A/N: Maaf update-nya lama, saya habis kena WB -_-`.

Umur masing-masing karakter: Arthur: 36 tahun, Alfred: 35 tahun, Elizaveta: 30 tahun, Bella: 13 tahun.


APH © Hidekazu Himaruya

After © Alex


Pagi itu Ms. El memanaskan sup asparagus beku yang ia ambil dari dapur bawah tanah untukku. Ia tersenyum lembut (senyum yang JARANG ia tunjukkan padaku) saat menghidangkannya padaku, membuatku tak kuasa untuk menolak sup asparagus beraroma seperti antara asparagus dan kulit jeruk busuk.

"Makanlah," katanya, tangannya mendekatkan mangkuk sup kearahku.

Dengan ragu aku menyendok sup tersebut. Rasanya lumayan—walau asparagusnya tidak segar lagi—berbanding dengan penampilan dan baunya. "Bagaimana rasanya?" tanyanya. "Tak terlalu buruk." jawabku sambil tetap menyendok sup. Ia mengerutkan alis coklat panjangnya lalu menarik kursi dan duduk di sampingku.

Kesempatan.

"Ms. El?"

"Ya Bella?"

Aku memutar-mutar jariku di sela cangkir kopi kental Ms. El, mencoba menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba menjalar ditubuhku. "Kau mengenal ibuku, bukan?"

Ia mendongak, menatap mataku lurus. "Jika jawabanku ya, apa yang kau inginkan?" Aura dan pandangan mengintimidasinya serasa menusuk-nusuk setiap celah tulang igaku.

"Aku..." aku menelan ludah. "Aku hanya ingin tahu. Apa itu salah?" buru-buru aku menambahkan. Aku tak ingin terjadi kesalahpahaman. Tidak mau.

Pandangannya tetap tak berubah, tetap mengintimidasi. Aku benci dia, aku benci pandangan dan auranya. "Yang kutahu tentang ibumu hanyalah ia suami ayahmu, peternak lebah dan ia sangat menyukai segala macam flora" ia menyesap kopi kentalnya—jeda 2 menit. "Hanya itu."

Aku memandangnya tak percaya. Wanita ini pembohong besar, jelas-jelas itu tertulis di dahinya dan aku tak percaya wanita ini dipercaya ayah sebagai orang kepercayaannya, asisten pribadinya! "Pembohong!" seruku. "beri tahu aku lebih banyak."

"Hanya itu yang kutahu nak." katanya, ia menyesap kopi kentalnya lagi. "Tak lebih dan tak kurang."

Aku mulai kehabisan kesabaran. Wanita ini memuakkan—dan juga membosankan selain itu ia juga pembohong besar. "Kau memuakkan." ujarku sengit. Aku tak lagi melanjutkan memakan sup asparagusku, aku kehilangan selera makanku dan yang paling penting—aku muak!

"Ku anggap itu pujian." ia berdiri, membawa gelas kopinya dan juga mangkuk sup asparagus yang belum kuhabiskan—menunggu—memberiku isyarat apakah aku sudah selesai memakannya. Aku memalingkan wajahku ke kiri, berbisik "ambil saja. Aku sudah kenyang dan terimakasih banyak."

"Ms. El,"

Ms. El menoleh untuk terakhir kalinya.

"Kafein tak bagus untuk kesehatanmu."

Sekilas senyum terukir di wajah cantiknya.


Aku memandang langit-langit kamar. Lampu tidur berkap kulit (aku tak tahu kulit apa. Mungkin kulit sapi) berwarna coklat pohon ek; kado ayah untukku karena telah menjadi anak baik saat ia pergi menghadiri kongres pecinta Poe selama seminggu kubiarkan tetap menyala. Cahayanya berpendar-pendar.

Otak dan hatiku bertanya-tanya akan Ibu; seperti apa wajahnya, kulitnya, tubuhnya, dimana ia tinggal, dan... mengapa ia meninggalkan aku dan ayah. Untuk masalah yang satu ini, otak dan hatiku sejalan.

Aku mencoba memejamkan mataku, tapi tetap saja tak bisa. Aku masih terbayang-bayang kejadian tadi pagi. Jujur, aku merasa bersalah telah membentak—dan juga mengatainya pembohong. Walau bagaimanapun, sebenci dan sedendam apapun kau pada seseorang, kau harus meminta maaf padanya, itu nasihat ayah padaku.

Sepertinya aku harus meminta maaf pada Ms. El besok.

Aku harus.


Makin pendek dari chapter sebelumnya. Maaf!–sujud merasa bersalah-. Dan rasanya chapter ini lebih jelek dari chapter yang sebelumnya ya? =A=;;

Balas review dulu (gak sempat lewat message)

Dei (Dei kan?): rasanya diksi saya gak sebagus itu deh. Terimakasih duha mereview fic saya!

AlmightyHero: makasih ya sudah sudi membuat fanfic request saya! Dan maaf belum sempat saya review =__=;; -feels guilty-

Hana-san: kok reviewnya cuma setengah? Yang setengahnya mana? Terimakasih sudah review fic saya!

Dan juga terimakasih kepada silent readers diluar sana yang tak sempat (atau malas?) mereview fic saya.

Semakin banyak review semakin saya cepat mengupdte fanfic ini!