Hai! Lama gak update! Maaph, skali lagi! Makasih buat yang review! Reviewnya akan Light balas di bawah!

Enjoy! R&R please!

Light Lamperouge

Disclaimer: Cuma OC dan jalan ceritalah yang Light miliki!

2. Today and Tomorrow

Omoide wa sukoshi oiteku yo
Ashita kara mo
Tsuduiteku hibi no tame ni

I leave part of my memories behind'
so that starting from tomorrow,
we can continue our new future

-Happiness-


Ujian itu akhirnya selesai. Hanya 150 dari 400 orang yang berhasil lulus. Hitsugaya juga merupakan salah satu orang yang lulus. Mereka semua kini berdiri, membentuk lima barisan.

"Kami akan membagi kalian menjadi 5 kelas, tiap kelas berisi 30 orang murid, tapi hal itu tergantung tinggi rendahnya reiatsu kalian, tiap kelas bisa lebih ataupun kurang dari jumlah itu", Shinigami itu berkata.

"Kami baru saja selesai membagi kelas kalian", yang lainnya bicara sambil membawa selembar kertas.

"Aku akan menyebutkan nama-namanya satu persatu, mulai dari Kelas 1"

"Aya, Itsuka ", Aya tersenyum, matanya bersinar-sinar.

"Aoki, Mirai", ekspresi Aoki terlihat datar.

"Akira, Yume", Akira menggumam "Yeah"

"Agata, Shichi"

"Hebat, Agata-kun", sahut Akira sambil menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.

"Chiaki, Ringo"

"Daigo, Akagi "

"Daiki, Kenta"

"Hitsugaya, Toushirou", Hitsugaya jelas tidak terkejut sebab Shinigami itu sudah berkata "Kelas 1" sebagai pengganti "Hai"-nya yang biasa. Mungkin yang lain tidak mendengarnya. Hitsugaya, sekarang mendengar Akira menggumam"Sial", dalam hatinya, Hitsugaya sendiri berkata" Aku juga tak ingin sekelas denganmu Anak Mimpi Sialan."

And the list went on…

Shinigami lain membagikan jadwal kelas untuk tiap murid.

"Akan ada upacara penyambutan besok. Untuk pengaturan asrama, kami membagi kalian dalam 30 ruangan, tiap ruang berisi 5 orang. Daftar teman sekamar kalian tertera di jadwal kalian masing-masing, juga ditempelkan di pintu-pintu tiap kamar ", dia berkata.

"Dan bagaimana kalau kami mendapat masalah dalam pembagian ruang? Misalnya, tidak cocok dengan teman sekamar? ", salah seorang dari mereka bertanya.

"Kau bisa memanggilku. Aku Zakura, Zakura Ryu", Shinigami yang baru saja menjelaskan tentang upacara penyambutan berkata.

'Dan aku juga akan menjadi instruktor sekaligus guru Kelas 1, menggantikan Gengorou Ounabara yang pensiun tahun lalu, aku juga Ketua Asrama, ada masalah dalam asrama, kalian bisa panggil aku",Zakura berkata,"Ini Kaio Akiura, Taro Atsuki, Gazushino Kooki, dan Chianzi Daigeku", Zakura memperkenalkan shinigami lain yang menemaninya satu persatu.

Kaio tinggi dan berambut hitam,pendek, dan rapi, mengenakan kacamata, dan terlihat sekali acuh tak acuh pada orang lain. Taro yang paling pendek, berambut pirang platina pendek yang diikatnya ekor kuda. Gazushino tinggi besar , dia terlihat galak, angkuh, dan menyeramkan.

Chianzi adalah tipe "pangeran yang kehadirannya selalu ditunggu setiap shinigami wanita yang masih waras pikirannya", hangat dan punya senyum yang melelehkan, imut, dengan mata biru tajam, berambut pirang. Dan Zakura sendiri terlihat seperti tipe pria yang agak cerewet dan kelewat bersemangat, lumayan tinggi, rambut hitam berantakan dan selalu mencuat ke mana-mana, bermata ungu dan caeria, kepribadian lelaki pembuat keributan, tapi dia juga punya sisi kalem dan heroik.

(Author: Light berimajinasi kalau kepribadian Zakura mirip Kaien)

"Sekarang, kita akan menuju asrama", Chianzi berkata sambil tersenyum simpul, semua gadis-gadis yang ada terkikik.

Murid-murid berjalan mengikuti para Shinigami. Asrama terletak lumayan jauh dari tempat itu . 20 menit kemudian, akhirnya mereka sampai. Bangunan asrama itu sangat besar. Beberapa murid sudah membayangkan betapa nyamannya tinggal di situ.

"Kami sudah membagi kalian kamar kalian, Beristirahatlah sekarang. semua benda yang kalian perlukan sudah ada di sana. Upacara penyambutan murid baru akan dilaksanakan besok pukul 8 pagi, dan kami akan menjemput kalian, lalu kita akan pergi bersama-sama ke tempat-kalian-akan-disambut", Kaio berkata.

"Malam ini kami akan tidur di sini untuk mengawasi kalian dan mencegah kalian saling bunuh", Gazushino menambahkan.

"Nikmati saja hidup kalian di sini", Taro berkata.

"Yang terakhir, hidup di sini tidaklah seburuk yang kalian duga! Aku bisa bilang, kalau kalian tinggal di sini, mulai belajar menjdi seorang shinigami, kalian akan mengerti bahwa Neraka jelas seribu kali lebih baik daripada apa-yang-akan-kalian-alami. Sampai ketemu!", Zakura menambahkan dengan senyum sadis yang mengembang di wajahnya.

Asrama

Hitsugaya mencari kamar yang akan digunakannya sampai enam tahun ke depan.

"Atau kurang", dia berkata pada dirinya sendiri

Berjalan sepanjang koridor, mencari ruangannya kurang lebih 15 menit, dan akhirnya ia berhasil menemukannya. Dia membaca catatan yang tertempel di pintu. Kamar 28, Keisuke Ando, Hitsugaya Toushirou, Daigo Akagi, Akira Yume, dia membaca urutannya dari bawah ke atas.

"Tunggu…, Akira Yume!", matanya melebar, dia membaca catatan di pintu, lalu membaca jadwalnya juga. Nama Akira Yume tertera dengan jelas di kedua catatan itu.

"Dua kesialan dalam satu hari, belajar di kelas yang sama, tidur di ruangan yang sama pula, Dasar Anak Mimpi Sialan", Hitsugaya mengutuk Akira. Nama depan Akira adalah Yume, kata yang berarti "mimpi".

Hitsugaya mengetuk pintu, berharap bukan Akira yang membukanya. Pintu terbuka dan tampaklah seorang pemuda yang hanya sedikit lebih tinggi daripada dirinya, tersenyum dan berkata.

"Kau pasti Hitsugaya-kun! Aku Kei! Keisuke Ando! Salam kenal", dia mempersilahkan Hitsugaya masuk.

"Itu Daigo Akagi", Kei menunjuk seorang pemuda tinggi, lebih tua dari mereka, berambut cokelat.

"Daigo-kun, Aku Hitsugaya Toushirou. Salam kenal...", Hitsugaya memperkenalkan dirinya pada Daigo.

"Panggil saja aku Akagi. Kau terlalu sopan padaku, Toushirou-kun. Atau...haruskah aku memanggilmu Hitsugaya-kun?", Daigo bertanya dengan senyum yang tulus.

"Apapun yang kau suka kecuali Shirou-chan", Hitsugaya membalas.

"Punya pengalaman buruk dengan nama panggilan, ya? Aku juga", Daigo berkata.

Mereka langsung akrab. 3 jam telah berlalu dan ruangan itu dipenuhi obrolan dan tawa.

"Akagi-kun, Apakah Akira-sama akan datang sebentar lagi?", Kei bertanya.

"Aku tak tahu, Yume-san memang selalu terlambat, seperti biasanya", Daigo menyahut.

"Kau memanggilnya dengan nama depan!", Kei kagum.

"Akagi-kun, apa kau berasal dari Keluarga Bangsawan Sekai?", Hitsugaya bertanya dan ketika Daigo mendengarnya, alisnya terangkat.

"Benarkah? Maafkan kelancangan saya, Daigo-sama", Kei berkata sambil menundukkan kepala.

"Tidak apa! Hentikan, Ando-kun! Aku tak apa-apa, aku cuma orang biasa! Sial, jangan memanggilku dengan embel-embel -sama", Daigo berkata, merasa tak nyaman menghadapi Hitsugaya dan Keisuke.

"Saya harus memanggil anda Daigo-sama", Keisuke tetap pada pendapatnya.

"Tak usah! Sial! Tolong panggil aku seperti sebelumnya, panggil aku Akagi-kun", Daigo memohon.

"Tak akan, Daigo-sama….", Keisuke menyangkal.

"Bagaimana kalau kau memanggilnya Akagi-sama atau Daigo-kun atau…", Hitsugaya berkata pada Keisuke, berusaha menyelesaikan adu mulut konyol di antara dua teman barunya itu.

"Akagi-kun", Daigo menambahkan.

"Tak akan", Kei membalas.

"Akagi-sama sempurna, menurutku", Hitsugaya membalas.

"OK, deal?", Daigo berharap pertengkaran konyol ini segera selesai.

"Deal", Kei tersenyum.

"Toushirou-kun, maukah kau memanggilku Akagi-kun? Jika semua orang memanggilku Daigo-sama atau Akagi-sama, Aku pasti akan gila", Daigo bertanya pada Hitsugaya.

"Yeah, Akagi-kun", Hitsugaya membalas.

"Ngomong-ngomong, Hitsugaya-kun, bagaimana kau tahu dari mana Akagi-sama berasal?", Kei bertanya.

"Asal tebak saja saat Akagi memanggil Akira dengan nama depan. Keluarga Akira dan keluarga Daigo membentuk Keluarga Bangsawan Sekai", Hitsugaya menjawab.

"Aku sendiri tak tahu keluargaku sangat terkenal di Junrinan, Toushirou-kun", Daigo berkata.

"Aku dengar dari teman lamaku, dia masuk ke sini 5 tahun lalu", Hitsugaya menambahkan.

"Bukan kekasihmu, kuharap", Daigo nyengir dan muka Hitsugaya memerah.

"Cuma teman dekat!", Hitsugaya membantah, kesal dengan ucapan Daigo.

"Apakah dia cantik?", Kei bertanya bersemangat.

"Uhm…lumayan...", Hitsugaya menjawab, merasa malu, ketika dua temannya terkikik.

"Dan namanya?", Daigo bertanya.

"Hinamori Momo, sangat-terobsesi-dengan-Aizen-taichou", Hitsugaya menjawabnya satu-demi-satu-kata, memperjelas hubungannya dengan Hinamori yang memang hanya teman dekatnya.

"Shirou-chan yang malang….", Daigo tertawa ke arahnya. Kei juga tertawa.

Tiba-tiba pintu terbuka dari luar. Seorang pemuda berambut hitam panjang dan bermata kuning masuk. Dia mengamati ruangan sebentar lalu duduk tak jauh dari mereka bertiga.

"Akhirnya kau datang juga, Yume-san", Daigo memulai percakapannya dengan Akira.

"Daigo-nii chan, aku tak tahu kita akan sekelas dan bahkan tidur dalam satu ruangan", Akira membalas bersemangat.

"Yeah, siapa tahu? Ngomong-ngomong, teman sekamar kita, Yume-san", Daigo berkata," Ini Toushirou-kun, maksudku Hitsugaya Toushirou", Daigo menunjuk Hitsugaya,"Dan Kei-kun. Keisuke Ando", menunjuk ke arah Kei.

"Salam kenal...", mereka berkata bersama. Kei dengan nada sopan, Hitsugaya dengan nada tak peduli.

"Kurasa aku akan tidur siang, Nii-chan", Akira berkata dan berjalan menuju futonnya. Tak lama kemudian, dia tertidur

Ruangan sekarang jadi sepi, Kei duduk terdiam, melamun. Hitsugaya mulai membaca salah satu bukunya. Akagi memilih untuk melihat pemandangan melalui jendela.

Halaman Asrama

"Kalian sudah siap?", Zakura bertanya pada murid-muridnya.

"Hai", mereka menjawab.

"Semuanya lengkap?", Chianzi bertanya.

"Akira-sama dari Kamar 28 tidak hadir, Chianzi-sama", Kei menjawab dengan penekanan nada bangga pada kata "Akira-sama".

"Alasannya?", Chianzi bertanya lagi.

"Uhm….uhm...", Kei tak mau menjawab.

"Katakanlah!", Gazushino berteriak.

"Katakan, Ando-kun!", Daigo juga berteriak.

"Uhmm...gomen", Kei membalas. Sifat keras kepalanya benar-benar membuat Hitsugaya kesal.

"Akira-kun masih tidur, Zakura-sama", Hitsugaya berkata.

"Apa yang sedang kau lakukan, Hitsugaya-kun? Kau mempermalukan Akira-sama", Kei menggumam.

"Toushirou-kun benar, Ando-kun. Akiralah yang sekarang sedang mempermalukan dirinya sendiri. Kau tak usah mengkhawatirkannya, harusnya dialah yang mengkhawatirkan dirinya sendiri", Daigo said.

"Apakah itu benar, Hitsugaya-kun? Ceritakan pada kami", Zakura meminta.

"Ya, Zakura-sama. Kei-kun, Akagi-kun, dan Akira-kun berbagi kamar denganku. Kami tidur tak terlalu larut tadi malam. Hanya saja pagi tadi dia tidak bangun. Kei-kun tak mau membangunkannya, karena menurutnya Akira benar-benar tampak lelah. Akagi-kun tak mau membangunkannya karena dia tahu kebiasaan Akira yang tidur sampai tengah hari, Aku mencoba membangunkannya, dia marah besar padaku dan tidur lagi kukira, saat kami meninggalkan kamar .",Hitsugaya menjelaskannya.

"Kebiasaan buruk untuk murid baru. Apa dia berkata jujur, Keisuke-kun?", Kaio bertanya sambil menunjuk Hitsugaya namun pandangan matanya menuju Kei.

"Ya", Daigo menjawab.

"Uhm…iya", Kei akhirnya berkata.

"Nah, lebih baik kita tinggalkan saja dia. Sekarang, ikuti kami ke Aula Besar", kata Taro.

Mereka meninggalkan Akira.

Murid-murid mengikuti para shinigami itu dan sampailah mereka di Aula-luar-biasa-besar, seperti yang dikatakan Zakura-sama dalam perjalanan. Banyak sekali shinigami yang hadir. Hadir juga Soutaichou dan kedua belas taichou lain dari pasukan Gotei 13.

Aula

Semua murid berbaris rapi. Suasananya sangat tenang. Soutaichou mulai berpidato tentang prinsip umum semua shinigami.

"Jangan mencari keindahan dalam pertempuran. Jangan mencari kebajikan dalam kematian. Jangan membuat kesalahan dengan hanya memikirkan kehidupan kalian sendiri. Jika kalian ingin melindungi apa yang kalian harus lindungi ... ... sayatlah musuh yang harus kalian kalahkan dari belakang."Para taichou lain mulai bertepuk tangan, begitu pula dengan shinigami lain.

Kaio sudah mengatakan hal itu saat mereka berjalan dari Asrama, "Kalian akan secara resmi menjadi murid Akademi Shinou, setelah Soutaichou berpidato mengenai prinsip umum shinigami"

"Hanya begitu? Beberapa kata dan sekarang kita telah resmi sebagai murid Akademi...", Kei shock setelah upacara penyambutan selesai.

"Yeah…", Daigo membalas.

"Setelah mendengar kata-kata Soutaichou tadi, aku menyadari bahwa kita harus benar-benar serius belajar menjadi shinigami", di menambahkan.

"Aku juga, Akagi-kun. Aku baru saja berpikir harus meninggalkan semua kenangan buruk, jadi mulai besok, kita bisa meneruskan masa depan kita yang baru", Hitsugaya berkata.

Akagi menggumamkan kata "Aku setuju", dengan suara pelan, sementara Kei mengangguk.


Ini saatnya Light membalas review kalian! YAY!

Erika-chan Kaoru : Makasih dah review! Btw, waktu baca reviewnya Erika-chan, Light ketawa! Soalnya reviewnya Erika mirip sama Review Ice field pertama yang Light dapat bwt versi aslinya! (Itu lho, yang kata Erika-chan chapter 1-nya kependekan!) Dialog dan deskripsinya, ya...beginilah! Maaph kalau belum sesuai sama harapan, cz inikan memang rewritten!*dijitak Erika*

Arya syncronyze : Udah Update! Maaph kamu kelamaan nunggu! Wuah, hati Light berbunga-bunga kalau tahu ada yang suka banget ma fic ini! Makasih dah review!

Bed Wetter Yuri Cawaii : Makasih dah review! Ini dah update! Emailnya Light buat fb dll. ntu ada di profil Light, cobalah tengok! Add aja! Tapi udah jarang Light buka, gara-gara Light kecantol ma FanFiction! Kalau malas baca Englishnya ya ditunggu ja yang ini, cuman kayaknya bakalan lama updatenya cz Light baru nyadar kalau ngewritten ulang ntu butuh waktu lama banget (yang ini lebih dari 3 jam), sedangkan Chapter 3 ntu Chapter terpanjang yang ditulis Light dalam fic ini (yang versi asli!). Mungkin baru muncul abis Chapter 9 versi asli atau mungkin setelah Light nulis satu chapter baru buat salah satu fic Light yang lain (The Three Musketeers, Ice field yang versi asli, Dragon Zakura, Promise atau Ocean)! Btw, makasih reviewnya buat Ocean!

Kusanagi de Frozenmoon : Udah update yang versi aslinya maupun yang ini, Kusa-chan! Makasih dah review yang ini! Btw, yang versi asli kok belum di R&R?


Chapter 2 selesai! Yosh, Light minta reviewnya setelah susah payah ngetik ini lebih dari 3 jam di warnet!

Mind to Review?

Light Lamperouge