FLY

Main Pairing: Kwon Soonyoung X Lee Jihoon

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Rate: T

Note: Ini adalah remake dari sebuah manga pendek karya Yasuko. Maaf jika ada salah penulisan kata.

GENDERSWITCH!

Apa yang diucapkan Hoshi semalam, sebelum tidur Jihoon selalu memikirkannya. Sampai-sampai, Jihoon membayangkan betapa baiknya seorang Kwon Hoshi.

Dan bayangan itu hilang pagi ini.

"LEE JIHOON! BANGUUUN! INI HARI YANG INDAH UNTUK MATI~"

Hoshi menarik paksa selimut yang Jihoon gunakan dan menyibakkannya berulang kali agar gadis itu terbangun.

'Aku terlalu memuji dia ya semalam? Kutarik kembali kata-kataku.' Jihoon membatin.

Jihoon kemudian duduk, menggosok kedua matanya dan melihat ke sekeliling untuk mengumpulkan nyawanya sendiri.

"Cepat mandi, Jihoon-ie."

Tanpa basa-basi, Jihoon langsung melesat pergi ke kamar mandi. Sedangkan Hoshi, pergi keluar.

Setelah beberapa menit, Jihoon keluar dengan pakaian kemarin –yang sudah dicuci tentunya-

Jihoon merapikan tempat tidur. Kemudian, terpaksa memasak beberapa makanan kecil dengan bahan seadanya.

Sebenarnya Jihoon sadar kalau menggunakan barang-barang orang lain tanpa ijin itu tidak sopan. Tapi perutnya terus meraung minta diisi.

Disaat Jihoon tengah memindahkan makanan dari wajan ke piring, Hoshi datang.

"Bau enak apa ini, Hoon?" ucap Hoshi yang kini sedang mengikuti asap bau makanan imajiner.

"Sarapan."

"Aiih, seperti istri saja kau ini. Memasakkan sarapan." Hoshi terkikik dan disusul dengan panci melayang.

"Aku memasak karena aku lapar dan aku memasak untukmu karena kau tuan rumah disini. Aku juga ingin mengucapkan terima kasih."

"Untuk?"

"Memberiku tempat tinggal sementara."

"Kalaupun kau ingin tinggal disini selamanya juga tidak apa-apa."

"Tidak akan."

"Terima kasih sudah membuatkan sarapan. Ini pertama kalinya aku sarapan di apartemenku sendiri." Hoshi tersenyum.

Jihoon menyajikan masakannya diatas sebuah meja makan, dibantu oleh Hoshi. Setelah semuanya siap, mereka mengambil tempat duduk berhadapan.

"Selamat makan~" ucap Jihoon yang kemudian langsung memasukkan satu sendok nasi ke mulutnya.

Hoshi tersenyum melihatnya. Sebenarnya dia tadi pergi ke ATM untuk mengambil beberapa uang. Dia berniat untuk mengajak Jihoon makan diluar. Tapi ternyata malah dimasakkan oleh gadis favoritnya.

Tunggu. Favorit?

"Hoon?"

"Hm."

"Seingatku, kemarin kau bilang aku berubah," ucap Hoshi sambil mengarahkan ujung sendoknya pada Jihoon

Jihoon mengangguk.

"Memang kau dulu pernah berbicara denganku?"

"Tidak."

"Lalu?"

"Hm?"

"Ah sudahlah."

Hoshi mengakhiri percakapan itu. Bukan karena alasan khusus melainkan karena Jihoon fokus ke makanannya. Daripada dia lelah berbicara dan Jihoon tidak mendengarkan.

Selesai makan, Hoshi membantu Jihoon mencuci piring.

"Hoon-ah."

"Ya?" Jihoon menatap Hoshi.

Selama beberapa saat, kedua mata itu saling memandang. Jihoon benar-benar bekerja keras untuk mengatur degup jantungnya sendiri.

"Tes pendengaran."

'Orang ini benar-benar menyebalkan! Jika saja kakiku sehat, kutendang kau!'

"Oh," jawab Jihoon.

Hening..

"Oh ngomong-ngomong, sekolah tarinya?!" Jihoon semangat.

"Tenang saja. Aku membolos sampai mengantar kepergianmu," ujar Hoshi sambil mengangkat satu jempolnya ke udara.

Jihoon memutar kedua bola matanya malas.

"Baiklah. Apa yang ingin Jihoon lakukan untuk terakhir kalinya?"

"Kau ingat pelajaran balet saat kelas satu? Jika saja kakiku tidak cedera, aku ingin menari Swan Lake. Aku ingin menjadi Odette. Bagaimana? Mustahil, kan?"

-o-o-o-o-o-

Beberapa saat kemudian, mereka berdua sampai di sebuah danau. Ada banyak orang yang mengunjungi tempat ini.

Terlihat beberapa anak angsa berjalan kesana kemari. Hm, sungguh tempat yang bagus.

"Ayo menarilah, Odette." Hoshi berujar senang sambil bertepuk tangan.

Seorang anak kecil menghampiri Jihoon dan menarik-narik bajunya.

"Kakak, mau apa?" anak itu bertanya dengan polosnya.

"Mana mungkin, Kwon Hoshi?! Kau mempermainkanku ya?!" Jihoon dalam mode murka.

Hoshi tidak peduli dengan teriakan Jihoon.

"Eh, ayo panggil mama kalian. Angsanya mau terbang," kata Hoshi kepada segerombolan anak-anak kecil yang lewat.

Dengan polosnya mereka belari ke orang tua mereka dan berkata jika ada angsa yang mau terbang.

"Sebenarnya apa maksudmu? Sudah kubilang, kan? Kakiku sulit untuk bergerak." Jihoon mengerucutkan bibirnya sebal.

Hoshi mengambil tongkat Jihoon, melepas jaket dan menaruhnya di bangku taman dibelakangnya.

"Meski begitu, anggota tubuhmu yang lain masih bisa bergerak, kan?"

Jihoon mengedip beberapa kali karena tidak paham. Hoshi menepuk pipi Jihoon dengan kedua tangannya.

"Imajinasimu kurang ya?"

Hoshi menangkup pipi gadis itu dan menatap matanya lekat. Kemudian, pemuda itu meletakkan kedua tangannya dipinggang Jihoon dan mengangkat Jihoon keatas.

"Y-yak! Apa yang kau lakukan?"

Hoshi diam saja. Pemuda itu merentangkan satu tangan Jihoon.

'Anggota tubuhmu yang lain masih bisa bergerak, kan'

Dengan ragu-ragu, Jihoon mulai menggerakan kedua tangannya. Mengingat pelajaran balet di kelas satu dulu.

Beberapa orang disekitar yang melihat mereka berdua pun mendekat. Mereka kagum dengan tarian balet seadanya oleh Jihoon dan Hoshi. Kemudian saat keduanya selesai, mereka mendapat tepuk tangan yang meriah.

'Baru saja– aku menari balet?'

Jihoon melebarkan matanya tidak percaya.

"Meskipun kau tidak bisa berjalan, tapi kau bisa terbang kapanpun. Karena kau adalah Odette yang suka terbang dan aku pangeran yang suka melakukan lift."

Hoshi memeluk Jihoon dari belakang. Mendekapnya erat.

"Karena itu, urungkanlah niatmu untuk mati." Hoshi mengucapkannya dengan lembut.

Sedangkan Jihoon menggenggam erat lengan pemuda itu dan menangis.

Bebannnya bertambah. Dia jadi ingin hidup lebih lama lagi. Hidup bersama Hoshi.

Jihoon mengalami apa yang orang sebut takdir.

[ TBC ]

\( ^o^ )/

P.S: Haloo~ Maaf updatenya kelamaan. Aku kehilangan kata-kata. Akhir-akhir ini tambah sibuk juga sama tugas praktek yang entah kapan berakhir :"v

Wordnya kali ini dikit yah? Tidak sampai 1K :v Maafin Wonu (T.T)

Makasih untuk like, review, dan follownya \( ^-^ )/ Untuk chapter 2 ini, semoga silent reader sadar yah? /kode keras :v

LnR juseyooo~

-Wonu-