Title : All is Lie
Cast : KyuMin Slight KyuWook, GS for Uke
Chapter : 2 of ?
.
.
.
Cinta memang tidak harus memiliki, walau begitu sulit untuk melepaskan segala yang kita sayangi. karena cinta bagiku adalah sebuah harta yang bisa kapan saja hilang, bisa kapan saja lenyap dan sulit untuk kembali bila kita tak berusaha.
- Cho Kyuhyun -
.
.
.
"Kyu apa kau bisa di percaya" kata seorang namja tampan yang tengah meregang nyawa di pangkuan Kyuhyun. Tangan Kyuhyun terus menggenggam erat tangan namja itu tanpa berniat melepasnya, tak peduli darah yang mengotorinya.
"ne Hyung, kau bisa percaya apapun padaku" Kata Kyuhyun sambil meneteskan air matanya, hatinya begitu sakit melihat Hyung yang begitu di sayanginya tengah berjuang untuk bertahan hidup di pangkuannya dan itu semua karenanya.
Yah seharusnya dia yang sekarang berada di posisi namja itu, seharusnya tembakan itu bersarang di dadanya dan bukan di dada namja yang berstatus sebagai Hyungnya itu. Seandainya saja namja itu tidak mendorongnya jatuh pasti sekarang Kyuhyun yang terkapar tak berdaya. Tapi sepertinya Tuhan masih begitu sayang kepadanya hingga membuatnya masih tetap hidup sekarang.
Tiba tiba tangan gemetar namja itu mengambil sesuatu di saku jaketnya, sebuah foto muncul dari dalam saku jaket itu. Masih dengan gemetar dia menyerahkan foto itu pada Kyuhyun. Kyuhyun mengambilnya dengan perlahan dan melihat siapa di foto itu, di situ ada seorang yeoja cantik.
"dia yeojachingku Kyu, dan dia tengah mengandung anakku" kata namja itu lagi dengan nafas tersengal sengal, dia sebenarnya sudah tidak kuat untuk tetap bertahan tapi dia harus bertahan sebentar lagi.
"jagalah dia Kyu" kata namja itu lagi. Kyuhyun tersentak kaget, pasalnya sebentar lagi dia akan menikah dengan yeoja yang di cintainya. Keraguan besar tampak terlihat jelas di wajahnya, hingga membuat sang namja yang tengah meregang nyawa itu terlihat sedih.
Kyuhyun melihatnya dan menghembuskan nafasnya berat, dia bingung harus apa. Di satu sisi dia sangat berhutang nyawa pada Hyungnya yang tengah sekarat di pangkuannya ini, tapi satu sisi dia tidak bisa untuk menduakan calon istrinya.
Tangan namja itu memegang erat tangan Kyuhyun, seolah meminta dengan sangat kepadanya. Kyuhyun menatap manik mata namja itu dalam, sebelum akhirnya dia mengangguk mengiyakan.
"ne Hyung" kata Kyuhyun lagi, Secercah senyum tipis nampak di wajah namja itu. Namun detak jantungnya semakin melemah dan genggaman tangannya semakin mengendur.
"ja-jaga Wo-wookie dan anak-ku Kyuh" Itu adalah kata terakhir yang ia dengar dari Hyungnya sebelum Hyungnya itu menutup matanya. Meninggalkan semua yang menyayanginya.
"Jungmo Hyung, Jungmo Hyung" panggil Kyuhyun sambil menggoyang goyangkan tubuh tak bernyawa milik namja bernama Jungmo itu. Seolah tahu bahwa Hyungnya itu sudah tiada, Kyuhyun langsung memeluknya dan air matanya terus mengalir deras.
"Aku akan menjaganya Hyung, aku janji" kata Kyuhyun lagi, sebelum matanya terasa berat dan akhirnya semuanya gelap.
.
.
.
Kyuhyun menutup matanya perlahan, seandainya saja semua itu tak pernah terjadi, seandainya hyungnya tidak meninggal saat itu, pasti semuanya akan baik baik saja. pasti dia akan bahagia bersama anak dan istrinya. Tapi sayangnya semua hanya seandainya, karena semuanya telah terjadi sebaliknya.
Tiba tiba sentuhan lembut kembali Kyuhyun rasakan, hingga akhirnya dia menegakkan wajahnya untuk melihat Ryeowook. Senyum lembut langsung menyambutnya, membuatnya lagi lagi merasa bodoh melepaskan begitu saja istrinya yang tengah hamil besar itu.
"Kyu, istrimu jauh lebih membutuhkanmu di banding aku" kata Ryeowook lagi dengan senyumnya yang tulus. Dia tak ingin mengambil kebahagiaan orang lain karena dia tahu bagaimana rasanya jika kebahagiaan itu menghilang begitu saja. Dia sangat tahu bagaimana jika orang yang di cintai pergi begitu saja.
"jangan sampai kau kehilangan orang yang benar benar kau cintai Kyu" kata Ryeowook lagi mencoba untuk meyakinkan Kyuhyun. Tapi apa gunanya jika kata kata itu keluar sekarang, kenapa tidak saat Sungmin masih ada di sana. Kenapa dia tidak mencegah Sungmin untuk pergi dan malah hanya diam menunggu hingga semua menjadi seperti ini.
Kyuhyun masih diam, sambil memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut Ryeowook. Apa dia salah jika dia hanya diam seperti ini, apakah dia harus pergi mengejar Sungmin yang pasti belum jauh dari rumahnya, atau apakah dia benar benar harus merelakan istri yang sangat di cintainya pergi karena janji yang telah ia ucapkan pada Hyungnya, janji yang hanya bisa di balas dengan nyawa. Sungguh dada Kyuhyun rasanya ingin meledak begitu saja, perang batin yang ia rasakan membuatnya sangat tertekan.
.
.
.
Seringai tipis tampak menghiasi wajah seorang namja yang tengah berada di dalam mobil yang tak jauh dari rumah mewah Kyuhyun. Sepertinya dia tahu apa yang tengah terjadi beberapa waktu tadi atau mungkin ini memang yang ia inginkan untuk terjadi.
"Ini baru awal Cho Kyuhyun, kau akan merasakan yang lebih dari ini" Katanya masih dengan menyeringai. Kemudian melihat ke arah yeoja yang tengah hamil besar sambil menyeret kopernya, seringainya sekarang tampak lebih mengerikan di banding sebelumnya.
Dia terus memandang yeoja yang berjalan dengan susah payah itu, dia sangat tahu siapa yeoja itu, karena dialah orang yang berada di balik ini semua. Dia yang memberi tahu semua hal yang Kyuhyun sembunyikan dari Sungmin. Apakah ini suatu kebaikan atau keburukan atau mungkin malah keduanya.
.
.
.
Sungmin masih menyeret kopernya, langkahnya semakin tertatih karena perutnya yang besar. Tapi dia tidak ingin menyerah begitu saja, toh tak mungkin dia akan kembali ke rumah itu dan melihat yeoja itu lagi. Bahkan mengingatnya saja membuat Sungmin ingin membunuh dirinya sendiri.
"Akh" Sungmin merintih kesakitan sambil mencengkeram perut besarnya, seketika dia jatuh terduduk dan terus merintih.
Darah segar tampak menetes di antara selangkangannya, membuatnya semakin cemas akan keadaan bayinya. Diliriknya kanan kiri mencoba mencari seseorang untuk bisa menolongnya, tapi nihil dia sama sekali tak melihat siapapun.
Air matanya semakin deras mengalir karena perasaannya sekarang bercampur aduk, antara menahan rasa sakitnya, rasa kecewanya, emosinya dan ketakutannya. Semuanya ia rasakan sendiri, sungguh Sungmin bukanlah seorang superhero yang mampu menahan itu semua, dia hanyalah seorang yeoja biasa yang butuh di lindungi dan di sayangi.
"to-long" teriaknya tertahan. Karena merasa tidak akan mungkin ada orang yang mampu mendengar teriakannya, dia pun mencoba untuk berdiri. Tapi sepertinya nasib baik belum berpihak kepadanya, setiap dia mencoba untuk bangun rasa sakit itu semakin bertambah dan darah juga semakin banyak menetes.
'Tuhan tolong aku' batinnya.
Sungmin akhirnya menyerah, seluruh tenaganya sudah habis. Nafasnya tersengal sengal, bahkan matanya berkunang kunang dan terasa semakin berat. Dia pasrah sekarang, bila memang Tuhan telah memanggilnya beserta anaknya dia akan rela. Perlahan matanya semakin menutup, hingga semuanya benar benar gelap.
.
.
.
Sungmin merasakan berat pada kedua matanya, dengan susah payah dia membukanya perlahan. Cahaya putih yang menyilaukan langsung menyambutnya, membuatnya kembali menutup matanya.
'Apa aku di surga' batinnya kemudian, lalu ia membuka kembali matanya, mengedip ngedipkan beberapa kali hingga cahaya menyilaukan itu lenyap dan berganti menjadi sebuah langit langit berwarna putih.
Beep Beep Beep
Sebuah suara masuk ke telinga Sungmin, bau obat obatan juga ia rasakan. Masih dengan kesadaran yang belum sepenuhnya, dia melirik ke samping kiri dan kanannya. Di sana tidak ada siapa siapa hanya dirinya sendiri.
"dimana aku" tanyanya pada dirinya sendiri.
"Kau di rumah sakit" tiba tiba sebuah suara menyahut, Sungmin mencoba mencari dari mana asal suara lembut itu. Hingga kedua matanya menangkap sesosok namja tinggi yang berada di ambang pintu kamar sambil tersenyum lembut kepadanya. Namja itu berjalan mendekat ke arah Sungmin, membuat Sungmin semakin bingung.
"Nugu?" kata Sungmin kemudian, sekarang dia sudah mendapatkan kesadaran penuhnya.
"Kim Yesung imnida, aku tak sengaja menemukanmu di jalan makanya aku langsung membawamu ke Rumah Sakit" kata namja bernama Yesung itu. Mendengar kata kata Yesung membuatnya teringat akan kejadian tadi saat sebelum dia pingsan dan meraba perutnya yang nampak tidak sebesar biasanya.
Wajah Yesung tiba tiba berubah sendu, seolah ia ingin menangis saat itu juga. Sungmin terus meraba perutnya, semakin lama semakin keras bahkan ia memukul mukul perutnya. Setetes air matanya turun begitu saja, semakin lama semakin deras.
"Mianhae, bayimu tak bisa di selamatkan" kata Yesung kemudian.
"ANDWAE! ANDWAE! ANDWAE!" teriak Sungmin kalap, sungguh ini benar benar berita yang sangat tidak ingin ia dengar, Ia sudah kehilangan semuanya dan sekarang ia kehilangan bayi yang sangat ia sayangi bahkan ia belum bisa melihat wajahnya yang lucu.
Yesung terarah untuk menenangkan Sungmin, namun Sungmin terus berteriak teriak hingga suaranya seolah habis, ia memukul mukul perutnya namun tangan Yesung mencoba untuk menahannya.
"Ku mohon tenanglah" Kata Yesung kemudian, namun Sungmin tetap tidak bisa tenang. Jelas dia tidak bisa tenang, dia baru saja kehilangan hartanya satu satunya. Dia tidak mungkin bisa tenang dan diam begitu saja, hingga kesadarannya kembali menipis. Dirinya semakin lemah dan akhirnya dia pingsan.
.
.
.
Plak Plak Plak
Tamparan berulang kali itu Kyuhyun terima tanpa melakukan perlawanan apapun. Dia pasrah dengan apa yang akan terjadi setelah ini. Bahkan tamparan itu seolah tidak ada artinya bila di banding dengan rasa sakit di hatinya, jantungnya yang terus berdebar membuat Kyuhyun gusar. Satu hal yang ada di pikiran Kyuhyun, Sungmin. Yah sejak tadi pikirannya tak tenang karena memikirkan apa yang terjadi pada Sungmin.
"Laki laki tak bertanggung jawab sepertimu seharusnya mati saja" kata seorang namja paruh yang tengah menampar Kyuhyun berulang kali, bahkan tampak berbekas di pipi Kyuhyun.
"Appa" Lirihnya.
"Jangan tampar Kyuhyun lagi ku mohon, dia tak bersalah" kata Ryeowook sambil menangis, bahkan bayi dalam gendongannya pun ikut menangis keras.
"KAU!"
"Yeoja jalang sepertimu hanya bisa merusak rumah tangga orang lain, enyah kau dari dunia ini" bentak yeoja paruh baya sambil menunjuk nunjuk wajah Ryeowook serta bayinya. Ryeowook langsung tertunduk mendengar makian dari orang tua Kyuhyun.
Tangan yeoja paruh baya itu terarah untuk menampar Ryeowook, namun sebuah tangan menahannya. Matanya menatap sendu yeoja paruh baya yang selalu ia panggil Umma itu. Setetes air mata jatuh dan membasahi pipi merahnya yang bercap lima jari itu.
"CHO KYUHYUN" Bentak Appa Kyuhyun.
"Cukup ku mohon cukup, yeoja ini sama sekali tidak bersalah Umma, aku, aku yang bersalah" kata Kyuhyun kemudian sambil melepas pegangannya pada tangan Ummanya.
PLAK
Lagi lagi tamparan itu mendarat di pipinya yang semakin merah, pasti sakit sekali namun Kyuhyun mengesampingkan rasa sakitnya itu. Bahkan tangan yang sedari tadi menampar Kyuhyun pun juga telah memerah dan bergetar sekarang. Walau hatinya sakit menampar putranya sendiri, tapi kemarahannya jauh lebih mendominasinya.
'Mianhae Kyu, jeongmal Mianhae' batin Ryeowook yang sekarang terduduk di lantai bersama bayinya yang terus menangis keras. Akankah semuanya akan terjelaskan, akankah semuanya akan kembali seperti semula karena tanpa mereka sadari seseorang tertawa menang di belakang mereka.
TBC
Chapter 2 dataaannnggg
Tapi sebelumnya Author mau minta maaf dulu karena updatenya agak lama, kerjaan sedang banyak banyaknya ini
Gomawo ne bagi yang sudi membaca dan mereview FF author ini
Sekali lagi Gamsahamnida ne readerdeul.
- Shu Qiao Lian -
