Title: Ngojek, yuk?
Kuroko no Basuke by Fujimaki Tadatoshi
Kurobas Ojek Online AU (Alternate Universe)
Chapter 2: Ow-Jek
Warning: OOCness, absurd, gaje, typo(s), missed typo(s), shounen-ai/yaoi vibes, bahasa Indonesia yang tidak memenuhi syarat EYD, etc.
Happy reading~~
.
.
.
.
.
Seperti yang sudah tertera di prolog sebelumnya, kali ini chapter ini akan menceritakan kisah beberapa driver Ow-Jek yang paling top dan terkenal.
Lebih tepatnya—terkenal dengan 'keanehan'nya sih.
Berikut ini adalah sekilas cerita mengenai driver Ow-Jek bernama Kuroko Tetsuya. Driver bertampang datar ini sering sekali mengalami masalah, dan masalahnya itu-itu saja. Seperti cuplikan cerita yang satu ini.
"Halo mas. Masnya udah di mana? Saya udah keluar dari stasiun loh."
"Iya mbak. Saya nunggu di depan mini market sebelah pintu stasiun kok."
"Ini saya udah deket banget ama mini marketnya, tapi nggak ngeliat ada mas."
"Motor saya warna hitam mbak. Platnya sudah tertera di aplikasi."
"Iya mas, tau. Saya nggak kudet deh plis. Tapi saya nggak liat motor yang sesuai ama ciri-cirinya nih!"
"Lah mba—"
"Udah deh mas! Jangan mbak-mbek mulu! Lama-lama kayak kambing tau nggak! Saya tahu masnya bohong! Ini aplikasi juga pasti eror nih, lokasi masnya udah di depan mini market tapi masnya nggak ada! Saya cancel nih!"
"Tapi saya dan motor saya di depan mbak."
"Hah?!"
Pelanggan tersebut terkejut bukan main saat melihat kemunculan Kuroko yang tiba-tiba sudah di depannya. Tidak, memang Kuroko sudah ada di situ sejak awal. Namun, pelanggan tersebut tidak menyadari hawa keberadaannya yang sangat tipis.
"Tolong jangan dicancel mbak," ujarnya dengan datar.
"…I-iya…"
Sebenarnya, penumpang tersebut masih dalam keadaan shock dan bertanya-bertanya bagaimana dan sejak kapan Kuroko bisa berada di depannya. Ia tidak sadar sama sekali. Namun, karena ia lelah, ia memilih untuk membungkam kebingungannya dan naik ojek online tersebut agar bisa cepat sampai rumah dan beristirahat.
Di sisi lain, ada lagi driver Ow-Jek bernama Kagami Taiga.
Ia sering sekali memakai seragam Ow-Jek dengan tidak rapi. Alasannya karena kepanasan dan jaketnya terlalu kecil. Waktu pemesanan seragam ke bagian logistik, ia salah menulis ukuran jaketnya. Ia lupa bahwa ukuran standar baju di Amerika dan Jepang cukup berbeda, sehingga ia harus menunggu lagi untuk pembuatan jaketnya yang baru.
Ia pun mempunyai masalah, namun berbeda dengan Kuroko Tetsuya. Contohnya seperti berikut ini.
"Ehm..mas? Kayaknya tadi kita udah lewatin jalan ini tiga kali deh…"
"Masa sih mbak? Nggak ah…"
"Seriusan mas. Masnya pake Toogle Map nggak sih?"
"Emm…nggak mbak. Sebenernya saya nggak suka pake itu. Saya pernah pake Toogle Map, terus malah nyasar. Mending gausah pake deh."
"Lah mas! Tapi nggak pake Toogle Map pun masnya juga nyasar! Masnya masa juga nggak hafal jalan di sini apa?"
"Maaf mbak…saya baru pindah dari Amerika. Jadinya saya belum kenal banget sama jalan di sini…"
"Yahila maaasss. Duh ah! Nyalain dong mas Toogle Mapnya! Saya nggak bisa nyalain nih, lagi hemat kuota!"
"Saya nggak mau mbak! Saya trauma dulu nyasar ampe ke pelosok-pelosok gitu malem-malem! Mana dikejar anjing lagi! Saya nggak mau mbak pokoknya! Eh…desu!"
"Sini nggak hapenya mas!"
"Nggak mau mbak…desu!"
"Siniiiii!"
"Mbak! Mbak! Jangan goyang-goyang ini motornya lagi jalan!"
Akhirnya mereka berhenti terlebih dulu di pinggir jalan buat berargumen sambil rebut-rebutan hape Kagami. Entah berapa menit mereka saling beradu, akhirnya...
"Duh, mas! Tau ah capek! Saya laper nih!"
"Saya juga laper mbak…"
"Terus?"
"Um…maksud saya ini sekarang kita berhenti pas di depan Maji Burger. Kita makan di situ aja yuk, daripada mbaknya laper terus jadi galak…"
"…yaudah yuk."
Akhirnya keduanya makan dulu di Maji Burger. Penumpang tersebut kaget dengan porsi burger yang dimakan Kagami dan tidak menyangka bisa dihabiskan semua olehnya. Setelah itu, mereka memutuskan buat bertanya arah pada orang dan kembali berjalan hingga sampai tujuan, biarpun masih nyasar-nyasar dikit.
Ada lagi kisah dari driver Ow-Jek lain, bernama Kise Ryouta.
Yak, menurut survey dari pegawai Ow-Jek maupun penumpang, driver yang satu ini adalah driver paling ganteng dan nomor satu di Ow-Jek.
Rambut pirangnya yang menarik perhatian, badannya yang ideal, sifatnya yang sangat ramah dan membawa semangat banyak orang, pokoknya dia sangat charming bagi banyak orang.
Saking charming-nya, banyak permintaan yang aneh-aneh dari penumpangnya.
"Mas, ini saya berdua ama temen saya. Boleh naik barengan nggak?"
"Eh…mbak? Tapi kan satu motor cuma boleh dua orang doang ssu…"
"Tapi mas! Badan temen saya kecil nih! Bisa dianggap anak kecil! Banyak kok yang suka boncengan bertiga sama anak kecil!"
"Tapi mbak…udah peraturan lalu lintas—"
"Gapapa mas. Saya duduk di depan mas, biar kerasa dipeluk dari belakang gitu ehehehe," sahut teman penumpangnya sambil nyengir-nyengir.
"Terus saya di belakang masnya, meluk mas dari belakang," penumpangnya juga ikut nyengir malu-malu kucing.
Kise hanya bisa speechless menanggapi kedua orang ini. Lalu, ia mempunyai ide.
"Mbak! Gini aja ssu! Mbaknya yang pesen tetap naik, tapi sebelum itu kita selfie bareng buat kenang-kenangan! Jadi mbaknya kalo kangen saya, bisa lihat fotonya!"
"Ide bagus! Ayo kita selfie kalau begitu!"
Kemudian penumpang tersebut mengeluarkan hapenya dan mereka selfie bertiga. Terus, secara sengaja, penumpang tersebut memanggil teman-temannya yang segerombolan tak jauh dari sana dan ajak ber-selfie ria. Alhasil, Kise tenggelam di lautan para perempuan yang berisik tersebut.
Kasian.
Yang berikutnya, kisah dari driver Ow-Jek bernama Himuro Tatsuya. Dia mendapat gelar driver terganteng nomor dua setelah Kise, namun ia tidak memamerkan kegantengannya secara langsung seperti Kise. Ia tipe yang lembut dan menyejukkan hati.
Sering sekali ia mendapat confession dari para penumpangnya, namun ia selalu menolaknya dengan alasan sepert berikut ini.
"Maafkan saya, mbak. Kita baru saja bertemu. Kita belum saling mengenal lebih dalam. Mbak belum tahu saya lahir di mana dan kapan kak? Warna kesukaan? Makanan dan minuman favorit? Alergi apa? Hobi apa? Umur berapa? Golongan darah apa? Dan masih banyak lagi. Iya kan? Iya kan?"
"Be-benar juga sih…"
"Terlebih lagi, mbak hanya tahu sisi saya saat bekerja…"
"Uh…lalu aku harus bagaimana supaya Himuro-kun mau menerimaku?"
"Mbak sering-sering saja pesan lewat Ow-Jek. Siapa tahu yang ngambil orderan mbak itu saya lagi. Kita bisa sambil ngobrol dan memulai dari pertemanan saja dulu," ucap Himuro dengan senyum menawannya.
Penumpang itu semakin jatuh hati padanya dan mengiyakan permintaan Himuro.
Setelah penumpang itu lenyap dari pandangannya, Himuro menghela napas lega.
Sebenarnya, ia sangat bersyukur ia terlahir ganteng dan bisa menggunakan kegantengannya sebagai senjata untuk berbisnis. Keuangan ia sedang jatuh karena ia sering traktir temannya yang sangat rakus.
Bukan karena peduli dengan temannya, ia hanya kalah taruhan saja. Jika temannya ini diterima di Ow-Jek, ia akan menjajani temannya selama sebulan.
Awalnya ia berani membuat taruhan seperti itu karena yakin temannya tidak akan diterima melewati tesnya. Tapi, siapa sangka, ternyata temannya lolos, dan sejak itu dia bertekad untuk tidak bertaruhan dengan menyinggung keuangan. Ia sangat menyesalinya.
Nama temannya itu adalah—
Kriiing Kriiing
"Ah…Atsushi…" sebutnya setelah melihat layar hapenya, memasang ekspresi berat, kemudian ia mengangkatnya. "Ya, halo Atsushi? Kamu mau beli apa hari ini?"
[Aku mau lima maibou, keripik kentang, soda dua kaleng, coklat batangan, dan…um…dan pocky…tolong ya Muro-chin…]
"Uh…baiklah, baiklah. Aku akan membelinya lalu ke tempatmu. Kamu di mana sekarang?"
[Di kantin kantor Ow-Jek kok…cepat ya…nyem…nyem…]
"Atsushi! Kamu sedang makan sesuatu kan? Kenapa minta dibelikan lagi—"
Pip.
Teleponnya langsung diputuskan oleh temannya tersebut. Himuro hanya bisa menghela napas berat.
Tidak bisa mengelak, Himuro pun mengendarai motornya ke mini market terdekat dan membeli apa yang diminta oleh temannya tersebut. Kemudian, ia kembali ke kantor Ow-Jek dan langsung pergi menuju kantinnya.
"Atsushi. Pesananmu," ucap Himuro sambil menaruh sekantung plastik di meja depannya.
"Aah~ Muro-chin, arigatou~" balas temannya yang dipanggil Atsushi dengan nada yang terdengar terseret-seret. Ia langsung membongkar isi plastik tersebut dan membuka bungkus keripik kentang, kemudian melahapnya.
"uhn…oishii na~" gumamnya dengan perasahaan bahagia.
Driver Ow-Jek yang satu ini bernama lengkap Murasakibara Atsushi. Badannya sangat besar dan hobinya adalah makan. Sebenarnya ia tidak mempunyai niat apapun untuk masuk Ow-Jek. Namun, seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, taruhan yang diajukan Himuro lah yang membuatnya tertarik untuk ikut tes masuk Ow-Jek. Selain itu, ia tidak menyesal masuk Ow-Jek karena makanan yang dijual di kantinnya enak-enak.
Namun, ia mempunyai masalah seperti—
"Ah…orderanku dicancel lagi…" ujarnya sambil menatap malas layar hapenya.
"Atsushi! Kamu menundanya lagi ya?"
"Tadi…mbaknya sms aku suruh cepetan. Katanya mau ke rumah sakit lihat keponakannya baru lahir. Terus aku bilang bentaran mau makan siang dulu. Abis itu mau tidur siang bentar, baru mau jajan buat jatah snack sore, lalu mau mampir ke warung Mbok Aisyah ambil titipan gorengan yang kemaren kupesan, abis itu mau—"
"Ya jelaslah dicancel!"
Yak, itulah masalah yang selalu dialami oleh seorang Murasakibara Atsushi dan Himuro tidak pernah lelah untuk menanggapi masalahnya tersebut.
Yah, mungkin itu yang dinamakan cin—
Ehm. Sahabat sejati maksudnya.
Di meja kantin lain, terdapat dua orang driver Ow-Jek lain bernama Koganei Shinji dan Mitobe Rinnosuke sedang mengobrol sambil menyantap sepiring pisang goreng dan dua teh manis hangat.
Keduanya juga bersahabat sangat erat. Hubungan yang erat antara keduanya itulah yang dipertanyakan oleh banyak orang.
Mengapa dipertanyakan? Lihat saja mereka sekarang ini.
"Ne, ne, Mitobe. Penumpang yang tadi manis ya?"
"…"
"Apa-apaan biasa aja! Dia manis tau! Rambutnya ikal-ikal gitu bikin imut! Terus dia pake dress warna pastel, bikin gemes!"
"…"
"Hah? Kamu lebih suka kalau rambut dia lurus? Tapi kan kalau dengan dress kayak gitu cocokan ikal!"
"…"
"Dadanya kecil? Mitobe! Kamu meratiin itunya juga? Dasar kamu mesum deh ah!"
"…"
"! MITOBE BEGO! TOLOL! LAKNAT! NISTA! HENTAI!"
"…"
"IYA IYA AKU JUGA! DASAR BODOH!"
Semua langsung memperhatikan keduanya ketika Koganei tiba-tiba berteriak dan wajahnya sangat merah. Mereka semua ingin mengabaikan kedua insan tersebut, tapi mereka sebenarnya ingin tahu apa yang sebenarnya dibicarakan oleh keduanya.
-to be continued-
Bonus (Warning: agak R-18. /jder/ Kalo gasuka dan gamau nyesel gausah baca.)
Translatetan percakapan Koganei dan Mitobe.
Koganei: Ne, ne, Mitobe. Penumpang yang tadi manis ya?
Mitobe : … (Biasa saja ah. Tidak menarik di mataku.)
Koganei: Apa-apaan biasa aja! Dia manis tau! Rambutnya ikal-ikal gitu bikin imut! Terus dia pake dress warna pastel, bikin gemes!
Mitobe: … (Rambutnya lebih bagus kalau lurus saja seperti iklan-iklan shampoo sekarang.)
Koganei: Hah? Kamu lebih suka kalau rambut dia lurus? Tapi kan kalau dengan dress kayak gitu cocokan ikal!
Mitobe: … (Tidak juga…lagian dadanya kecil…)
Koganei: Dadanya kecil? Mitobe! Kamu meratiin itunya juga? Dasar kamu mesum deh ah!
Mitobe: … (Ngatain aku mesum, tapi yang semalam kita perbuat kan lebih mesum lagi.)
Koganei: ! MITOBE BEGO! TOLOL! LAKNAT! NISTA! HENTAI!
Mitobe: … (Tapi aku yang bego, tolol, laknat, nista, dan hentai ini tetap sayang sama kamu.)
Koganei: IYA IYA AKU JUGA! DASAR BODOH!
***Sebenernya mereka semalem main eroge (erotic game) berdua karena Koganei yang ngajak. Nggak lebih dari itu kok. Hehe.
Begitulah, sekilas gambaran mengenai para driver Ow-Jek. Apa kamu sudah menentukan pilihanmu mengenai siapa driver Ow-Jek favoritmu? /lah
Atau belum ada favoritmu di perusahaan yang satu ini?
Tenang. Chapter-chapter berikutnya akan membahas mengenai para driver GREPE BIKE DAN UBEK. Siapa tahu ternyata favoritmu ada di sana. Iya kan?
Kalau begitu, sampai berjumpa lagi di chapter berikutnya ya~~ Matta nee~~
