Disclamer : Naruto
Pemilik : Masashi Kishimoto
Genre : Yaoi gaje!
Sasuke Pov
Suara seseorang membangunkanku dalam lamunan di tengah hiruk pikuknya dunia..
Kulihat sesosok cowok serba orange menyapaku di ruang kelas yang amat berisik..
Rambut yang orange dan bajunya yang orange membuatku berdecak..
Hanya matanya yang berbeda, Mata yang sebiru laut itu menatapku binar.
Bau citrus yang menyengat hidungku sangat terasa saat dia di sampingku..
"Sasuke teme, jadi pacarku yuk." Ajak cowok berbau citrus itu dengan senyumnya yang khas.
Sejenak aku kehilangan akal sehatku, seorang cowok menyatakan cintanya padaku..
Seisi kelas pun menatapku cengok, orang yang berlalu lalang di koridor pun ikut cengok melihatku. Aku memberikan death glare ku padanya, tapi tak sedikitpun membuatnya takut. Apa-apaan cowok ini?
"Hahaha.. Terima saja Sasuke." Ucap Kiba padaku.
"Dari namamu saja sudah kelihatan. Sas..uke..! Kamu kan Uke." Timpal Gaara.
Kuberi mereka death glare ku, dan secepatnya mereka diam seketika itu juga.
"Ne, Sasuke teme gimana?" Tanyanya lagi padaku.
"Aku bukan homo dan bukan seorang uke, setidaknya aku akan menjadi seme jika aku seorang homo!" gertakku.
"Hmm.. seme ataupun uke, aku tak masalah sih." Kata cowok itu hingga membuatku kaget, dan semua orang yang mendengar percakapan kami cengok mendengarnya.
"Hnn…" aku berpikir kembali, mungkin ada baiknya jika aku menerima pernyataan itu untuk menghindari pernyataan cinta dari cewek-cewek yang menyebalkan itu. Tapi aku bukan homo, apa yang harus aku lakukan padanya? Dan sebuah idepun terlintas dalam otakku. "Hn, mulai sekarang kau jadi peliharaanku saja! Peliharaan seorang Uchiha. Layani aku aku dan patuhi semua perintahku." Mungkin dia bakal menolakku ataupun malah akan menampar wajahku.
"Oke. Aku mau jadi peliharaanmu." Katanya senang lalu mencium bibirku. "Ah, kenalkan namaku Naruto." Timpalnya tanpa memperhatikan tatapan orang-orang sekitarnya.
Aku kaget, sedikit membuatku membeku dan hilang akal sejenak. Gaara dan Kiba pun ikut cengok melihatnya. Apa lagi orang-orang yang ada di dalam kelas maupun di luar, mereka melotot hingga matanya hampir keluar. Apa keputusanku ini benar menjadikannya peliharaanku? Ah, toh cuma peliharaan.
Kemudian dia pun pergi berlari kembali ke kelasnya, aku menatapnya hingga hilang dari balik pintu kelas. Setelah itu Gaara dan Kiba memberiku pertanyaan yang bertubi-tubi padaku. Karena males menjawab aku pun hanya menjawab dengan biasanya. "Hn.."
Sepulang sekolah.
Entah kenapa aku sedang malas pulang ke rumah. Aku masih terduduk di dalam ruang kelasku, padahal sudah tak ada satupun yang ada di sini. Orang-orang sudah pulang termasuk Gaara dan Kiba.. Ku nikmati angin yang menerpa rambutku, cukup dingin menurutku, tentu saja karna ini masih musim dingin. Kembali aku memikirkan cowok yang tadi siang menembakku. Naruto.. nama yang aneh. Tapi nama itu entah kenapa sudah menancap dalam ke ulu hati.
***
Naruto Pov
Hari ini aku terlambat pulang karena Iruka sensei menhukumku membersihkan toilet. Gara-gara aku berulang kali tidak mengerjakan PR yang diberinya. Seperjalananku akan pulang, kulihat seseorang duduk di kelas menatap keluar jendela.
Sasuke?
Ya, Sasuke. Kenapa masih ada di sini?
Aku menjadi blushing, jika mengingat kejadian tadi siang. Aku berjalan satu langkah mendekatinya, sepertinya dia mulai terusik dengan suara sepatuku. Dia menengok ke arahku, ah.. betapa menentramkan mata Onyx-nya.
"Teme, apa yang kau lakukan di sini?" tanyaku.
"Hnn, tak ada." Jawabnya dan langsung mengarahkan tatapannya kembali ke luar jendela.
"Hmm…?" bingungku.
Kami beberapa menit hanya diam. Dan beberapa menit setelahnya, aku masuk dalam permainnya yang panas.
"Hei, Dobe layani aku." Katanya seraya menatapku.
"Hah?" aku bingung dengan tatapannya yang tajam itu. Semburat merah pun tak luput dari pipiku.
"Kau itu anjingku!" katanya.
"Apa yang harus kulakukan teme?" tanyaku bingung.
"Terserah!" Aku jadi bingung harus melakukan apa."Aku tak suka menunggu dobe!"
"Dasar teme!"
Aku membungkukkan badanku dan segera menciumnya, dan beberapa detikpun Sasuke mempersilahkan lidahku untuk masuk ke mulutnya. Aku mulai memasukkan lidahku, dan mulai beradu dengan lidah Sasuke. Beberapa menit kemudian kami pun masih berciuman, dan ahirnya aku pun melepaskan ciumanku untuk mengambil oksigen untuk bernafas, karena nafasku sudah terengah-engah oleh ciuman itu.
"Ciumanmu jelek sekali." Ejeknya. Dia menarik pinggangku hingga aku duduk di pangkuannya. Tangan kanannya masih memeluk pinggangku dan tangan kirinya menarik leher belakangku lalu kembali menciumku. Ciuman yang panas..
Sasuke mulai menjilati bibirku, menandakan dia menyuruhku membuka mulut umtunya. Saat aku mulai membuka mulutku, Sasuke mulai memasukkan kembali lidahnya ke dalam mulutku, menyapu langit-langit mulutku hingga membuatku mendesah. Sepintas kulihat senyumnya yang menggoda dan juga senyuman yang senang menjahiliku. Aku menggenggam erat pundak Sasuke karena kenikmatan ciumannya yang membuatku terbuai. Lidah kami saling beradu mencari kenikmatan di sana. Kancing bajuku mulai dibukanya satu persatu. Tangan Sasuke memang cepat tanggap, dia menyentuh dan membelai dadaku dan memilin tonjolan yang ada si sana. Aku kembali mendesah dan Sasuke pun melepaskan ciumannya. Dia berganti membelai telingaku dengan bibirnya, menjilati dengan penuh gairah. Membuatku tak bisa menahan desahanku. Aku menutup mulutku dengan tanganku agar tak ada suara yang keluar, aku takut jika ada seseorang yang melihat kami.
"Eng.. "
"Tak usah ditutupi, aku suka suaramu." Kata Sasuke.
Aku pun melepaskan tanganku, dan melingkarkan tanganku di lehernya sambil menjambak rambut Sasuke karena kenikmatan yang dibuatnya.
Bibirnya turun di leherku membuatku geli dan nikmat. Tangannya masih aktif di tonjolan dadaku, sesekali memilin-milinnya.
"Ah..eng, Sas..uke.."
Sasuke membuat sebuah kissmark di leherku, hingga dia mengunciku di sini.
"Ini tanda bahwa kau adalah peliharaanku. Tak ada yang boleh menyentuh tubuhmu. Kau milikku."
Sasuke mulai membuka resleting celanaku, menyusupkan tangannya ke bagian tersensitif dalam tubuhku. Desahanku kembali mengeras, nafasku mulai tak beraturan. Hanya dengan tangan dan bibirnya saja, dia sudah memberiku kenikmatan yang seperti ini. Tangan Sasuke masih memainkan kejantananku dan bibirnya sudah mulai menghisap tonjolan di dadaku dan sesekali digigitnya hingga aku berteriak nikmat. Hingga sebuah cairan putih keluar dari tubuhku. Nafasku terengah-engah, Sasuke berhenti sejenak dalam permainannya dan memberiku istirahat.
"Sas..uke. Kita sudahi saja hari ini.." kataku.
"Hnn? Sudah? Benarkah? Kau mau menentang majikanmu?"
"Eh…"
Sasuke menyuruhku berdiri. Mungkin dia akan marah padaku. Tapi ternyata tidak, dia menyuruhku melayaninya kembali. Menyuruhku melakukan oral sex padanya. Dengan patuh aku melakukan perintah majikanku. Aku mulai membuka resleting celananya dan membuat kejantanan Sasuke keluar. Kujilati miliknya, dan setelah itu kumasukkan kejantanan Sasuke ke dalam mulutku. Keluar masuk keluar masuk. Kulihat Sasuke tersenyum licik padaku, dia memang sedang menjahiliku.. Akhirnya cairan putihpun menyembur ke mulut dan wajahku. Sasuke masih tersenyum penuh kemenangan. Dan dia pun berdiri lalu menarik lenganku dan menghempaskan tubuhku ke meja. Membuatku tiduran di sana, kini aku sudah tak memakai satu helai benangpun. Sasuke menghisap tonjolan di dadaku dan tangannya memainkan tonjolan satunya, sedangkan tangan satunya dengan bebas bermain di kejantananku. Aku mendesah tak karuan membuatku malu, baru kali ini aku mendengar suaraku yang seperti itu. Bibir Sasuke menciumi perutku dan turun ke bawah. Dia melakukan hal yang sama padaku. Menyentuh dan menghisap kejantananku hingga aku tak kuat lagi, tapi Sasuke malah berhenti sebelum aku mencapai klimaks.
"Kau tak tahan? Kau ingin lebih? Memohonlah padaku. Kau tau cara memanggilkukan?" kata Sasuke yang membuat hatiku mencelos.
Dia benar-benar sedang mempermainkanku, membuatku tak bisa berkutik lagi.
"Te..me.."
"Panggil yang benar dobe."
"Sasuke, onegai…" pintaku memohon agar Sasuke menuntaskan permainannya. Sepintas Sasuke menyunggingkan senyumnya yang membuatku ngeri. Dan kemudian Sasuke menyodorkan dua jarinya kearah bibirku, menyuruhku melumatnya. Setelah itu dia menarik tangannya lalu mengangkat salah satu kakiku dan mulai memasukkan jarinya. "Akh..ah.. Sakit."
Sasuke membisikkan sesuatu padaku. "Tahan sedikit, aku akan pelan-pelan. Aku tak akan menyakitimu." Seraya kembali menciumku.
"Ah.. ah.." aku pun memeluk leher Sasuke.
Satu jari telah masuk, dua jari dan tiga jari. Kemudian setelah itu dia mencabut jarinya dan mulai memasukkan kejantanannya padaku. Setelah kejantanan Sasuke masuk sepenuhnya dalam tubuhku, dia berhenti sebentar. Dan menunggu persetujuanku untuk memulainya. Setelah aku siap, akhirnya Sasuke mulai melakukannya.
"Na..ruto.."
Aku kaget dan senang saat dia mulai memanggil namaku. Rasanya ada perasaan yang berkecamuk dalam dadaku.
"Ah..ah..ah.. Sa..suke. ah.. onegai..shimasu,."
Maju mundur maju mundur. Sasuke memasukkan kejantanannya padaku. Sakit memang, tapi rasa sakit itu hilang saat Sasuke setiap detik selalu memanggil namaku. Ciumannya pun bermain ganas di mulutku hingga rasa sakit itu terganti dengan kenikmatan yang dibuatnya. "Ah..ah.. Sasuke, aku hampir sampai."
"Hnn.." Sasuke kembali meremas-remas kejantananku dan beberapa detik kemudian aku pun memuntahkan cairan putih hingga mengenai perutku dan Sasuke. Dan sebaliknya ada sebuah cairan yang masuk ke dalam tubuhku, Sasuke juga mencapai klimaksnya.
Sasuke menjatuhkan tubuhnya di dadaku dan aku masih memeluknya..
To be Continued..
Kyaaa…. Apakah ini ero banget??
Gomene, karena aku mengeluarkan imajinasi yang sangat porno..
Khukhukhu…
Terima kasih sudah membaca.
Review selalu ditunggu..
Saran dan kritik selalu diterima dengan lapang …
Sankyuu.. sampai bertemu kembali di chapter berikutnya.
