Chapter Two

THAT BOY

By dabeerrel

Jaehyun x Taeyong

NCT © SM Entertainment

OOC, AU, BOYS LOVE, TYPO(S)

-oOo-

Jaehyun ingat sejak kecil ia memang selalu menjadi pusat perhatian orang dibandingkan anak yang lain. Saat duduk di bangku TK, banyak anak perempuan yang memberikan permen dan cokelat mereka secara cuma-cuma pada Jaehyun. Menyebabkan anak laki-laki yang lain jadi kesal dan iri padanya.

Jaehyun sangat bersyukur pada Tuhan karena diberikan wajah yang lumayan tampan.

Tetapi ketika kelas 6 SD, Jaehyun dan keluarga besarnya pindah ke Amerika karena sebuah alasan. Orang-orang di negara itu terlihat tidak mempedulikan ketampanan Jaehyun. Mungkin karena Jaehyun bukan tipe kesukaan mereka atau mungkin karena disana banyak lelaki yang lebih tampan. Pokoknya, Jaehyun merasa orang-orang di Amerika memperlakukannya dengan biasa, tidak membeda-bedakannya dengan orang lain.

Dan Jaehyun senang akan hal itu.

Namun kesenangan Jaehyun sirna ketika orangtuanya memberi tahu kalau mereka akan kembali ke Korea. Jaehyun akan tetap menamatkan jenjang SMP-nya di Amerika dan terbang ke Korea sebelum masuk SMA.

Jadilah, di sini ia sekarang, di sebuah SMA biasa. Suasananya sama seperti saat ia kecil, dimana ia menjadi pusat perhatian.

Tapi yang ini, bisa dikatakan lebih parah. Setiap hari ada saja orang—entah lelaki ataupun perempuan—yang menyelipkan surat cinta di lokernya. Bahkan pernah suatu hari, ia mendapatkan surat cinta dari seorang guru perempuan di sekolahnya, lengkap dengan bekas kecupan bibir berwarna merah samar.

Ketika Jaehyun absen sehari karena demam biasa, tiba-tiba saja rumahnya dipenuhi surat berisi ucapan 'Semoga lekas sembuh.' dan beberapa buket bunga.

Oh man, memangnya Jaehyun akan mati besok!

Intinya sesuatu mengenai Jung Jaehyun itu selalu menjadi berita 'panas' di sekolahnya.

Khususnya kabar seperti ini. Sesuatu yang tak pernah ingin didengar oleh orang-orang di sekolahnya.

Jung Jaehyun punya pacar!

Apalagi orang yang beruntung itu ternyata adalah Lee Taeyong. Siswa yang bahkan namanya saja hanya segelintir orang yang tahu.

Ya, tadinya. Tentu saja sekarang namanya banyak diperbincangkan oleh orang-orang.

Belum genap dua puluh empat jam, kabar mengenai hubungan Jaehyun dan Taeyong sudah menyebar luas. Bisikan-bisikan terdengar di berbagai penjuru sekolah. Jaehyun tentu saja risih. Dia itu sama seperti anak yang lain. Punya urusan pribadi. Hal seperti itu tak perlu dilebih-lebihkan.

Seperti sekarang, Jaehyun baru saja memasuki kawasan sekolah, berpasang-pasang mata langsung menatapnya. Tatapan mereka bukannya terlihat menghakimi justru terlihat bingung. Sepertinya mereka masih tidak percaya dengan kejadian kemarin.

Jaehyun melangkah seperti biasa, sambil sesekali menyapa murid-murid yang dikenalnya. Toh, dia sudah sering jadi pusat perhatian. Hal seperti ini sudah diperkirakan olehnya.

Johnny sudah ada di kelas ketika Jaehyun masuk. Ini aneh, sangat aneh. Anak berandal seperti Johnny itu tidak mungkin datang ketika bel masuk baru akan berbunyi tiga puluh menit lagi. Bahkan saat kelas sepuluh, Johnny pernah datang sejam setelah bel berbunyi, dengan seragam yang basah di beberapa bagian karena dihukum membersihkan toilet sekolah.

Ngomong-ngomong, Johnny itu teman terdekat Jaehyun, kalau tak ingin dibilang sahabat. Ia lahir dan dibesarkan di Amerika sampai kelas delapan. Mungkin karena itu jiwa bebasnya masih terasa dan terbawa hingga SMA. Karena itu pula, Jaehyun yang juga baru pindah dari Amerika merasa lebih klop dengan Johnny.

Johnny menguasai bahasa Korea dari kecil. Ia bercerita kalau ibunya yang memang orang Korea, dari dulu sudah merencakan sewaktu-waktu akan pindah lagi ke tanah kelahirannya. Makanya, sejak kecil kemampuan bahasa Korea Johnny sudah dipersiapkan.

"Kau hutang penjelasan padaku," ujar Johnny.

Jaehyun mendengus kasar. Sudah ia duga Johnny itu pasti ada maksud lain. Mana mungkin ia datang cepat ke sekolah secara cuma-cuma.

"Dasar kuno! Kau itu tidak punya ponsel, ya?"

Johnny mengibas-ibaskan tangannya sok keren. "No, no, no. Aku akan menatapmu lekat selama kau bercerita. Para psikolog bilang kita bisa mengetahui seseorang itu berbohong dengan memperhatikan gerak-geriknya. Jadi jangan coba-coba kau berbohong padaku!"

Jaehyun bergidik. Membayangkan nanti ia dan Johnny akan terus bertatapan ketika ia bercerita—itu mungkin saja dalam waktu yang lama—membuatnya ingin muntah.

"Alasanmu sangat menggelikan. Dengar, aku tidak akan bercerita. Kau hanya perlu bertanya dan aku akan menjawabnya. Dan yang lebih penting lagi, aku sama sekali tidak ingin kau menatapku nanti!"

Johnny mengangguk, sebenernya tak peduli. "Oke, oke. Baiklah mari kita mulai. Hal pertama yang kuingin tanyakan adalah apa kau mengenal Lee Taeyong sebelumnya?"

"Dari yang kuingat, sepertinya tidak," jawab Jaehyun singkat.

"Benarkah? Lalu apa yang membuatmu berpikir untuk menerimanya?"

"Karena aku ingin." Lagi-lagi Jaehyun menjawab singkat. Ketika mata Jaehyun beralih melirik Johnny, wajah temannya itu terlihat kurang puas.

Jaehyun menghela napas. Kepalanya ia senderkan ke dinding kelas.

"Sebenarnya aku tidak tahu alasan yang pasti. Kupikir sesuatu merasukiku untuk menerimanya."

"Apa kau menyesal sekarang?"

Jaehyun tertegun. Ia tidak pernah memikirkannya. Menyesal atau tidak, membiarkan Lee Taeyong masuk dalam kehidupannya tanpa alasan yang jelas. Ia menerimanya begitu saja.

"Entahlah. Aku dan dia bahkan belum memulai apa-apa." Jaehyun berkata dengan lirih.

Sejujurnya, ia sempat tidak yakin dan sedikit takut. Bagaimanapun juga ia dan Taeyong tidak saling kenal, hanya sebatas tahu nama saja, dan mereka kini menjadi sepasang kekasih yang menghebohkan seisi sekolah.

Belum lagi, senyuman itu ...

Jaehyun mengacak-acak surainya frustasi. Seharusnya ia tidak boleh berpikir negatif seperti itu. Ya, ia dan Taeyong itu hanya sepasang kekasih. Hanya perlu dijalankan layaknya anak muda lainnya.

Johnny melihat Jaehyun yang tiba-tiba jadi aneh.

"Dude, kau berniat memutuskannya?"

Tangan Jaehyun terhenti dan matanya kosong.

-oOo-

Bel istirahat berbunyi diiringi dengan desahan lega para murid yang telah mengikuti jam pertama dan kedua dengan penuh penderitaan. Mereka langsung berhamburan keluar kelas dengan ekspresi seperti baru meelihat cahaya terang di tengah kegelapan.

Terlalu hiperbolis.

Tetapi sepertinya, masih ada satu makhluk yang memilih diam saja di dalam kelas dengan pose bak model. Tubuhnya sepenuhnya bersandar pada kursi dengan kedua telinga yang tersumpal earphone. Belum lagi jendela di sampingnya yang sengaja dibuka sehingga angin masuk dan membuat surai hitamnya tertiup. Ditambah sinar matahari yang menerpa wajah tampannya yang terpejam.

"Hentikan, Jaehyun. Itu menjijikan."

Jaehyun mengintip sedikit. Menemukan Johnny yang sudah berdiri di ambang pintu kelas. Jaehyun berdecak kesal, kemudian kembali memejamkan mata.

"Tidak ke kantin?"

Jaehyun menggeleng.

"Oh, mau bertemu pacarmu, ya?" tanya Johnny lagi.

Mata Jaehyun terbuka sepenuhnya. Ia sempat lupa kalau ia kini sudah memiliki 'pacar'. Pupilnya bergerak menatap Johnny.

"Untuk apa?"

Johnny mengangkat kedua bahunya. "Makan siang bersama, mungkin. Kenapa tanya aku, dasar bodoh." Kemudian berbalik dan melenggang pergi. Meninggalkan Jaehyun yang tertegun kembali.

Memulai sesuatu, ya ...

-oOo-

Jaehyun kembali jadi pusat perhatian ketika ia melangkah sendirian di koridor menuju kelas 11 C. Kelas Taeyong. Langkahnya terhenti di ambang pintu. Matanya melotot pada orang-orang yang masih menatapnya penasaran.

Jaehyun menghentikan seorang siswi yang hendak masuk ke dalam kelas tersebut. "Apa ada Lee Taeyong di dalam?" tanya Jaehyun pelan. Siswi tersebut terlihat agak salah tingkah.

"Lee Taeyong? Ia baru saja keluar." Jari siswi tersebut kemudian menunjuk ke koridor yang berlawanan dengan arah datangnya Jaehyun. "Itu orangnya!"

Jaehyun mengeluarkan senyuman mautnya. "Terima kasih." Dan ketika Jaehyun berbalik, otak siswi itu terasa blank. Terkejut dengan serangan yang dikeluarkan sang primadona sekolah.

.

.

.

Taeyong hanya berjarak beberapa meter di depan Jaehyun. Tidak terlalu jauh, tapi tetap saja kalau ingin memanggilnya ia harus berteriak. Saat itu koridor sedang ramai dan Jaehyun benar-benar tidak ingin ia menarik atensi yang lain. Terlalu nekad kalau ia sampai berteriak.

Jadi, yang Jaehyun lakukan hanya berjalan membuntuti Taeyong diam-diam.

Lelaki Jung itu mengerutkan dahinya. Heran melihat Taeyong tiba-tiba berbelok ke arah lain, bukannya ke kantin sekolah. Taeyong terus berjalan menuju pintu utama. Lalu memutari gedung sekolah hingga berhenti di halaman belakang sekolah.

Yang Jaehyun tahu halaman belakang sekolah selalu sepi, apalagi saat jam istirahat seperti ini. Kalau bukan ke kantin, para murid biasanya lebih memilih pergi ke perpustakaan atau taman samping. Di halaman belakang terdapat tembok setinggi 3 meter yang mengelilingi area sekolah.

Jaehyun memperhatikan gerak-gerik Taeyong yang aneh. Menggulung lengan blazer sampai siku dan meraba permukaan tembok pembatas.

Mata Jaehyun membelalak ketika melihat kaki dan tangan Taeyong dengan lincah memanjat tembok pembatas iu tanpa tumpuan apapun. Kemudian tanpa ragu-ragu meloncat dari ketinggian.

Lee Taeyong kabur!

TBC

Yeee tbc lagi

Hell-

OOOUUUWWW

Saya muncul kembali dengan chap 2 that boy yang sangat absurd ini. Saya seneng banget waktu tau banyak yg suka sama ff ini. Hehehe makasih banyaaaakkk.

Udah sebulan ya maap lama :" sebenernya yg bikin lama itu balesan reviewnya. Saya gapernah sempet. Oiya saya mau ngomong sesuatu dan itu lumayan banyak.

Pertama setelah saya liat-liat/? lagi saya baru tau kalo sekolah di korea itu kayak gaada gerbangnya gitu/? Jadi semacam langsung pintu utama. Tapi saya ngambil setting sekolahnya kayak di jepang yang setelah gerbang ada halaman baru pintu utama.

Kedua jujur aja saya itu kalo bikin cerita selalu bermasalah dengan keterpaduan paragraf dan keterpaduan kalimat. Jadi antar kalimat atau antar paragraf itu kadang suka ga nyambung. Saya sangat menerima kritikan orang lain. Jadi kalo mau kritik ya kritik aja gapapa.

Ketiga saya sadar kalo ff ini lambat banget alurnya. Harusnya chap ini tuh lebih panjang lagi tapi waktu saya cek wordsnya udah 1k jadi saya bagi dua. Jadi kemungkinan chapnya bakal banyak hehehe.

Keempat chap 2 saya bikin dengan editan yang lebih sedikit dari chap pertama. Jadi maap banget kalo tambah absurd jelek '-'

Kelima...

Sekian dan terima review :v

Oiya ini balesan reviewnya maap kalo ada yang salah atau malah ga ketulis.

Kyunie: hayoloh coba tebak kenapa ehehehe udah di lanjut ya maap lama

RPuspitasary21: wah wah kenapa malah ke si wonu ya :'v

anonim: semoga aja ya nanti ffnya sesuai ekspektasi kamu hehehe

livanna shin: udah dilanjut maap lama

: wah wah wah makasih udah suka

JaeMinhyung: udah dilanjut ya maap lamatryss: udah dilanjut maap lama ya semenya pasti jaehyun dong :" saya gamungkin bikin dia uke

sffnnaaa07: udah dilanjut ya maap lama hehehe akhirnya berhasil juga bikin orang penasaran :v

chocolate stick: wah wah iya makasih udah nunggu maap lama ya saya juga penasaran kenapa ty nembak jae

BootyPeachy: sama sama makasih udah baca ^^

Peach Prince: wah wah jangandong bunuh diri itu dosa loh :'v saya juga sebenernya gaberani kalo disuruh kayak taeyong sih hehe wah makasih udah nyemangatin ^^

peachpetals: akhirnya diterima ya :" ini udah dilanjut ya

Jerapinchansoo: maap kalo pendek T.T saya gabisa bikin yg panjang panjang

issbelarine: udah dilanjut ya

mybestbaetae: kaaaaakkk niiiiddd akhirnya muncul juga huhu makasih kak udah sempet mampir sampe ninggalin jejak begitu

Park RinHyun- Uchiha: udah ya

Anaknya Syuman: lu kelamaan editnya sih -" yang begitu begitu apaan coba :'v gapapa oon yang penting cakep ;v weiiiss jangan bawa bawa secret admirer

Jaeyong Twins: anda tak tau? Saya pun juga :" udah dilanjut yaa ^^ vava pasti inget dong makasih ya udah rnr

Jaeyong Princess 2: cieee swit switPasti dong jaehyun nerima pesona lee taeyong masa bisa ditolak sih ehehe

Sebastian Michaelis Em' Bangtan : ebuset nyelow nyelow :'v coba ya kita bareng bareng nunggu kelanjutan kasusnya hehe

alma13: cerita begini mah cepil yaelah wkwkw tengs

VinKev Rin Fujoshi'24 KJS'11: jadi aadt dong ada apa dengan tiwai :'v udah dilanjut ya

LOVEJaeYong: udah yachittaphon27: udah dilanjut ya

sffnnaaa07: wah kamu keknya udah review sebelumnya deh saya lama banget ya soalnya hehehe maap atuhlah ini udah dilanjut

mbafujo: hehehe namanya juga tiwai harus selalu wew

nabillasella: udah dilanjut ya

Thanks semuanya~