.

.

Sosok berambut hitam itu menaiki tangga dengan tergesa. Di sebelah tangannya tertenteng sebuah plastik berwarna putih dan sebelah tangannya yang lain menenteng sebuah bungkusan berwarna coklat berbentuk kotak.

Sosok itu berbelok kearah kanan dan berjalan tergesa disepanjang koridor dirumah mewah akhirnya ia berhenti disebuah pintu berwarna putih dan menyunggingkan sebuah senyum. Perlahan dengan setengah kerepotan, ia memutar kenop pintu itu dan masuk lalu menutupnya kembali.

Baekhyun tersenyum melihat sosok yang dinantinya datang. Dirinya tengah terduduk lemas diatas kasurnya dengan satu kaki yang terikat rantai panjang yang menyatu dengan ranjangnya.

Sosok itu balas tersenyum dan mendekati Baekhyun, mengelus surai hitamnya dengan lembut. Satu kecupan tersemat dibibir tipis Baekhyun. Mata biru nya mengerjap pelan.

"Apa yang hyung bawa?"

Baekhyun mengedarkan pandangannya pada lengan yang ia panggil hyung.

"Ramyun. Kesukaanmu."

"Lu hyung yang membelinya sendiri?"

Sosok itu mengangguk pelan, mengeluarkan Ramyun itu dari plastik yang ia bawa dan membuka segel Ramyun itu lalu memberikannya pada Baekhyun.

"Luhan hyung kau tidak perlu melakukan ini padaku, aku takut umma akan menghukummu."

Luhan tersenyum dan menjawil pipi Baekhyun gemas. "Se Ra tidak mungkin menghukumku hanya karena aku membelikanmu Ramyun, Hyun ah."

Baekhyun terkekeh dan mulai menikmati Ramyun yang dibawa Luhan.

"Enak?"

Baekhyun menggumam pelan, mulutnya sudah penuh dengan Ramyun kesukaannya membuat Luhan tersenyum.

Sesaat hening. Baekhyun masih memakan Ramyunnya sementara Luhan merebahkan tubuhnya disamping Baekhyun dan memandang langit kamar Baekhyun dengan pikiran yang tak tentu arah. Banyak hal yang ia pikirkan akhir – akhir ini. Dan itu cukup membuat nya tertekan dengan sendirinya.

"Aku ingin membawamu pergi dari rumah ini Baekhyunie. Tapi aku belum menemukan cara yang paling tepat untuk mengelabui ibu mu."

Baekhyun terdiam. Ia meletakkan Ramyun nya yang sudah habis setengah itu dimeja dan menatap Luhan yang masih memandang langit kamarnya. Jemari lentiknya perlahan mengusap surai hitam Luhan dengan lembut.

"Berhenti memikirkan cara untuk membawaku keluar dari rumah ini Luhan hyung. Karena aku rasa-

Luhan dan Baekhyun saling bertatapan.

"Aku tidak akan pernah bisa keluar dari rumah ini apapun caranya." Baekhyun tersenyum miris begitupun dengan Luhan.

"Aku mencintaimu Hyun."

The Hard Life

Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Lu Han, Se hun,

With

Byun Se Ra (Oc), Kim Jong In, Park Chan Yeol, Jung Kook,

Warn:

BDSM, Violence, Semi-incest, boy x boy, mom x son

PAIRING:

KYUNGSOO X BAEKHYUN

And other pairing.

Story line: Kyura Lee.

.

.

Kyungsoo tahu ia bertindak gegabah dan tak memikirkan bagaimana dirinya nanti di masa depan. Saat itu ia bingung. Ia tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi semua kesulitan hidup yang menimpanya.

Kyungsoo masih berumur delapan belas, ia masih belum mempunyai cukup pengalaman hidup seperti yang lain. Hidupnya hanya seputar rumah, sekolah dan kedua orang tuanya. Ia anak tunggal, ia hanya hidup bersama kedua orang tuanya.

Dan Kyungsoo sudah tak tahan dengan perilaku gila sang ayah yang kerap kali memaksanya meniduri ibu sendiri. Dan bila memang cara melarikan diri adalah yang terbaik, maka sekarang Kyungsoo melakukannya. Ia lari dari ayahnya, meninggalkan ibunya seorang diri, tersiksa dengan segala kelakuan gila ayahnya. Ia tak tega, namun jika ia terus bertahan, justru ia hanya akan membuat ibunya tersiksa dua kali.

Namun, saat ia melarikan diri. Kyungsoo merasa tersiksa bukan main. Dua tahun mengalami pelecehan dari ayahnya membuat tubuhnya bekerja sendiri. Tubuhnya sering tersiksa saat ia terbuai dalam tidurnya. Ia kerap kali bermimpi seseorang menyentuhnya, ia kerap kali memeluk guling nya sendiri dan beronani sendiri membayangkan ia yang disentuh dan menyentuh.

Singkatnya, Kyungsoo menyadari ia telah terjerat dengan Sex. Ia menginginkan kenikmatan yang dulu ia benci. Namun kini ia menginginkannya.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang bernama Jongdae. Seseorang yang memergokinya tengah beronani didalam kamar mandi umum dan akhirnya membuat menceritakan semua kisahnya pada lelaki berumur dua puluh lima itu tanpa ia sembunyikan sedikitpun.

Dan disinilah ia sekarang. Memutuskan tinggal dirumah Se Ra meskipun ia tahu, jika dirinya akan berakhir seperti lelaki jalang lainnya yang sering ia temui ketika ia berjalan jalan saat malam.

Akan tetapi, seperti yang dikatakan Se Ra, Kyungsoo berbeda. Ia lain dari remaja lainnya. Ia pintar dan tentunya tidak akan mudah masuk dalam tipuan Se Ra.

"Kau melamun?"

Kyungsoo menatap wanita itu datar dan penuh waspada. Dihadapannya terpampang sebuah berkas yang harus ia tanda tangani. Itu sebagai bukti perjanjian kontrak kerja mereka.

Kyungsoo sudah membaca semuanya. Dan isinya hampir sama rata, merugikan dan menguntungkan. Ruginya, ia tak akan bisa lari semudah ia lari dari rumahnya. Untungnya, ia bisa mendapatkan uang, tinggal dirumah Se Ra secara gratis, bebas keluar – masuk rumah itu tanpa pengawalan ketat.

Namun, Kyungsoo ingin lebih. Ia teringat remaja enam belas tahun yang kemarin ia tiduri bersama Se Ra. Baekhyun. Putera Se Ra yang cantik. Dan itu membuatnya berpikir ulang untuk melakukan kerja sama bersama Se Ra.

"Kenapa? Kau keberatan dengan isi kontrak itu? Aku rasa itu tidak merugikanmu. Asal kau tahu, tidak semua anak buahku mendapatkan hak bebas untuk keluar – masuk rumah ini tanpa pengawasan ketat dariku Kyungsoo. Tapi kau beda, aku membiarkanmu berbuat sesuka hatimu."

Kyungsoo tersenyum sinis. "Lalu, apa aku juga mempunyai kebebasan untuk menyentuh anakmu sesuka hatiku?"

Trak

Se Ra berhenti menghisap rokoknya. Ia menatap kearah Kyungsoo dengan tatapan tak percaya. "Apa yang baru saja kau katakan?" Tanyanya dingin dan Kyungsoo hanya menyeringai. Ia mendekatkan wajahnya kearah Se Ra dan melepaskan batang rokok itu kemudian menghisapnya perlahan dan menghembuskan asap itu kewajah Se Ra membuat Se Ra sedikit terbatuk. Kyungsoo terkekeh, rokok yang ia pegang ia taruh kedalam asbak dan mematikannya.

"Well, rasanya tidak buruk juga." Kyungsoo tersenyum jenaka, namun penuh maksud terpendam. Kyungsoo berdiri dari duduknya, memutari meja kemudian berdiri dibelakang Se Ra lantas mengalungkan lengannya di leher Se Ra memeluknya manja dengan kepala ia senderkan di leher Se Ra dan sesekali mengecup perpotongan leher jenjang itu membuat Se Ra menggigit bibir bawahnya merasa terangsang.

"Aku tertarik pada puteramu. Dia begitu nikmat dan aku ingin merasakan tubuhnya lagi, lagi, dan lagi." Kyungsoo berucap lembut penuh gairah dan tak ragu mencium leher Se Ra, membasahi leher itu dengan air liurnya lantas menggigitnya menghisapnya hingga leher putih itu tercetak sebuah warna merah pekat membuat Se Ra melenguh. Dalam hati ia mengutuk pemuda berusia delapan belas tahun itu karena berhasil membuat nya terangsang begitu cepat.

"Aku bisa menjamin, berjuta – juta uang masuk kedalam rekeningmu jika kau mau mengubah isi kontrak kita-

Kyungsoo melepaskan pelukannya dan kembali duduk dengan menopang dagu dan tersenyum manja. "Eomma~~" Kyungsoo tersenyum dan memanggil Se Ra eomma.

"Kau mempermainkanku?"

Se Ra menatap tak suka dengan nafas naik turun antara marah dan menahan hasratnya. Kyungsoo menggeleng lucu.

"Tidak. Aku hanya ingin menyentuh anakmu sesuka hatiku itu saja. Dan setelah itu aku jamin, aku akan membuat diriku menjadi seseorang yang paling dicari pelangg dan membuatmu banyak mendapatkan uang. Kau tidak usah ragu."

Se Ra mendengus. Ia tentu tak akan ragu dengan kemampuan Kyungsoo. Anak kecil itu pintar dan licik, dan ia yakin Kyungsoo bisa saja menjadi primadona di rumah nya.

"Baiklah, terserah kau. Kau bebas menyentuh anakku" Kyungsoo tersenyum lebar. "Tapi, kau tidak boleh membawanya keluar tanpa seijinku!"

Kyungsoo mengangguk paham. "Tidak masalah. Sekarang boleh aku menemui Baekhyun?"

Se Ra mengangguk walau dengan berat hati. Kyungsoo bersorak gembira dan melesat keluar dari ruangan itu meninggalkan Se Ra yang tengah kesal.

Bukan. Ia bukan kesal karena membuat Kyungsoo bebas menyentuh puteranya sesuka hati. Sekali lagi, ia adalah seorang ibu yang tak menginginkan Baekhyun ada sejak ia lahir kedunia dan sudah tentu ia masa bodoh pada anak itu. Ia hanya memperalat Baekhyun tentu saja. Tak ada rasa kasih pada anak itu yang ada rasa benci yang membumbung tinggi hingga rasanya ia ingin membunuh anak itu.

Se Ra kesal karena Kyungsoo telah berhasil membuatnya kalah satu langkah dan ia tak suka itu.

.

.

"Akhh Lu Hanhh.. eungh..."

CRATT

"AHH BAEKHH..."

Lu Han terengah ditengah orgasmenya, tubuhnya ambruk menindih tubuh Baekhyun dibawahnya. Ia terkekeh senang, sudah lama rasanya ia tak merasakan nikmatnya bercinta dengan seseorang seperti ini. Dan Baekhyun adalah satu – satunya orang yang mampu membuat Lu Han merasakan nikmatnya saat bercinta.

"Terima kasih Hyun ah..."

Baekhyun mengangguk lemah di tengah nafasnya yang hampir habis. Lu Han memang menyentuhnya secara lembut namun, tetap saja ia merasa lelah.

"Ba bantu aku memakai kemeja ku hyung, aku takut umma ku kesini dan ia akan menghukummu."

Baekhyun berujar lemah. Lu Han mengangguk mengerti dan segera memakaikan kemeja putih kebesaran milik kekasih Se Ra itu pada tubuh kecil Baekhyun. Lu Han tersenyum miris ditengah ia mengancingkan kemeja putih besar itu di tubuh Baekhyun. Se Ra memang keterlaluan karena hampir tidak pernah membiarkan Baekhyun memakai pakaian yang layak untuknya.

Setiap hari, anak itu hanya memakai kemeja putih ukuran tubuh kekasih Se Ra dan tidak membiarkan Baekhyun memakai yang lainnya. Bahkan terkadang termasuk dengan celana dalamnya. Se Ra lebih suka melihat anak itu seperti hewan peliharaan. Dan itu membuat Lu Han terkadang menangis dalam diam.

Baekhyun memang tinggal dirumah mewah itu, tidur di dalam kamar super wah dengan perabotan lengkap didalamnya. Hanya saja, kaki anak itu senantiasa terikat sebuah rantai di pergelangan kaki kirinya. Akan tetapi Baekhyun sedikit bersyukur karena rantai itu sangat panjang hingga memudahkan ia dengan bebas menuju kamar mandi ataupun ketempat favoritnya, Balkon.

Dulu Baekhyun tidak terikat rantai seperti ini, namun karena ia sering berniat melarikan diri saat Se Ra memaksanya melayani pelanggannya dan membuat Se Ra rugi, akhirnya Se Ra memutuskan anak itu di ikat rantai layaknya anjing.

"Hyun ah, aku-

Cklek

"Jadi kau disini?"

Keduanya menoleh kearah seseorang yang baru saja membuka pintu kamar Baekhyun dan menyenderkan tubuhnya diambang pintu dengan tangan terlipat didadanya. Orang itu bernama Se Hun. Salah satu gigolo paling Se Ra sayangi karena membuat Se Ra banyak mendapatkan uang.

Sehun memang laris dan banyak di sukai. Hanya saja, Lu Han tidak menyukai sifat sombong pria berwajah stoic itu.

"Memangnya kenapa? Ini bukan urusanmu." Lu Han berujar ketus. Se Hun tersenyum miring, ia mendekati Lu Han, menarik tangannya membuat Lu Han memekik sakit. "Brengsek! Apa yang kau lakukan hah?"

"Kau memang nekat Rusa kau tidak memikirkan bagaimana nasibmu jika seseorang memergokimu yang tengah meniduri Baekhyun um?"

"Kau pikir aku peduli?" Lu Han menantang Se Hun, ia menatap tepat kearah mata tajam Se Hun dengan emosi yang sudah tersulut tinggi. Namun Sehun masih memasang wajah datarnya.

"Deer, jangan membuatku marah sayang. Karena kalau aku marah, aku bisa saja membuat-" Sehun melihat kearah Baekhyun sekilas dan kembali menatap Lu han dengan seringaian yang menakutkan. "-Baekhyun mendapatkan hukuman dari Se Ra, dan kau pun akan mendapatkan hukuman di ruang bawah tanah, mungkin sampai tiga hari kedepan."

Lu Han menggeram marah, ia menghempaskan lengan Se Hun yang mencengkramnya erat.

"Lakukan saja tingkah mu itu Sehun! Aku tidak peduli, dan setelah itu lupakan jika kita adalah kakak – adik! Kau mengerti!"

Sehun melotot. "Kau-

"Aku membencimu!"

Lu Han berseru marah lantas keluar dari kamar Baekhyun dan membanting pintu membuat Baekhyun terkejut. Sehun menghela nafasnya dan menendang udara dengan marah.

Tatapan Sehun beralih kearah Baekhyun yang terduduk diranjangnya dengan gemetar. Menyaksikan pertengkaran Luhan dan Sehun yang kerap kali terjadi selalu berhasil membuatnya gemetar karena takut.

Sehun mendekati Baekhyun dan mengangkat dagu lancip itu dengan angkuh. Ia mendesis marah.

"Aku rasa aku tidak akan heran karena kau telah berhasil membuatku selalu berselisih dengan kakakku sendiri. Karena, kau terlahir dengan keadaan yang tak diinginkan. Jadi beginilah hidupmu, hanya mampu membuat orang susah dan sama sialnya dengan dirimu."

Ucapan Sehun begitu menusuk hati si mata biru itu, dan ia menangis tanpa suara. Mata biru itu hanya sanggup mengeluarkan airmata tanpa membalas kata – kata pedas Sehun.

"Akan lebih baik jika Se Ra menjualmu, jadi Lu Han akan berhenti memikirkanmu!"

"Maafkan aku..."

.

.

Ini pertama kalinya Kyungsoo berkumpul dengan semua pekerja Se Ra. Ia baru dua hari disini, dan tidak mengenal satu orang pun di rumah mewah ini. Jadi ia hanya memainkan ponselnya tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang mentapnya asing.

Se Ra baru saja datang dengan angkuhnya dan duduk disinggasana miliknya. Ia tersenyum kearah para pekerja nya dengan didampingi dua pengawalnya.

"Seperti yang aku ceritakan kemarin, kalian mendapat teman baru. Dan aku harap kalian bisa bekerja sama."

Mereka semua mengangguk, tidak termasuk Sehun yang terlihat malas dengan suasana didalam ruangan itu.

"Kyungsoo!"

Kyungsoo mendongak begitu namanya dipanggil oleh Se Ra. "Ya?"

"Perkenalkan dirimu pada teman – temanmu." Titah Se Ra dengan senyum mengembang.

Kyungsoo mengedarkan pandangannya kearah semua orang – orang didalam ruangan itu dengan canggung. Sisi pemalunya terkadang keluar dengan sendiri nya.

"Ha haruskah?" Tanyanya dengan gugup membuat Lu Han sedikit tersenyum.

"Aku. Na namaku Kyungsoo."

Se Ra takjub sendiri. Kemana Kyungsoo yang tadi begitu seolah mengintimidasinya? Kemana Kyungsoo yang begitu membuat nya bergairah? Dihadapannya kini hanya ada Kyungsoo yang pemalu layaknya remaja biasa yang polos.

"Kenapa kau bisa ada disini?"

"Ungh?"

Kyungsoo menatap kearah seorang namja seumuran dengannya dengan menatapnya tajam.

"Namaku JungKook."

"Uh, aku. Aku hanya ingin mendapatkan uang itu saja."

Dan ucapan polos Kyungsoo mengundang tawa seluruh manusia di ruangan itu termasuk Sehun.

"Aku rasa semua juga ingin mendapatkan uang Kyungsoo ssi, hanya saja kenapa kau berakhir ada disini? Apa orang tuamu menjualmu?"

Pertanyaan seorang wanita berambut hitam panjang itu membuat Kyungsoo tersenyum.

"Kalian tidak usah tahu kenapa aku ada disini, karena-" Kyungsoo menatap kearah Se Ra dengan senyuman aneh. "Karena kalau aku menceritakannya, aku takut seseorang teringat masa lalunya." Ucapnya jenaka membuat Se Ra menahan gejolak rasa marah dalam hatinya. Anak itu pintar membuat emosi nya turun naik.

"Siapa namamu? Kau cantik." Kyungsoo tersenyum manis membuat wanita itu tertunduk malu.

"Na namaku Min ah." Ujarnya pelan.

"Ah nama yang sangat cantik. Lalu kau sendiri?"

Min Ah menatap Kyungsoo tak mengerti. Kyungsoo tersenyum lagi.

"Kau sendiri kenapa berakhir disini? Apa kau dijual ayah tirimu? Ibu tirimu? Atau diperkosa ayah mu?" Kyungsoo bertanya sambil menatap kearah Se Ra.

Dan pertanyaan dari Kyungsoo berhasil membuat semua orang tercengang termasuk Se Ra yang mati matian menyembunyikan amarahnya. Anak itu mempermainkannya!

To be continued.

Saya hanya memberitahu kalian, dari beberapa review, baik di Fic ini maupun di Fic saya yang lain selalu saja ada yang menuliskan komentar dengan, Kyungsoo seme? Haha atau, Kyungsoo seme, kenapa tidak Baekhyun saja yang seme. Atau Kyungsoo adalah ultimate uke.

Well, itu menurut kalian dan saya menghargai itu. Tapi pendapat anda dengan saya berbeda. Saya lebih menyukai Kyungsoo dominan dibanding Baekhyun, yang sifatnya bahkan seperti perempuan saja. Seperti yang selalu kalian bilang, Baekhyun "Cabe" bukan?

Saya tidak pernah memanggil Baekhyun seperti itu, tapi saya cukup tahu Baekhyun memang bertingkah seperti perempuan bahkan tanpa Baekhyun sendiri sadari jika dia seperti itu. Baekhyun bertingkah secara alami saya rasa.

Jadi, saya hanya membuat Baekhyun itu adalah Uke dari Kyungsoo. Tidak suka? Kalian tidak diharuskan membaca bukan? Carilah sendiri Fic dengan uke Kyungsoo dan seme Baekhyun. Karena disini kalian tidak akan menemukan apa yang kalian inginkan dan harapkan.

Karena, kalian ingin ini lanjut maka saya melanjutkannya.

Terima kasih.