AN: Chapter 2 sudah update siahkan baca dan review!


CHAPTER 2: MYSTERIOUS MURDER

-7 april 2015-

Tuesday

-Early Morning

Tsuki dan Ayaka berangkat menuju sekolah. Dan saat hampir sampai disekolah…

Tomoya: Hai Tsuki-chan... Aya-chan senpai! *Evil Smile*

Tomoya datang dan mengeluarkan senyum mautnya.

Ayaka: Apa maumu Itsuki? *deathglare*

Tomoya: Nggak ada... hanya ingin menyapa kalian.

Ayaka: Aku bisa baca pikiranmu, jadi cepat minggir!

Tsuki: Senpai mengenalnya?

Ayaka: Ya... dia orang yang kubilang harus diwaspadai.

Tomoya: Ayolah, aku hanya ingin berangkat sekolah dengan kalian. Apa itu salah?

Ayaka: Sangat salah... Hiiragi pinjam pedangmu.

Tsuki: Ini, tapi buat apa?

Tiba-tiba Ayaka mengayunkan pedang kayu Tsuki kearah Tomoya. Tetapi karena tidak biasa memainkan pedang Tomoya berhasil menghindar.

Tomoya: Whoa... calm down senpai, aku takkan mengganggu kalian. Dan untuk apa kau membawa pedang kayu?

Ayaka: Untuk menghajar orang mesum sepertimu.

Ayaka terus mencoba memukul Tomoya tapi selalu saja Tomoya berhasil menghindar.

Tsuki: Tenanglah senpai!

Ayaka berhenti memukul Tomoya setelah Tsuki menenangkannya.

Ayaka: Okay... kau boleh bersama kami, tapi jaga jarak 10 meter dari kami dan kalau berani mengecilkan jarakmu satu mili saja kuhajar kau! *deathglare*

Tomoya: No problem!

Dengan amat sangat terpaksa Tsuki dan Ayaka berangkat sekolah dengan Tomoya mengikuti dari belakang yang dimata orang lewat mirip stalker menguntit mangsanya.

Tsuki: Senpai, why you hate him?

Ayaka: Karena dia playboy kelas kakap... dia telah memacari hampir setengah cewek disekolah.

Tsuki: Ehh? Lalu kenapa mereka mau dengan Tomoya?

Tsuki pun kaget mendengarnya.

Ayaka: Karena dia seorang model dan calon artis.

Tsuki: Benarkah? apa senpai pernah pacaran dengannya?

Ayaka: Not... but my sister.

Tsuki: So, where is your sister?

Ayaka: Dia... sudah meninggal.

Tsuki: Ah, sorry... I'm not...

Ayaka: Tidak apa-apa jangan kau pikirkan. karena itu Hiiragi, kau jangan terlalu dekat dengannya!

Tsuki: Okay.

Ayaka: Paling tidak jika kau bersamanya, jangan sendirian... nanti bisa celaka. Dan bawa selalu pedangmu... jangan segan mengayunkannya kearah Itsuki!

Tomoya: Kalian berdua lagi bicara apa?

Ayaka: Bukan urusanmu!

Mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju sekolah.

-After School

Tomoya: Hei Tsuki-chan... bagaimana kalau kita jalan-jalan? Kau belum tahu daerah ini kan?

Tsuki: Alright, tapi aku ingin mengajak Hana!

Tomoya: Untuk apa mengajaknya?

Hana: Untuk melindunginya dari kemesumanmu. *deathglare*

Hana tiba-tiba berdiri di belakang Tomoya.

Tomoya: Baiklah, lebih banyak ceweknya lebih baik. *Evil Smile*

Hana: Jangan macam-macam ya! *deathglare*

Tsuki: *sweatdropped*

Mereka bertiga pun pergi menuju ke sebuah Mall.

Place: Junes Mall

Tsuki: Mall ini besar sekali!

Hana: Ya, sudah hampir dua tahun berdiri tapi tak pernah sepi pengunjung.

Kemudian Tomoya datang membawa minuman untuk mereka berdua.

Tomoya: Ini minumannya... jangan khawatir aku yang traktir!

Hana: Kau tidak memasukan sesuatu kedalam minumannya kan?

Tomoya: Hei! Tentu saja tidak, kau pikir aku ingin macam-macam denganmu? Kau itu bukan tipeku.

PLAK!

Stempel berbentuk telapak tangan menempel di wajah Tomoya.

Hana: How dare you!

Tsuki: *chuckle*

Mereka tertawa bersama kemudian minum sambil berbicara.

Tsuki: Hana, boleh aku bertanya?

Hana: Tanya apa?

Tsuki: Kejadian apa yang kau maksud saat kita diluar asrama?

Hana: Mysterious Murder.

Tsuki: Huh…!

Tomoya dan Hana mulai menceritakan pembunuhan misterius yang terjadi dikota Asahi kepada Tsuki.

Tomoya: Kejadiannya dimulai bulan februari lalu... beberapa orang menghilang saat malam hari!

Tsuki: Menghilang kemana?

Hana: Polisi juga nggak tau... kemudian sekitar dua minggu setelahnya mereka ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Tsuki: Kenapa mereka meninggal?

Hana: I don't know... dokter bilang mereka seperti meninggal begitu saja.

Tomoya: Dan dua minggu setelahnya, kejadian yang sama terulang lagi.

Tsuki: ada berapa korban yang meninggal?

Tomoya: bulan februari ada empat orang dan maret lima orang... jadi total sembilan orang. polisi masih penasaran tentang kematian orang-orang itu.

Hana: Oh ya... ini hampir dua minggu sejak korban-korban itu ditemukan bulan maret, mungkin sebentar lagi akan ada korban berikutnya.

Tsuki: Bukankah kita sebaiknya pulang sebelum hari gelap?

Tomoya: Tapi belum dua minggu!

Hana: Untuk berjaga-jaga sebaiknya kita pulang sekarang.

Mereka bertiga kemudian memutuskan untuk pulang.

-8 April 2015-

Wednesday

-After School

Tsuki: Hana bagaimana kalau kita main keasrama?

Hana: Sorry, aku sudah ada janji sama teman mau ke Asahitaisha Shrine... kau boleh ikut kalau mau!

Tsuki: Okay, tapi mau apa kesana?

Hana: Akan kujelaskan nanti.

Akhirnya Hana, Tsuki dan dua orang temannya pergi ke kuil.

Tsuki: Sekarang jelaskan kenapa kita ke kuil?

Girl in glasses: Untuk memastikan rumor.

Tsuki: What rumor?

Hana: Kuil itu punya sebuah kolam dengan pohon besar ditengahnya... katanya ada seseorang yang melihat air kolam itu, tetapi bayangan dirinya tidak terpantul pada air kolam.

Tsuki: Kenapa bisa? dia hantu?

Short-haired girl: Bukan... *sweatdropped* kami juga tidak tahu, yang melihat katanya salah satu kouhai kita.

Tsuki: Who?

Girl in glasses: Ayako Tadase.

Tsuki: (sepertinya namanya mirip seseorang) Bukannya lebih baik kalian tanya langsung pada orangnya?

Girl in glasses: That's impossible.. karena dia sudah meninggal.

Tsuki: Why?

Hana: Dia salah satu yang meninggal pada kasus pembunuhan misterius itu.

Short-haired girl: Dan sekarang kami pergi kekuil untuk membuktikan kebenarannya.

Place: Asahitaisha Shrine

Hana: Kita sudah sampai.

Tsuki: Ngg... kuil inikan..

Girl in glasses: What's wrong?

Tsuki: Nope.

Tsuki teringat kalau ini adalah kuil dimana dia mendengar suara aneh.

Hana: Come on, we get in.

Mereka berempat masuk ke kuil itu. Kuil itu sangat luas dengan hutan dibelakangnya.

Tsuki: Lalu, dimana kolamnya?

Hana: This way.

Tsuki dan teman-temannya kemudian menuju kekolam itu.

Girl in glasses: Ini kolamnya.

Short-haired Girl: Mau coba lihat?

Tiba-tiba Hana mendekati kolam itu.

Short-haired girl: Bagaimana Hana?

Hana: Bayanganku terlihat... sekarang kalian coba.

Tsuki dan yang lainnya juga mencoba melihat dari kolam.

Tsuki: Bayangan kita terlihat semua.

Girl in glasses: Ternyata rumor itu bohong.

Short-haired girl: Aku ingin tahu bagaimana kolam ini ada!

Hana: Katanya sudah ada sebelum kuil ini dibangun.

Tsuki: Aku jadi semakin penasaran.

Hari sudah semakin sore, Tsuki dan teman-temannya segera pulang.

-9 April 2015-

Thuesday

-After School

Announcement: Untuk semua murid, demi keamanan diharapkan langsung pulang kerumah masing-masing dan tidak singgah ketempat lain. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Tomoya: Sudah dua minggu sejak korban ditemukan bulan Maret... pasti nanti akan ada yang menghilang lagi.

Hana: Aku berharap itu kau Tomoya!

Hana menunjuk kearah Tomoya.

Tomoya: Ehh, why me?

Hana: Karena kau selalu menggoda cewek.

Ryouka: Kalian berdua hentikan... tidak lucu bercanda disituasi seperti ini.

Hana: Sorry.

Tsuki: Tapi aku heran, bagaimana orang-orang itu menghilang?

Tomoya: Nggak tau.

Hana: Aku lebih heran, bagaimana mereka dibunuh? dokter bilang mereka seperti meninggal begitu saja

Tomoya: Ask to the killer!

Hana: Kalau pembunuhnya sudah ketemu polisi juga pasti akan melakukan itu dodol! dan gara-gara kejadian ini semua klub diliburkan.

SRAKKK!

Ayaka datang kekelas 2-F.

Ayaka: Hiiragi, ayo kita pulang!

Tsuki: Iya.

Tsuki pun segera membereskan buku pelajarannya.

Ryouka: Senpai kau mengenalnya?

Ayaka: Ya, dia teman sekamarku diasrama. Lebih baik kalian juga pulang.

Ryouka: Okay.

Merekapun memutuskan untuk pulang.

-Evening

Place: Asahi Dorm

Waktu menunjukkan hampir tengah malam dan semua penghuni asrama telah tertidur. Tsuki tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena ada sesuatu yang sedang dia pikirkan. Dan saat itu juga dia mendengar suara langkah kaki dari luar kamar, lalu memutuskan untuk melihatnya.

Tsuki: Who's there?

Ayaka: *gasp* Ternyata kau Hiiragi.

Tsuki mendapati Ayaka sedang berada diluar kamar.

Tsuki: Senpai kenapa berjalan dilorong malam-malam?

Ayaka: Aku akan pergi keluar sebentar.

Tsuki: Kemana? Bukankah kita harus tetap diasrama?

Ayaka: Maaf, aku tak bisa memberitaumu.

Tsuki: Jangan senpai... bukannya bahaya pergi malam-malam seperti ini!

Ayaka: Aku tetap akan pergi, ada sesuatu yang harus aku lakukan... sebaiknya kau kembali kekamarmu.

Tsuki: Kalau begitu aku ikut. Aku takut terjadi sesuatu denganmu senpai!

Ayaka: But...

Tsuki: Jika aku tak boleh ikut akan kulaporkan pada pengawas asrama!

Tsuki mengacam Ayaka agar diperbolehkan ikut.

Ayaka: Okay... tapi kau harus turuti perkataanku.

Tsuki: Kalau begitu aku ambil mantel dan pedangku dulu untuk jaga-jaga.

Saat Tsuki mengambil pedangnya, dia memutuskan untuk membawa Persona Card nya. Setelah itu mereka meninggalkan asrama.

Tsuki: Senpai, where we go?

Ayaka: Asahitaisha Shrine.

Tsuki: Apa senpai juga ingin melihat kekolam itu?

Ayaka: How you know?

Tsuki: Kemarin siang aku dan Hana pergi kesana.

Ayaka: Adikku melihat hal yang aneh pada kolam itu... bayangannya tidak terpantul pada saat dia melihat air kolam itu.

Tsuki: Apa namanya Ayako!

Ayaka: Iya, tau darimana?

Tsuki: Hana yang memberitauku.

Ayaka: Begitu ya!

Tsuki: Aku juga kemarin mencobanya, tapi tidak ada yang aneh.

Ayaka: Adikku melihatnya saat malam hari.

Tsuki: Karena itu senpai pergi kekuil itu malam hari!

Ayaka: Ya, untuk menyelidiki misteri kematian adikku!

Tsuki: Kalau begitu aku akan membantumu senpai.

Ayaka: Thanks.

Merekapun akhirnya menuju Kuil Asahitaisha untuk mencari kebenaran.

TO BE CONTINUE

CHAPTER 2 END

NEXT

CHAPTER 3: AWAKENING


Review Please!

AN: Update chapter 3 mungkin akan lama, jadi sabar ya!