BRAVE CHILD

Chapter 1 : Japanese Boy

Author : An Nisa Ayu Pramesti (Choi Sung Ha)

Genre : psycho, hurt, sad, family

Cast : EXO member OT 10 & iKON & WINNER & B.A.P (GS or GenderSwitch)

Length : Chaptered

Disclaimer : all of them are belong to themselves and GOD. I only own the story. So NO PLAGIAT !.

Rating : Fiction T (T+ maybe) hehehe

Warning : TYPO(s), too complex. don't like it ? so don't read it PLEASE,,, and no bashing but YES for critics

THIS FANFIC IS GENDERSWITCH AND ALL THE PAIR IN THIS FANFIC ARE CRACK PAIR. IF YOU DON'T LIKE IT PLEASE DON'T READ.

I TOLD YOU BEFORE ! Gomawo ne *bow*

Author POV

*PRANGGG!

Untuk kesekian kalinya dalam bertahun‐tahun, tak ada ketenangan yang muncul bahkan sekedar untuk singgah bagai angin lembut di musim semi yang menghiasi rumah kecil itu. Dua orang dewasa yang bersikap bagai anak kecil adalah mereka yang membawa keributan setiap detiknya di rumah itu, entah apakah pernah terbersit di pikiran mereka untuk menghentikan semua kebodohan yang seakan tak berujung.

Kali ini keributan terjadi di pagi buta tepatnya pukul 2 pagi. Saat di mana orang‐orang sedang nikmatnya menjelajahi alam mimpi mereka masing‐masing. Jangan bertanya betapa terganggu dan kesalnya mereka yang terpaksa tinggal bersebelahan dengan keluarga gila itu, mereka sudah terlalu lelah untuk mengingatkan atau sekedar ingin tahu.

‟arrkkhh YAK ! lepaskan tangan kotormu dari tubuhku lelaki TAK berguna !"

Satu lagi teriakan dari ratusan, ah bukan, ribuan teriakan yang sudah pernah menggema di rumah kecil itu. Teriakan yang selalunya berasal dari mulut seorang wanita baruh baya yang tak pernah mau melepaskan diri dari dunia malam, wajahnya yang sangat korea selalu dihiasi dengan dandanan menor dari kosmetik murahan, dan teriakannya, teriakan yang selalu saja terdengar lebih ke angkuh daripada kesakitan.

‟dasar kau istri tak tau di untung ! kau kira kau akan jadi apa tanpaku huh ? apa kau kan kembali menjadi PELACUR ?! lalu menghasilkan anak‐anak sial yang kau taruh dalam hidup ku eoh ?!"

Bentakan lain dari pria yang terlihat sedikit lebih tua dari sang wanita. Pria yang ketika diteliti memiliki wajah yang berbeda dari pria Korea paruh baya lainnya. Wajahnya lebih seperti pria‐pria dewasa yang lahir di Jepang, tapi bukan hanya itu, wajah itu merah padam, bukan merah padam selayaknya mereka yang tengah tersipu malu tapi mereka yang tengah teler . Dalam genggaman tangan nya terdapat botol minuman yang tak lain adalah arak yang ia beli dari gaji hasil kerjanya yang sangatlah sedikit.

‟huh ? PELACUR katamu ?! kau sendiri apa ?! pemabuk gila yang lebih suka menaruh uang pada taruhan lotre rendahan huh ?! buka mata mu ! anak itu BUKAN anak ku, kau adalah ayahnya jadi rawat dia karena mulai saat ini, aku akan meninggalkan rumah rongsok ini dan hidup dengan pria lain yang JAUH lebih baik dari KAU !"

Emosinya memuncak, hingga tepat di ubun‐ubun, genggaman tangan pria itu menguat pada kerah baju menor wanita itu, jemarinya memutih saking kerasnya ia menggenggam botol minumannya. Dalam keadaan setengah sadar,

*PRRRAAANNGGG!.

Satu pukulan kuat dihempaskan pria itu tepat ke kepala wanita yang berada di hadapannya, bukan pukulan dari tangannya tapi dari apa yang ia genggam di tangannya, botol minumannya.

Dalam tempo cepat mata wanita itu berkedip aneh sambil terus melihat ke atas. Pria yang baru tersadar akan perbuatannya melepaskan genggamannya pada kerah baju istrinya yang sudah tak sadarkan diri, atau mungkin sudah mati ? tak tau, yang jelas ia menutup matanya.

Tubuh yang tanpa penahan itu jatuh, terkalahkan oleh hukum grafitasi, menghantam keras lantai dingin rumah itu.

Pria itu hanya mematung melihat tubuh istrinya yang mulai digenangi cairan merah pekat yang bersumber dari kepalanya, tepatnya pada pelipis kirinya.

Pria itu berjongkok di sisi wanita itu dan mendekatkan kepalanya di hidung dan dadanya, dalam maksud untuk mengetahui keberadaan nyawa wanita itu. Tak puas, ia pun mengambil salah satu lengannya dan menempatkan ibu jarinya tepat di garis pergelangan tangannya. Wajahnya perlahan berubah tegang.

‟apa yang harus aku lakukan sekarang ?!" ucap pria itu bermonolog

‟otousan,,," lirih seseorang tepat di belakang pria itu

#otousan : ayah

‟aaah,,, hanbin, kenapa kau terbangun hmm ? sana, tidurlah lagi" ucap pria itu bermaksud 'mengusir' bocah kecil berumur 8 tahun itu.

‟okasan kenapa ?" Tanya bocah itu, masih tetap pada posisinya

#okasan : ibu

Pria itu berjalan mendekati sang bocah, mendekapnya dalam pelukan hangat. Menyalurkan seluruh rasa sayangnya untuk anaknya.

‟maukah kau berjanji pada otousan ?" bisik pria itu

Bocah kecil yang masih menikmati dekapan sang ayah mengangguk pelan dalam pelukan penuh cinta itu. Pria itu melepaskan pelukannya, menatap lekat manik hitam dari mata polos bocah di depannya.

‟jadilah bocah yang kuat mulai saat ini, bisa ?" ucap pria itu tegas

‟tentu otousan, hanbin akan tumbuh menjadi lebih kuat mulai saat ini" jawab Hanbin kecil penuh keyakinan

‟meski tanpa ada aku di sampingmu ?" Tanya pria itu (lagi)

Hanbin memiringkan kepalanya, menampakkan wajah nya yang bingung akan maksud dari apa yang ayahnya baru saja katakan.

‟memangnya otousan mau kemana ?" Tanya bocah itu bingung, tapi matanya menampakkan kecemasan

‟otousan akan pergi untuk sementara waktu, tak akan lama" ucap pria itu berusaha menenangkan anaknya

‟apa Hanbin akan sendirian ?" Tanya bocah itu sedih

‟aku tak akan membiarkan mu sendirian lagi, kau akan memiliki teman, kau percaya pada otousan kan ?"

‟Hanbin percaya, karena otousan adalah pahlawan nya Hanbin" ucap bocah kecil itu dengan senyumnya yang mengembang

‟anak pintar, rapikan semua pakaianmu dan masukkan pada kopermu. Otousan akan membawamu pada rumah barumu pagi ini" ucap pria itu sambil menangkup wajah anaknya dalam jemari kekarnya.

Bocah itu mengangguk, dan berlari meninggalkan ayahnya. Sedangkan ayahnya (pria itu) memalingkan wajahnya pada jasad istrinya yang masih di sana dalam posisi yang tak berubah sama sekali.

Senyuman, atau lebih tepatnya seringai perlahan terpahat di wajah nya, sangat berbeda dari saat ia menatap Bocah kecil yang baru saja meninggalkannya.

#####

KEBAKARAN !"

‟tolong, ada kebakaran !"

Teriakan yang sayup‐sayup masuk ke dalam corong telinga seorang bocah kecil yang terbangun dari tidurnya, ia menegakkan kepalanya melihat langit yang telah berwarna biru lembut, namun langit tampak mengerikan saat kepulan asap hitam mulai terbawa angin ke arah langit yang tengah di tatap oleh bocah itu. Ia menarik kaus lusuh pria paruh baya yang tengah terlelap di sampingnya, yang dengan sekejap membuat pria itu harus membuka matanya dan melihat ke bocah itu.

‟ada kebakaran, sepertinya dekat dengan rumah kita, otousan" ucap bocah itu dengan wajah khawatirnya.

‟sudahlah Hanbin, itu busnya sudah ada dan kalau kau tidak tidur kau akan mabuk kan ?" Tanya pria itu, lebih tepatnya mengingatkan

‟baiklah otousan" ucap bocah itu menurut, menyerah pada rasa penasarannya sendiri dan ikut pada ayahnya saat tangan kekar milik ayahnya menggandengnya memasuki bus. Ia lalu mengambil posisi tidur dengan menempatkan kepalanya di pangkuan sang ayah saat mereka sudah mendapatkan tempat duduk.

Pria yang pahanya dijadikan bantal bagi bocah kecil itu hanya tersenyum melihat sikap manja anaknya.

#####

‟Hanbin, bangunlah nak" ucap pria itu sambil mengguncang pelan tubuh bocah kecil di pangkuannya.

‟eennguh,,, apa sudah sampai ?" Tanya bocah itu sambil mengusap pelan kedua matanya.

‟aigoo, tampannya anak otousan" goda pria itu pada anaknya.

^BLUSH

Garis merah memanjang dari daerah pipi sampai telinga nya muncul dengan gamblangnya. Pemilik wajah merah itu menunduk malu saat sang ayah memujinya tampan.

‟ayo kita turun" ucap pria itu sambil menggandeng tangan bocah kecil itu, membantunya turun dari bus.

‟ooouuuhh,,, kita di mana otousan ?" Tanya bocah itu yang baru saja menguap untuk kesekian kalinya.

‟dasar tidak sopan, tutuplah mulutmu saat menguap. Paham ?" tegas sang ayah

‟mm ! wakarimasta otousan" jawab bocah itu tak kalah tegas

Dalam langkah yang pasti, pria itu menggandeng anaknya memasuki sebuah bangunan yang di dalamnya terdapat banyak anak‐anak yang sedang bersih‐bersih.

#'####

‟ada yang bias saya bantu tuan ?" Tanya seorang yeoja yang memiliki perawakan kecil

‟aku ingin mendaftarkan anak itu ke panti ini" ucap pria lain yang memasang wajah memelas, tangannya menunjuk ke arah seorang Bocah yang sedang memegang koper kecil lusuh, wajahnya ketakutan saat beberapa anak mengerumuninya

‟ia anak anda ?" Tanya yeoja itu (lagi)

‟bukan, ia anak tetangga saya. Orang tuanya terbunuh dalam kebakaran pagi ini" jelas pria itu.

berusaha sekeras mungkin menyembunyikan kebohongannya.

‟ikut saya tuan" ucap yeoja itu akhirnya

Yeoja dan pria itupun pergi meninggalkan seorang bocah kecil yang tengah kebingungan.

‟annyeong, naneun Joon Hong imnida, Ireumi mwoyeyo?" Tanya seorang gadis kecil bergaun merah selutut yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping bocah kecil yang masih betah memegang koper lusuhnya

‟ah annyeong, naneun Hanbin, Hiroshi Hanbin imnida" jawab bocah kecil itu berusaha melupakan kekagetannya

‟Hiroshi Hanbin ? kau bukan orang Korea ?" Tanya gadis bergaun itu bingung

‟ibuku orang Korea, tapi ayahku adalah orang Jepang" jelas Hanbin

‟ah, arraso. Maukah kau jadi temanku ?" Tanya Joon Hong sambil mengarahkan tangannya ke Heruma

‟tentu" jawab Hanbin sambil meraih tangan dari teman barunya di hidup barunya.

Senyum khas anak‐anak yang tanpa beban menghiasi wajah keduanya.

‟waaah, Joon Hong ie. Baru saja aku akan memperkenalkan mu pada anggota baru kita tapi kau sudah memperkenalkan diri lebih dulu" ucap seorang yeoja yang tadi berbicara pada ayah Hanbin

‟a ano, dimana otousanku ?" Tanya Hanbin

‟otousan ? oh maksudmu orang yang tadi mengantarmu ? dia baru saja pergi, katanya ia tak akan lama" jawab yeoja itu

‟mari, aku antarkan kalian ke kamar kalian" ucap yeoja itu sambil menggandeng Hanbin & Joon Hong

‟biar aku yang bawakan kopermu" ucap Joon Hong yang langsung dengan sigap meraih koper Hanbin.

Tanpa ada satu tatapan pun yang melihat, seorang pria paruh baya menatap kepergian bocah kecil yang baru saja mendapatkan teman & hidup baru.

‟bahagialah tanpa ku nak" gumam pria itu yang lalu melangkahkan kaki nya, ikut menjauh sampai tak ada yang melihat bayangannya yang telah ikut pergi bersama pemiliknya.

TBC

FF ini sebenernya reMake dari FF yang berjudul BRAVE GIRLS, aslinya ini tuh straight and cast nya fokus ke EXO plus beberapa OC buatan aku sendiri, berdasarkan sifat beberapa temen deket aku. But, karena keadaan pembaca yang lebih suka yaoi so, aku bikin sedikit perubahan untuk castnya, awalnya sih pengen bikin full yaoi tapi aku gak bisa bikin feel yang bagus kalau yaoi, aku belum pengalaman untuk itu, tapi untuk GS sih aku lebih bisa dapet feel nya soalnya kan gak jauh dari straight juga jatohnya. karena aku CRACK PAIR dan sedang dalam gerakan mendekatkan SMEnt dan YGEnt, aku masukin castnya kebanyakan dari ke2 management itu.

karena udah baca, please leave me review. stop being silent reader, itu dosa lho,,,

review kalian bakal jadi penyemangat aku buat terus lanjutin FF ini, so please leave some review :)