Karakter di Naruto punya om MK, suer!

Gw cm minjem :"3

Dan ini FF hasil kolaborasi gw ama patner rp gw di FB, Syari Haliyani P.


\+/+\+/+\+/+\+/+\+/+\+/

Just The Two of Us

Pairing = Uchiha Sasuke + Uzumaki Naruto

Genre = YAOI - AU - Rate M 18+

bhs gaje - DLDR

/+\+/+\+/+\+/+\+/+\+/+\


Di dalam, Sasu langsung memesan ramen semangkuk untuk dirinya dan es teh. Dia tak mau mabuk seperti waktu itu dengan Suigetsu kampret yang semoga saja saat dia mabuk, pantat ayamnya masih tetap virgin.

Sebenernya Sasu sudah makan beberapa jam lalu, di traktir salah satu fangirl dia di jalan menuju kota ini. Tapi, demi melihat kesungguhan Naru yang ingin mentraktirnya (itu amat sangat langka terjadi), ditambah ia juga ingin menambah berat badannya agar lebih kekar seperti Bee-sama supaya bisa melindungi Naruto. Ehem! Niat yang mulia sekali, bukan?

"Jangan melongo dan cepatlah duduk, bodoh." tukasnya tanpa menoleh ke oknum jabrik kuning yang sedang diam berdiri di dekatnya.

''Urusai, Sasuke.'' Naruto langsung duduk dengan grasak-grusuk saking kesalnya. Mengelus perutnya dari balik kaos, si gaki rubah langsung memesan ramen jumbo dengan kue ikan yang banyak.

''Kau hanya pesan ramen biasa kan, teme pantat ayam?'' tanyanya curiga sambil menyipitkan matanya . Ayolah, kodok lagi diet, nih.

''Kau kurusan, Sasuke,'' komentar Naruto tanpa dosa. Fokus menjelajah tubuh si teme tersayang bak mau meng-rape saja.

"Uhuk!" mendadak kalimat Naru bagai menyodok tenggorokannya menyebabkan tuan muda Uchiha terbatuk dan lekas meneguk separo gelas es teh-nya. Kebetulan ramen pesanan tuan Uchiha sudah sedia dan telah diseruput pula.

"Dobe, kau ingin membunuhku?" Sasu tersedak karena Naru berkata ia kurusan. Itu antara membuat si pantat ganteng bahagia juga sekaligus nge-jleb. Bahagia karena berarti jabrik di sebelahnya tau persis perkembangan tubuhnya. Nge-jleb karena itu menandakan ia harus lekas fitnes supaya tubuhnya bisa lebih melembung agar lebih tampak SEME!

"Ehem... ehem.. terimakasih atas perhatianmu, dobe." enteng saja ia ucapkan itu tanpa peduli blushing manis blonde di sisinya.

Naruto yang awalnya mau protes mendadak diam dengan blush-blush unyu di pipinya. ''Si-Siapa yang perhatian padamu, huh, teme?'' Ia memalingkan wajahnya ke samping dengan gembungan kecil di pipi. Duh, tsundere mode on~~

''Aku hanya bilang kau kurusan-ttebayou. Sepertinya kau kurang makan karena terus mengurusi balas dendam tak jelasmu itu.'' Nah, perhatian diam-diam terselubung rupanya.

Ramen jumbonya telah mengalihkan prhatian setelah itu. ''Ittadakimasu~'' Teriak semangat si jabrik kuning sebelum acara sruput ramen dengan elegan.

Berhubung Sasu udah kelar makannya, entah pake jutsu apakah itu bisa secepat itu... ia tak punya kegiatan lain.

Akhirnya, dengan terpaksa tapi mau banget (halah), ia pun memandangi Naruto yang tengah asik mem-bully ramennya.

Lihatlah gaya fabeles sang Uchiha tamvan.. tubuh dihadapkan sedikit saja ke jabrik kuning, satu tangan menopang batok kepalanya, dengan pose sedikit miring supaya menambah ke-fabeles-an dirinya yang kerap jadi bahan fangirling-an juga fanboying-an dimana-mana. Orghh... sungguh pose yang susah ditolak uke manapun. Ehem.

Demi rambut febeles-nya milik Rock Lee, sang jabrik kuning merasa acara makannya sedikit canggung karena sejak tadi Sasuke memperhatikannya dengan gaya oh-so-cool-bahkan-Naruto-mengakuinya.Wait! Bukannya Naruto ge-er, tapi dirinya yakin sekali diperhatikan.

''Swasukee..sluurpph..ahh, apwa wyang kwau lihat?'' tanyanya setelah menuntaskan ramen yang berada di mulutnya tadi dengan hiasan suara ambigu.

Menengok kiri kanan, siapa tahu ada objek menarik yang sejak tadi dipandang sang Uchiha. Meski sikit berharap sih itu memang dirinya~

Sasuke melemparkan senyum misteriusnya (tangkap, Narutoo!). Ia masih saja memandangi si dobe jabrik yang rasanya bertambah segaris blushing-nya.

"Naruto, kau juga sedikit berubah." ujarnya santai.

Ketika si blonde ber-huh seolah sangsi, maka tuan Uchiha bungsu ini memberikan penjelasan singkat. "Ya, kau berubah. Makin jelek."

''SA-SU-KEEEE!''

Sasu-teme pantat ayam ternyata makin menyebalkan seiring kedewasaannya. Ingatlah saja jika dendam kesumat Naruto bertambah sekarang. Bukan hanya bagian vital saja, lain kali mulut menyebalkan itupun akan kena Oodama Rasengan miliknya.

Lalu, dengan sikap datarnya, Sasuke bangkit. "Aku tunggu kau diluar, dobe." Ia pun melangkah keluar kedai dan berdiri dengan pose fabeles sambil mengedarkan pandangannya ke langit dan sekitar.

"Sudah mulai malam." bisiknya sendiri. "Naruto baka, kau... menggemaskan.. pfftt.." ia tertawa malu usai mengucap itu. Bagaimanapun ia tak ingin si baka blonde itu tau apa yang sebenarnya dipikiran Sasu. Hell no way, lah!

BRAKK!

Setelah teriakan nista Naruto, suara gebrakan meja terdengar emosi hingga mmbuat si empu kedai terlonjak takut kemudian menangis haru kala melihat penampakan uang disana.

Tap! Tap! Tap! *apa ini*

Pemuda Uzumaki berjalan menghentak kesal, mulut sang ninja kuning menggerutu indah, ''Menyesal aku memperlihatkan secara gratis blush-blush-ku pada pantat ayam.'' Uhuk, gerutuan narsis macam apa itu, nak?

Langkahnya terhenti tak jauh dari sang Uchiha yang sedang berdiam diri. Mulut itu terbuka namun diurungkannya suara keluar saat ingat tragedi 'Naruto berubah makin jelek' dari Sasuke tadi.

''Teme, ayo pulang,'' ajaknya yang seenak udel menarik tangan-bukan kerah ato kolor lagi, syukurrr- si bungsu Uchiha.

Sasuke doki doki cenat cenut bahagia tangannya digandeng Naruto. Karena tak ingin dianggap anaknya Naruto -sebab yang dicekal Naruto adalah pergelangan tangan- maka Sasuke membenarkan dengan saling menautkan jemari mereka bagaikan sepasang kekasih.

"Jangan GR. Aku hanya takut kau tersesat, makanya bergandengan gini." tsuntsun (tsundere) Sasu masih setia narsis. Ditambah pokerface-nya. Lengkap sudah derita si kuning.

Ada suara ambigu bersama'an dengan wajah tan Naruto yang memerah tipis saat jari-jemari keduanya saling bertautan satu sama lain. Demi pakaian ketat salah satu sensei- nya!..sang blonde bisa merasakan detak jantungnya berjumpalitan makin gila.

''Aku punya satu kamar, kau tidur di lantai saja-ttebayou..'' kejam? Biarlah. Siapa si empu rumah heh?

"Sebentar, barusan kau bilang... aku tidur di lantai?!" tuan Uchiha menghentikan langkahnya sehingga memaksa dobe juga tertahan dan diam berdiri di trotoar.

Tatapan intens nan sipit terlihat saat sepertinya Sasuke Uchiha tampan satu ini baru menyadari soal 'tidur dilantai' yg dikatakan sang blonde tadi. Keduanya menghentikan langkahnya akibat ulah sang uchiha.

"Dobe, kalau kau menyuruhku tidur di lantai, lebih baik aku menginap di rumah Sakura. Walau si jenong itu sama berisiknya seperti kau, tapi aku yakin ia akan memberikan kasur empuk untukku tidur." Woaahh, si teme bisa berpidato juga!

"Apa kau mau aku tidur di rumah Sakura?" ditatapnya intens Naru, memaksa lelaki blonde itu berfikir dan membayangkan Sasu tidur di tempat Sakura, saingannya. Bahkan bisa jadi Naru bakal membayangkan kemungkinan Sasu tidur bersama Sakura!

''Tidak boleh! Kau tak boleh tidur berdua dengan Sakura-chan-ttebayou!'' Ia berteriak histeris frustasi sambil nunjuk-nunjuk pokerface-nya Sasuke. Plis, pikiran ambigu tadi lewat dimana dengan mesranya pose tidur si jenong pink bersama calon-uhuk-seme tamvan nya satu ini. Tak menyadari siasat sang Uchiha bungsu yang melibatkan si gadis pinky, tumben kan ntuh jenong disebut *plakk*

''Hahh~baiklah, kita tidur berdua, teme.'' akhirnya sesi mengalah Naruto terjadi juga. Duh, tetap saja minta jatah dikasur. Enak saja, sebagai empu rumah dia wajib tidur di ranjang kan? Kan?! *maksa

Semoga saja ranjang kecilnya muat untuk dua orang remaja.

Ah, semoga saja Sasu menabahkan hatinya kala merasakan cara tidur Naru-dobe nya yang terlalu 'cantik'.

=====bersambung=====