My First Fic Mina :*

AU, OOC, Gaje, Aneh, Abal

Naruto is belongs to Masashi Kishimoto - Football, Friendship and love is mine

Mind to RnR?

Please Flamers - Dont like Dont Read!

Happy Reading Mina :)


Chapter 2 : Shocking News

-Di UKS-

"Apa Sakura-chan akan baik-baik saja Shizune-sensei?" Tanya Ino yang masih mengenakan seragam cheersnya.

"Um, ya dia baik-baik saja. Kalian beruntung aku masih ada di sekolah padahal sudah jam ekskul" Ucap Shizune sensei dengan senyum ramahnya.

"Apa yang Terjadi Padanya?" Tanya Sasuke entah pada siapa

"Aku rasa penyebabnya adalah masalah pribadi. Aku harus menunggu kerabat terdekatnya" Jawab Shizune sensei yang sebenarnya tidak menjawab pertanyaan sasuke sama sekali.

"Tapi kami semua ini adalah sahabatnya, sensei" Ucap Temari memelas dan mengalihkan pandangannya ke arah Tenten, Ino dan Hinata yang menanggapinya dengan anggukan.

"Maaf. Itu saja belum cukup" Tutur Shizune sensei lagi.

"Aku Tunangannya" Jawab Sasuke datar seolah tanpa dosa. Dan tak menyadari semua orang di ruangan itu menatapnya dengan tatapan Ciyusan?-Miyapa?-Cungguh?-Enelan?.

"Apa Sekarang kau bisa memberitahuku penyebab Haruno Sakura pingsan tadi?" Sambung Sasuke.

"Errr baiklah. Ikut aku ke luar sebentar Sasuke" Ucap Shizune Sensei.


-Di luar UKS-

"Haruno Sakura, Dia..." Shizune Sensei tak mampu melanjutkan kata-katanya.

"Lanjutkan" Sasuke menuntut

"Dia mengidap kanker otak stadium lanjut" Tutur Shizune sensei berusaha melanjutkan kalimatnya meskipun ia tidak yakin.

"Sakura mengidap penyakit kanker otak?" Tanya Sasuke seolah tidak percaya.

"Umm, tapi tenang saja. Itu belum dapat dipastikan benar sebelum di cek lebih lanjut di rumah sakit. Itu hanya hipotesaku saja" jelas Shizune Sensei.

"Baiklah. Arigatou sensei" Ucap Sasuke dan langsung kembali ke dalam UKS.

"Kalau begitu aku pamit pulang. Jangan lupa sehabis ini Sakura harus istirahat dulu" Shizune sensei mengingatkan Sasuke

"Hn" Balas Sasuke singkat.


"Ehem" Sasuke berdehem cukup keras. Semua yang ada di dalam UKS langsung menoleh ke arahnya.

"Hinata, bisa kau ikut aku sebentar?" Tanya Sasuke

"Hm, b-baiklah" Hinata pun melenggang keluar mengikuti jejak Sasuke.


-Di luar-

"Ada...apa senpai?" Tanya Hinata ragu-ragu

"Sakura mengidap Kanker otak. Bisakah kau menghubungi keluarganya untuk memeriksa Sakura di rumah sakit?" Jelas Sasuke. Hinata langsung menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Tatapannya berubah menjadi sendu.

"Loh kenapa bukan senpai saja sendiri? Kan S-senpai tunangannya" Balas Hinata dengan suara bergetar dan tatapan tajam juga sedih karena mengetahui sahabatnya mengidap penyakit yang cukup ganas. 'Kanker'

"Aku bukan Tunangannya" Ucap Sasuke tajam.

"M-maksudmu?" Hinata merasa heran

"Tadi aku hanya berbohong. Agar Shizune sensei mau memberitahukan keadaan Sakura" jelas Sasuke

"Oh, Baiklah. Akan kuka-kabari keluarga Sakura, senpai" Ucap Hinata lalu mengangguk pasti.

"Hn"


-Suasana asrama-

"Sakura? Apa kau sudah baikkan?" Tanya Naruto yang duduk di pinggir kasur Sakura

"Terima kasih senpai. Aku sudah baikkan" Jelas Sakura.

Naruto pun mencubit pipi Sakura dan mengusap kening Sakura yang *ehem* agak lebar sih ya. Muncul semburat merah di kedua pipi gadis berambut soft pink ini.
Hinata yang menyaksikannya pun merasakan hatinya terasa kebas, mungkin cemburu.

"Kalau begitu kau istirahat saja lagi. Aku ingin menyusul Teme di lapangan" Jelas Naruto

"Siap, senpai" Balas Sakura sambil mengedipkan sebelah matanya dan mengacungkan ibu jarinya.

"Hinata, Jaga Sakura ya" Ucap Naruto dan mengagetkan Hinata yang tengah melamunkan sesuatu.

"Baik" Balas Hinata singkat sambil mengeluarkan senyum tipis yang terpaksa. Selanjutnya Hinata hanya menundukkan wajahnya di balik rambut indigonya yang terurai. Naruto pun meninggalkan kamar bernomor 317 itu.


-Di lapangan-

"Yo, teme. Sakura sudah baik-baik saja. Ayo kita latihan lagi" jelas naruto sambil menonjok pundak kiri Sasuke pelan.

"Hn, terima kasih mau mengantarnya kembali ke asrama dobe" balas Sasuke dengan senyuman yang amat tipis hingga hampir tak seorang pun menyadari bahwa adik dari Uchiha Itachi ini tersenyum.

'Andai tadi Guy sensei tidak meminta bantuanku untuk membeli makan siang. Pasti aku yang mengantarnya' Batin Sasuke

"Sama-sama teme. Sampai kapan kau memendam perasaanmu itu?" Tanya naruto dan membuat Sasuke bingung.

"Maksudmu?" Tanya Sasuke was-was.

'Apa naruto tau perasaanku kepada Sakura?, jangan sampai!' Batin Sasuke.

"Kau menyukai Yamanaka Ino kan? Dari tadi kau memandanginya terus disana" Ucap Naruto sambil menunjuk Ino yang sedang meneruskan latihan cheersnya yang sempat tertunda karena ia menjenguk Sakura di UKS.

Sasuke bernafas lega, harusnya ia tahu bahwa sobat baka dobenya ini terlalu bodoh untuk memiliki hipotesa sejauh itu.

"Tidak dobe. Jangan sok tau. Aku hanya sedang menonton Itachi latihan" Ucap Sasuke datar.

"Daripada memerhatikan Nii-san mu yang narsis itu. Lebih baik kita latihan lagi" ajak naruto

"Hn" Balas Sasuke datar.


Hampir semua siswa-siswi Konoha Gakuen mengerubungi mading Sekolah. Di mading itu terpampang pamphlet mengenai seleksi anggota kesebelasan sepakbola konoha Gakuen.

"I-no pig. Coba lihat itu!. Kelihatannya ada berita baru. Liat sebentar yuk" ajak Sakura lalu merangkul lengan Ino

"Baiklah. Tapi habis itu kita langsung ke ruang guru ya. Kakashi sensei pasti sudah menunggu kita" Jelas Ino. Sakura pun mengangguk kegirangan.

Join Us!

Ikutilah seleksi anggota kesebelasan sepak bola Konoha Gakuen.
hari : sabtu, 5 oktober 20XX
Tempat : lapangan sepak bola indoor
Konoha Gakuen

Syarat : laki2 / perempuan yang memiliki keterampilan khusus dalam bermain sepakbola dan memiliki fisik yang kuat.

"Wahh, ino asyikk nih. Perempuan juga boleh ikutan loh" Seru sakura kegirangan

"Tapi palingan kalau yang perempuan cuma jadi manager ataupun koordinator saja lah" jelas Ino

"Halahh, biarlah. Aku akan tetap ikut. Temani aku ya Pig" Sakura merajuk. Ino pun hanya dapat menghela napas panjang.

"Baiklah forehead. Tapi kau kan mengidap..." Ino tak berani melanjutkan perkataannya karena tatapan Sakura berubah menjadi tatapan sendu.

"Apa penyakitku menjadi halangan? Padahal aku sudah menantikan ini sejak lama" ucap Sakura lemas.

"Ya, kau lihat sendiri kan? Di syaratnya tercantum bahwa peserta harus memiliki fisik yang kuat" Jelas Ino

"Aku akan berusaha sekuat tenaga kok" Tutur Sakura sambil mengangguk

"Baiklah. Akan kutemani kamu forehead" ino pun mengalah. Meskipun agak khawatir juga dengan keadaan sahabatnya ini. Ya, setelah Sakura di periksa lebih lanjut. Ternyata hasilnya, Sakura positif mengidap kanker otak. Hal ini membuat Ino Sedikit gelisah.


-Lapangan Sepakbola Indoor Konoha Gakuen-

"Hei, shikamaru! Jangan tidur saja!. Bantu aku mengangkat Meja ini" Teriak seorang pemuda dengan Tato segitiga terbalik berwarna merah di kedua belah pipinya. Ia berusaha membangunkan pria dengan rambut berkuncir yang sedang tidur di atas meja yang ingin ia pindahkan.

"Hoammm, mendokusai. Kau menggangguku saja Kiba!" Balas Seorang pria berkuncir yang diketahui bernama Shikamaru itu sambil menguap.

"Ck kalian ini kerjanya lamban sekali. Seleksinya tinggal satu hari lagi loh. Ayo, Ganbatte!" Ucap Naruto yang baru saja datang dengan berapi-api.

"Baik kapten" teriak seorang pemuda berambut bob dengan pose nice guy

"Jangan panggil aku kapten, Lee" Balas Naruto dengan cengiran khasnya sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal sama sekali

"Mendokusai. Kenapa kau bisa terpilih jadi kapten ya? Aku tidak habis fikir" Ucap Shikamaru yang sukses memancing munculnya tatapan Masalah-buat-lo? Dari Naruto.

"Hah sudahlah, kita lanjutkan besok ya. Ayo teme kita kembali ke asrama!" Teriak Naruto tepat di Telinga Sasuke.

"Baka!" Sasuke balas berteriak di telinga Naruto.

"Hehehe, jangan marah teme. Ayo kita ke asrama. Sudah sore nih" Naruto merajuk di pundak Sasuke.

"Hn" Ucap Sasuke dengan tatapan jijik.


Keadaan kamar asrama bernomor 317 itu sangatlah sepi. Sepertinya tengah ditinggal penghuninya.

"Hinata dan Sakura kemana ya?" Tanya Naruto entah ditunjukkan kepada siapa.

"Hn mungkin sedang ke kamar asrama temannya" jawab Sasuke singkat

"Padahal aku ingin menanyakan apakah mereka berminat mengikuti seleksi itu atau tidak loh!" Sahut Naruto sambil mengganti kaus jerseynya yang berwarna biru dengan sebuah kaus berwarna putih.

"Haruno Sakura sudah pasti tidak boleh ikut. Fisiknya tidaklah kuat" Balas Sasuke sambil menghampiri tempat tidurnya lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur itu. Ia sudah mengganti bajunya duluan sebelum Naruto.

"Benar juga sih. Mungkin Hinata berminat" Ucap Naruto sambil menghampiri kasurnya yang berada satu tingkat di atas kasur Sasuke.

"Hn, tanyakan Saja nanti. Aku ingin tidur dulu dobe" Balas Sasuke yang kemudian memejamkan matanya. Berusaha memasuki dunia mimpi.

"Baiklah" Ucap Naruto yang kemudian langsung tidur.


Di dalam sebuah kamar asrama bernomor 303 terdengar suara tawa yang riuh dan membahana. Terlihat lima orang gadis yang memakai baju piyama sedang berbincang-bincang sambil menyantap cemilan ringan yang tersedia.

"Hahaha. Apa waktu itu kalian benar-benar keluar hanya dengan handuk saja huh?" Tanya seorang gadis berambut blonde dengan ponytailnya sambil tertawa keras.

"Yah begitulah. Sudahlah jangan tertawa Pig!" Bentak seorang gadis lainnya yang berambut soft pink sebahu yang kita tahu bernama haruno Sakura.

"Lalu bagaimana ekspresi Naruto dan Sasuke senpai waktu itu?" Tanya seorang gadis berambut cepol dua berwarna coklat tua-yang diketahui bernama tenten.

"Pastinya mereka langsung mimisan saat itu juga. Iya kan?" Tanya Temari sambil mengambil beberapa keripik kentang dari dalam bungkusnya.

"B-begitulah Temari-chan" Ucap Hinata terbata-bata dan wajahnya merona seketika.

"Wah, dasar pria-pria mesum, cih" Sahut Ino sambil mendecih lalu meneruskan kembali acara ngemilnya.

"Um, Ino apa Shikamaru senpai dan Neji senpai tidak akan marah kalau kita masih berkumpul disini?" Tanya Tenten kepada Ino. Tenten tau sekarang sudah lewat pukul 8 tapi ke lima gadis itu masih saja bersinggah di kamar ini. Padahal seharusnya mereka kembali ke asrama mereka masing-masing.

"Ah, tenang saja. Mereka pasti bisa mengerti. Iya kan Temari-chan?" Tanya Ino sambil menyikut lengan Temari.

"Ck, benar kata Tenten, ino. Kita harus tidur sekarang. Sebentar lagi Neji dan Shikamaru Senpai akan kembali." Ucap temari mengingatkan kawan-kawannya itu.

"Hm, baiklah kalau begitu aku dan Hinata pamit ya. Sampai jumpa besok saat seleksi" Sahut Sakura

"Baiklah. Aku bareng kalian ya? Aku takut jalan sendirian" Tenten langsung mengapit lengan Hinata

"T-tentu saja" Ucap hinata

"Ayo" Teriak Sakura

Kamar asrama itu pun sepi. Hanya tersisa dua orang gadis didalamnya. Temari langsung tidur di kasurnya. Sedangkan Ino masih saja berkutat dengan handphone flip jingganya.


-Hari Seleksi-

"Mendaftarnya di sebelah mana ya pig?" Tanya Sakura yang sedari tadi mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan Indoor, namun nihil. Yang dilihatnya hanya sekerumunan orang yang membuat lapangan ini terasa sesak dan sempit.

"Um, lihat! Disana ada antrian. Mungkin disanalah tempatnya" Ucap Ino senang

"Huh, akhirnya ketemu juga. Kau yakin tidak mau ikut mendaftar pig?" Tanya Sakura dengan Inocent facenya yang terlihat menyebalkan bagi Ino.

"Baka Forehead! Tentu saja aku tidak mau!. Sepakbola sama sekali bukan keahlianku" Jelas Ino sambil terus berjalan ke arah antrian tadi.

"Hehehe, bagaimana aku bisa lupa ya? Kau kan bisanya hanya berdandan saja" Ucap Sakura tetap dengan tampang 'Sok polos' nya. Dan yang lebih menyebalkan, Sakura mengucapkanya dengan keras sehingga beberapa orang menoleh ke arah mereka. Akhirnya muncul empat kerutan siku di pelipis Ino.

"Baka! Diamlah! Dasar memalukan!" Geram ino.

"Ya, baiklah Ino-chan" ucap Sakura sambil meleletkan lidahnya ke arah Ino. Ino pun membalasnya dengan deathglare andalannya. Sakura hanya bisa cengengesan.

Nee kikoe masuka...

Tiba-tiba ponsel Ino berdering.

"Hm?" Ino berbicara dengan lawan bicaranya di telepon. Sakura hanya dapat memutar mata pertanda bosan.

"Astaga, maaf aku lupa" Ino masih asyik bercipika-cipiki dengan lawan bicaranya di telepon. Sakura hanya berkonsentrasi dengan antriannya.

"Baik aku akan segera kesana" Ucap Ino lalu menutup handphone flip berwarna jingga tersebut.

"Um, Sakura? Sepertinya aku meninggalkan seragam cheersku di ruang ganti perempuan. Aku harus segera mengambilnya" Ucap Ino dengan nada memelas ke arah Sakura.

"Yah, ambil saja dulu. Aku bisa daftar sendiri kok" Balas Sakura.

"Baiklah, arigatou. Ganbatte ne!" Ucap Ino sambil memeluk Sakura.

Setelah Ino pergi Sakura hanya bisa mendengus bosan. Mata emeraldnya berkilat ketika melihat sosok bercepol dua dan seorang lagi datang menghampirinya.

"Hwaa... Untung ada Kalian. Kalau tidak ada kalian Pasti aku sudah mati kebosanan menunggu antrian ini" Ucap Sakura girang sambil mencubit pipi Hinata dan Tenten bergantian.

"Hehehe. Sepertinya aku berubah pikiran, Sakura. Aku ingin mengikuti seleksi ini. Jadi aku meminta Hinata mengantarku" Balas Tenten Cengengesan.

"Huh, pantas tadi pagi tiba-tiba kau menghilang Hinata" Sakura mendengus pelan

"Eh, Gomen Sakura-chan" Ucap Hinata sambil tersenyum.

"Tenten? Kau tidak ikut mengantri?" Tanya Sakura heran.

"Loh aku sudah dapat nomor urut dong" Ucap Tenten girang sambil menunjuk sebuah kertas yang menempel di dada baju sebelah kanannya.

"Yah tinggal aku deh. Duh, antrian ini panjang sekali lagi" Sakura menghela nafas panjang. Sedangkan Hinata dan Tenten hanya bisa tertawa kecil melihat kelakuan sahabat pinky mereka.


Lama mereka berbincang-bincang, akhirnya giliran Tenten yang tampil. Di antrian itu pun hanya tersisa beberapa orang lagi.

"Sakura-chan s-sekarang sudah giliranmu" Ucap Hinata

"Oh yap baiklah" Sakura tersenyum riang.

"Siapa namamu?" Tanya seorang pemuda berambut raven tanpa melihat lawan bicaranya.

"Haruno Sakura, senpai" Jawab sakura bersemangat.

"Kau ingin mengikuti seleksi ini?" Tanya pemuda berambut raven yang diketahui bernama Uchiha Sasuke sambil mendongakan kepalanya agar dapat melihat dengan siapa ia bicara.

"Tentu saja. Nih aku sudah isi formulirnya. Boleh minta nomor urutnya?" Tanya Sakura antusias

"Maaf. Kau tahu fisikmu lemah namun masih kau paksakan. Sebagai perwakilan panitia, aku menyatakan bahwa kau tidak boleh mengikuti seleksi ini" Ucap Sasuke Panjang lebar dengan penekanan di setiap katanya. Sakura memandang Sasuke dengan tatapan sendu andalannya.

"Ta-tapi senpai. A-aku sudah... Menantikan-" Ucapan Sakura terpotong oleh suara baritone Sasuke.

"Maaf. Silahkan keluar dari antrian ini" Ucap Sasuke sopan.


Setelah diusir Sasuke, Sakura pun menangis sejadi-jadinya di koridor sekolah yang sepi. Hinata sudah berusaha menghiburnya namun hasilnya nihil, Sakura tetap menangis.

"Sudahlah, S-Sakura-chan. J-jangan menangis T-terus" Ucap Hinata sambil mengusap punggung Sakura pelan.

"Mereka jahat Hinata hiks hiks. Mereka jahat!. Aku selalu menantikan ini sejak dulu hiks hiks" Sakura masih saja terisak.

'Mereka terlalu merendahkan aku sebagai Haruno Sakura yang penyakitan' Batin Sakura. Tiba-tiba Sakura mendapat ide cemerlang.

"Hinata, mereka tak akan menerima diriku yang penyakitan ini kan?" Tanya Sakura antusias sambil mengguncang-guncang bahu Hinata.

"Em? M-memangnya K-kenapa Sakura-chan?" Tanya Hinata Heran. Baru saja tadi ia melihat sahabatnya ini terisak, kini ia melihat sahabatnya itu senang bukan main.

"Antar aku ke Teater drama sekarang juga, Hinata! Kau mau membantuku,kan?" Tanya Sakura tetap dengan antusias.

"B-baiklah, tapi untuk apa?" Tanya Hinata.

"Sebaiknya antar saja aku. Nanti kujelaskan disana" Ucap Sakura. Hinata pun mengangguk pasti.


- Di Lapangan Indoor -

"Yo, teme tadi kulihat Sakura menangis. Apa karena kau menolaknya?" Tanya Naruto kepada Sasuke yang masih duduk di kursi panitia pendaftaran.

"Hn sudah seharusnya begitu kan?" Sasuke mendengus pelan sambil memainkan pulpen yang dipegangnya.

" Ya terserah kau sajalah teme" Balas Naruto sambil menaruh kedua lengannya di belakang kepalanya.

"Dobe, Bagaimana jika kita tukar posisi?" Tanya Sasuke

"Maksudmu?" Naruto tak mengerti

"Kau jaga disini. Biar aku yang melihat proses seleksi" Jelas Sasuke singkat.

"Baiklah. Aku juga bosan disana" Naruto menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Hn" Sasuke hanya ber'Hn'ria lalu meninggalkan Naruto sendirian di Meja pendaftaran.


- Di Teater Drama -

Terlihat dua orang gadis sedang mengendap-ngendap menuju ruang ganti di teater drama Konoha Gakuen.

"Hinata ayo cepat! Sebelum ada yang memergoki kita nanti" Ucap Sakura

"B-baiklah S-sakura-chan" Hinata pun mempercepat jalannya. Tadi ia sempat tertinggal dari Sakura.

"Nah kita sudah sampai di ruang kostum" Sakura pun menyeringai

"..." Hinata masih saja terdiam. Ia bingung mengapa Sakura mengajaknya kemari

"Bantu aku carikan baju anak laki-laki ya. Aku akan merias wajahku dulu" Terang Sakura

"B-baik" Jawab Sakura

Setelah kurang lebih lima belas menit berada di dalam ruangan itu. Akhirnya Sakura selesai.

"Bagaimana Hinata? Apa aku terlihat berbeda?" Tanya Sakura dengan bangga.

"Wah, K-kau keliha-hatan t-tampan Sakura-chan" Hinata terkesima melihat tampilan Sakura.

Sakura menyembunyikan helaian soft pinknya di balik sebuah wig berwarna coklat tua dengan model cepak klimis. Ia juga menambahkan bedak yang cukup tebal di atas permukaan wajahnya. Mata emeraldnya ia sembunyikan di balik softlens berwarna onyx. Sekarang ia juga mengenakan jersey Real Madrid. Ia kelihatan sangat tampan.

"Sekarang kita harus pikirkan nama samaranku dan asal usulku. Aku harus bisa lolos seleksi ini" sakura antusias.

"Aku p-punya ide Sakura-chan" Ucap Hinata lalu menarik pundak Sakura untuk mendekat ke arahnya dan membisikkan sesuatu. Sakura pun mengangguk.

"Ayo kita kembali ke lapangan indoor" Ucap Sakura sambil mengacungkan tangannya di udara. Hinata pun mengangguk antusias.


-Lapangan Indoor-

"Permisi, senpai. Aku ingin mengikuti seleksi ini" Ucap Sakura(yang sekarang tampilannya sudah jauh berbeda)

"Oke siapa namamu?" Tanya Naruto seraya mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah lawan bicaranya.

'Wah tampan sekali. Walaupun tidak setampan teme' Batin Naruto

"Sai, Namaku Shimura Sai" Sai (Sakura) dengan Pedenya menyebutkan namanya.


...To Be Continued...


Author Curhat Zone XD

Gomen mina. Aku baru bisa bikin segini aja. Masih kurang panjang kah? Plis jangan jawab iya! Aku udh capek bgt ini ngerjainnya seharian loh *gak nanya sumpah*

Untuk update kilat? Akan kupikirkan lagi ya minna. Doakan saja ya. Yang setuju aku update kilat, Just Review or PM yaps...

Hoaaa... Terkutuklah aku karena menjadikan Sai sebagai Sakura boy-mode. Jangan marah ya Sai-kun #PuppyEyes *Di gebukin Fans Sai*

Semoga Next chap bisa lebih baik lagi ya.

Ini balasan untuk review kemarin ya minna :*

nadialovely : pastinya. Kalo udh ada yang review, pasti aku langsung lanjut kaka ;o

Riyuki18 : Arigatou *ber-ojigi*. Nih udh update ;)

Maruyama Harumi : Arigatou, kaka. Pasti aku lanjutin deh. Maaf yah kalo masih bnyk yg salah cara penulisannya. Pasti aku perbaiki deh. Review lagi ya untuk chap ini.