Title : TRY
Author : Cassie555
Genre : Angst, Drama, Family, Yaoi, Romance, Hurt/Comfort
Cast : DBSK
Rating : M
Disclaimer : I don't own the cast, story is mine
Warning : Typos. Alur Lambat. Yaoi. Cerita absurd. Abnormal. Very very OOC.
Chapter 1
Yunho menarik rambut Jaejoong dengan kasar dan mengocok penis dengan cepat. Jaejoong hanya bisa menahan desahannya. Ia tak ingin Yunho menang dan Changmin mendengar mereka. Ia tak ingin melibatkan anaknya yang masih berumur 4 tahun itu dalam masalah mereka yang amat pelik.
"Eomma" Jaejoong mendengar suara Changmin memanggilnya. Ia menoleh ke arah pintu dan melihat Changmin berdiri di sana sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.
Jaejoong segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan Yunho yang masih sibuk dengan kegiatannya pada tubuh Jaejoong. Ia masih saja mencium leher Jaejoong dan tangannya yang tak berhenti bekerja di bagian bawah tubuh Jaejoong. Jaejoong berusaha untuk melepaskan tangan Yunho tapi ia tahu hal itu tidak lah mungkin. Ia tahu kekuatannya tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Yunho. Ditambah lagi Changmin yang berjalan semakin dekat pada mereka membuatnya tak punya waktu lagi untuk melawan.
Yunho hanya menyeringai di lekukan leher Jaejoong saat melihat wajah panik Jaejoong. Ia tahu Jaejoong tak mau Changmin melihat mereka dengan keadaan seperti ini. Tapi sepertinya Jaejoong salah besar jika menganggap Changmin masih belum menyadari kegiatan yang sering mereka lakukan itu. Yunho tahu Changmin tidak bodoh. Dengan kedua orang tua yang pintar dan berpendidikan tinggi, pastilah Changmin tumbuh menjadi anak dengan kecerdasan diatas rata-rata. Changmin pasti sudah menyadari keadaan orang tuanya sejak lama. Ia pasti sudah mendengar gosip para pembantu rumah tangga juga teriakan dan desahan Jaejoong setiap malam. Changmin pasti merasa bagaimana hubungan Yunho dan Jaejoong dirumah tidak seperti pasangan normal lainnya. Ia pasti bisa melihat tatapan kebencian Jaejoong pada Yunho dan bagaimana seringaian Yunho setiap melihat Jaejoong yang seperti akan menerkamnya itu.
Namun, dibalik itu semua Changmin paham bahwa ia tidak bisa begitu saja bertanya mengenai hal tersebut pada orang tuanya. Walaupun agak sedikit bingung Changmin tahu bahwa orang tuanya tak akan bisa dipisahkan dan hubungan mereka akan sulit untuk berubah. Karena itu Changmin memilih diam dan menjalani hidupnya dengan biasa saja. Toh, dari lahir ia sudah diperhadapkan dengan keadaan seperti itu. Dan dengan logika dan kecerdasannya yang jauh di atas anak umur 5 tahun lainnya, serta sifat dingin orang tuanya yang diturunkan padanya, Changmin bisa bertahan dengan keadaan aneh dalam keluarganya.
"Oh, Changmin-ah" Jaejoong mencapai klimaksnya dan mendesah saat menyebutkan nama Changmin. ia menutup matanya sebentar dan bernafas lega saat bagian bawahnya terlepas dari genggaman Yunho. Jaejoong mengulurkan tangannya pada Changmin yang berdiri di samping tempat tidur dan mengusap pipi Changmin pelan.
"Waeyo baby?" Tanya Jaejoong saat Changmin menggenggam tangannya dan memanjat naik keatas tempat tidur. Changmin merebahkan diri di samping Jaejoong dan menenggelamkan wajahnya di dada Jaejoong sambil menghirup wangi tubuh ibunya itu. Changmin menyukai wangi tubuh Jaejoong yang menurutnya menenangkan. Tangan Changmin bergerak-gerak mengusap dada Jaejoong sambil tetap diam dan tak membalas pertanyaan ibunya.
"Tumben sekali kau masuk kamar appa dan eomma jam segini? Ada apa min?" kali ini Yunho yang sejak tadi diam, angkat bicara. Tangan Yunho kembali merengkuh pinggang Jaejoong dan membuat Jaejoong berjengit kaget.
"Eomma buatkan aku sarapan" Changmin menjawab saat merasakan tubuh Jaejoong menegang. Ia menatap wajah Jaejoong yang kelihatan terkejut dan takut pada saat bersamaan. Walaupun Jaejoong berusaha menutupinya, Changmin tahu dari sorot matanya saat Changmin menatapnya.
Jaejoong bernapas lega. Entah mengapa ia merasa Changmin selalu menjadi penyelamatnya. Saat Yunho mulai akan menyerangnya lagi, Changmin akan datang dengan segala permintaanya yang selalu membuat Jaejoong sibuk dan menjauh dari Yunho. Jaejoong merasa Changmin memiliki ikatan batin dengannya saat ia dalam bahaya dan membutuhkan Changmin. Tanpa Jaejoong sadari apa yang terjadi pada dirinya dan Changmin bukan hanya ikatan batin ibu dan anaknya. Jaejoong tidak tahu bahwa hal itu bukanlah ikatan batin, namun Changmin tahu sebenarnya apa yang terjadi. Changmin lelah mendengar teriakan dan desahan Jaejoong semalaman yang memenuhi mansion mereka. Untuk itu, sebelum hal itu terjadi lagi pagi ini, Changmin berinisiatif untuk mencegahnya.
"Oh, kau sudah lapar sepagi ini?" senyum Jaejoong sambil menepuk-nepuk perut Changmin. Bukan hanya kecerdasan Changmin yang berada diatas rata-rata, tetapi juga napsu makannya melebihi anak lain seusianya.
"Tunggu sebentar eomma buatkan ne. Kau tunggulah di meja makan bersama appa, eomma mau ke kamar mandi dulu" kata Jaejoong lagi.
"Oke, cepat ne eomma" kata Changmin sambil turun dari tempat tidur.
"Appa, ayo!" ajak Changmin sambil menatap ayahnya dalam-dalam seperti sedang bertelepati. Yunho tahu bahwa Changmin hanya berusaha untuk menyelamatkan ibunya dengan cara meminta makan.
"Tunggu sebentar Min-ah. Kau duluanlah ke bawah, appa mau ke kamar mandi sebentar" jawab Yunho. Changmin tahu Yunho hanya mengulur waktu. Hal ini bukan hanya terjadi sekali dua kali. Changmin juga tahu kalau Yunho tahu ia hanya beralasan lapar untuk melepaskan Jaejoong dari Yunho.
Mendengar jawaban ayahnya itu, Changmin tahu bahwa ia tak bisa membantah lagi. Ia segera berjalan keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Ia tahu sebentar lagi Jaejoong akan kembali mendesah walau hanya sebentar karena Yunho dan Jaejoong tidak mungkin membiarkannya menunggu lama di ruang makan.
Segera setelah Changmin beranjak, menuju ruang makan. Jaejoong segera bangkit dari tempat tidur dan akan berjalan menuju kamar mandi ketika Yunho menarik tangannya dan membuat Jaejoong terhempas kembali kekasur dan terpekik. Dengan segera Yunho mencium bibir Jaejoong dengan dalam dan mengelus nipple nya pelan dan membuatnya mendesah dalam ciuman panasnya dengan Yunho. Setelah beberapa menit akhirnya Yunho melepaskan ciumannya.
"Kita lanjutkan nanti oke?" kata Yunho sambil menyeka saliva dibibir Jaejoong dengan ibu jarinya. Yunho segera berdiri dan berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai benang pun setelah sebelumnya meremas dada dan pantat Jaejoong yang tergolek lemah di atas tempat tidur dan memandang Yunho dengan pandangan datar.
Tak berapa lama Yunho keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai celana pendek yang menutupi tubuhnya dan mendapati Jaejoong dengan mata terpejam tergolek di atas kasur tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya. Cahaya mentari pagi yang terpancar melalui celah jendela menyinari tubuh Jaejoong sehingga ia terlihat makin menawan. Yunho ingin sekali menyerang Jaejoong saat itu juga namun ia mengingat Changmin yang menunggu mereka di ruang makan.
"Cepatlah bersiap sayang, Changmin sudah lapar" kata Yunho sambil berjalan keluar kamar. Jaejoong yang sejak tadi sadar akan keberadaan Yunho segera membuka matanya dan menatap punggung telanjang Yunho yang penuh dengan bekas cakarannya semalam.
Jaejoong menghela napas dan berjalan menuju kamar mandi tanpa menggunakan jubah tidur yang Yunho siapkan untuknya tadi. Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi masih dengan tubuh telanjang namun dengan wajah yang lebih segar dan berniat mencari pakaian untuk dipakai. Namun, matanya terhenti pada jubah tidur yang Yunho siapkan untuknya yang tergeletak di atas kasur. Jaejoong mengambil dan mengenakan jubah tidur itu dengan ekspresi malas. Ia malas untuk bergerak lebih banyak lagi, bokongnya sakit dan ia harus memasak untuk Changmin. Ditambah lagi Changmin yang pasti sudah menunggunya sedari tadi. Untuk itu jubah tidur itu adalah pilihan terbaik. Ia menghemat waktu dan membuatnya bisa menghindari rasa sakit di bokongnya. Akhirnya, Jaejoong berjalan keluar kamar dengan penuh pemikiran bahwa ia dan Yunho sangat jarang berpakaian lengkap jika berada di rumah dan mengingat alasannya, Jaejoong hanya bisa mendengus pelan.
TBC
A/N :
Terima kasih untuk yang sudah review dan fav. Maaf saya tidak bisa membalas reviewnya satu per satu. Sebelumnya saya minta maaf jika membutuhkan waktu lama untuk update ff ini. Untuk kedepannya update-an nya juga akan membutuhkan waktu lama jadi tolong dimaklumi.
