" Shin-chan, makan malam hari ini apa?"

" Kare kesukaanmu"

" Asyikkk! Shin-chan tau aja deh, apa yang kumau! Aku sayanggggg banget sama Shin-chan!"

" Hei, jangan pegang – pegang! Aku lagi masak nih!"

" Sumpah, kalian berdua udah kayak suami istri pengantin baru"


Aidoru Kara, Yurushimasu!

Season 2


Takao Kazunari, salah seorang idol anggota duo TenshiS yang sangat populer, dimana CD single terbaru mereka dapat terjual lebih dari satu juta kopi dalam satu minggu. Seorang idol yang terkenal karena image cerah dan polosnya, yang keimutannya menandingi seorang malaikat asli sekalipun.

Midorima Shintarou, seorang siswa SMA biasa yang terkenal dengan imagenya yang perfect, dalam hal belajar, olahraga, maupun sifat. Seorang pangeran yang kalem, tenang, cool, yang menjalani hari – harinya seperti biasa, tanpa tertarik pada hal apapun yang menurutnya tidak berguna bagi masa depannya.

Tidak akan ada yang menyangka, dua sosok manusia ini..

.. sekarang sedang sibuk bertengkar saling menjambak didapur rumah Takao.

" Makanya! Sudah kubilang aku ini Takao!"

" Kau dan 'Takao' itu beda!"

" Shin-chan jahat! tiran! Kacamata!

Semua terjadi karena satu komentar dari Himuro Tatsuya, teman serumah sekaligus partner Takao di TenshiS

" Sumpah, kalian berdua udah kayak suami istri pengantin baru"

Yang langsung dijawab Midorima dengan

" Enak saja, aku Cuma mau menikah dengan Takao. Bukan dengan bocah dekil ini"

Takao yang disebut sebut sebagai bocah dekil tentu saja tidak terima, dan terjadilah perkelahian barusan.

Berikut kilas balik dari episode – spisode sebelumnya:

Takao si idol super populer yang terkenal dengan image malaikatnya, sebenarnya adalah bocah sombong yang egois, dengan sifat yang sangat buruk, berkebalikan dengan sosoknya sebagai idol.

Midorima yang dikenal oleh teman – temannya sebagai anti-fan tenshiS, sebenarnya adalah fans berat Takao. Dengan kata lain, ia seorang closet otaku. Oh, dan jangan lupakan humu. Otaku humu dengan 2D complex.

Jadi, sang nasib membawa mereka berdua untuk bertemu, dannn.. beginilah jadinya. Midorima yang mengetahui sifat asli Takao, menganggap Takao sebagai penipu yang berpura – pura sebagai 'Takao' idolanya. Takao yang terbawa emosi karena diremehkan Midorima, akhirnya memperkerjakan cowok berambut hijau tersebut sebagai pembantu di rumahnya. Hal ini terjadi dua bulan yang lalu.

Dan sekarang, entah mereka sudah bisa dibilang akrab atau malah..

" Kalau kau berisik lagi, kau tidak akan dapat jatah makan malam hari ini!" ancam Midorima

" Apaaa? Jangannnn! Huhu iyaaa aku yang salah deh, Shin-chann!" Takao tampak panik, sambil lalu memeluk perut cowok berkacamata yang lebih tinggi darinya itu.

.. sebenarnya, mungkin mereka malah jadi terlalu akrab,

Kalau mengesampingkan obsesi Midorima pada Takao dua dimensinya.

.

" Kau ini semakin lama semakin kekanakan dan manja saja!" omel Midorima saat mereka sedang menikmati makan malam mereka di meja makan.

" Aku kan memang masih anak – anak~" Takao mengunyah karenya dengan senyum merekah. " lagipula, sebagai idol terkenal yang super imut, boleh dong aku manja! Toh, semua orang pasti akan mengabulkan permintaanku~"

" Mati sana"

" Shin-chan jahat! kalau aku mati, nanti Takao yang kau suka itu juga mati tahu!"

Midorima kicep. Ia masih tidak mau mengakui Takao didepannya sebagai Takao.

"Tapi iya sih, kalau nggak ada Midorima-san, kita bisa mati kelaparan.." Himuro menyantap makan malamnya dengan tenang. " Terus nggak ada yang bersih – bersih, nyuci, jemur, masak, sama bisa disuruh – suruh"

Sebagai murid SMA kelas 1 biasa, kemampuan mengurus rumah Midorima memang sudah setara dengan kualifikasi pembantu level A.

" Huh, awalnya ku tidak mau bekerja disini, tapi kata Oha Asa pekerjaan ini feng shuinya bagus, jadi.." Midorima agak merona karena pujian Himuro barusan.

" Ih Shin-chan malu – malu kucing ya~"

" Diam kamu!"

" Sumpah, kalian berdua kayak.." Himuro belum sempat menyelesaikan ucapannya, saat ditatap dengan garang oleh kedua temannya tersebut.

" Kayak apa!?" keduanya berteriak galak

" Kayak.. ibu dan anak kok"

Yah, paling tidak ,mereka jadi sedikit lebih akrab dari season kemaren..

.

Kuroko Tetsuya, manajer mereka, pulang larut malam itu. Saat mereka sudah menghabiskan makan malam mereka dan bersantai – santai seperti biasa sementara Midorima mencucui piring dan beres – beres.

" Kalian akan mendapatkan single baru", katanya, dengan ekspresi letih

" Wah, yang benar, tet-chan!?"

" Wah, akhirnya!"

" Single baru Tenshis?" Midorima ikut senang, membayangkan suara merdu Takaonya.

" Iya, semua ini karena Himuro – kun" Kuroko tersenyum. " Kalian jadi benar – benar terkenal sekarang"

" Aku?" Himuro menunjuk dirinya sendiri

" Iya, karena acaramu dan Murasakibara – kun itu.."

.

" Acara khusus hari ini, duel masak panas antara pembawa acara 'Dapur Tampan', Himuro tatsuya, dan pembawa acara 'Masak Bareng Mukkun', Murasakibara Atsushi! Menurut kabar, yang kalah, acaranya akan dihentikan! Bagaimanakah kira – kira hasil pertandingan ini? jangan beranjak dari televisi anda!"

" Tidak kusangka kau serius menerima tantanganku" Himuro tersenyum pada pria tinggi didepannya yang sekarang sedang mengenakan baju koki.

" Kan kau yang menantangku dengan serius begitu, aku sih terima terima saja" balas Murasakibara kalem

'Padahal aku sebenarnya Cuma bercanda', Himuro membatin dalam hati.

.

" Mari kita lihat sisi tim Himuro tatsuya sekarang! Himuro-kun, apa yang sedang kau buat?" pembawa acara mengacungkan micnya pada Himuro yang berpose didepan stand masak timnya, yang terdiri dari dia dan Sakurai.

Himuro mengibaskan poninya.

" Ra-ha-sia~"

" Aduh! Gantengnya! Baiklah, kalau Murasakibara-kun?"

" Cremee brule dengan topping strawberry banana crispy" jawab Murasakibra tanpa beranjak dari kegiatan memasaknya yang terlihat profesional. Timnya terdiri dari dia dan Satsuki Momoi, asistennya yang berambut pink panjang.

" Kya! Yang ini juga ganteng! Baiklah pemirsa, siapa kira – kira yang akan menang? Aduh, saya tidak sabar melihat hasil masakan orang – orang ganteng seperti mereka!"

Sebenarnya kalau diperhatikan, yang benar – benar memasak hanyalah Sakurai dan Murasakibara. Sementara Himuro sibuk berpose memasak kalau disorot kamera, dan Momoi hanya bisa membuat dapur Murasakibara terlihat makin berantakan.

Tapi, yah, siapa peduli, yang penting dua kokinya ganteng..

( Lagi – lagi, acara masak macam apa ini?)

.

" Waktunya habisss! Bisa kita lihat, disisi Himuro tersaji.. crepes black forest dan Murasakibara dengan Cremee brule dengan topping strawberry banana crispy nya! Dua – duanya benar – benar terlihat lezat dan menggiurkan! Seperti yang memasaknya, fufu.."

" Nah, ayo kita persilakan para juri untuk mencicipinya~"

Saat kamera sibuk menyorot para juri yang sedang menyantap masakan mereka berdua, Himuro dan Muraskibara berdiri bersebelahan dibelakang.

" Apapun hasilnya, semoga yang terbaik yang menang ya, Murasakibara-kun" Himuro tersenyum lagi

Murasakibara balik menatapnya malas. " Apanya, kau kan sama sekali tidak memasak tadi. Dasar tukang bohong"

" Aku kan tidak bilang akan memasak"

" Tetap saja, aku tidak suka – "

" Apa ini? rupanya saat kita sedang sibuk dengan para juri, Himuro-kun dan Murasakibara-kun sedang sibuk berdebat! Apa yang sedang kalian bicarakan, Himuro-kun? Murasakibara-kun?" tiba – tiba kamera dan pembawa acara berbalik fokus pada mereka.

Murasakibara langsung menjawab. " Dia tidak bisa ma.."

Dan mulutnya langsung ditutup oleh sentuhan jari telunjuk Himuro kini berdiri dihadapannya. Walaupun harus sedikit berjinjit agar tangannya dapat mencapai bibir Murasakibara.

" Sssttt.." titah Himuro, dengan suara merdunya. " Biar aku yang bilang sendiri, Ok?"

Murasakibara tidak menyangka kalau Himuro tipe orang yang akan membeberkan rahasianya sendiri pada khalayak ramai seperti ini. tapi ia lalu mengangguk.

" Apa apa? Ada apa Himuro-kun?" sementara pembawa acara tampak tidak sabaran dengan apa yang akan diutarakan Himuro.

" Sebenarnya.." Himuro berkedip manis. " Dia baru saja menyatakan perasaannya padaku"

Hening.

Semuanya tidak dapat berkata. Murasakibara melotot.

Himuro tersenyum inosen seperti biasanya.

" Hei!" Murasakibara akhirnya protes. " Jangan aneh – aneh, aku kan tadi mau bilang kalau kau itu —"

Dan bibirnya lalu dibungkam lagi, namun kali ini oleh kecupan singkat bibir Himuro pada bibirnya sendiri. Dengan kata lain, mereka berciuman, didepan semua kru acara yang melongo menyaksikan hal tersebut.

" Dia mau bilang, kalau aku.. menerimanya"

Tanpa dikomando, semua orang yang ada disana pun kontan bertepuk tangan sambil berteriak heboh.

Murasakibara masih shock dan tidak bisa berkata apa – apa.

" Tidak bisa dipercaya! Pertandingan panas ini ternyata berakibat cinlok pada kedua artis kita ini! Tapi karena mereka sama – sama ganteng.. mereka sangat serasi! Kyaa! Ternyata Murasakibara agresif juga, menyatakan perasaannya di tengah acara seperti ini! Mari kita doakan agar mereka berbahagia kedepannya!" pembawa acara sibuk berfanboy ria (sebut saja nama pembawa acaranya Mibuchi Reo)

Para juri yang diacuhkan masih melongo.

Acara pun berakhir tanpa ada komentar dari para juri, apalagi nilai dan kejelasan tentang siapa yang menang di acara tersebut. Yang penting, semuanya bahagia.

(TOLONG, INI SEBENARNYA ACARA MASAK MACAM APA?)

.

Akibat kejadian itu, karir Himuro dan Murasakibara melejit. Mereka dielu – elukan sebagai pasangan paling sensasional abad ini. Bahkan, alih – alih dihentikan, mereka berdua pun diberi acara masak sendiri, khusus untuk mereka berdua, berjudul ' Dapur Cinta Takkun dan Mukkun'. Tentu saja dengan rating yang super tinggi.

Murasakibara sebenarnya tidak mau, tapi berhubung karirnya langsung naik tingkatan dan ia serta Himuro ditawari menjadi bintang iklan snack Maiubo kesukaannya, ia akhirnya cuek. Walaupun ia harus bermesraan dengan Himuro apabila berada didepan publik.

Yang jelas ia tahu betul, Himuro tatsuya itu.. iblis cerdik bertampang malaikat.

.

" Haha, tidak kusangka rencana dadakanku waktu itu bisa berdampak baik seperti ini" Himuro terkekeh mengingat semua kejadian barusan. Sekarang ia, Takao, Kuroko dan Midorima sedang duduk melingkar meja diatas karpet ruang tengah, berdiskusi.

" Kau memang bisa diandalkan Himuro-kun" Kuroko mengacungkan jempolnya.

Midorima hanya bisa merasa kasihan pada Murasakibara.

" Kalau begitu, apa aku juga pacaran ya~ biar aku bisa makin populer lagi.." Takao ikut – ikutan. Midorima memandangnya horor. Ia langsung memegang erat bahu Takao dengan ekspresi membunuh.

"AKU TIDAK TERIMA KALAU TAKAO-KU PUNYA PACAR!"

" Arara.. Shin-chan jealous?" Takao berkedip jahil

" Enak saja! Tapi kalau Takao my angel punya pacar.. aku..mau bunuh diri saja!" Midorima tersedu – sedu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Yah, secara tidak langsung dia mengakui kalau Takao didepannya sama dengan Takao idolanya.

" Yasudah, kalau begitu aku jadi pacar Shin-chan saja ah~!" Takao malah tertawa riang sambil memeluk Midorima dari depan, masih dalam posisi duduk. Nyaris saja Midorima jatuh terjerembab. Anak hyperaktif didepannya itu memang memiliki tenaga yang tidak bisa diremehkan. Yah, Midorima masih ingat saat pertama kali bertemu dengannya, Takao menghabisi segerombolan preman berbadan besar sekaligus.

" Gimana Shin-chan? Kau senang kan?" Takao tersenyum sambil mendekati wajah Midorima lagi

" Aku menolak"

" Eh?"

" Mana mau aku pacaran dengan anak – anak sepertimu"

" Shin-chan tapi umur kita kan sama!"

" Maaf, tapi aku udah punya waifu" Midorima menunjuk foto Takao versi idola super inosen yang ia simpan disaku kemejanya.

" yang kau bilang waifu itu kan akuu! Akuu!"

Himuro dan Kuroko hanya memandang mereka bosan.

Bagaimanapun, adu argumentasi seperti ini terjadi hampir setiap hari. Sampai rasanya malas untuk menengahi mereka.

Mungkin pembaca juga sudah mulai bosan juga ya?

.

" Stop! Dengarkan aku dulu" Kuroko akhirnya menghentikan pertengkaran mereka. " Takao-kun, aku sebenarnya punya proyek untukmu"

" Eh? Apa? Apa?" sahut Takao yang masih berada diatas pangkuan Midorima sehabis bertengkar tadi. Yah, Himuro dan Kuroko juga sudah kebal dengan pemandangan seperti ini kok..

" Jadi, single terbaru ini.." Kuroko menarik napas. " .. liriknya akan ditulis olehmu, Takao-kun"

" Apa!?"

Takao bergidik sambil merapatkan badannya pada Midorima. Midorima kesal, tapi ia terlalu malas untuk mendorong anak didepannya jauh – jauh.

" Itu mustahil Tet-chan! Aku tidak bisa!"

" Tapi kalau kita bilang kau yang menulis liriknya, kepopuleranmu, dan penjualan single ini akan bertambah!" Kuroko menggebrak meja. " kau cukup membuat lirik percintaan yang manis, yang sesuai dengan image-mu!"

" Tapi aku tidak bisaaa!" Takao makin panik. " Kau kan tahu nilai bahasa jepangku jeblok?"

" Tenang saja, Takao" Himuro menepuk pundak Takao sambil tersenyum.

" Tatsu-chan! Ya, ya! Kau kan cerdas! Ada ide apa?"

" Kau tinggal menyuruh Midorima-kun saja yang bikin liriknya"

"Eh?"

Himuro tatsuya, jago memanfaatkan orang lain.

.

" Kenapa aku?" Midorima membetulkan kacamatanya yang tadi melorot.

" Soalnya kau kan fans berat Takao. Kau tinggal menulis lirik yang menurutmu akan ditulis oleh Takao malaikatmu itu~" Himuro mengacungkan jempolnya.

" Aku menolak"

" Kalau kau bisa menyelesaikan lirik itu, aku akan memberikanmu bocoran Oha-Asa untuk sebulan"

Midorima agak tergoda.

" Dan kalau hasilnya bagus, akan kuberi merchandise Takao apapun yang kau minta"

Sial. Midorima menunduk kalah.

Dari dulu, strategi ini selalu berhasil mengerjainya.

.

" Jadi sepakat ya! Midorima-kun yang akan mengerjakan liriknya!"

" Yeay!" Himuro dan Takao berhigh five.

Midorima cemberut.

" Deadlinenya minggu depan ya, Midorima-kun"

" Benar kata Oha Asa tadi pagi.. ini hari yang sial bagi Cancer. Kau akan mendapatkan limpahan tanggung jawab yang semaunya"

" Ah, Midorima-kun ini" Kuroko tersenyum tipis. " aku juga nonton oha-asa tadi pagi kok. Katanya, untuk aquarius, manfaatkanlah semua yang ada disekelilingmu"

Oha-Asa memang selalu benar

.

Sejak saat itu Midorima berkelana untuk berlatih membuat lirik. Bertapa di gunung, berguru pada kakek mesum berkacamata hitam yang membawa – bawa tempurung kura – kura. Nggak ding, dia hanya jadi sering melamun, mencari inspirasi untuk lirik lagu tersebut.

Sikapnya yang seperti orang galau itu, mengakibatkan munculnya kesalahpahaman bagi orang – orang disekitarnya.

Bagi mereka, Midorima seperti sedang jatuh cinta.

Jelas, satu sekolah langsung geger karena Midorima yang dingin itu bisa sampai jatuh cinta. Malah sebenarnya ia sudah digosipkan sebagai humu. Yah, walaupun nggak salah juga sih..

Ootsubo, sebagai senpai yang cukup dekat dengan Midorima, akhirnya memberanikan diri menanyakan tentang hal tersebut.

" Mido, kok kamu kayak galau gitu sih? Lagi mikirin apa?"

Midorima diam.

" Mido?"

" Kupikir aku telah benar – benar mengenalnya.."

" Hah?" Kenal? Kenal siapa?

" Tapi entah kenapa aku tidak bisa menyalurkannya lewat kata – kata"

Kata- kata? Hmm? Tunggu sebentar.. apa itu artinya..

MIDORIMA MAU NEMBAK CEWEK!?

(Bukan, dia Cuma galau tentang lirik buat Takao kok)

" Mi..Mido? tunggu, apa maksudmu.."

" Apa ini artinya aku tidak benar – benar mencintainya?"

Karena itu aku tidak bisa menulis lirik yang benar – benar menggambarkannya?

Sebagai fans sejati, aku merasa tidak berguna

Apa karena Takao adalah makhluk Tuhan yang paling perfect minta ampun yang turun dari langit sana, sampai kata – kata dari bahasa manusia tidak mampu mengungkapkan keimutannya?

Midorima menunduk penuh kegalauan. Ootsubo langsung merasa seperti tersambar petir.

" MIDORIMA!" Ootsubo memegang bahu Midorima panik. " Tenang saja! Aku berada dipihakmu! Dia pasti mengerti! Pasti tersampaikan kok!"

Ootsubo berteriak setengah terharu. Midorima, Midorima yang itu, curhat padanya masalah percintaannya!

Midorima akhirnya menaikkan kembali pandangannya. Ia menatap ootsubo dengan mata bersinar.

" Senpai..benarkah?"

" Tentu saja! Kau mungkin tidak sesempurna yang orang bayangkan, tapi dia pasti akan menerimamu apa adanya! Termasuk semua kelemahanmu!"

" Apa.. adanya?"

" Benar, karena itulah kau juga menyukainya 'kan? Karena kau juga mencintai orang itu apa adanya!"

Aku mencintai Takao.. apa adanya?

Tiba – tiba terlintas wajah asli Takao idolanya, dengan kata lain, Takao yang biasanya. Bocah songong tukang tipu yang seenaknya itu.

Midorima langsung geleng – geleng kepala.

" Tidak, tidak, jangan pikirkan si bocah dekil itu lagi.." gumam Midorima.

Dan sayangnya, Ootsubo mendengarnya.

'BOCAH?' Ootsubo melotot. Jangan – jangan, orang yang Midorima sukai itu.. Midorima itu.. LOLICON!?

Ootsubo nyaris pingsan, ngeri membayangkannya. Midorima malah mendapatkan ide dari percakapan ambiguaynya dengan senpainya tadi.

" Yang penting aku cukup jadi diriku 'kan? Senpai!"

Ootsubo mengangguk. Setelah mengucapkan terima kasih, Midorima langsung pergi menghilang. Ootsubo Cuma bisa menatap punggung Midorima dengan nanar.

" Aku doakan semoga kamu bahagia.. Midorima.."

" Walaupun.. umur kalian berbeda jauh.."

Sepertinya, ootsubo-senpai benar – benar salah paham sesalah – salahnya.

.

Setelah begadang selama beberapa hari ditambah gangguan dari Takao yang penasaran dan Himuro yang menjahilinya, Midorima akhirnya berhasil menyelesaikan lirik keramatnya tersebut.

Yah, sebenarnya dia tidak terlalu percaya diri dengan lirik buatannya itu sih.

Tapi mau membuat ulang juga sudah tidak ada waktu lagi, karena besok siang lirik tersebut sudah harus jadi dan ia antarkan dengan selamat tepat waktu ke Takao. Dan sekarang jam dinding di kamar Midorima telah menunjukkan waktu tepat jam sembilan malam.

Merasa gelisah, akhirnya Midorima memutuskan untuk jalan – jalan malam sebentar, sekalian refreshing. Pilihannya jatuh ke taman yang berada dekat dengan rumahnya.

Saat ia sampai, taman tersebut dalam keadaan sepi. Wajar, berhubung sekarang sudah cukup larut malam. Tidak ada orang selain dirinya disana. Akhirnya ia duduk di salah satu bangku yang ada di taman tersebut, sambil memandangi kertas yang berisi lirik buatannya.

" Apa lirik ini cukup ya.." Midorima bergumam pada dirinya sendiri. Gimana ya, ini kan pertama kalinya dia membuat lirik. Apalagi buat yang tercinta.

(bukan, bukan Takao yang 'itu')

" Hah.. semoga dia suka" menggigil karena suhu dimalam hari yang turun cukup drastis, Midorima memutuskan untuk beranjak pulang.

Namun saat ia akan melangkah pergi, ia melihat seorang pria berambut merah dengan sedang berdiri tepat beberapa meter didepannya. Aneh juga di maam hari seperti ini masih ada orang lain di taman seperti ini. Dan yang menarik perhatian Midorima adalah, mata pria itu yang berbeda warna. Yang satu semerah darah, dan satu lagi kuning keemasan seperti rembulan yang bersinar diatas mereka. Mata hijau Midorima bertatapan selama beberapa detik dengan kedua mata heterokromatik tersebut, sebelum...

Angin menerpa tubuh mereka berdua, dan kertas lirik yang ia bawa terlepas dari tangan Midorima, terbang menembus langit malam.

Kertas tersebut jatuh tepat dibawah kaki sang cowok bermata beda warna, yang mengambilnya dengan tanpa ekspresi. Dan membacanya.

Midorima panik.

Gawat, kalau ketahuan aku membawa lirik cinta – cintaan alay seperti itu, atau yang lebih parah, ketahuan kalau aku yang membuatnya, bisa hancur reputasiku!

Sial sekali nasibnya malam ini.

Setengan gemetaran, ia melangkah maju mendekati cowok didepannya yang lebih pendek darinya itu, berusaha meminta kembali lirik buatannya.

" Em.. maaf, kertasnya.."

" Payah"

Midorima terkejut mendengar satu kata yang keluar dari cowok itu.

" Eh?"

" Ini lirik lagu 'kan? Payah banget, ngga artistik sama sekali, yang bikin pasti Cuma bisa ngegombal. Alay"

Dan berturut – turut keluarlah kata – kata hinaan, meluncur dari mulut kecil cowok itu. Yang tentu saja langsung ngejleb, menusuk tepat ke hati Midorima sebagai pembuat lirik tersebut.

" Ini sampah"

Dan dengan melodramatisnya, cowok itu berjalan melewati Midorima sambil membuang kertas itu dengan tatapan yang oh-sombongnya-minta-dibunuh. Begitu Midorima yang lepas dari shocknya berbalik, cowok itu telah menghilang dari taman tersebut.

" Apa – apaan, dia itu.."

Memang, ini pertama kalinya Midorima membuat lirik. Dan ia mengakui bahwa liriknya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Tapi nggak perlu sejahat itu juga kali mengomentari hasil kerja kerasnya beberapa malam ini?

Tiba – tiba Midorima merasakan amarahnyamenggebu – gebu. Ia tidak terima dikatai begitu oleh pria pendek sok tau itu!

Mengatai liriknya, sama saja dengan menghina cintanya pada Takao!

Dalam luapan emosinya, Midorima tersenyum licik untuk pertama kalinya.

" Lihat saja, akan kutunjukkan lirik yang pasti akan membuatnya bungkam"

.

Midorima menghabiskan malam terakhirnya sebelum deadline dengan merevisi ulang dari awal lirik buatannya, walaupun menyita waku tidurnya. Pokoknya ia menuangkan semua cinta, perasaan, emosi, dan kreatifitasnya demi lirik tersebut.

Tepat di hari rekaman, dengan bangga ia membawa lirik itu ke tempat rekaman, sepulang sekolah. Namun ternyata, lagi – lagi ada gangguan dalam perjalanan.

Lucky item Midorima hari itu yang berupa gelas kaca, jatuh dan pecah berkeping – keping saat ia sedang menuruni tangga sekolahnya. Midorima hanya bisa menjerit pasrah, apalagi Kuroko sudah meneleponnya berkali – kali dan mewanti–wanti agar ia segera sampai di studio rekaman. Terpaksa ia mengacuhkan pecahan lucky itemnya tersebut (dan membiarkan petugas kebersihan saja yang membereskannya, sungguh tidak bertanggung jawab) dan segera capcus ke studio naik taksi.

Cuma memang namanya sial, taksi yang ia tumpangi kena tilang oleh polisi karena menerjang lampu merah (atas paksaan mido dengan alasan buru – buru). Taksi tertahan ditepi jalan setelah diberhentikan oleh pak polisi yang dengan beraninya berdiri ditengah jalan menghadang taksi tersebut.

" Kalian paham apa kesalahan kalian?" suara berat pak polisi tersebut terdengar saat supir taksi yang ditumpangi Midorima membuka kaca jendelanya.

" Ehm.. i-iya pak" supir taksi hanya bisa tergagap menghadapi pak polisi bertampang garang seperti preman itu.

Midorima menatap sebal pada polisi tersebut. Nggak tahu apa orang lagi buru – buru, pikirnya egois. Tapi setelah dilihat – lihat kok, pak polisinya remang ya? Maksudnya, kulitnya gelap – gelap dakian gitu.. kayak pernah denger dimanaaa, gitu..

" Kamu kena denda! Sebentar, saya tulis surat tilangnya dulu.." pak polisi itupun tanpa basa basi mengeluarkan buku tilangnya dari saku dan.. srett, sesuatu terjatuh dari buku tersebut, berbentuk sebuah kertas yang melayang tepat kearah kursi penumpang, yang langsung dipungut oleh Midorima.

Midorima melotot.

Foto Kise Ryouta!?

Kise yang.. Kise yang itu!?

(cuplikan season sebelumnya)

Kise Ryouta, 16 tahun, model papan atas yang sangat terkenal dengan imagenya yang polos,ramah tapi berkharisma.

Siapa sangka, sosok aslinya..

Ternyata egois, berego tinggi, dan suka mengeluh. Walaupun cerewetnya sama saja sih..

" Iya, tau nggak, kemaren aku ditilang ama polisi guanteng! Mana pas kukedipin dia salting lagi, hihi, pengen deh rasanya jadiin dia pembantuku juga.. emang sih, kulitnya gosong rada dakian gitu, tapi malah jadi tambah gemes 'kan, buat ngejadiin dia budak. Eh tapi nggak jadi ding, ntar dia tau sifat asliku lagi~ aku kan malu~"

Otak Midorima langsung mereka ulang pertemuannya dengan si model terkenal Kise Ryota tersebut. Yang sebenarnya sih ia berharap ia tidak pernah mengingatnya lagi.

Dan kenapa si polisi ini bisa punya foto Kise?

Jangan – jangan..

" Oi, kembalikan!" polisi remang tersebut rupanya baru menyadari kalau fotonya terjatuh ketangan Midorima. Ia berlagak seperti preman sedang memalak, padahal ia kan polisi. Mukanya memang remang, tapi masih bisa terlihat semburat merah tipis dipipinya.

" Pak polisi.. jangan – jangan.." Midorima langsung turun dari taksi, dan berdiri menatap polisi tersebut dengan mata penuh kecurigaan. Pak polisi yang ditatap pun hanya bisa kicep.

" Jangan – jangan.. kamu fans Kise ya?"

JGERRRR

Si polisi bak pencuri yang ketahuan sedang maling jemuran. Yah gimana mau berkelit, orang dari saku polisi itu.. terlihat masih banyak terselip foto – foto Kise lainnya.

Ia pun jatuh berlutut menerima serangan tuduhan Midorima

" Bukan begitu! Ini.. ini semua barang sitaan! Aku bukan humu! Aku nggak suka idol cowok!" rupanya dia masih mencoba mencari alasan, walaupun tampak pasrah.

Midorima pun ikut duduk dan menepuk pundak polisi itu.

" Tenang saja, tidak apa – apa kok" Midorima menatapnya dengan mata serius. Ia lalu mengeluarkan sesuatu dari saku seragamnya.

" Karena sebenarnya aku juga..!"

Midorima pun memamerkan kumpulan foto Takao koleksinya yang selalu ia bawa – bawa di sakunya kapanpun dan kemanapun. Sekali lagi diingatkan, Takao yang versi idol ya, bukan versi rumahan.

Aomine balik menatap Midorima dengan mata berbinar.

"WE'RE FRIENDS!"

Mereka lalu berjabat tangan dengan penuh semangat.

Sementara si supir taksi langsung tancap gas dan kabur sebelum Midorima dan polisi itu sadar dari dunia mereka dengan misdirectionnya (sebut saja nama supir itu Mayuzumi Chihiro)

.

" Sialan! Si supir itu kabur sebelum gue tilang!" pak polisi, yang sekarang sudah kita ketahui namanya adalah Aomine Daiki, setelah berkenalan dengan Midorima barusan, menendang – nendang trotoar.

" Iya anjrit, aku mesti buru – buru ke studio lagi sekarang!" Midorima ikut marah – marah. Masalahnya, dari tadi tidak ada taksi lain yang lewat. Entah mereka sedang sibuk demo didepan gedung DPR atau memang mereka menjauhi daerah kekuasaan Aomine ini..

" Lo sih tadi tau – tau gue jadi lupa kan ah lepas deh mangsa gue! Lagian lo ngapain sih buru – buru ke studio gitu! Studio apaan? Studio foto? Narsis lu"

" Studio rekaman tau! Iya soalnya.." Midorima berpikir sejenak.

" Eh.. kamu mau nggak, ketemu sama Kise?"

.

" Wanjir, gue bilang gue emang pengen banget ketemu Kise lagi, tapi nggak gini juga kali caranya!" teriak Aomine dengan napas tersengal – sengal.

Rupanya ia kini sedang menarik sepeda yang tersambung dengan gerobak yang dinaiki Midorima. Tampak familiar?

" Ya lo sih masa polisi nggak punya motor polisi atau mobil polisi sih? Kendaraan yang nganggur yang kita temuin Cuma ada ini tau!"

" Men mana gue tau, motor gue kan lagi dibengkel! Ergh.." Aomine makin sesak napas saat melihat ada tanjakan yang harus didaki didepan matanya. Gowes, gowes..

" Udah cepetan jangan banyak omong biar kita cepet sampe dan lo ketemu Kise!"

Gowes, gowes, gowes.

Yang namanya fans itu, rela berkorban demi idolnya.

.

" Midorima –kun! Lama banget sih nyampenya! Udah ditunggu dari tadi nih!" begitu sampai, mereka langsung dihadang oleh sosok Kuroko dengan aura hitam dibelakangnya.

" Maaf, tadi ada gangguan sedikit di jalan.. aku dibantu sama pak polisi ini" jawab Midorima kalem, sambil menunjuk Aomine yang masih ngos – ngosan dibelakangnya.

" Woi.. hosh.. gue mau nganter lo karena.. hosh.. lo janji bakal nemuin gue sama Kise! Awas kalo.. hosh.. lo boong" Aomine sudah kelihatan mau rubuh, namun masih bisa mengancam

" Kise – kun? Kalau Kise – kun sih ada di dalam.."

" SERIUS!?" Aomine yang tadi seperti mau mati langsung segar bugar dan joget kegirangan. Tak lupa sisiran dan bedakan sebelum bertemu dengan idolanya tersebut.

Kuroko menatapnya jijik.

" Midorima – kun, lain kali kalau bawa teman pilih – pilih dong.."

.

" Shin – chan! Lamaaa! Aku sudah tunggu dari tadii!" begitu masuk kedalam studio, giliran Takao, Himuro dan Kise yang menyambut mereka.

" Loh, itu siapa?"

Aomine yang ditunjuk ternyata sedang megap – megap memandangi sosok Kise idolanya yang sedang berdiri didepannya dan tampak bersinar.

" Tadi dia membantuku sampai kesini, dia.." belum selesai Midorima menjelaskan, Aomine langsung melesat maju dan memegang tangan Kise.

" A.. aku Aomine Daiki dari kepolisian divisi lalu lintas! Um.. a..aku penggemar beratmu.. rasanya terharu berbicara langsung denganmu!" Aomine langsung nyerocos dengan gagapnya.

Hening.

Kise menatapnya sejenak.

Mido ikut megap – megap, khawatir Kise membuka sifat aslinya didepan polisi malang ini.

" Ohh, iya, waktu itu saya pernah ditilang sama pak polisi kan? Aku masih ingat-ssu! Jadi rupanya pak polisi penggemarku! Kyaa! Aku juga senang sekali-ssu!"

Rupanya Kise menjawab dengan senyum modelnya yang bercahaya dan manis. Aomine kejang. Midorima menghembuskan napas lega.

" Makasih ya pak, udah ngebantuin teman saya! Pasti capek kan, ayo kita minum teh dulu-ssu" lanjutnya

" E-eh? Minum teh denganmu? nggak bisa, aku masih harus bertugas.. selain itu.. bisa – bisa aku mati kesenangan nanti.."

" Ayolah, Cuma sebentar saja tidak apa – apa kan-ssu! Aku masih ingin ngobrol dengan pak polisi~" Kise masih merayu sambil memberikan tatapan seduktifnya.

" Ba..baiklah kalau begitu.."

Untunglah Kise memperlakukan Aomine dengan baik.. Midorima mau tidak mau ikut senang.

Kise lalu mendorong Aomine keruang istirahatnya. Namun ia tiba – tiba berbalik menengok kearah Midorima.

" Pembantu, belikan minum buat aku dan pak polisi ya! Tehee!"

Kise memerintah dengan senyum malaikatnya

Midorima meremas kertas lirik yang dibawanya.

.

" jadi, lirik seperti apa yang kau buat, Shin-chan?" Takao yang dari tadi diam, akhirnya bertanya, sambil menggelayut disebelah Midorima.

" Ini" Midorima menyerahkan kertas lirik yang tadi diremasnya.

Takao langsung membaca kertas tersebut dengan mata tajamnya. Ekspresinya sesaat berubah.

" Ini.."

" Ya?" Midorima harap harap cemas

" Ini.. lagunya lumayan sih lucu, tapi kenapa ada gerobak gerobak segala?"

Bagi kalian yang penasaran, lirik tersebut..

..adalah lirik lagu Ace-sama ni Banzai, saudara – saudara.

While waiting at the stoplight, my losing streak gets updated
My winning percentage is an everlasting zero

He's calmly sipping on his shiruko again today

I think "it can't be helped" and keep pedaling

..yah, bagi yang belum tahu silahkan dicari.

" Aku membayangkan Takao dan aku satu sekolah, dan berpacaran. Lalu Takao menyebutku dengan ace-sama dan rela melakukan apa saja untuk mendapatkan cintaku! Benar – benar sesuai dengan image kyawaii Takao 'kan? Aku mendapat ide ini setelah menonton ulang season pertama anime Ku***o no Basket dan.."

" Shin-chan, aku cuma bisa bilang, fetishmu itu aneh"

.

Single Takao kali ini sebenarnya merupakan proyek kolaborasi dengan berbagai macam artis didalam satu album. Satu single dinyanyikan oleh dua orang penyanyi. Karena itu dalam rekaman hari ini, semua penyanyi yang terlibat dikumpulkan, dan baru diumumkan sistem seperti ini, dan pasangan yang akan menyanyikan single mereka.

"Ehhhh? Aku tidak berpasangan dengan Tatsu-chan?" Takao berteriak kaget. Wajar saja, mereka kan duo Tenshi, jadi ia berpikir ia akan otomatis dipasangkan dengan partnernya, Himuro.

" Sayang sekali Takao-kun, sistem duet penyanyi disini dipilih secara acak"

" Huuh, padahal aku berharap bisa menyanyikan ace-sama ni banzai bersama tatsu-chan"

" Himuro-kun dipasangkan dengan Murasakibara-kun karena pasar sedang banyak meminta mereka"

Midorima dan Takao facepalm. Himuro senyam senyum. Murasakibara yang sedang ada disitu kalem.

Apanya yang acak?

.

" Kalau begitu, siapa yang akan menjadi pasanganku?"

" Oh, mengenai hal itu, sebenarnya.."

Tok tok tok, pintu ruang tunggu mereka diketuk dari luar, dan tanpa menunggu ijin dari yang didalam, orang yang mengetuk langsung masuk dengan seenak udelnya.

Kacamata Midorima melorot.

Karena yang berdiri didepannya.. adalah cowok pendek kurang ajar tadi malam!

" Lama tidak berjumpa, Kazunari" cowok itu tersenyum. Senyum iblis. Midorima makin keki. Lagipula kenapa pula cowok itu memanggil Takao dengan sok akrab. Bu-bukannya dia jeles ato apa, ya.

" Akashi! Kau mau apa hah?" Takao, tidak seperti sikap biasanya yang dibuat – buat, menggebrak meja didepannya dengan kasar. Tatapannya penuh kebencian pada cowok tersebut.

" Aduh, jangan berteriak seperti itu didepan partnermu dong, tidak sopan" cowok itu membalas penuh sarkasme.

" Partner? Siapa yang partnermu? Cuih, aku tidak sudi!"

" Tapi Takao-kun, kau dan dia akan duet dalam single kali ini.." Kuroko menyela.

" APAAAAAA!?" kali ini Takao berteriak ala sinetron, tepatnya sinetron horror dimana pemeran utamanya pergi melawan naga menaiki elang.

" Kenapa begitu!? Aku tidak mau, pokoknya aku tidak mau sama dia!"

" sayang sekali, keputusan dari atas sudah bulat, Takao-kun"

Takao mendecih kesal. Sedangkan cowok berambut merah tampak menikmatinya.

" Oya oya, jangan begitu. Kau ini kan profesional, Kazunari. Tidak baik menentang keputusan atasan seperti itu"

" Aku tidak mau dikatai begitu olehmu!"

Suasana makin memanas. Kuroko memandang datar tanpa ekspresi. Himuro dan Murasakibara sibuk memakan snack mereka hari itu yang dibuatkan oleh Murasakibara, pie apel.

Midorima sendiri gelagapan. Ia juga tidak suka pada cowok itu, tapi baru kali ini ia melihat Takao benar – benar marah.. dan berekspresi seperti itu..

Sebenarnya cowok itu siapa?

" Kuroko.." akhirnya dia menoel Kuroko yang berdiri didepannya. " Dia ini siapa sih?"

Kali ini, cowok merah itu melotot. Sementara Takao tersenyum penuh kemenangan.

.

" Kau tidak kenal siapa AKU?" geram cowok itu murka. Kedua matanya yang berbeda warna memandang intens Midorima didepannya.

" Nggak tuh" jawab Midorima sekenanya.

Seketika, sebuah gunting terbang melayang, hampir mengenai dada Midorima, kalau saja Takao tidak menariknya menghindar. Kenapa dada, karena memang tinggi pemuda itu hanya sebatas dada Midorima saja.

Oke, sepertinya ada yang salah dengan cowok itu..

Midorima merinding, melihat cowok itu makin memandangnya penuh amarah.

" Beraninya kau tidak mengenalKU.."

" Shin-chan tidak apa – apa?" Takao memeluk lengan Midorima khawatir. Midorima balik memandangnya ketakutan.

" Takao.. dia ini apa sih?"

" Midorima-kun, kau tidak kenal Akashi seijuurou?" Kuroko masih berwajah datar. " Dia merupakan idola penyanyi papan atas yang terkenal dengan lagu 'Oyakoro' dan 'Zugatakai'nya. Imagenya egois, sombong, dan seenaknya, dan otoriter dengan catchphrase 'perintahku adalah absolut'. Bisa dibilang, dia adalah rival, sekaligus musuh bebuyutan Takao-kun di dunia entertainment"

" Begitulah. Dan bisa – bisanya kau tidak mengenaliKU yang FABULOUS ini" Akahi mengacungkan gunting keduanya.

"Oh, dan bagi yang membuatnya kesal atau membantah perintahnya, akan dilempar gunting oleh Akashi-kun" tambah Kuroko dengan info tidak penting yang membuat Midorima makin illfeel.

" Itu wajar, Akashi" Takao tersenyum, makin memeluk erat tangan Midorima yang dari tadi belum ia lepaskan. " Karena dimata Shin-chan, hanya ada aku!"

Akashi terserang shock. Ia mengernyitkan alisnya.

" Shin-chan? Siapa pemuda ini, Kazunari?"

" Shin-chan pacarku, Akashi!" Takao berujar lantang penuh kebanggaan, yang saat mau disanggah oleh Midorima, ia langsung diancam Takao untuk mengikuti kebohongannya. Mau tidak mau Midorima menurut dan mengangguk mantap.

" Pa..car?" Akashi tampak makin speechless.

.

" Yap! Shin-chan itu fansku yang paling hebat! Dan ia benar – benar mencintaiku! Makanya, ia tidak punya waktu untuk mengenali orang secebol dan sealay dirimu!"

" Astaga tinggi kita hanya beda tiga sentimeter ya!"

" Tapi tetap saja,karena itu sampai sekarang kau itu masih JOMBLO!"

"Jomblo.. Jomblo.. Jomblo.." Himuro dibelakang mengulang kata – kata tersebut agar terkesan menggema dikepala Akashi.

Harga diri Akashi memang sangat tinggi. Ia tampan, punya banyak fans, dan populer. Tapi pria hijau didepannya ini bahkan tidak mengenalinya dan.. memilih untuk berpacaran dengan kunyuk didepannya ini!?

Sementara dirinya harus menjomblo!

Kalau semua orang tahu dirinya jomblo dan Takao punya pacar, maka kesannya akan seperti dia tidak laku, dan bisa – bisa ia kalah populer dari Takao.

Harga diri Akashi kini terluka. Takao tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya ia bisa mengejek musuh bebuyutannya tersebut.

Akashi memandang pria berkacamata dan berambut hijau didepannya dengan seksama.

Sial, mana pacarnya ganteng lagi. Tinggi pula. Akashi harus bisa punya pacar yang lebih tampan darinya! Oh, atau mungkin..

" Hei kau! Shin-chan!" Akashi menunjuk Midorima.

" Namaku Midorima Shintarou" protes Midorima

" Ya kau! Shintarou! Kalau begitu, aku meminta kau jadi pacarku!"

Semua mata diruangan tersebut membelalak.

.

" Heh Akashi! Shin-chan itu pacarku!" Takao makin menggamit Midorima, tidak mau melepasnya.

" Terus? Akan lebih baik kalau ia berpindah menjadi pacarku 'kan? Secara, aku lebih kaya, lebih terkenal, lebih ganteng.." Akashi mulai narsis.

" Enak saja! Jangan merebut pacar orang ya!"

" Lho, justru dia akan lebih bahagia bersamaku daripada bersamamu!"

Akashi dan Takao makin beradu pandang penuh aura persaingan dan kebencian.

Midorima Cuma bisa meneguk ludah pasrah. Secara, mendadak ia diperbutkan begini. sepertinya hubungan mereka berdua benar – benar buruk.

" huh! Coba saja kalau bisa mengambilnya dariku! Dengar ya, pertemuanku dan Shin-chan itu bagaikan takdir tahu! Benar, di malam yang penuh taburan bintang itu..kamu dipertemukan secara romantis oleh sang dewa cinta! Ini cinta pada pandangan pertama!"

Uh, kalau yang dimaksud Takao adalah saat pertama ia bertemu dengan Midorima, dimana ia membabat segerombolan preman dengan mudahnya, sepertinya ia salah. Jelas salah.

" Takdir? Kalau begitu aku juga bisa! Kemarin malam aku baru saja bertemu dengan Shintarou di taman dengan hanya lampu taman dan hembusan angin menemani kami! Dan sekarang kami bertemu lagi, bukannya malah aku yang lebih ditakdirkan untuk Shintarou?"

Rupanya Akashi masih ingat pertemuannya dengan Midorima semalam. Dan Akashi, tolong, kamu juga sama salahnya dengan Takao.

.

" Kalau begitu, kita bertanding memperebutkan Shintarou!" tantang Akashi, seperti yang biasa dilakukan rival – rival di komik shoujo.

" Boloh saja! Sekalian kita tentukan siapa yang terbaik!" Takao tanpa pikir panjang juga langsung menerimanya.

Akashi melirik poster yang tertempel didinding ruang tunggu tersebut. " Baiklah, siapa yang menjadi pemenang di Utapri Award bulan depan akan mendapatkan Shintarou! Bagaimana?"

Utapri award adalah award tahunan yang diberikan kepada penyanyi terbaik seJepang. Walaupun sedikit melanggar hak cipta fandom sebelah juga.

" Sepakat!"

Dan Midorima, walaupun dari tadi ia sebenarnya sudah mengeluarkan berbagai macam sumpah serapah, hanya bisa diacuhkan oleh dua rival ini.

.

"A..anu.. rekamannya mau dimulai, Takao-kun, Akashi-kun, Himuro-kun, Murasakibara-kun", asisten yang bertugas memanggil mereka tampak berdiri kebingungan didepan pintu, heran melihat hawa panas yang keluar dari ruangan tersebut.

" Che, berisik! Kami akan pergi sekarang!" Akashi masih tampak kesal. Asisten tersebut makin ketakutan.

" Hahaha, Akashi-kun, jangan menakuti orang lain begitu" Himuro, yang sudah selesai menyantap pie apelnya, berusaha menenangkan keadaan disekitarnya.

" Kalau begitu, ayo kita pergi, Atsushi" Akashi berbalik badan, bersiap pergi.

" Eh?"

Himuro menatap Murasakibara yang berdiri, dan langsung berjalan pergi mengikuti perintah Akashi.

" Atsu..shi?" Himuro terhenyak menatap pria tinggi didepannya itu.

" Maaf muro-chin, begitulah, senang menghabiskan waktu denganmu, tapi sampai disini saja" Murasakibara menatapnya dingin.

" Apa maksudmu?"

" Selama ini, Atsushi diam saja menerima pura – pura jadi pacarmu karena perintahku, Himuro tatsuya" Akashi menengok, menampakkan seringainya. " Ia kutugaskan sebagai mata – mata dan juga.. sebagai salah satu alat penghancur kalian, duo tenshis, yang sangat kubenci"

" Apa.."

" Jadi, bagaimana rasanya dicampakkan? Himuro Tatsuya?" Akashi terkekeh. Sementara Himuro menatap Murasakibara tidak percaya.

" Kutunggu kalian diruang rekaman"

Dengan itu, Akashi pergi meninggalkan ruangan itu, diikuti oleh Murasakibara dibelakangnya.

.

" Ini bohong kan?" Himuro masih terbelalak. Memang, tadinya setelah rencana duel masaknya tidak berjalan dengan lancar dan ia memakai cara licik untuk bisa menang, ia bermaksud untuk mengakui kepada media massa bahwa itu semua hanya bercanda. Namun Murasakibara tidak protes dan memilih untuk mereka tetap pura – pura berpacaran. Murasakibara sendiri berasal dari rumah produksi yang sama dengan Akashi, wajar kalau mereka dekat, tapi Himuro tak menyangka begini jadinya.

" Tat-chan.. " Takao merasa tidak enak. Padahal seharusnya yang dibenci Akashi cukup dia seorang, tak perlu melibatkan Himuro segala.

" Beraninya.." Himuro menendang meja didepannya, menjatuhkan berbagai benda yang diletakkan diatasnya. " Beraninya mereka menipuku, Himuro Tatsuya ini!"

Tiba – tiba Himuro sudah berada dalam dark mode dimana ekspresinya benar – benar lebih menyeramkan dibanding preman manapun. Takao saja ketakutan.

" Akan kubuat mereka menyesal telah mempermainkanku" ia menengok ke Takao. " Kita harus menang dari Akashi di utapri Award nanti!"

Takao balas mengangguk.

"Ya!"

" Takao-kun, Himuro-kun, tolong jangan berlebihan dan membuat keributan.."

" Kalau kami menang nanti akan kusuruh Taiga kembali ke Jepang!" secara, Himuro itu kakak angkat Kagami Taiga, gebetan Kuroko.

" Aku mendukung kalian sepenuh hati sebagai manajer kalian!"

Dengan begitu, Kuroko pun setuju dengan penuh semangat.

Apa tidak ada yang peduli dengan nasibku? Pikir Midorima sedih.

.

" Kerja bagus Atsushi, aku akan mentraktirmu nanti" dilorong studio rekaman, Akashi tampak bercakap – cakap dengan Murasakibara Atsushi.

" Umm, kalau itu perintah Akachin, aku tidak bisa menolaknya. Karena kaulah yag memungutku untuk menjadi artis sampai jadi seperti sekarang ini"

" Fufufu, anak baik. Lihat saja nanti, akan kubuat Kazunari bersujud kalah didepanku! Dan akan kurebut Shintarou!"

" Hmm, padahal kalau cuma pacar pura – pura kau bisa memintaku, Akachin"

" Jangan bodoh, Atsushi. Aku tidak mau punya pacar ketinggian sepertimu. Nanti aku jadi terlihat kurang keren lagi. Dan lagi, aku ini seme! Akamido lebih pas untukku!"

Murasakibara hanya bisa menghela napas melihat sikap temannya yang satu ini. sekilas, bayangan Himuro melintas dikepalanya.

" Murochin.."

.

Proses rekaman berjalan lancar, walaupun semua orang sempat khawatir dengan aura intens yang dikeluarkan para artis mereka. Tapi bagaimanapun mereka adalah artis idola profesional. Saat menyanyi mereka harus berusaha melupakan masalah pribadi mereka.

Walaupun Himuro yang biasanya lembut sempat menyanyi penuh emosi. Walau Murasakibara tampak cemas melihat Himuro dan akhirnya ikut salah menyebut lirik. Walau Akashi dan Takao yang meskipun bernyanyi dengan ceria, badan mereka saling gontok – gontokan dan saling hajar. Hanya Kise dan partner duetnya, Kasamatsu, yang tampak bahagisa – bahagia saja.

Tapi paling tidak akhirnya rekaman single mereka selesai dengan sempurna.

Midorima sendiri, melihat lirik buatannya dinyanyikan dengan setengah hati seperti itu dari balik kaca ruang rekaman, merasa ada suatu perasaan aneh menjalar didadanya..

.

" Shin-chan" Takao memanggil Midorima yang berjalan diepannya. Padahal ia mau mengajak Midorima untuk pulang bersama. Himuro dan Kuroko entah sudah menghilang kemana, dan hanya menyisakan mereka berdua.

Midorima tidak berhenti.

" Shin-chan! Tunggu dong!" Takao memanggil sekali lagi, dan akhirnya berhasil mengejar Midorima. " kau mau kemana? Ayo pulang bareng naik mobil"

" Aku bisa pulang sendiri kok, nanodayo"

" Jangan begitu! Hari ini.. aku sudah banyak menyusahkanmu.." Takao menarik baju Midorima yang berusaha pergi dari situ. Saat ini mereka berada dipinggir jalan, tidak jauh dari studio rekaman tadi.

" Hei, Shin-chan..kau marah?"

" Marah?" Midorima mendelik. " kau bertanya aku marah atau tidak? Kau tahu, aku sudah susah payah membuat lirik sepenuh hati untukmu, dan kau tidak neghargainya dengan menyanyikannya dengan setengah hati! Ditambah lagi, kau dan Akashi memperlakukanku seperti barang dan seenaknya mempertaruhkanku! Dan ini gara – gara kau menipunya dengan mengatakan kita berpacaran! Dan kau masih bertanya apa aku marah!?"

Midorima setengah berteriak, membuat para pejalan kaki disekitar situ menengok padanya. Tapi ia tidak peduli, ia mengeluarkan semua emosinya. Ia lelah, dan ia kesal.

" Shin-chan.. maaf" Takao menatapnya dengan mata berkaca – kaca. Beberapa orang berbisik mengenali Takao, tapi lalu berpikir bahwa mereka sedang syuting film atau semacamnya.

" Jangan pandang aku seperti itu, itu tidak akan berefek apa – apa padaku lagi"

" Eh?"

" Aku sudah sadar, Takao yang kusukai itu hanya ilusi. Mulai sekarang, aku berhenti jadi fansmu"

" Shi..Shin-chan!"

" Dan aku berhenti jadi pembantumu! Terserah kau mau menyebarkan sifat asliku atau apa! Aku tidak peduli lagi!"

" Tapi Shin-chan.."

" Jangan panggil aku Shin-chan!" Midorima menampik tangan Takao.

Midorima daat melihat Takao seperti terluka dengan perbuatannya tersebut. Tapi ia sudah memantapkan dirinya.

" Kau benar" Takao tersenyum, walau Midorima merasa senyumnya aneh. Terasa asing dimatanya. " Ini semua memang salahku. Kau tidak perlu lagi berurusan denganku. Maaf"

Midorima merasa tenggorokannya tercekat. Namun ia bertekad tidak akan menarik keputusannya ini.

Takao berbalik, menunjukkan punggungnya di pandangan Midorima.

" Oh ya, kalau misalnya aku kalah dari Akashi, tenang saja, aku pasti akan melindungimu"

Sekarang Midorima merasa sedikit menyesal.

" Bye, Bye, Midorima Shintarou"

..Apa benar keputusannya ini yang terbaik?

.

TBC

.

Akhirnyaaaaaaaaa! Akhirnya selesai juga season 2 ini, walaupun sempat mau didrop, udah males, bosen, tapi ngeliat review yang terus bertambah rasanya nggak enak juga kalo nggak ditamatin. Eaaaakhhh dan season 2 ini akhirnya sampe juga ke bagian konflik fufufu, dan seperti biasa super panjang entah kenapa. Season 3 sepertinya season terakhir ntar.

Btw, cerita – cerita Aidoru! Ini terinspirasi dari macam – macam anime seperti Gravity, Pretty Rhytym, dan kawan – kawannya. Dan juga dari event Kurobas cup, dimana tattsun disitu tampak mesra – mesraan dengan daiono layaknya midotaka sejati, sampai aku bener bener ngepair mereka lol. Nggak kebayang gimana kalau nanti tatsu ama kamiyan ketemu di kurobas selanjutnya, mungkin mereka rebutan daiono?lol tapi beda dengan Takao disini, tatsun itu idola yang maji tenshi kok.

Anyway, maaf kalo plot twist ngaco dan alay dan nista dan lebay well saya sendiri juga bingung uh tapi semoga anda terhibur. Semoga saya bisa semangat mengetik chapter 3 lol