Naruto © Masashi Kishimoto

Warning: Alternative Universe, Out of Characters, Gajeness


"Cewek yang tadi sama Kiba, sepertinya dia mengatakan sesuatu."

"Dia nembak aku, hahaha..." jawab Kiba enteng.

Mendengar itu Naruto langsung tersentak kaget, dan air mata keluar membasahi pipinya. 'Sakit,' ujarnya dalam hati.

"Heh? Kau kenapa Naru-chan? Kok nangis?" tanya Kiba khawatir.

"Tidak apa-apa kok, aku cuma kemasukan debu." Naruto menghapus air matanya. "Lalu, apa Kiba menerimanya?" lanjut Naruto.

"Itu..."


~One Love For You~

Chapter 2

KibaxFemNaruxSasu

by: Aoi no Tsuki


"Itu…"

"Itu kenapa?"

"Aku… Aku nerima cewek itu,"

DEG!

Naruto pun terdiam seakan dadanya sesak mendengar perkataan Kiba tersebut.

"Kau menerimanya?" tanya Naruto lirih, air matanya hampir keluar dari pelupuk matanya.

"Ya, tentu saja tidak, Naru-chan, kau ini. Aku tak menyukai gadis itu. Hahaha…"

"…"

"Naru-chan?" Naruto tertunduk, air matanya terlanjur keluar. "Hei, Naru-chan?" Kiba memegang dagu Naruto, hingga wajah tan itu terlihat olehnya.

"Heh?! Kok nangis sih?"

"Aku kira Kiba nggak akan bersamaku lagi, hiks… hiks…"

"Maaf, maaf, ya?" Kiba mengelus rambut Naruto lembut. "Jangan nangis lagi dong, lagian ada cewek lain yang aku sukai kok."

"Eh?" Naruto memandang Kiba lekat-lekat.

"Siapa?" tanya Naruto penasaran.

"Sudah, ayo balik ke kelas aja deh." Kiba pun menggandeng tangan Naruto dan berjalan di belakang Kiba.

'Siapa? Siapa yang disukai Kiba?' Naruto menatap punggung Kiba yang kokoh dan kuat.

'Selalu saja punggung Kiba yang kulihat, begitu kokoh rasanya.'

"Kiba-kun, siapa cewek yang Kiba sukai?"

Langkah Kiba pun terhenti, dia berbalik dan memandang ke arah Naruto.

"Kamu mau tahu, ya?"

"Tentu. Aku ingin tahu," Wajah Naruto pun berubah serius, dia menunggu jawaban dari Kiba.

"Kalo' mau tahu, kejar aku dulu." Kiba pun melepas tangan Naruto dan berlari menjauhi Naruto.

"Eh?! Tunggu, Kiba-kun!" Naruto pun langsung berlari mengejar Kiba. "Hah! Kiba terlalu cepat!"

Kiba sudah menghilang di tikungan koridor, Naruto pun menyusulnya.

"Tung-"

BRUKK!

"Aduh!" Naruto terjatuh sambil memegangi kepalanya. Dia pun mendongak ke arah orang yang sudah ditabraknya. "Ukh!" lirihnya,

"KAU! Uchiha!!" tunjuk Naruto pada Sasuke. Sasuke hanya terdiam dengan tatapan yang dingin. Naruto pun bangkit berdiri. "Minggir kau, Uchiha!!"

"Tunggu!" Tangan putih susu itu menahan tangan Naruto, Sasuke pun mendekat ke arah telinga Naruto dan membisikkan sesuatu yang membuat Naruto terdiam dan membeku.

"Heh! Mana Naru-chan? Nggak kelihatan." Kiba pun berbalik dan mencari gadis berambut pirang tersebut dan dia pun mendapati sosok yang dicarinya itu.

"NARU-CHAN!" teriak Kiba sambil menghampiri Naruto, dia melihat Naruto bersama Sasuke di sampingnya.

"Hei, lepaskan dia, Sasuke!" gertak Kiba.

Sasuke pun melepaskan tangan Naruto dan tersenyum picik pada Kiba.

"Naru-chan, kamu nggak apa-apa?" tanya Kiba cemas.

Kata-kata itu masih terngiang-ngiang di telinga Naruto.

'Kau cewek yang menarik untukku.'

"NARU-CHAN!!" teriak Kiba.

"Hah? Eh, Kiba-kun."

"Kau apakan dia, Sasuke?" tanya Kiba sinis.

"Bukan urusanmu!" Sasuke pun meninggalkan Naruto dan Kiba.

"Kau diapakan olehnya?" tanya Kiba lagi sambil memegang pundak Naruto.

"A-aku nggak apa-apa, Kiba-kun."

"Benarkah?"

"Hn," jawab Naruto menganggukkan kepalanya.

GREPP!

"Syukurlah, kau baik-baik saja, Naru-chan." Kiba memeluk Naruto erat. Mata biru itu membelalak dengan sempurna. 'Maaf, Kiba-kun aku berbohong padamu!'

"Maaf, membuat Kiba khawatir." Kiba pun melepas pelukannya.

"Jangan kau ulangi lagi."

***

KELAS X-2

"Naru-chan! Kau dipanggil Kakashi-sensei, dia menunggumu di kantor! Cepat!" seru Ino memberitahu.

"Eh, kenapa dia memanggilku?"

"Sudahlah, cepat, kau ditunggunya!"

"Iya, iya." Naruto pun beranjak dari tempat duduknya menuju ruang guru.

GREEK…

"Permisi!"

"Ah, kau sudah datang rupanya, Naru-chan."

"Ada apa Kakashi-sensei memanggilku?"

"Mmm…" Kakashi berpikir sejenak. "Begini, nilai pelajaran matematikamu selalu saja merah…"

"Hah?"

'Tentu saja, aku 'kan paling tidak suka pelajaran itu, mendengarkan saja tidak.' Nurani Naruto pun berbicara.

"Dan selama satu bulan ke depan ini kau akan mendapatkan pelajaran tambahan di perpustakaan,"

"Tidaakk!" Naruto memegang kepalanya dengan kedua tangannya. "Lalu siapa yang akan mengajariku, Sensei?"

"Lihat saja nanti! Kau pasti akan senang, di mulai besok setelah pulang sekolah. Ingat di perpustakaan, ya?"

"Baiklah, sensei."

"Ya sudah itu saja,"

"Saya permisi kembali ke kelas." Naruto pun meninggalkan ruangan guru Kakashi.

'Pelajaran tambahan, hah…'


ESOKNYA PULANG SEKOLAH

'Sudah pulang ya? Pelajaran tambahan di perpustakaan. Dikit lagi jam tiga, harus cepet!'

Naruto pun menuju ruangan perpustakaan yang ada di lantai dua dengan leyeh-leyeh.

"Naru-chan!!" teriak seseorang, gadis berambut pirang itu pun menoleh.

"Eh, Kiba-kun?"

"Ayo, pulang bareng, Naru-chan." ajak Kiba.

"Maaf, Kiba-kun. Aku diberi pelajaran tambahan oleh Kakashi-Sensei, jadi aku nggak bisa pulang bareng. Maaf, ya?"

"Hm, ya udah. Hati-hati ya." Kiba mengelus kepala Naruto, Naruto hanya bisa tersenyum.

"Daa, Kiba-kun. Aku pergi dulu." Naruto pun berjalan meninggalkan Kiba.

"Ki-Kiba kun," Kiba pun berbalik melihat seorang gadis di belakangnya.

"Eh, Hinata-chan."

"Mau pu-lang ber-sama-ku?" tawar Hinata malu-malu.

"Hm, tentu saja."

Dari kejauhan Naruto melihat Kiba dan Hinata. Mata birunya terlihat sendu.

'Kiba-kun pulang dengan Hinata-chan, ya?'

Naruto's P.O.V

Perasaan itu datang lagi menemuiku, perasaan yang sama pada saat Kiba ditembak oleh cewek yang kemarin. Perih rasanya dadaku.

Aku pun bergegas untuk ke ruangan Perpustakaan. Sesampainya di sana, aku memasuki ruangan perpustakaan itu, sangat sepi dan tenang. Aku semakin memasuki ruangan itu dan melewati deretan-deretan buku yang menjulang tinggi.

'Mana Kakashi-Sensei?' Aku terus menelusuri ruangan perpustakaan ini hingga sosok berambut silver itu tampak.

"Kakashi-sensei!" panggilku pada sosok guru itu. Aku pun menghampirinya terus mendekat dan mendekatinya. Di samping Kakashi-Sensei ada sosok yang sangat aku kenal. Aku pun terbelalak melihatnya.

'Dia, mau apa di sini?' Aku memandangnya dengan tatapan sinis.

"Kakashi-sensei, mau apa dia di sini?" tanyaku langsung sambil menunjuk ke arah pemuda berambut pantat ayam itu.

"Wah! Rupanya kalian sudah saling kenal ya? Bagus jikalau begitu. Dia yang akan mengajarimu, Naru-chan. Jadi mohon bantuannya ya, Uchiha Sasuke." ucap Kakashi-Sensei sambil melirik ke arah orang yang dibilangnya barusan.

Aku berjengit melihatnya. Yah, dimulailah hari-hariku bersama orang yang asing dan penuh misteri. Bersamanya dalam waktu satu bulan. TIDAAKK!!

End Naruto's P.O.V

...BERSAMBUNG...


Ini chapter 2 dari Tsuki, masih banyak kesalahan mungkin, maaf.

…skaLi ripiew tetep ripiew ayo maju kasih ripiew…

Arigatou Gozaimashu

Aoi no Tsuki