"Asal tau aja, ya? Gue ketua klub ballet putri, tau!!" jawab Ino.

'Hah? Anak sengak ini ketua klub ballet? Mimpi apa gue semalem?' batin Sakura.

"Gue tantang lo minggu depan di ruang latihan ballet lantai 12, kalo ngga dateng, lo ngga boleh masuk klub ballet. Ngerti lo?!" Hardik Ino.

'Ups..'

--

Fighting Girl

By : Dhieenn.Glocyanne

Disclaimer : I don't own Naruto or all it's character. This fict an Alternate Universe condition.

The title adaptation from

'Fighting Girl' 2003, by Shimizu Masumi.

Genre : Romance - Friendship (SasuSaku Centric).

Second Fragment : New Friends

--

"Hey, Ino.. Kok anak baru langsung lo gituin, sih? Keterlaluan.." Sasuke mendelik tajam ke arah Ino.

"Iiiihh... Sasuke-kun... Kan biar kita bisa tau sampe mana kemampuan anak ini.. Kalo masih payah, bisa kita gabungin sama anak Junior, kan?" sahut Ino membela diri dengan nada dibuat-buat.

"Iya, palingan dia selevel sama Hanabi, adeknya si Neji dari klub Musik... Tampangnya ngga meyakinkan, sih.." sambung Temari sinis.

Sakura menahan emosinya, ia ngga habis pikir, kok anak-anak sekolah elite kelakuannya kayak gitu, sih? Sombong banget.

"Oke, baby? Jam setelah kelas terakhir Senin depan di lantai 12 ? Oh, ya.. Satu lagi.. Sebagai ketua klub yang cantik dan murah hati, gue kasih tau, kalo lo bisa interview sama Kurenai-sensei, penanggung jawab klub ballet nanti sepulang sekolah, itu buat data-data lo!" Kata Ino sok kuasa.

Sakura diam saja, males ngeladenin orang narsis-sombong-centil-carmuk-ngga jelas kayak gitu. Matanya masih menatap pria yang sejak sepuluh menit lalu di ketahuinya bernama Sasuke Uchiha.

Sasuke yang merasa di liatin melirik ke arah Sakura, dan di lihatnya gadis berambut pink itu langsung membuang muka.

"Sasuke-kun... Ngapain sih ngeliat ke belakang terus? Main Hangman-nya di lanjutin, yuk.. Gara-gara Sakura, sih, jadi kehambat..." rayu Ino.

"Sorry, gue mau nyatet dulu" jawab Sasuke singkat-padat-dan-jelas.

"Iiiiihhh... Ga asyik, ah..!!" Ino cemberut.

"Iiiiiihhh... Sasuke-kun ga asyik aaaahhhh..." ulang Sai dengan nada yang masih sama dengan yang sebelumnya.

Ino menghela napas manja.

"Malesin banget, sih lo, Sai..!!" ujar Ino.

"Suka-suka gue, dong, mulut juga mulut gue.." balas Sai jahil.

"Tapi kuping gue yang ngedenger!!" Ino membela diri.

"Sebodo.." Sai menjawab dengan mata di putar ke atas dan ke bawah.

--

Bel istirahat siang berkumandang ke seluruh penjuru Konoha Gakusen SHS, seketika, kantin yang sepi berubah menjadi tempat tongkrongan anak-anak.

Sakura berjalan-jalan menyusuri counter demi counter makanan, sebagai anak baru, ia masih belum tahu jenis makanan yang di jual. Akhirnya, Sakura memutuskan untuk membeli Ramen. Saat Sakura hendak mencari tempat duduk, ia di sapa oleh seorang anak perempuan berambut panjang sebahu berwarna cokelat, memakai poni, berkulit kuning langsat, dan dengan tinggi yang sedikit lebih pendek darinya.

"Apakah lo yang bernama Haruno Sakura, murid pindahan dari Otogakure?" tanya gadis itu.

"I.. iya.." jawab Sakura.

"Kenalkan.. Gue Inuzumaki Helen, Gue-lah orang yang harusnya duduk sebangku dengan lo" gadis manis berbolamata cokelat gelap itu memperkenalkan diri.

"Iya, salam kenal, Inuzumaki-san" Sakura tersenyum.

"Cukup panggil gue Helen aja!"

"Oke, Helen.. Tadi kenapa kamu ngga hadir? Dan tiba-tiba ada disini?" tanya Sakura ingin tahu.

"Begini... Tadi gue habis mengikuti latihan intensif Ballet, dan baru tiba barusan.. Dan gue harus tetap mengikuti pelajaran" terangnya.

'Hmm... Ternyata ngga semua anak di sini sombong, ya.. masih ada juga yang baik dan ramah' batin Sakura.

"Jadi kau dari klub Ballet, ya?" tanya Sakura.

"Mm.." Helen tersenyum manis.

"Hey Helen!! Jangan dekat-dekat Sakura, nanti kau jadi bau lho!!" ejek Ino yang di sambut tawa dari Temari.

"Maksud lo apa, Ino?" tanya Helen.

"Sudah jelas, kan... Sakura itu dari kampung dan dia bau!!" lanjut Temari.

"Kalian ini keterlaluan sekali!! Sakura belum satu hari disini, tapi kalian sudah berbuat seenaknya? Gue kasih tau ya Ino, walaupun orangtua-lo pemilik yayasan sekolah ini, tapi lo ngga boleh semena-mena!!" bela Helen.

"Wahh... Si Helen membela Si Bau Sakura? Berani sekali lo Helen!! Gue keluarin lo dari klub baru tahu rasa!! Jadi anak jangan sok, deh!! Mentang-mentang lo yang kepilih buat ikut turnamen itu!!" ancam Ino.

"Gue ngga takut ya!! Gue punya prestasi di klub!! Daripada lo yang selalu jadi 'Si Pecundang Abadi'!!. Kalo bukan bokap lo yang punya yayasan ini, lo ngga mungkin bisa jadi ketua klub ballet!! Makanya, bego jangan di pelihara!!" hardik Helen kasar.

"Gue? Bego? Seenaknya lo ngomong!! Punya mulut tuh di jaga, ya!! Di sekolahin ngga, sih tuh mulut? Apa orangtua lo ngga pernah ngajarin sopan santun? Cuih!!" Ino meludah dan ludahnya jatuh sekitar duapuluh senti dari kaki Helen.

"Eh!! Yang mulutnya ngga sekolah tuh siapa? Yang ada lo kali!! Anak baru langsung lo kata-katain.. Salah apa sih Sakura sama lo? Sampe lo segitu sebelnya sama dia? Ooh.. Jangan-jangan lo sirik gara-gara Sakura lebih cantik dari lo?" selidik Helen.

"Asal lo tau, ya!! Sakura tuh ngerebut perhatian Sasuke-kun dari gue!! Keganjenan banget sih tuh orang!!" balas Ino sengit.

"Yang keganjenan tuh siapa? Liat diri lo!! Gajah di depan mata sendiri malah ngga keliatan!! Rok lo tuh limabelas senti di atas lutut tahu!! Seragam lo aja udah kayak baju renang saking ketatnya!! Ngaca dong!! Ngga punya kaca? Gue bawa kaca! Mau gue pinjemin?" Helen ngga mau kalah.

"Sudahlah Helen!! Jangan cari perkara di kantin!! Apalagi kalo semua tau kalo kamu ngebelain aku!!" lerai Sakura gemetar.

Helen sadar, kalo orang-orang udah menjadikan keributan ini sebagai hiburan gratis.

"Oke, Sakura.. Kita pergi dari sini.. Muak gue urusan sama Ino-babi!!" ujar Helen tajam.

"Eh!! Siapa juga yang mau urusan sama lo!! Lo dari dulu emang ngga tau diri,ya!! Awas lo!!" ancam Ino.

Dimana Temari? Oh.. Ternyata Temari kabur.. Ngga mau tanggung jawab di 'kerusuhan' ini.

--

Pelajaran terakhir merupakan suatu kemujuran bagi Helen, kenapa? Ooh.. Kakashi-sensei, guru Biologi ngga dateng.

Sepanjang sisa jam pelajaran yang kosong, Helen tak henti-hentinya memuji-muji Sakura keras-keras, supaya Ino bisa denger, dan Sasuke malah belajar Biologi sendiri tanpa Kakashi-sensei (Sasuke anak yang rajin...).

'Ternyata di balik sikap ramah dan lembut Helen, dia juga garang banget.. Aku baru lihat ada anak yang mati-matian ngebelain orang yang baru dikenalnya' batin Sakura.

"Sakura, maaf ya.. Pasti lo jadi takut gara-gara insiden tadi siang?" suara lembut Helen memecah lamunan Sakura.

"Ngg... Ngga apa-apa, kok... Makasih, ya, Helen.. Padahal kita baru kenal, tapi kamu segitu ngebelain aku.. Aku jadi ngga enak.." Sakura menjawab dengan perasaan sedikit minder dengan keberanian Helen, karena, ia sendiri tak bisa berkutik ketika Ino mengejeknya.

"Ahh... Santai aja, kali... Gue juga gerah ngeliat Ino selalu nindas anak-anak baru yang lemah, adek-adek kelas juga suka di bikin jiper setiap kali ngeliat Ino" jelas Helen.

"Emangnya kakak kelas ngga ada yang ngelabrak dia? Karena kelakuannya yang kayak gitu?" tanya Sakura lagi.

"Ngga ada yang berani sama dia, kan dia anak pemilik yayasan sekolah ini.." jawab Helen.

"Ooohh.. Terus, tadi kamu kan adu mulut sama dia, apa kamu ngga takut di laporin ke orangtuanya?"

"Justru itu.. Orangtua Ino itu sahabatnya orangtua gue.. Jadi mana berani Ino ngelapor ke orangtuanya? Atau orangtua Ino memarahiku?" Helen tertawa jahil.

"Gitu, ya?" sahut Sakura.

"Ya iyalah.. Masa Ya iyadong?" Helen menjawab masih sambil tertawa.

"Hellowwww..." suara Ino menghentikan tawa Helen.

"Mau apa lo?" tanya Helen sengit.

"Santai aja, dong.. Gue mau ngomong sama Sakura, kok.. Bukan sama lo!" jawab Ino acuh-tak-acuh untuk yang kesekian kalinya.

"Mau ngomong apa, lo?" tanya Sakura cuek.

"Soal tantangan gue tadi pagi.. Gue majuin jadi besok, gimana?" tawar Ino.

"Tantangan apa?" selak Helen.

"Lohh... Kesian deh lo, Len.. Masa ngga tau? Jadi, gue nantang Sakura buat mamerin kemampuannya ballet, kalo dia ngga mau, berarti dia ngga boleh masuk klub ballet yang di ketuai oleh Yamanaka Ino, cewek paling cantik di Konoha Gakusen" terang Ino narsis gila.

"Paling cantik? Dasar ngga tau diri lo!" sahut Helen tajem.

"Udahlah Helen.." Sakura melerai mereka sebelum terjadi perang mulut besar kayak tadi waktu jam istirahat.

"Gimana, Sakura?" tanya Ino SOK lembut.

"Iya!!" jawab Sakura.

"Oke.. Bagus.. Jangan lupa di lantai duabelas!!" ujar Ino dengan nada mendesis.

--

Bel pulang sekolah berdering ke seluruh penjuru sekolah, Sakura dengan di temani Helen pergi ke lantai duabelas untuk interview extra ballet. Sakura dan Helen memencet tombol lift, sekitar dua menit kemudian, pintu lift terbuka, dan tampaklah Sasuke yang mengenakan seragam basket bernomor punggung 11. Sakura dan Helen memasuki lift tersebut. Pintu lift menutup dan Helen memencet angka duabelas. Helen menatap tombol angka sepuluh yang menyala, menandakan bahwa tujuan Sasuke adalah lantai sepuluh.

"Wah.. Sasuke mau latihan basket, ya?" tanya Helen.

"Lo udah liat dari seragam gue, kan? Ngapain nanya-nanya lagi?" jawab Sasuke sinis.

"Dasar songong lo!!" omel Helen.

Pintu lift terbuka di lantai sepuluh, Sasuke keluar dari lift, dan anak laki-laki berambut cokelat jabrik gantian memasuki lift itu.

"Halo Helen-chan!!" sapa anak itu ramah sambil memencet tombol GF alias Ground Floor.

"Ki... Kiba-senpai.. Halo..." jawab Helen gugup.

"Helen, temanmu ini siapa?" tanya Kiba.

"Ini Sakura.. Anak baru di kelasku' terang Helen.

"Halo!! Gue Inuzuka Kiba dari kelas duabelas" Kiba memperkenalkan diri.

"Saya Haruno Sakura, senpai.." balas Sakura.

Pintu lift terbuka di lantai duabelas.

"Sayonara Helen-chan!! Sakura-chan!!" ucap Kiba ramah dan semangat.

"Sayonara senpai!!" jawab kedua gadis itu.

Pintu lift menutup.

Sakura dan Helen menyusuri lorong pendek berpenerangan remang-remang. Helen mengetuk pintu suatu ruangan yang berplat 'KLUB BALLET'. ketika pintu ruangan di buka, tampaklah ruang yang sangat luas dengan kaca yang melapisi semua dindingnya dan handle pegangan yang mengelilingi ruang itu.

"Ah.. Inuzumaki.. Silahkan masuk!!" seorang perempuan beambut panjang dan agak berantakan mempersilahkan masuk.

"Hai! Kurenai-sensei!!" sahut Helen.

"Kau... Haruno Sakura, bukan? Siswi dari Otogakure?" tanya Kurenai-sensei.

"I.. Iya.. Sensei.." jawab Sakura.

"Kalau begitu, berarti kau datang untuk interview, ya? Pasti Ino sudah memberitahumu" lanjut Kurenai-sensei.

Seketika, bayangan tentang wajah sok-sombong-centil-kurangajar Ino mampir di benak Sakura.

"Iya.. Ino sudah memberitahu saya" jawab Sakura lagi dengan penekanan pada kata 'Ino'.

"Baiklah.. kita akan mulai sekarang. Haruno, isi biodatamu di sini" Kurenai-sensei memberikan beberapa helai kertas kepada Sakura.

"Ha.. Hai.. Sensei!!" jawab Sakura.

"Oh, ya, Haruno.. Klub Ballet di adakan dua kali selama satu minggu pada hari Selasa dan Kamis. Kehadiran akan di absen, dan dalam satu tahun ajaran, minimal kehadiran delapanpuluh persen" terang Kurenai-sensei.

Sakura mengangguk.

"Haruno, apakah kamu siap untuk mulai bergabung di klub ini mulai besok? Apakah kau sudah memiliki perlengkapannya?" tanya Kurenai-sensei.

"Sudah, sensei.." sahut Sakura.

Helen tampaknya sedang melakukan beberapa gerakan ringan untuk perenggangan, ia menoleh ke arah Sakura.

"Hei.. Udah belum?" tanya Helen.

"Iya.. nih udah selesai kok!" jawab Sakura sambil menyerahkan kertas-kertas itu kepada Kurenai-sensei.

"Yuk, kita turun" ajak Helen.

"Kurenai-sensei, kami permisi.." pamit Sakura.

"Iya, sensei.." sambung Helen.

"Silahkan.. Sayonara.." jawab Kurenai-sensei tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang tadi diisi oleh Sakura.

Sakura dan Helen pun keluar dari ruangan klub Ballet itu.

"Helen, apa nanti Kurenai-sensei yang akan melatih kita?' tanya Sakura.

"Bukan.. pelatih kita itu perempuan muda yang cantik" jelas Helen sambil menggerakkan jari telunjuk tangan kanannya ke kanan dan kekiri.

"Oooh.. Aku pikir Kurenai-sensei" lanjut Sakura.

Sakura dan Helen memencet tombol panah turun di lift, beruntungnya mereka karena pintu lift langsung terbuka. Mereka memasuki lift yang kosong itu dan memencet tombol GF.

"Oya, Sakura.. Sebetulnya, lo udah punya basic ballet, belum?" tanya Helen.

"Sudah, sih.. Memang kenapa?" tanya Sakura balik.

"Paling tidak, lo ngga bakal terlalu kesulitan buat menghadapi tantangan Ino" terang Helen.

"Begitu, ya?" sahut Helen lagi.

"Ya tentu saja!!" jawab Sakura semangat.

'Ino... Lihat saja.. Aku tak selemah yang kamu pikirkan!!' pikir Sakura.

--

T.B.C . . . . .

Selamat buatINUZUMAKI HELEN !! Yang kepilih buat jadi OC permanen di fict ini!! Sekarang, lo harus ripyu semua chapternya!! -Review maniac mode : on-

MASIH DIBUKA LOWONGAN OC !!

Keterangan : Dibutuhkan 3 orang sebagai anggota klub Ballet (frekuensi di tampilkan tidak terlalu banyak)

Sertakan ciri-cirimu, ya!! Dan alasan kenapa kamu mau jadi OC di fict ini!!

Cara pemilihannya berdasarkan alasan yang paling bagus!!

Lumayan, kan... Biar eksis!!

Oya, bagi yang terpilih jadi OC, wajib-harus-kudu ngereview fict ini di setiap fragmentnya!! -author di sambit pake poster David Villa, kyaaaa!!-

Mungkin kalian penasaran, terdiri dari berapa lantai, sih, Konoha Gakusen SHS itu? Oh.. Itu terdiri dari Duabelas lantai, yangmana ruangan klub Ballet itu paling atas!! Jadi, kalo suatu pintu di buka, kalian bakal sampe di atap sekolah! Kayak di komik-komik Jepang gitu, deh..

Trimakasih buat kalian yang membaca fict ini, plis banget di review!! Supaya kedepannya bisa lebih baik lagi!! Ngga susah kan, ngereview itu? Nanti di doain biar review fictnya bisa melampaui Hits!!

Trimakasih juga buat:

Uzumaki Khai

lil' shiro-kun

TheSyaoranSakuraLover

Uchiha Yuki-chan

oondagubrakitachi

Akasuna Jezz

Inuzumaki Helen

blackpapillon

Maa-chan-tik

Saya-ogah-login

Yuuichi93

KaZeHiMe sEnPaI Is KiReI

CupCupMuah

puteeChan

m4yuraa

Akina Takahashi

naruchu-chan

Yvne-devolnueht

Yang udah nge-review di fragment sebelumnya, jangan lupa review lagi ya!!

Satu lagi.. Mungkin sampai di fragment ini, unsur ballet-nya belum muncul. Dan itu bakal di mulai dari fragment depan!! Jangan lupa!!

Regards,

Dhieenn.Glocyanne