Updated guys, Selamat idul fitri semuaa :""))

Hasegawa Nanaho presents,

.

Kankoshi

Story By : Hasegawa Nanaho

Shingeki no Kyojin (c) Hajime Isayama

Warnings : AU, Typo(s), garing, aneh, ozol, alay, banyak anu, Shounen ai dkk. Dont like dont read. First Shingeki no Kyojin fiction *senyum mezum*

Chapter 2

.

.

.

Pukul sembilan pagi di Recon Corps. Ah, bagi Rivaille, ini adalah saat yang tepat untuk menginspeksi salah satu bawahannya yang barusan melakukan kesalahan besar, menurutnya sih.

"Jadi..." Rivaille menyimak kertas-kertas berisi biodata pegawai baru yang kini sedang berdiri di depannya.

"Kau...yang bernama Eren Jaygear," Ucap Rivaille yang setia memasang wajah deadpannya.

ZONK.

Manusia berambut coklat dan beriris hijau daun yang berdiri di depan bosnya itu gondok setengah mampus.

'Nama keren-keren Eren Jaeger, lu kira gue Jaypark?' Batinnya dengan wajah yang mirip orang tertimpa batu besar. Innernya tertawa kesal.

"Maaf Sir, tapi nama saya Eren—"

"Aku sudah tahu. Diamlah, dan duduk di kursi itu." Perintah Rivaille memotong pernyataan Eren yang kini menggumam kecil sambil menarik kursi plastik di hadapan Rivaille. Atasannya ini...Entahlah, Eren speechless.

Demi Connie Sempriwing, temannya waktu masih batita. Belum pernah ada manusia semenyebalkan orang di depannya ini.

"Sekarang jelaskan." Todong Rivaille menggunakan kemoceng.

"Maaf? Tapi jelaskan apa, Sir?" Tanya Eren sambil memasang wajah datar, masih ngambek dengan atasannya yang seenak bapaknya merubah nama keren miliknya.

"Masih berani tanya, Jaygear?" Rivaille menarik sebelah alisnya ke atas, menatap Eren tajam.

'Masih berani panggil gue Jaygear, pendek?' Maki Eren dalam hati.

"Tapi saya...benar-benar tidak tahu apa yang harus saya jelaskan, Sir," Jawab Eren sambil menggaruk tengkuknya, mengurangi kegugupan akan jawabannya barusan yang terlihat tidak sayang nyawa.

'Berani sekali anak kecil ini.' Rivaille masih belum sudi mengganti wajah deadpannya menjadi ekspresi yang lebih seram lagi.

"Jelaskan kenapa kau membuang sampah kertas ke dalam tempat sampah anorganik." Rivaille mengucapkan maksudnya sambil memijit dahinya.

'Astaganagay, Cuma karena itu?' Urat di kepala Eren bertambah besar dan kencang.

"Oh itu, saya...bisa dibilang saya tidak membaca tulisan "anorganik"nya, Sir. Saya minta maaf," Ucap Eren dengan sungguh-sungguh. Ia ingin cepat lepas dari atasannya yang nyebelin ini. Sebelum namanya dirubah lagi pula.

"Hm..." Rivaille mendengus. Lalu melanjutkan, "Tugas untukmu..." Rivaille melemparkan kemoceng di tangannya tadi ke arah Eren, yang menerimanya dengan terkejut.

"Kau bersihkan berkas-berkas di pojok ruangan itu." Perintah Rivaille sambil menoleh ke arah dimana berkas-berkas yang mungkin debunya cuma seiprit itu terletak. Mana tumpukannya kayak jatah pizza Chowder lagi. Eren cuma bisa pasrah sebelum ia di anu-anu lagi sama Rivaille.

Dan sekali lagi Eren berpikir keras, 'Kok nggak sinkron gitu ya tugasnya?'

Kalau diteliti ulang, membersihkan berkas-berkas di pojok ruangan itu memang tugas yang aneh. Se-dangkal-dangkalnya ide Author, kalau dipikir lagi memang tugas Eren itu tidak sinkron dengan jabatannya sebagai Salesman.

Atau si clean freak itu hanya mengambil kesempatan agar ia bisa melihat bokong semok Eren dari kejauhan? Astagay. Mari kita cabut pemikiran ini sebelum terdengar oleh orangnya.

Ngomong-ngomong, apa kabar scientist kita?

.

Suasana di pantry beberapa menit sebelumnya...

.

Hanji masih setia menjentikan jari sambil duduk di atas meja.

Ternyata dia sedang menghitung waktu.

"Hm..." Hanji memasang tampang bingungnya sambil menatap langit-langit pantry.

"Tadi sudah kuhitung sampai menit ke berapa ya?"

Bersamaan dengan selesainya Hanji berkumandang, sebuah panci masak air jatuh berkrompyangan(?) dari tempat dimana sebelumnya panci tersebut masih menggantung. Seolah menertawakan ke-anu-an diri Hanji.

Mengusir kegalauan karena lupa hitungan. Hanji kembali mengambil sebungkus produknya yang tadi sudah ia tuang ke dalam cangkir kopi milik Rivaille, yang mungkin sekarang masih berada di atas nampan yang dibawa Petra, menempuh perjalanan ke ruangan sang wakil direktur bertinggi badan unik.

Ia kembali tertawa kecil sambil membaca dengan seksama kegunaan dari produk nistanya itu.

GULO. *coret*BUKAN GULA*coret*

ADALAH PEMANIS BUATAN DENGAN KEGUNAAN SEBAGAI BERIKUT:

MEMBUAT SESEORANG MENJADI MENJADI TERBAKAR SEMANGAT DAN GAIRAH BEKERJA DALAM WAKTU 3 JAM SETELAH KONSUMSI

PRODUK (c) Hanji Zoe :P — Lagi-lagi di barisan ini Hanji mulai tertawa abnormal.

"AAAHHH, Aku tidak sabar melihat reaksi Rivaille ketika terangsang bubuk obat ini!" Sorak Hanji sambil keluar dari ruang pantry, hendak menyusul Petra.

"Tiga jam itu tidak akan lama, hehehe," Hanji masih saja setia tertawa kecil memikirkannya.

Anda mungkin tahu ia akan berbuat apa nantinya.

Memata-matai dengan bersembunyi di belakang pot bunga besar yang menjadi pajangan di depan ruangan Rivaille.

Lalu menunggu bencana dan kiamat menghantui ruangan sang wakil direktur ber-roman muka yang tidak bergerak—arti dari deadpan. Entah bencana dalam bentuk apapun itu, jika suara saja Hanji sudah puas. Apalagi kalau ia beruntung dan bisa mengintip.

Kemudian Ia tertawa nista sambil menggebrak-gebrak pot bunga dari kayu tersebut.

Gebrakan Hanji biasanya membuat tanah dari pot bunga tersebut berserakan terbang dan mengotori teras depan ruang pribadi Rivaille yang digelari karpet berwarna biru dongker.

Baru jika Ia masih belum puas ngakak, Hanji akan melampiaskannya dengan menggebuk-gebuk karpet yang tadinya terkena tanah dari pot—hasil kerjaan sebelumnya yang tergelar di sepanjang lorong kantor itu untuk membuat tanahnya menyebar ke permukaan lainnya. Sambil ngakak nangis juga pastinya.

Dan semua cleaning services sudah lelah dengan tindakan Hanji yang memperbanyak kerjaan mereka. Tapi apa yang bisa mereka harapkan? Mau jadi tikus percobaan kalau protes?

Mereka lebih suka disuruh membersihkan kotoran akibat ulah Hanji daripada menjadi tikus percobaanya.

Setop. Kita belum sampai ke sana.

Hanji sekarang masih on the way untuk melakukan semua itu.

Masih dengan senyum-senyum gembiranya, Hanji merogoh kertas putih kusut yang tadi hampir di buang Rivaille.

"Oh iya, ini catatan kecil yang harus diperbaiki dalam product sumarrynya gulo. Nanti sajalah aku perbaiki, sekarang kita lihat saja reaksi Rivaille, hmhmhm..." Hanji bersenandung riang gembira dan sejenak ia tersenyum usil.

'Sebenarnya gulo itu bukanlah obat untuk gairah bekerja loo, tetapi untuk gairah...'

"—pfft, huehuehueu," Hanji sudah ngakak duluan sebelum melanjutkan pemikiran dari otaknya yang anu. Jenius tapi mezum, mungkin?

Biarlah reader mendapat gambaran dari obat sarap itu, kayak yang buat.

.

"Oi Jaygear. Sudah selesai belum?" Sebuah suara baritone menyambar bulu kuduk Eren.

"S-sebentar lagi, Sir!" Jawab Eren sambil semakin bergairah menggesek-gesekkan kemoceng berbulu coklat sewarna rambutnya itu.

Sebenarnya ia ingin bertanya, ini tumpukan kertas dari zaman kapan?

Eren menoleh ke samping, ke arah dimana kertas-kertas yang sudah ia bersihkan. Masih dua dibanding delapan. Eren menepuk jidatnya keras. Ia hampir mengumpat sebelum suara ketukan pintu di ruangan sepi itu mengejutkannya lagi.

Tok tok tok. "Sir Rivaille, saya membawa kopi untuk anda," Sahut seseorang dari balik pintu.

"Masuklah."

Kini terpampanglah Petra dengan senyum seperti malaikat bercahaya sambil berjalan menuju meja Rivaille.

'Bilang nggak ya? Sebaiknya jangan, Sir Rivaille bisa marah kalau tahu kopi ini buatan Hanji-san...' Pikir Petra setelah ia menaruh secangkir kopi panas di atas meja kerja Rivaille.

"Petra." Panggil Rivaille dengan nada dingin.

"A-ada apa, Sir Rivaille?" Jawab Petra dengan takut. Jangan-jangan ketahuan ini kopinya anu.

"Buatkan aku satu cangkir kopi lagi, untuk bocah yang di sana itu." Perintah Rivaille sambil meletakkan pulpen dan melipat tangan. "Oi, Jaygear," Panggil Rivaille.

Untuk ketiga kalinya Eren merasa sakit jantung di usia dini. Sakit hati juga sih mendengar namanya yang masih dislokasi.

"A-ada apa, Sir Rivaille?"

"Kau suka kopi manis atau tidak?" Tanya sang wakit direktur sambil memejamkan mata.

"Eh?" Eren terhenyak. Baik juga wakil direktur pendek ini.

"E-em...s-saya...suka m-manis..." Jawab Eren gugup. Dia gak bakal diapa-apain kan?

"Kau dengar kan, Petra? Sekarang buatlah secangkir kopi untuk bocah itu," Perintah Rivaille sambil membereskan kertas-kertas yang barusan ia tanda-tangani.

"Baik, Sir. Saya akan kembali sebentar lagi—" Perkataan Petra terputus oleh suara menggelegar Rivaille.

"Tunggu telepon dariku, baru kau boleh buat, Petra." Sergah Rivaille sambil menyilangkan kakinya.

"B-Baik Sir, saya permisi dulu..." Ucap Petra sambil meninggalkan ruang pribadi Rivaille.

Pintu sudah kembali tertutup. Eren masih ditemukan tercengang menatap atasannya yang kini melemparkan deathglare ke arah dirinya.

"Lanjutkan pekerjaanmu, Jaygear."

Huft. Setelah sekian lama, namanya tetap saja masih salah.

.

Tak disangka-sangka. Scientist kita sudah bersembunyi di balik pot bunga sambil memainkan tab-nya.

"Ohoho, sebentar lagi Hanji, sebentar lagi kau akan mendengar—AAH! Aku tidak sabar mendengar reaksi Rivaille!" Hanji menepukkan tangannya dengan semangat. Sesaat ia tersadar.

"Barusan ia bilang Jaygear, apa anak baru Jaeger itu yang dia maksud? AAH! INI SEMPURNA!" Bisa dilihat sekarang Hanji sudah menari salsa bersama tanaman yang tadi ia gulung dengan cairan ungunya.

.

.

"Se-SELESAI!" Sorak Eren. Ia makin bersorak lagi ketika ia melihat jam.

Ia bersorak sedih bung.

"Shit, jam 3 sore? Sedang apa saja aku dari tadi?" Umpatnya pelan, takut-takut terdengar Rivaille.

"Mmmghh..."

Demi Tuhan, sudah empat kali Eren hampir pingsan.

'Anjrot, desahan siapa itu!?'

Dan. Eren sudah mau lima kali terkena sport jantung.

Ia temukan atasannya sekarang sedang melepas cravatnya. Sembari menampilkan wajah yang sedikit kepanasan. Berkeringat, dan wajah memerah.

"Oi, Jaguar, apa kau tidak merasa kepanasan di sini?" Tanya Rivaille sambil sedikit mendesah.

Mendesah karena kepanasan. Jangan mezum dulu.

Eren ingin facepalm sekarang.

Jangankan facepalm, rasanya lebih pantas kalau ia masuk ke sela-sela crop circle yang rimbun dengan rerumputan dan berteriak. "SUBHANALLAH, NAMA GUE EREN JAEGER! BUKAN EREN JAYGEAR APALAGI EREN JAGUAR SU!"

"Saya tidak merasa kepanasan, Sir. AC disini sudah cukup dingin suhunya," Tanggap Eren sambil berusaha tersenyum.

Aduhai. Kenapa tampang Rivaille begitu seduktif.

.

"Aku merasakan tubuhku memanas, Eren." Rivaille berujar sambil menyeka keringat di leher dan dahinya.

'Dia manggil gue Eren?' Eren takjub setengah hidup.

"Eeeh...Mungkin anda terkena demam, Sir? Atau anda ingin saya mematikan AC-nya? Mungkin bisa membuat anda sedikit lebih baik—"

"Aku belum memberimu perintah, Jaeger."

'Akhirnya, nama gue bener juga...' Eren mengusap dadanya kesenangan. Tapi entah kenapa, ia lebih senang dipanggil Eren.

"Kemarilah, Jaeger." Rivaille memanggil Eren sambil memasang tampang yang...polos. Dan tampang seseorang yang berharap di-anu-in.

.

Di kelonin maksudnya. Mezum semua ini.

.

Astagay, itu beneran tampang polosnya Rivaille. Membuat Eren sedikit bergidik.

Wajah Eren sedikit merona. Otaknya mulai berpikiran sesuatu yang biasanya terjadi di komik-komik remaja yang sering ia baca.

"Cepatlah Jaeger. Aku makin kepanasan." Paksa Rivaille dengan wajahnya yang kembali ke formasi awal. Wajah tidak sabaran.

Oh my goat.

Eren mau diapakan, Rivaille?

.

.

.

To Be Continue.

A/N : HAHAHHHAHAANJIIIRRRR!

Makasih banyak untuk mbak fuun :""))) Idenya guncang dunia sangat /desh/

Nanaho sendiri gak kuat nulisnya, bawaannya pengen ngakak muluk asololeeee.

Ini bener-bener merangsang Nanaho mau nulis R18 tapi kan...Nanaho masih di bawah umuuuurrr /va /plis /elo mulai mesum/ /sok polos lo/

Oke, semoga chapter ini bisa bikin elo semua seneng, kesel, terserah deh yang penting gue apdetnya cepet kan? /desh/

Bangga bener dah gue bisa semangat nulis kayak gini, mezum sih isinya. /modus

Sankyu buat kalian :""))))

saerusa[Mbak Roseeee, iya saya lelah juga ngetik sifat Hanji :"")) iya itu mestinya Sawney ya :"") ambigay sih ada yang nulis Sonny, ada Sawney :"")) tebakan anda sih, kemungkinan bisa bener, tapi anu eh... Tapi masih agak ambigay nih "ngerawat"nya yang jenis bagaimana :"")) kayaknya bakalan mezum ahue. Anyway thanks :)))]

5862-senbonzakura[Eren selalu sabar :"")) Silahkan dilihat reaksinya :"))) ahue]

Nacchan Sakura[Kalau kocak saya gak janji mbakyuh. Semoga yaa :""))) GULO itu semacam reinkarnasi(?) dari gula biar pas dituangin itu gak anu pas liat labelnya :""))) ngerti? Hue hueh]

Android5Family[Silahkan dinikmati chapter ini, kayaknya kamu bakal jungkir balik nih /desh/]

ayaklein24[Siapa bilang Hanji gak berbahaya? Tulisan post it yang anda sarankan boleh juga tuh :")))]

Fujisaki Fuun[Astagay mbaaaak :"")))) ide anda bener-bener samting :"")) Anu deskripsi yang bagaimana ya Hanjinya alakazam ? :"")) Iye penting itu icon meletnya :P Anda tahulah muka sparta Irvin macam mana :")) dan betis padi Rivaille...sejujurnya betis Eren lebih padi lagi, soalnya betis Ripai semok sih /va/ Bahasanya fresh? Aduh bingung sendiri, saya gaya nulisnya ya gini /alay/ :""))) Seneng kan gue apdet? Ahue. Demiapa ngetik mezum ginian cepet amat tiga jam kelar :""))) ahuehue selamat menikmati :"))]

Zane Zavira[Semua pada ngepens sama Irvin nih kayaknya :""))) ahaha iye, saya gaktau ide darimana datangnya bisa bikin Irvin jadi iklan hair gel kayak gitu :"")) anyway kalau kamu baca chapter ini semoga makin greget aja deh gemetarnya :""))]

Sankyu untuk semua raider/desh/ yang setia dan review, nge fav, nge follow, DAAAN /cium tante puun/ Ngasih gue ide di pagi-pagi :")) Nanaho peluk kalian semwah :""))

Selamat lebaran yaa, biarpun Nanaho non muslim tapi Nanaho ikutan makan-makan lebaran looh /lahteros/

Mohon maaf lahir dan batin, maafin kemesuman yang tiada akhirnya ini :"")))

Smell ya in the next chapter vroh!

Regards, Hasegawa Nanaho.