Aoi Rin Oukumaru Log In

Disclaimer : Masashi Kishimoto x Naruto

Jadi bukan punya saya :v

Pairing : Naruto X ….. ? (or Harem?)

Rate : M

WARNING : Ecchi (Maybe), Typo, OOC Charac, OC, Mana User, Supernatural

DON'T LIKE, DON'T READ

Check This Out

Chapter 2

.

Tempat ini dulunya adalah sebuah gedang pabrik besar, tapi karena sudah tidak berfungsi guang itu pun terbengkalai. Rumput liar tumbuh dimana-mana gedung yang rusak, kaca yang pecah dan tidak adanya aliran listrik membuatnya terlihat menyeramkan.

Tapi itu dulu, sekarang gudang itu hanya tinggal nama dan kenangan. Tanah di area itu banyak yang hancur dan membeku, banyak juga bekas ledakan di beberapa tempat.

Abaikan kata-kata barusan karena itu hanya kata sambutan.

.

" N-Nani?! " ucap seorang pemuda dengan rambut biru mata kuning dan berkulit putih dengan tergagap, sedangkan di depannya ada seorang gadis cantik berambut hitam dan bermata hitam yang memukau, jangan lupa dengan oppai yang cukup besar mengantung didepan wajah pemuda tadi.

" Nani? Aku bilang aku akan ikut denganmu Naruto-kun, aku akan menjadi istrimu " balas gadis itu dengan senyum mengembang di wajahnya. Naruto, pemuda tadi, hanya bisa terbengong mendengar perkataan gadis tadi.

" K-Kau gila! Kita bahkan baru berteman sehari Baka ! " teriak Naruto dengan frusrasi yang melanda otaknya, yah biarpun pintar tapi dia sangat bodoh tentang wanita. " Hiks…Hiks…HUWAAA…kau kejam Naruto-kun , kau sudah mengambil ciuman pertamaku dan-dan sekarang kau….meninggalkan ku….HUWAA…..kau kejam Naruto -kun…." Suara gadis tadi tidak membuat Naruto luluh, dia masih tetap tidak mau membawa gadis yang baru dikenalnya ini.

Pikirkan! Dia bahkan belum genap satu hari mengenalnya dan sekarang dia ingin menikahi mu, " Tidak, aku lebih memilih bersama Shiro-chan. Kita bahkan belum kenal dekat dan kita baru bertemu tadi pagi, sekarang kau ingin menjadi istriku? Jawabannya tidak " ujar Naruto dengan nada malas dan melangkah pergi dari sana.

" N-Naruto-kun…."

.

.

.

Pagi yang cerah datang di Konoha, pagi yang sangat indah untuk sebagian orang. Ya, sebagian orang, karena beberapa tidak beranggapan bahwa ini pagi yang bagus.

" Shiro-chan ada kebakaran! " yap, teriakan mengelegar Naruto mulai terdengar menyambut pagi yang cerah ini. " Goshujin-sama! Sumbernya dari dapur! " mendengar itu mereka berdua membawa ember berisi air dan segera pergi kedapur.

Byur….

Asap hitam masih mengepul di depan Naruto dan Shiro, mereka segera menutup mulut dan mendekati sumber kebakaran di rumahnya. " Uhuk…Uhuk…kenapa ada air disini " ujar seseorang dari balik kepulan asap tadi. " Naruto-kun kenapa kau menyiramku " lanjut gadis tadi dengan nada sebal dan mengerutkan bibirnya.

Naruto yang melihat gadis hanya facecalm, " Shiro-chan bisa ambilkan handphone ku ? " perintah Naruto pada kucing putihnya. " Ha'I….ini Goshujin-sama " ucap Shiro sambil memberikan Handphone Naruto.

Tut…Tut..Tut…

Ceklek…

" Moshi-moshi….polisi ada seseorang maling yang mau membakar rum- " ucapan Naruto teputus karena Handphonenya sudah membeku dan pecah menjadi Kristal es kecil yang berterbangan. " Naruto-kun! Kenapa kau menelpon polisi! " ujar gadis yang membekukan Handphone Naruto tadi.

" Kenapa kau ingin membakar rumahku? " tanya Naruto dengan nada datar dan ekspresi kalem, " Tidak, aku Cuma mau menyiapkan sarapan untuk suamiku " balas gadis itu dengan senyum di wajahnya.

" SUDAHKU BILANG AKU BUKAN SUAMIMU! " teriak Naruto sambil menunjuk-nunjuk gadis tadi, " Tenanglah Goshujin-sama, maksud Mikoto mungkin ada baiknya " ucap Shiro sambil menenangkan tuannya tersebut.

" Dia hampir membakar dapur, dan kau bilang dia bermaksud baik! " balas Naruto dengan sengit pada kucingnya tersebut, Shiro hanya terkekeh gugup dan menggaruk kepala belakangnya.

" Gomennasai Naruto-kun karena aku terlalu bersemangat, masakanku jadi terbakar " ucap Mikoto dengan wajah tertunduk lesu dan nada yang melemah di bagian akhir, " Daijobu dayou, Mikoto. Aku akan memasak untuk mu dan Goshujin-sama, jadi kau bisa tunggu dimeja makan " ucap Shiro sambil mulai merapikan dapur tadi dengan Repair Magic nya.

" Shiro-chan dia hampir membakar rumahku dan kau tenang-tenang saja! " Naruto masih marah dengan aksi ' pembakaran ' di rumahnya tersebut, Shiro hanya terkekeh dan melanjutkan masaknya. Melihat itu Naruto hanya mendecih dan mulai beranjak kekamar mandi.

" Naruto-kun, boleh aku menggosok punggungmu? " tanya Mikoto dengan riang dan senyum penuh harap diwajahnya, " Tidak, kau tunggu saja di meja makan " balas Naruto sambil mengunci pintu kamar mandinya. " Mou…kau tidak asik Naruto-kun " Mikoto mulai berjalan kearah meja makan dan duduk dengan bosan.

" Oh ya Mikoto bagaimana kau bisa tau rumah Goshujin-sama ? " tanya Shiro sambil terus memasak, " Wah Shiro-chan sugoi….kau sangat pandai memasak ya " ujar Mikoto saat melihat Shiro memasak kuah dan membuat lembaran adonan menjadi mie panjang.

Shiro hanya tertawa pelan dan menoleh kearah Mikoto, " Aku sudah biasa membuatkan Goshujin-sama makanan jadi aku terus belajar memasak " balas Shiro sambil sedikit tersipu malu, Mikoto sendiri hanya tersenyum melihat tingkah Shiro. ' Sepertinya aku memiliki saingan terberat untuk mendapatkan Naruto-kun ' batin Mikoto sambil memandang punggung Shiro dengan tajam tanpa diketahui.

.

.

" Gomennasai Goshujin-sama membuatmu menunggu lama " ucap Shiro sambil meletakkan sarapan Naruto berupa ramen hangat, " Shiro-chan sudahku bilang aku yang selalu merepotkanmu " balas Naruto sambil mengusap bulu kucingnya tersebut. " Tidak, Shiro suka membuat Goshujin-sama senang " Shiro masih terus menikmati setiap belaian dari Naruto pada tubuhnya.

" Ehem…Naruto-kun maaf seharusnya aku yang memasak untukmu pagi ini " ucap Mikoto dengan nada kesalnya, Naruto hanya menatapnya dengan malas dan masih membelai bulu Shiro dengan tenang. " Oi…seharusnya kau tidak disini " entah kenapa tapi gadis ini membuat Naruto kesal.

Yah, pagi tenangnya terganggu karena ulah tidak jelas gadis didepannya ini yang hampir membakar rumahnya. " Habisnya aku tadi sangat bersemangat memasak untukmu Naruto-kun " balas Mikoto dengan nada sedih dan sedikit merunduk, Shiro segera menghampiri Mikoto dan mengusap kepalanya " Daijobou dayou, itu hanya kecelakan " ucap Shiro sambil terus membelai kepala Mikoto, Mikoto sendiri hanya mengganguk kecil mendengar ucapan Shiro tadi.

' Dunia benar-benar terbalik ' batin Naruto yang masih menikmati makanannya dan melirik mereka sesekali, " Ano…Shiro-chan apa kau sudah bersama Naruto-kun sejak lama ? " tanya Mikoto yang penasaran dengan kedekatan mereka berdua. " Mungkin sudah cukup lama, aku bersama Goushujin-sama sejak 3 tahun yang lalu. " balas Shiro sambil memasang mode berpikirnya.

" Goshujin-sama, apa Goshujin-sama ingat pertemuan kita dulu? " tanya Shiro kepada Naruto yang masih menikmati masakannya. " Aku masih ingat, memangnya kenapa Shiro-chan "

" Hountou, ceritakan Naruto-kun " ujar Mikoto dengan antusias dan wajah memohonnya, Shiro pun juga melakukan hal yang sama dengan Mikoto. " Shiro-chan buka mulutmu….aaaa…"

" Goshujin-sama aku mau dengar ceritanya, aku mohon " balasan dari Shiro membuat Naruto sedikit kesal, ' Sial rencana pengalihan tidak berhasil ' gerutu Naruto dalam hati. " Naruto-kun/Goshujin-sama " mereka mulai memandang Naruto dengan tatapan memohon mereka, Naruto berusaha kuat untuk tidak tersentuh melihatnya.

Tapi biar bagaimanapun Naruto juga punya hati, akhirnya Narutopun luluh juga dengan tindakan mereka " Hah…baiklah, akan aku ceritakan " runtuh sudah pertahanannya. Mereka hanya bersorak senang dan mulai duduk dengan tenang menunggu cerita Naruto, menghela nafas sejenak Naruto mulai mengambil posisi duduk yang nyaman.

" Baiklah, tiga tahun yang lalu aku berada di Kyoto…

Flashback

Di sebuah gudang di sebuah sekolah terlihat seorang bocah berambut biru dan berkulit putih sedang merapikan bola basket, yap bocah itu adalah Naruto, " Hah…melelahkan sekali " helaan Nafas Naruto mengiringi langkahnya pulang dari sekolahnya tersebut.

Dia sendiri sebenarnya sudah pulang sejam yang lalu tapi Karena dia diminta tolong oleh gurunya untuk membantu membereskan gudang olahraga jadi dia terlambat pulang. ' Aku akan masak apa malam ini, aku bosan dengan ramen instan ' batin Naruto sambil terus berjalan tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya.

Duar…

Wush…

" Ada apa ini " ucap Naruto saat merasakan hembusan angin yang sangat kuat menerpa tubuhnya, dia juga merasakan getaran yang sangat kuat sebelum angin itu datang. " Hahaha….kucing kecil, kau akan mati disini. Dengan Mana yang kau miliki aku akan menjadi tak terkalahkan…hahahaha…" ujar seekor monster berwujud Manusia setengah ular dengan sayap burung hantu di belakangnya. Naruto hanya melihat monster itu dari balik tiang listrik di dekatnya, ' Darimana monster mengerikan itu datang ? ' batin Naruto dengan sedikit takut dan mulai melangkah mundur.

" Aku tidak akan kalah dari makluk sepertimu " ucap seekor kucing putih dengan keadaan bulu yang lusuh dan sedikit noda darah di bagian kepala dan badannya, " Kau keras kepala juga kucing kecil, tapi aku akan melayanimu lebih dulu sebelum menghisap Manamu…hahahaha.."

Wind Magic : Tornado

Seketika muncul tornado besar didepan monster tadi, tornado itu pun menarik kucing tadi masuk kedalam arus angin berkekuatan tinggi itu. Monster tadi hanya tertawa dengan sangat keras mendengar teriakan kesakitan dari kucing putih tadi, Naruto melihat itu ingin menolong tapi dia tau kalau dia tidak akan bisa melawan monster tadi.

Saat kegelisahan hati menghampirimu

Dan kau tidak sanggup menanganinya

Saat kau melihat sedikit cahaya harap datang

Raihlah cahaya itu dan genggamlah

Kuatkanlah hatimu….dan jadilah….Sang Penguasa Cahaya.

BOOM…

Wush…

" Sialan siapa disana, keluarlah dasar pecundang "setelah mengatakan itu keluar seorang bocah dengan rambut biru, memiliki mata kuning dengan seragam sekolahnya yang sedikit berantakan. " Hahahaha…hanya bocah Manusia, lebih baik kau pulang ke ibumu bocah. Aku sedang tidak nafsu makan. " lanjut Monster tadi dengan nada meremehkan.

Naruto tidak memperdulikannya dan terus berjalan, aura kuning pucat terus menari dari tubuhnya. " Aku tidak akan mengampunimu " ucap Naruto dengan nada datarnya, Monster tadi hanya tertawa dan terus menghina Naruto.

Light Magic : Solar Laser

Naruto mulai merentangkan tangannya dan tercipta lingkaran sihir berwarna kuning didepannya dan muncul laser kuning cerah menghantam tornado angin tadi. Kedua kekuatan itu masih saling adu kekuatan.

Duar…Brass…

Akhirnya kedua kekuatan itu segera lenyap bersamaan, monster tadi mengeram marah dan menciptakan puluhan lingkaran sihir sedang di sekitar tubuhnya, " Kurang ajar kau bocah, aku sudah berbaik hati membiarkanmu hidup. Sekarang kau akan mati bocah! " ucap Monster tadi dengan amarah yang memuncak.

Wind Magic : Tornado Drill

Seketika dari semua lingkaran sihir tadi keluar puluhan bor angin dengan kecepatan tinggi kearah Naruto tadi tapi Naruto tidak tinggal diam, dia segera menciptakan lingkaran sihir besar didepannya. Naruto tersenyum kecil, sebelum mengumamkan sihir dengan Mana penuhnya.

Light Magic : Return

Drett….Sring…

Semua bor angin itu menghilang bersama dengan lingkaran sihir Naruto, Monster itu terkejut melihatnya dan dia segera mendongak keatas saat merasakan bahaya. Diatasnya tercipta lingkaran sihir kuning dan memuntahkan semua serangannya barusan, " Sialan kau bocah! " ucap monster tadi sebelum hancur dengan jurusnya sendiri.

.

Naruto segera berjalan kearah kucing putih tadi, " Daijobou, Neko ? " tanya Naruto karena dia ingat kucing itu bisa berbicara. Kucing putih lusuh itu mulai membuka mata dan memandang bocah di depannya, " Ari-gatou " balas lemah kucing tadi.

Naruto segera mengendong kucing itu dan berjalan mengambil tasnya, " Kau kucing siapa? " tanya Naruto sambil berjalan meninggalkan area tadi, kucing itu hanya menggeleng dan membuat Naruto binggung.

" Bolehkah aku menjadi peliharaanmu " biarpun lemas tapi ucapan kucing tadi masih didengar oleh Naruto, " Kenapa tidak, kalau kau mau aku bisa memanggilmu Shiro " balas Naruto dengan senyum di wajahnya.

Shiro hanya mengangguk, " Kalau boleh tau siapa namamu Goshujin-sama? " tanya Shiro pada tuannya tersebut, " Naruto, namaku Naru- "

Bruk

" Goshujin-sama, kau tidak apa-apa? " tanya Shiro dengan nada cemas dan menyeret tubuh Naruto menepi dari jalan.

.

.

Flashback End

"….seperti itulah " ucap Naruto mangakhiri cerita panjangnya, Shiro hanya mengangguk dan Mikoto yang tampak terpukau mendengar cerita Naruto. " Shiro-chan kita harus berangkat sekarang " lanjut Naruto sambil melirik jam di dindingnya, mereka pun segera membersihkan meja makan dan bergagas pergi keluar rumah.

.

Saat ini mereka sedang bersiap untuk berangkat bersekolah, tak lupa Naruto mengunci pintu rumahnya dan berjalan keluar pekarangan rumahnya. Shiro yang masih di gendongan Mikoto pun melompat ke bahu kanan Naruto.

" Ano…Naruto-kun, bagaimana kau bisa pindah ke Konoha? " tanya Mikoto sambil merangkul tangan Naruto, " Bisa lepaskan tanganku " balas Naruto yang sedikit risih karena terus dipeluk oleh Mikoto. Mikoto sendiri hanya tersenyum dan mengeratkan pelukan pada tangan Naruto.

" Goshujin-sama pindah karena mendapat beasiswa di Konoha Akademi " ucap Shiro menjawab pertanyaan Mikoto tadi, Mikoto hanya mengangguk sesaat dan kemudian tersenyum. " Ohayou Naru-to-kun " sapa seorang gadis berambut merah dan bermata merah serta pencepit rambut berwarna biru di poninya.

Merekapun menoleh kebelakang mendengar ada seseorang yang menyapa Naruto, " Ohayou Sara-san " balas Naruto kepada gadis tadi. " Ohayou Sara-chan " sapa Mikoto sambil melambaikan tangannya, " Ohayou Mikoto-chan, Ano…sepertinya kau sudah sangat dekat dengan Naruto-kun ya " balas Sara saat melihat Mikoto yang merangkul lengan Naruto.

" Iya Sara-chan…hehehehe " ucap Mikoto sambil terkekeh pelan, Naruto hanya menghela nafas bosan dan mulai melepaskan pelukan Mikoto dilengennya. " Eh? Naruto-kun " pekik Mikoto saat melihat Naruto melangkah pergi, " Aku tidak mau terlambat hanya untuk menjelaskan kelakuanmu pada Sara-san " balas Naruto sambil melambaikan tangannya.

" Ayo Sara-chan kita tidak boleh terlambat " ucap Mikoto dan menarik tangan Sara, " Cotto matte Mikoto-chan " Sara sedikit berontak, tapi usahanya percuma dan dia pasrah di ajak lari oleh Mikoto.

.

.

" Lord-sama, anda yakin bocah ini adalah Price of Parao? " tanya seorang pria dengan pakaian berupa jubah hitam dan bulu gagak di masing-masing pundaknya, yang di tanya hanya bersikat santai dan terus meresapi minuman di gelasnya.

" Kau tidak perlu khawatir Dugao, dia masih dalam proses. Kita hanya tinggal mengirim stimulant padanya dan BOOM kekuatan sejatinya akan muncul " balas orang yang dipangil Lord tadi, " Kau bisa mengujinya dengan beberapa anak buahmu agar kau percaya " lanjut Lord dengan nada santainya.

" Cih…baiklah aku akan percaya kali ini, tapi kalau dia tidak menunjukkan sikap Paraonya. Akan aku bunuh dia " balas Dugao dengan nada sinis, Lord sendiri hanya diam dan melanjutkan kembali acara minumnya.

Setelah Dugao pergi sang Lord mulai mengambil sebuah pigura dengan foto didalamnya, ' Andai kau masih hidup, kau pasti bisa membantuku….

….Minato '

.

.

.

T B C

.

.

Halo Halo….ketemu lagi sama Aoi yang super tampan…Wkwkwkwkwk

Maaf kalo up nya kelamaan, See saya hais mudik dan laptopnya ada di kos jadi saya baru bisa nulis pas balik ke kos…Gomen minna-san

Saya cukup terkesan dengan respon kalian minna….hiks…saya tidk mengira kalian sangat respect dengan fic saya.

Oke saatnya balas review

Miyuki nishikino : Whaa…Yuki-san makasih masih mengikuti author sesat ini…hehehehe

Oh itu ide yang bagus mungkin akan saya pertimbangkan tapi untuk saat ini belum akan saya munculkan mungkin Chapter depan…gomen ne Yuki-san…

Ano…aku laki-laki jadi jangan nee-san ne, Yuki-san.

Monkey D Levi : Arigatou Levi-san tebakan ada menjurus ke benar, yah seperti biasa karena saya Author sesat jadi tetep ada haremnya….wkwkwkwk…

10 : Arigatou Shuichi-san salam kenal….ini sebenarnya Cuma ide yang nongol pas bangun tidur, dan mungkin banyak yang beranggapan kalau akan sama dengan DXD. Sebenarnya sih bukan ini karangan saya sendiri…hehehehe…

Neko no Kitsune : Kayaknya nggk terlalu beda neko-san soalnya sedikit banyak saya terinspirasi dari DxD atau Ayakashi….sesuai pesanan saya sudah bikin scene pertemuan mereka berdua hehehehe

DeniTria : Yosh…tentu tetap lanjut Deni-san…arigatou sudah mengikuti fic saya ini

Saputraluc000 : Arigatou Saputra-san semoga chapter ini memusakan.

Kim Ami282 : oke siap Kim-san saya harap Chapter ini tidak mengecewakan

Yato : iya mungkin Yato-san melihat jurus dengan bentuk kubus dan saat naruto bilang katsu. Hehehe itu mungkin emang mirip tapi kalo di Ayakashi kubusnya langsung meledak dan yang ini masih mengecil dulu baru meledak….kayak Jinton mungkin…hehehe

Name Trihexa : Yes, review ini yang saya tunggu hehe…..ada tapi mungkin masih agak lama soalnya inikan harem jadi ngumpulin anggotanya dulu baru bikin ikeh-ikeh….hehehehe…gomen author emang agak sesat.

Guest : Ano…ini bukan Crossover jadi maaf kalo kecewa, kenapa pake Light bukan Nature ato Dark. Itu menurut saya kurang menarik, masak keturunan kegelapan punya kekuatan kegelapan kan nggak seru…hehehe…toh saya bakal bikin banyak pengguna Dark elemen buat ngimbangin.

Satem : oke akan saya usahakan untuk Shizuka bisa masuk.

DAMARWULAN : hehehe spontan tertulis begitu saja.

Ashuraindra64 : hohohoho…Dark elemennya bakal banyak tapi ada yang bakal jadi musuh utama….khekhekhe tunggu tanggal mainnya.

Abit Elwin Haner : oke bakal saya usahain dan typo nya udah saya coba kurangin hehehe

.

.

Sha…gomen ne buat kalian yang menunggu fic My Life! Atau pun Shinobi, saya sedang berusaha menulisnya kemungkinan besuk atau lusa sudah up salah satu atau dua-duanya.

Kalo ada yang punya ide buat Chapter depan, seperti biasa segera review dan saya akan mengembangkan ide anda untuk chapter depan…hehehe…

Sekian dari Aoi kalau ada kekurangan saya mohon maaf, dan semoga kalian puas dengan Chapter ini.

Jaa ne…

Aoi Rin Oukumaru Log Out