhyun mengangkat alisnya bingung sednagkan Sehun tidak begitu perduli dengan topik yang sedang mereka bicarakan itu.
"DEMI TUHAN KYUNGSOO, apa kau serius?"
"Aku serius"
"KAJJAAAAA! AAAAAHHHH LUHANNNNN!"
Keduanya -Kyungsoo dan Baekhyun berlari bergandengan tangan menuju gerbang sekolah untuk melihat laki laki yang dikatakan Kyungsoo tadi tampan, baru setengah jalan Baekhyun kembali berbalik dan berteriak...
"HEY ALBINO! LUHAN MU AKAN DIAMBIL OLEH LAKI LAKI LAIN KALAU KAU MASIH BERDIRI DISITU!"
Sehun hanya menggedikkan bahunya tak acuh lalu berjalan santai dibelakang Baekhyun dan Kyungsoo yang sedang berlari.
.
.
.
Yang berlari itu sebenarnya Kyungsoo dan Baekhyun atau Sehun? Jawabannya pasti tentu saja Baekhyun dan Kyungsoo, dan logikanya yang sampai duluan siapa? Baekhyun dan Kyungsoo bukan? Tapi kenapa malah Sehun duluan yang sampai?
"Hhh... Kau... Kenapa kau sampai duluan?!", tuding Baekhyun pada Sehun yang melangkah untuk mendekati Baekhyun, Kyungsoo, Luhan dan laki-laki-yang-bersama-Luhan.
Sehun tak menanggapi ucapan Baekhyun malah beralih menatap Luhan dan laki laki itu bergantian, karena merasa ditatap tidak enak oleh Sehun, Luhan berinisiatif untuk memperkenalkan temannya tersebut pada Sehun.
"A-nu Sehun., Dia Kim Jongin, teman smp ku dulu, di-a tetanggaku dulu, tapi dia pindah ke je-pang saat itu", Luhan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal, kenapa dia malah jadi gugup?
"Ne, annyeonghaseyo Kim Jongin imnida", Jongin membungkukkan badannya sopan dan tersenyum menawan kearah Kyungsoo dan Baekhyun.
"Aku tidak menanyakan namamu", ucap Sehun datar, ia berlaih menatap Luhan yang menatapnya takut takut, jelas saja takut, siapa yang tidak takut jika dipandangi segitu tajam oleh orang lain.
Sehun menarik pergelangan tangan Luhan mengisyaratkannya untuk ikut, baru beberapa langkah mereka berjalan, tangan Luhan yang lain dicekal oleh Jongin.
"Kami belum selesai", ucap Jongin datar dan melayangkan tatapan tajamnya pada Sehun.
Sehun tak menanggapi, ia melepaskan tautan tangannya dengan tangan Luhan dan berjalan menghampiri Jongin, saat berada tepat dihadapan namja tan tersebut, Sehun melayangkan tinjunya tepat dirahang bawah namja tersebut yang Baekhyun yakin akan membiru setelahnya, saking kuatnya tinjuan Sehun, Jongin sempat termundur beberapa langkah kebelakang sebelum melepaskan genggamannya pada tang Luhan dan kemudian tjatuh.
Luhan hanya memandangi Jongin lalu kembali dirinya ditarik oleh Sehun.
"Sehun..."
"..."
"Sehuna...", Luhan mencicit karena sebenarnya Luhan takut juga kalau Sehun sudah seperti ini.
"Huna.."
"Diamlah"
Luhan menciut, akhirnya Luhan diam sesuai dengan yang diperintahkan Sehun padanya, Luhan merasa tidak ada kesalahan dalam caranya memperkenalkan Jongin pada Sehun maupun Jongin memperkenalkan dirinya sendiri pada Sehun, Luhan tidak habis pikir apa yang membuat Sehun melayangkan tinjunya pada Jongin.
Cemburu?
Mungkin saja...
.
,
,
Jongin mengusap sudut bibirnya yang pecah akibat tonjokan Sehun yang teramat keras lalu berlih kerahangnya mpyang mulai menbiru, Jongin meludahkan salivanya yang didominasi oleh darah.
"Tunggu tanggal mainnya, Oh Sehun"
TBC
Mian sampe sini dulu dan maaf lama update, soalnya waktu itu ide udah numpuk, tapi pas uda ngadep tab buat ngetik, eh ide nya nguap semua entah kemana, mulai dari sekarang Dhey bakalan cepet update dan ga bakalan mengecewakan lagi.
So, mind to review?
