Celebrity Scandal

keanijun

2018

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dua bulan lalu ada celetukan miring yang sampai pada telinga Baekhyun. Itu dari Kyungsoo, sahabatnya sendiri. Pria yang bekerja sebagai manager marketing di salah satu perusahaan itu menyebut Baekhyun adalah orang yang mata duitan. Dengan kasarnya Kyungsoo mengatakan bahwa saat Baekhyun mati nanti, ia mungkin akan meminta dikubur dengan uang.

Tentu saja Baekhyun marah, ia langsung meninggalkan apartemen Kyungsoo saat itu juga. Namun sayangnya Kyungsoo seolah tak peduli dengan perasaan Baekhyun karena Kyungsoo tau, Baekhyun tidak bisa benar-benar marah padanya.

Namun kali ini, Baekhyun datang ke apartemen Kyungsoo dengan pemikiran bahwa perkataan pororo itu memang benar adanya. Itu karena setelah ia dengan sembrono terlibat dalam kontrak tanpa mempertimbangkannya. Tentu saja itu terjadi hanya karena Baekhyun melihat bayarannya.

"Soo... Bagaimana ini? Huhuhu... Aku tidak mauuu..."

Kyungsoo yang merasa terganggu dengan kasar mendorong kepala Baekhyun yang menyandar pada lengannya. Tapi Baekhyun kembali menempeli sahabatnya itu bersama rengekan yang semakin keras.

"Itu salahmu Baek. Kau selalu tergoda dengan uang."

"Bantu aku Soo, aku tidak mau jadi pacar bohongan.. Huhuhuuu... "

Kyungsoo ingin sekali melempar Baekhyun dari balkon karena demi tuhan, ia baru saja pulang kerja dan Baekhyun begitu berisik! Kyungsoo tidak mengerti kenapa dengan mudahnya ia bisa berteman dengan Baekhyun saat mereka pertama kali bertemu di gerbang sekolah dulu. Dan kenapa ia masih betah bersama Baekhyun yang cerewet, cengen, dan jelas-jelas sangat berisik. Sangat berbalik dengan sifat yang Kyungsoo punya.

"Baekhyun, diam dan dengarkan aku!" Kyungsoo meninggikan suaranya dan membuat Baekhyun diam seketika. Kyungsoo benar-benar tidak tahan dengan Baekhyun kali ini.

"Pertama, aku tidak tau kenapa kau begitu panik padahal mereka tidak akan menyebarkan identitasmu. Kedua, kenapa Park Chanyeol tidak menolaknya? Tentu saja karena dia membutuhkannya, bodoh. Ketiga, BERHENTILAH BERTERIAK DAN KELUAR DARI SINI, SEKARANG!"

"Tapi kau yang berteriak, Kyung!"

"PARKIT BODOH, KUBILANG KELUAR!"

Dan jangan bertanya apa yang dilakukan Kyungsoo pada karibnya yang kini terduduk di lantai depan kamar apartemen Kyungsoo. Baekhyun berusaha berdiri dan memegang pantatnya yang berdenyut nyeri. Bibirnya penuh dengan gerutuan tak terima karena dengan mudah Kyungsoo mendorongnya keluar dari sana.

"Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku?!" Baekhyun berjalan pergi menuju ujung lorong untuk mendapatkan lift dengan tangan yang masih sibuk mengelus pantatnya.

"Aku bersumpah, suatu hari pantatnya itu akan digerayangi oleh bosnya sendiri!"

.

.

.

.

Semua persiapan itu sudah rampung. Tempat, waktu, dan skenario sudah tertata sesuai apa yang SM inginkan. Baekhyun juga sudah menghubungi semua 'tim' miliknya untuk bersiap. Kali ini adalah basement sebuah gedung apartemen yang menjadi bayaran kontrak Baekhyun. Itu jam satu dini hari, saat keadaan benar-benar sepi untuk meminimalisir orang lain yang melihat kegiatan mereka.

"Dimana mereka? Kenapa lama sekali."

Baekhyun yang kini berada di dalam mobil bersama Kim Jongdae, fotografer yang bertugas, terus mengeluh karena sudah lewat tiga puluh menit dari waktu yang direncanakan namun Chanyeol dan manajernya belum terlihat.

"Sabarlah sedikit. Dia artis besar, pasti sibuk." Jongdae yang sejak tadi memainkan kameranya menenangkan Baekhyun yang terlihat kesal. Sejujurnya ia juga terburu-buru karena ada kencan tengah malam dengan Minseok, namun sepertinya Jongdae lebih sabar daripada Baekhyun yang tidak berhenti mendumel.

Tidak lama kemudian, sebuah van hitam berhenti di dekat mobil Baekhyun. Baekhyun yang mengenali mobil tersebut bergegas keluar bertepatan dengan Chanyeol dan beberapa manajer keluar dari sana.

Chanyeol hari ini memakai kaos hitam berlengan pendek yang berhasil memperlihatkan bentuk bahu dan dada yang bidang dengan jeans berwarna serupa sehingga kakinya terlihat semakin menjulang. Ditambah sneakers putih yang sama persis seperti yang dikenakan Baekhyun sekarang. Itu memang bagian dari rencana agar semua terlihat lebih natural dan meyakinkan. Ide ini diadaptasi dari kebiasaan artis di korea yang memakai Couple item jika mereka berkencan.

Baekhyun mendekati mereka sambil bersedekap dada dengan wajah kesalnya, tapi matanya ia sempatkan melirik Chanyeol yang masih betah dengan wajah datarnya. "Aku sudah menunggu disini cukup lama, jadi kita mulai saja sekarang." ujar Baekhyun pada manajer Chanyeol.

"Chanyeol datang terlambat karena harus menyelesaikan syuting iklan terbarunya."

Baekhyun mengibaskan tangan didepan wajahnya, "Sudah cukup.. Aku tidak ingin mendengar alasannya. Mari kita selesaikan ini dengan cepat."

Baekhyun dan Chanyeol melakukan briefing sebelum pemotretan. Mereka ingin Baekhyun dan Chanyeol beradegan saling peluk dan bergandengan tangan di depan mobil, seolah mereka baru pulang kencan. Baekhyun pikir itu tidak sulit, jadi ia langsung menyanggupi semua. Dan dengan itu, sandiwaranya dimulai.

Pertama, Chanyeol dan Baekhyun dipotret saat masih ada di dalam mobil, kemudian berlanjut saat mereka keluar dengan Chanyeol membukakan pintu untuk Baekhyun dan menggenggam tangan si mungil hingga sampai di depan mobil. Chanyeol yang mengambil inisiatif pertama untuk mendesak Baekhyun mundur hingga kakinya menyentuh bagian depan mobil.

"Tenang dan menurutlah padaku." ujar Chanyeol pada Baekhyun yang terlihat sedikit gelisah.

Mula-mula Chanyeol memegang pinggul Baekhyun dan merapatkannya pada tubuh jakung miliknya. Tangan itu lama-kelamaan naik ke punggung dan mendorong Baekhyun untuk masuk kedalam pelukannya. Baekhyun termangu sejenak sebelum ia ikut melingkarkan tangannya pada tubuh Chanyeol. Saat itu Baekhyun merasa tubuh Chanyeol sangat nyaman dan pas untuk dipeluk. Otot-otot lengannya keras, begitupun dengan otot perutnya yang terbentuk dengan baik. Dada Chanyeol, tempat kepala Baekhyun menyandar saat ini, menawarkan kehangatan yang berbeda, ditambah dengan detakan jantung Chanyeol yang membuat Baekhyun merasa nyaman. Mungkin ia juga harus pergi ke gym untuk mendapatkan tubuh seperti milik Chanyeol

"Bagus Baek, nikmati ini." bisikan Chanyeol tepat pada telinga kiri Baekhyun taunya membuat pria mungil itu bergetar. Apalagi napas hangat Chanyeol yang sampai pada tengkuknya membuat ia seperti es yang siap meleleh kapan saja.

Masih pada posisi yang sama, Chanyeol mengangkat kepala Baekhyun agar menghadap langsung ke wajahnya. Chanyeol menelusuri wajah Baekhyun dengan pandangan yang menusuk, sedangkan Baekhyun malah terhanyut dengan pemandangan didepan matanya.

Dan secara tiba-tiba Chanyeol mendaratkan bibirnya pada milik Baekhyun. Baekhyun seolah hilang karena saat itu juga pikiran dan tubuhnya membeku. Ia masih tidak bisa mencerna apa yang terjadi sampai akhirnya Chanyeol melumat pelan bibir Baekhyun. Baekhyun baru saja akan mendorong dada Chanyeol namun kedua tangannya malah dicengkram kuat dan ditekan ke kap mobil. Baekhyun berusaha melawan dengan meronta, tapi posisinya yang terjepit membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa.

Ekor mata Baekhyun melirik pada Jongdae yang buru-buru memotretnya dengan beberapa angle. Sedangkan Chanyeol semakin menekan bibirnya pada Baekhyun dan menciumnya dengan beringas. Baekhyun enggan membuka mulutnya hingga Chanyeol menginjak kaki mungil itu sehingga Baekhyun memekik. Dan saat itu pula, Chanyeol memasukan lidahnya pada mulut Baekhyun dan mengobrak-abrik isinya hingga si kecil tidak berdaya. Bahkan Baekhyun bisa merasakan cairan saliva menuruni lehernya sekarang.

"Cukup!"

Chanyeol melepas ciumannya saat mendengar isyarat dari manajernya. Kemudian ditatapnya wajah Baekhyun yang memerah dengan napas terengah, bahkan sekitaran mulut Baekhun sudah mengkilap akibat saliva milik mereka.

"Bajingan kau!" Baekhyun yang tersadar langsung mendorong Chanyeol secara tiba-tiba dan hampir memukulnya jika saja Jongdae tidak menahan Baekhyun.

"Lepaskan aku! Aku harus memberi pelajaran padanya!" Baekhyun terus meronta untuk lepas dari cengkraman Jongdae namun pria berwajah kotak itu semakin menarik Baekhyun menjauh dari Chanyeol.

"Tenanglah dulu, kita bisa bicarakan ini." Ujar manajer Chanyeol berusaha untuk meredam amarah Baekhyun.

"Tenang bagaimana?! Artismu itu menciumku bodoh!" Baekhyun semakin tersulut emosi saat melihat wajah Chanyeol yang tidak menunjukan rasa bersalah. Malah dengan santainya ia memandangi Baekhyun dengan gayanya yang sok cool.

"Diamlah Baek, jangan berteriak dan memancing perhatian orang untuk menghampiri kita!" ucapan Jongdae membuat Baekhyun langsung diam dan melepaskan tubuhnya dari Jongdae. Ada benarnya juga ucapan Jongdae. Jangan sampai ini semua berakhir sia-sia.

Setelah keadaan lebih tenang, manajer Chanyeol mendekati Baekhyun. "Nah, karena kau sudah melakukan tugasmu maka kami akan langsung memberikan bayarannya." kemudian manajer Chanyeol merogoh sesuatu dari dalam tasnya dan mengambil kartu disana. "Ini kunci apartemenmu, kau bisa memilikinya sekarang. Dan untuk uangnya akan segera kami transfer besok pagi."

Seperti mantra sihir, hanya dengan menggenggam card apartemennya Baekhyun langsung tersenyum cerah. Baekhyun yang mengamuk langsung digantikan dengan Baekhyun yang tersenyum secerah bunga matahari. Membayangkan tidur di tempat mewah membuat Baekhyun tidak sabaran dan langsung berpamitan dengan mereka semua untuk masuk ke dalam gedung. Mereka yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala kecuali Chanyeol yang tersenyum remeh.

Baekhyun dengan cepat mencari lift untuk naik ke lantai delapan tempat dimana ia akan tinggal. Saat ia akan menutup pintu lift, ia melihat Chanyeol berjalan ke arahnya. Baekhyun tidak yakin apa yang dilakukan Chanyeol disini, apa tadi ia juga akan memakai lift?

Tanda tanya itu sirna begitu saja saat lift berdenting dan menunjukan bahwa ia sudah ada di lantai delapan. Dengan riang Baekhyun keluar dari lift dan mencari apartemennya hingga ia berhenti pada kamar nomor 614.

"Akhirnya... " Baekhyun memekik senang dan buru-buru untuk membuka pintunya hingga tidak menyadari keberadaan seseorang dibelakangnya.

"Apa kau senang?" suara itu sontak mengagetkan Baekhyun hingga ia hampir melompat.

"Yak! Apa yang kau lakukan disini?!" Baekhyun menatap tajam pada Chanyeol yang ada di depannya. Chanyeol yang hanya diam semakin membuat Baekhyun merasa kesal.

"Jika kau ingin minta maaf perbaikilah sopan santunmu! Bukankah kau harusnya menyapaku dulu, bukan malah mengagetkanku!"

Chanyeol yang mendengar itu malah mendengus remeh dan meninggalkan Baekhyun. Pria itu berlalu menuju pintu apartemen disebelah Baekhyun, kemudian mengeluarkan kartu dan membukanya dengan itu.

"Sayangnya aku tidak datang untuk minta maaf." Setelah mengatakan itu, Chanyeol masuk kedalam dan menyisakan Baekhyun yang diam di tempatnya.

Baekhyun tidak bodoh untuk menyadari bahwa Chanyeol adalah tetangganya.

.

.

.

.

Baekhyun melemparkan diri ke ranjang king size yang ada di kamar dan berguling-guling diatasnya. Ia merasa senang dengan segala fasilitas yang dia dapat. Semua rincian perabotan dalam kontrak sesuai dengan yang sudah tersusun di apartemen ini. Baekhyun pikir ini cukup setimpal dengan apa yang ia lakukan tadi. Mungkin terdengar seperti Baekhyun yang murahan, menukar tubuh dengan harta. Tapi yang tadi memang bagian dari pekerjaannya.

Namun Baekhyun masih kesal dengan tindakan spontan Chanyeol yang menciumnya. Itu semua diluar rencana dan bisa saja Baekhyun menuntun protes pada perusahaan Chanyeol. Tapi itu akan sia-sia jika dibatalkan begitu saja. Toh, ia sudah terlanjur dicium oleh Chanyeol.

Tiba-tiba pikiran Baekhyun diisi oleh adegan ciuman di basement. Ia masih ingat wajah tampan Chanyeol yang ada diatasnya lalu kemudian bagaimana Chanyeol mencium habis bibirnya hingga ia merasa kuwalahan dengan itu. Baekhyun akui Chanyeol adalah good kisser karena sensasi tadi, ahh.. Baekhyun bahkan tidak bisa menjelaskannya. Sejujurnya, ia menikmati yang tadi. Bahkan kini ia masih bisa merasakan rasa mint dari Chanyeol di mulutnya. Tanpa sadar Baekhyun menyentuh bibirnya sendiri. Ia kemudian tersenyum malu dengan pipi yang mulai memerah tanpa sebab.

Baekhyun sepertinya larut dalam pikirannya sendiri hingga ponselnya berdering menandakan ada pesan teks yang masuk. Ia yang sadar langsung meraih ponselnya dan menemukan satu pesan dari adiknya, Nayeon.

Aku butuh uang. Kirimkan dengan cepat.

Baekhyun mendengus kesal dan melempar ponselnya ke nakas. Adiknya selalu seperti itu, selalu merepotkan. Ia hanya datang pada Baekhyun saat menbutuhkan uang dan kemudian hilang tanpa bisa dihubungi.

Deringan terdengar dari ponsel Baekhyun lagi. Baekhyun pikir ia harus menelepon Nayeon dan menegurnya lebih keras. Namun saat melihat nomor asing yang masuk, Baekhyun mengernyitkan dahinya bingung.

Selamat malam, semoga tidurmu nyenyak.

Dan jangan lupakan rasa bibirku.

Park Chanyeol

Baekhyun terpekik dan nyaris ingin melempar ponselnya. Entah itu karena masih merasa sangat kesal atau malah senang.

.

.

.

.

.

.

.

.

Haloo..

Terima kasih untuk tanggapan positif dari reader sekalian. Jun juga berusaha keras buat update secepatnya.

Oh ya, kalian lebih suka FF ini Mpreg atau nggak? Mohon dijawab ya..