Yeaaahh...! chapter 2 udah jadi sodara-sodara... :D
Selamat membaca... (/^3^)/
Chapter 2
Aktor tambahan... yippiieee... "Mikuo"
Rin P.O.V
"ia.. adalah manusia..."
"yang mencium bibir ini... "
*menyentuh bibirnya sendiri*
"T-t-tapi.. apa yang aku rasakan ini?"
"dadaku...berdebar-debar..."
"atau... jangan-jangan aku.."
*membelalakan bola matanya*
"juga menyukai kaito.. (o.o) "
Aku langsung terbangun dan langsung mengambil buku yang ada di mejaku, aku mengambil pensil dan mulai menggambar wajah Kaito yang mempesona itu...
Tapi saat ia akan menyelesaikan gambarnya
"heeiii! Jangan di gambarr...!"
"diam sebentar saja Miku..."
"tidak..tidak...! ini tidak boleh terjadi...!"
"lepaskan pensil itu sekarang!"
"tidak akan"
"kalau begitu aku yang akan melakukannya"
Seketika pensil pun terlempar ke sudut ruangan dan Rin pun akhirnya mengalah
"hmm... akan ku perlihatkan besok pada Meiko."
Aku menyimpan buku itu ke tempatnya, dan kembali tidur.
Di ruang penyelidikan
Rin sudah duduk dengan manisnya dan tentu saja ia membawa buku gambarnya, dengan memakai dress putih bermotif bunga kuning serta pita di rambutnya, Rin sudah siap menerima pertanyaan dari Meiko.
"selamat pagi nona Rin sang pengembara" kata Meiko dengan ramah
"selamat pagi juga Meiko" jawab Rin santai
"baiklah kita mulai saja wawancara ini oke?" tanya Meiko
"baik." Jawab Rin dengan pasti
"oke, kita mulai dengan siapa nama gadis yang sebelumnya berada dalam tubuhmu itu? Tanya Meiko
"nama gadis itu adalah Miku, Hatsune Miku yang berumur 16 tahun, ia memiliki karakter yang kuat, pemberani, dan tidak pantang menyerah." Jawab Rin
"hmm... baik, dan apa yang dapat kamu lihat dalam mimpimu semalam?"
"aku..."
"melihat... gadis itu berlari dan bertemu seorang pria bernama..."
"tidaaakkkk! Kumohon... jangan kau sebutkan nama itu... kumohon..." pinta Miku dari dalam dirinya
"n-n-namanya..." lanjut Rin terkejut
Pembicaran Rin yang tiba-tiba terhenti membuat Meiko berbalik dan bertanya
"iya? Siapa nama pria itu?"
"n-namanya..." jawab Rin
"ayolahhh... kumohon Rinnn... jangan kau sebutkan... ia bisa membunuh Kaito..." rengek Miku
"siapa?" tanya Meiko
"umm... sebelumnya... aku ingin memberi tahumu.. ini *menyerahkan hasil yang telah ia kerjakan semalam, yaitu gambar muka Kaito* "
"hmmm... siapa nama pria ini? Apa ini yang dari tadi ingn kau katakan?" tanya Meiko
"i-iiyaa..." senyum Rin
"namanya... Kaito Shion"
"tidaakkk! Rinn ! apa yang kau lakukan ?! kenapa kau memberi tahu nama Kaito? huhuhuh " tangis Miku
"aku benci kauuuu Rinn!" teriak Miku
"m-maafkan aku Miku" bisik Rin pelan
"aku harus membatu Meiko.. itu tugasku disini." Lanjutnya
"yaaa... baiklah Rin... hari ini cukup untuk sekian saja.. terima kasih atas kerja samanya... " senyum Meiko penuh kemenangan
*keluar dari ruangan*
Rin masih terduduk di kursinya dengan tatapan menyesal sekaligus bingung, apa yang sebenarnya harus ia lakukan, jika ia tidak memberikan info pada Meiko maka ia akan diteror terus menerus... tapi jika ia memberikan semua informasi yang dibutuhkan Meiko, maka Miku akan marah. Rin mengepalkan tangannya dan kembali ke ruangannya.
Di kamar Rin
Apa yang aku lakukan sekarang? Apa lebih baik aku bicara pada Miku lagi?
"heeiii bodoh! Apa yang kau lakukan tadi?"
"Miku?! Apa itu kamu? "
"iyaa... iya.. menangnya siapa lagi... tadi apa yang kau lakuka? Kenapa kau memberi tahu nama Kaito?"
"hik..hik..hik"
*isak tangis Miku mulai rin rasakan*
"mi-miiku... jangan menangis..."
"kumohon"
"mengapa aku tidak boleh menangis? Hah?! Kau sudah memberi tahu siapa Kaito, dan sekarang kaito akan bernasib sama sepertiku.. aku tidak mau kaito ada dalam kondisi sepertiku..."
"hik..hik..hik"
"memang apa pentingnya kaito bagimu?"
"apa?! Apa pentingnya kaito? Ia itu segalanya bagiku, ia yang selalu menjagaku, dan menjaga kakakku selama ini."
"emm..."
"apa kau tidak merasakan hal yang sama sepertiku? Seperti pada saat kaito mencium aku... aku yakin kau juga merasakannya... kita ini perempuan, pasti kau tahu maksudku"
"i-iya miku..."
"mengerti kan? Jadi kumohon... jangan kau sebut siapa anggota keluargaku yang lainnya lagi... oke? Aku mohon bantuanmu... aku tidak tahu siapa yang harus aku mintai tolong kecuali kau Rin..."
"b-baiklah Miku... kali ini aku mengerti"
"dan aku usahakan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi"
"baiklah.. aku pegang janjimu itu Rin"
"jangan sampai kau bekerja sama dengan mereka"
"hmm... kalu yang itu masih harus aku pertimbangkan lagi Miku... aku diciptakan oleh mereka..maksudku.. aku bisa ada di tubuh ini berkat mereka...jadi.."
"cukup..."
"intinya, aku tidak mau kau menyebut lagi nama-nama orang yang ada di mimpiku nanti... ingat itu.."
"o-o-oke..."
"bagus.."
.
.
.
#dreaming_on
-di suatu pantai, disana ada sebuah rumah kayu sederhana namun cukup indah, dihiasi dengan lukisan-lukisan bunga dan negi, rumah itu berwarna hijau tosca, di sekitarnya dikelilingi oleh air pantai yang biru dan pohon kelapa yang sudah berbuah-
Miku : ka? Apa kakak tidak apa-apa?
Mikuo : iya... kakak baik-baik saja...
Miku : aku mengkhawatirkan kakak...
Mikuo : ahaha... kau memang adik yang sangat baik...
Miku : hahaa... trimakasih kak... ayoo kita berenang lagi...
Mikuo : ahaha... baiklah... hati-hati yaa kakak akan menyerang mu...
Miku : whaa... hahha... ini rasakan cipratan ku hahaha...
-tiba tiba datang sekelompok anggota pencari yang datang ke kediaman Hatsune itu, mereka melihat lihat sekelilingdan mencari keberadaan manusia, mikuo kakak miku, segera membantu adiknya untuk bersembunyi di balik kayu penopang rumah-
Mikuo : miku ayo kemari...
Miku : tapi ayah bagaimana?
Mikuo : a-ayah?! Oia..
-tapi semuanya terlambat, ayahnya yang sudah terlalu bingung hendak kemana, ia lang sung mengambil pistol dan menarik pelatuknya lalu... DOOOR!... suara nyaring dari tembakan itu membuat para pencari datang, sementar miku dan mikuo hanya diam tertegun di balik kayu penopang-
Miku : kak...? *dengan nada gemetar*
Mikuo : i-iya miku?
Miku : itu ayah kan kak?
Mikuo : iya miku... sekarang hanya tinggal kita berdua saja...
Miku : kak, aku akan berusaha melindungi kakak suapaya kakak tidak di tangakp
Mikuo : terimakasih miku
#dreaming_off
.
.
"haahhmmmm... apa itu mimpi lagi?"
"hwaa... tidak mungkin..."
"aku harus bisa menahan agar tidak menceritakan masalah ini ke Meiko"
"yaa bagus kalau begitu..."
"sekarang kau hampir tahu semuanya"
"hmm... tidak..."
"sudahlah... pokoknya aku minta jangan kau ceritakan setiap detilnya pun..."
"aa-aa... aku akan berusaha"
"jangan ingkari janjimu"
"h-h...itu memang seharusnya... aku tidak boleh mengingkarinya"
Aku kembali tidur dan terlelap lagi, untungnya kali ini aku tidak mendapat kliasan mimpi lanjutan Miku, itu hanya menambah beban ku agar tidak menceritaknnya pada orang lain. Termasuk Meiko.
Di pagi hari
"hoamm... kenapa kemarin malam aku mimpi kaito lagi?"
"hufftt..."
*menghela nafas*
"heiiii ! ingat yaa jangan kau beri tahu siapapun tentang rahasiaku yang kau alami...!"
"e-eh miku? Ku kira kau masih tidur"
"engga lah... kalau kau bangun aku juga akan bangun..."
"ooo.. begitu..."
"iyaa... sudah sana mandi! Bau tahu... aku rajin mandi sebelum kau ada di tubuhku ini dulu..."
"hehehe... iya.. iya..."
Ruang penyelidikan #lagi
"baik Rin... bagaimana tidur semalam? " tanya Meiko
"hmm... cukup nyenyak... " jawab Rin santai
"oke... sekarang bisa kau ceritakan apa yang kau alami tadi malam?"
"hmm..."
"bisakah?"
"umm.. tentu..."
"baik, silahkan mulai"
*menarik nafas panjang*
"dimulai pada siang hari yang cerah..."
*meiko mengangguk-anggukan kepalanya penuh arti..*
"ada seorang gadis kecil yang bernama Miku... ia sedang bermain bersama..."
"tidakkk...! heeeiii ! jangan disebut..."
"emm... bersama dengan"
"iya? Siapa? Bersama dengan siapa gadis itu?" tanya meiko sembari menatap mata Rin dalam-dalam
"kumohon Rinn... jangan kau sebut..."
"engg..namanya..."
"iyaa...ayo siapa?" tanya meiko penasaran
"a-aku..."
"anu.. emm... aku lupa..."
"whaa... trimakasih Rin...!"
"tapi yang aku ingat hanyalah... gadis itu tinggal bersama dengan ayahnya, tapi sebelum rombongan pencari manusiamu itu sampai ketempat tinggalnya miku...ia sudah menarik pelatuk pistolnya dan... membunuh dirinya sendiri.."
"aa...aaapa? bunuh diri?!" kata meiko terkejut
*rin mengangguk*
"hmm... baiklah.. ada lagi yang kau ingat?"
"emm... sejauh ini belum ada..."
"baik... teruslah mencoba.."
"iya.."
"samoai jumpa besok rin, pastikan agar kau mengingat setiap detailnya lagi.."
*rin terdiam.. sembari menatap keluarnya Meiko dari ruangan yang hening itu*
"hmmm... aku.. tidak tahu harus berbuat apa sekarang..."
"saranku... lebih baik kau berusaha melupakan mimpiku itu... daripada kau kembai tanpa sengaja memberi tahu rahasiaku pada si BODOH Meiko itu!"
"tapi kenapa?"
"kau kapan saja bisa memberi tahu rahasiakku tanpa kau sadari"
"aku masih dalam kendali miku.."
"tapii sekarang aku masih belum bisa percaya sepenuhnya padamu Rin... aku masih meragukanmu.."
"akan ku usahakan agar aku tidak buka mulut tentang rahasiamu itu mi..."
"hmmm... semoga berhasil Rin.."
"emm..."
"akan ku usahakan sebaik mungkin..."
Miku P.O.V
Mmm... aku takut rahasiaku terbongkar oleh rin... sepertinya ia masih belum bisa mengendalikan pikirannya..., bagaimana kalau sampai ia tidak meu mendengarku lagi.. dan ia memberi tahu semua rahasiaku? Keluargaku? Mikuo...kakakku... atau kaito..pacarku... aku takut... tapi mau bagaimana lagi... aku tidak bisa bertindak apa-apa... *hening* ah..! aku bisa membuat rencana... dan aku tahu ini akan berhasil...hahaha...
Rin P.O.V
#flashback_on
"tolong abantu ya rin.."
"tidakk..! heii! Jangan disebut...!"
"bisa kau ceritakan apa yang kau alami tadi malam?"
"kumohon rin... jangan kau sebut..."
"teruslah mencoba rin"
"Aku belum bisa percaya padamu sepenuhnya"
#flashback_off
"hwaa... kenapa sih jadi begini..!"
*menjambak-jambak rambut hijau tosca milik miku*
"aku..."
"aku ga tau harus gimana nanti.."
"aku.. takut kalau.. miku membenciku.."
"heeii rin... apa yang kau pikirkan hah?"
"haa... hik..hik... miku...?"
"iyaa ada apa? Jangan menjambak-jambak rambut indah ku dong..."
" maaf mi... aku takut.."
"apa yang kau pikirkan sekarang?"
"aku takut kalau kau... memenciku"
"apa?! Membencimu?"
"i..iya.."
"tidak mungkin rin.. kecuali kau melakukan hal yang mengancam keadaan keluargaku..."
"tapi.. aku kan sudah memberi tahu siapa kaito pada meiko..."
"yaa... soal yang itu... aku masih mempertimbangkannya... tapi ya sudahlah.."
"apa?! Kau.. melupakannya?"
"kita anggap beres saja"
"tapi aku kan sudah..."
"sudah.. sudah... kata ku juga.. anggap beres saja ya?"
"hik..hik.. terima kasih miku..."
"ya..ya..."
"kau memang teman terbaikku..."
"hmm..jujur saja rin.. sebenarnya aku juga punya rasa takut yang sama sepertimu.. aku takut kalau kau tidak mau mendengarku lagi.. dan memberitahu semua rahasia keberadaan keluargaku..."
"hmm.. ternyata.. kita memiliki kesamaan ya?"
"umm... ya..bisa dibilang begitu..tapi.. tidak sama semuanya... \./ "
"ahahaa... iya..iya..."
"hahaha... baiklah... kusarankan sekarang kau beristirahat saja ya? Sepertinya kau sudah terlalu keras berusaha mencari memoriku.."
"hmm.. kau ada benarnya juga... "
"tentu saja... aku bisa merasakannya..."
"kau memang hebat mi..,"
"Sudah.. tidur... sekarang hampir larut malam... besok kita akan berpetualang.."
"apa?! Ber..petualang? tapi.. kemana?"
"selamat malam!"
"mmm.. baiklah.. aku akan segara tidur.."
"tapi bagaimana nanti malam?"
"bagaimana besok?"
"dan besok.., besoknya ,besoknya lagi?"
=========================TO BE CONTINUED========================
Whaaa... \(^o^)/
Akhirnya chapter 2 pun slesai yang panjang lebar ini... :D
Mau cepet-cepet lanjut chapter 3 ... \(^o^)/
Mei : kenapa gw tiap hari nanya.a itu itu lagi... bosen (=.=)
A : yaa... maunya gw gitu gimana? Wkwkwk... XD
Mei : ganti dong jalan ceritanya... tanya yang lain gitu...
A : oke-oke.. diusahain... :D
Rin : mau jalan-jalan kemana yaa?
A : tunggu chapter 3 aja :D
M : hahahah...
Oke...oke.. skarang saatnya minta review ! wkwkwk... :D
Thaks...
