SUPER JUNIOR
Present
DREAM HIGH
*Edition*
Summarry : Setiap Orang pasti memiliki 'Dream High' untuk masa depannya bukan? Dan untuk mencapai Dream High tersebut tidaklah mudah. Kerja keras, Semangat, Perjuangan, Persaingan, dan Air mata pasti akan kita rasakan. Persaingan yang sengit bahkan hingga menjadi permusuhan demi meraih Dream High masing-masing. Tetapi, bagaimana jika Dream High yang akan di capai justru Menyatukan kita dengan para pesaing kita nantinya?
Main Cast : All Super Junior's Members
OFFICIAL PAIRING
WITH
SLIGHT CRACK PAIRING
Rated : T
Genre : Romance, Humor, Hostility, Friendship, School Life
Warn : Boy X Boy, Yaoi, Typo(s), Failed Humor, Boring
~Don't Like Don't Read~
Annyeoong~! Hye kembalii… hehehe
Gomawo yang sudah mau menantikan Fict ini… *Bow..
Ohya, Sepertinya banyak yang salah kira.., haha
Di sini memang ada crack pair tapi hanya di awal-awal, tidak untuk selamanya. Pada akhirnya pun mereka akan kembali ke Pair yang seharusnya. Karena Hye adalah pendukung Official Pairing~! Jadi tak akan tega memisahkan mereka.. Hahaha #DihajarReader
Ottelah~
Silahkan di nikmati Ch 1 ini..
Enjoy Reading~!
§J*DH
Rintikan hujan menghiasi langit kota Seoul. Hujan yang tak terlalu deras ini tetap mampu memberikan suasana dingin yang menyejukkan. Seakan membawa debu dan beban dari kota padat ini.
Seorang namja cantik tengah memandangi air yang turun dari langit itu dari balik kaca sebuah ruangan yang cukup luas sambil menikmati secangir hot choco yang membuatnya tenang seketika. Ia memejamkan matanya menikmati keheningan yang ada, membiarkan hatinya untuk tentram.
BRAAKKK…
Hingga sebuah suara pintu terbuka dengan keras tanpa ada rasa keperi-pintu-an dari orang yang membuka sekaligus membuat namja yang tengah santai itu terlonjak kaget. Pintu terbuka lebar menunjukan wujud tak berkeperi-pintu-an itu. Ya, Sang Cinderella masuk dengan begitu kesal, berjalan masuk sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai di ikuti 2 namja lain di belakangnya membuat sang namja cantik penikmat hot choco itu mengernyit bingung.
"Yak~! Chulli-ah, tidak bisakah membuka pintu dengan lebih pelan?" Ujar seorang namja cantik dengan cangkir di tangannya –Leeteuk
Bukannya menjawab Leeteuk, Heechul malah mendudukan dirinya kasar di sofa panjang nan empuk di ruangan tersebut.
"Anak Setan itu benar-benar membuatku mood ku buruk.. Aissh~" ucap sang cinderella dengan sangat kesal.
Leeteuk yang bingung dengan pernyataan Heechul mulai memandang 2 namja berwajah kelinci dan ikan yang tadi mengekor di belakang cinderella. #Plaak
Leeteuk menatap Donghae seakan meminta anak itu untuk menjelaskan. Namun karena namja ikan kita ini hanya memandang Leeteuk dengan tatapan bingung sambil memiringkan kepalanya seakan bertanya, 'kenapa kau menatapku Hyung?'
"Errr~" erang Leeteuk kesal karena Donghae tak mengerti maksudnya. Akhirnya ia mengalihkan tatapannya pada sang namja kelinci kita meminta penjelasan dengan keadaan Heechul yang saat ini masih mengumpat tak jelas.
Leeteuk bisa bernafas lega saat Sungmin membalas tatapannya dan mengangguk.
"Hanya sedikit masalah dengan Pearl lagi Hyung.." cerita Sungmin
"Apa yang terjadi memang?" Tanya Leeteuk lagi agar Sungmin mau menjelaskannya.
"JungSoo, kau tau? Anak Setan itu berani menantangku terang-terangan di depan umum." Cerocos Heechul membuat Leeteuk tambah mengernyit bingung.
"Anak setan? Siapa? Menantang apa?" Tanya Leeteuk yang tidak mengerti apa yang di katakana Heechul.
"Aissh~ pabboya.. maksudku Evil maknae itu.. dia menantangku main starcraft lagi.." jelas Heechul dan penjelasanya itu hanya bisa membuat Leeteuk memutar bola matanya malas. Lagi-lagi masalah tak berguna.
"Eerrr., ku kira apa.. Bukannya kau sudah biasa tanding starcraft dengan anak itu eoh?" Tanya Leeteuk sembari mendudukan dirinya di sebelah Donghae yang berada di sebrang sofa Heechul dan Sungmin.
"Iyaa.. tapi aku tidak suka dengan seenaknya dia menentukan taruhan sepihak. Dan itu di depan anak-anak lain. Mana mungkin aku bisa menolaknya, bisa jatuh repurtasiku." Cerocos Heechul lagi.
"taruhan apa?" Tanya Leeteuk lagi.
"siapa yang kalah harus menjadi butler selama 1 hari bagi yang menang. Tak ada penolakan. Kau kan tau anak setan itu kurang ajar., gimana kalau dia menyuruhku aneh-aneh. Nanti rambutku, tanganku yang mulus ini ternoda… Aissshh~~" cerita Heechul panjang lebar, frustasi sambil mengacak rambutnya yang cantik itu lalu langsung merapikannya lagi, dan itu sukses membuat Leeteuk, Sungmin, Donghae juga author bersweatdrop ria. -_-
Yasudahlah.. kita biarkan sag Cinderella menyelesaikan rasa kesalnya pada dirinya sendiri di temani 3 sahabtnya itu. Mari kita tinggalkan Sapphire's room ini. Aah, iya kalian belum tau kan? Kalau 2 kelompok yang sudah Author kenalkan itu memiliki sebuah ruangan khusus masing-masing. Ruangan yang tidak bisa di bilang kecil. Ruangan yang sangat luas dengan ornament antic dan beberapa benda-benda modern di dalamnya, seperti Kulkas, AC, Home Theater, dan yang lainnya. Ya, ruangan itu memang khusus di berikan kepada 2 kelompok tersebut sebagai ruangan berkumpul setiap kelompok juga sebagai balasan atas prestasi mengagumkan yang mereka capai.
§J*DH
"MONYET HUTAN!"
"IKAN BADUT!"
"MONYET JELEK…."
"IKAN AMIS…"
Bisa kalian tebak siapa yang tengah bertengkar sekarang?
Oh tentusaja 2 makhluk berbeda dunia itu. Sang ikan dan sang monyet alis Lee Donghae dan Lee Hyuk Jae.
Jangan kaget jika kalian mendengar teriakan nan menggema ketika melewati ruang latihan Dance SM Art School ini. Ya, teriakan dan ejekan itu telah menjadi hal biasa dan bisa terjadi setiap hari hanya karena masalah-masalah sepele mungkin.
"hosh… Kau… Err~" Erang Eunhyuk sambil mengatur nafas nya yang menderu setelah berteriak-teriak seperti tadi.
"hah.. Mwo? Mau apa kau?" tantang Donghae dengan nafas sama memburunya.
"Cepat keluar~! Kami mau latihan!" Bentak Eunhyuk lagi membuat Donghae yang masih mengatur nafasnya bergidik sedikit kaget.
"MWO? Kau mengusirku? Hei Boy, ruangan ini bukan milikmu jadi kau tak berhak mengusir kami.. Arra?" Ucap Donghae dengan nada tinggi tapi tak sampai berteriak.
"Kalian sudah memakai tempat ini sejak 1 jam yang lalu, sekarang diliran kami!"Bentak Eunhyuk lagi.
"Tapi kami masih mau latihan., Kami akan menghadapi Dance competition South Korea minggu depan, Jadi kau yang harus menyingkir!" Ucap Donghae lagi masih dengan nada tinggi dan sedikit menyombong
"Terus? Aku harus bilang Wow gitu? Hah lucu.. Sekolah mengirim kalian karena kami punya jadwal tepat di tanggal itu. Sombong.." cibir Eunhyuk dengan nada mengejeknya dan sukses membuat Donghae murka lagi tapi untung sebuah suara menginterupsi suara Donghae yang hendak berteriak lagi.
"Hae-ah, sudahlah.. ayo pergi…" Sahut Shindong mulai menarik lengan DOnghae untuk menurutinya.
"Yak Hyung~! Aku masih punya urusan dengan Monyet sialan itu… " Ucap Donghae kesal.
"Aish., Teuki Hyung menyuruh kita berkumpul sekarang…" ucap Shindong lagi masih sambil menarik lengan Donghae,
"Aisshh.., Arra.. Arra…" pasrah Donghae menuruti
"Dan lagi kau Monyet Jelek… Urusan kita belum selesai.. Ingat itu.. Aahh., kau bukankah tadi kau meremehkanku? Baiklah kita buktikan skill kita di Dance World Competition tahun ini siapa yang akan terpilih." Ucap Donghae dengan nada meremehkan lalu berjalan pergi sengaja menabrakan bahunya dengan bahu Eunhyuk sehingga Eunhyuk mundur beberapa langkah. Eunhyuk hanya memberikan seringaian kecilnya mendengar tantangan Donghae.
"Hyung.. ayo latihan.." Ajak Eunhyuk kepada seseorang yang dengan malas duduk menyandar di kaca menunggu pertengkaran tak berguna tadi selesai.
"Hangeng Hyung…" panggilEunhyuk lagi saat yang ia ajak tidak bergeming sedikitpun, melamun eoh?
"Eh? Ahh, kau sudah selesai em?" Tanya Hangeng pada Eunhyuk dengan malas, dan mulai berdiri menghampiri Eunhyuk
"Melamun lagi eoh? Memikirkan Cinderella jadi-jadian itu lagi Hyung?" cibir Eunhyuk
Pletak
Eunhyuk hanya mendapat sebuah jitakan sayang dari Hangeng akibat perkataannya.
"Aish Hyungg.. Appoo.." Ringis Eunhyuk kesakitan sambil mengerucutkan bibirnya lucu tanda kesal.
"Jangan mengejeknya!" bentak Hangeng. Membela sang Cinderella eoh? -_-
"Aish Hyung, bagaimana bisa kau menyukai musuh kita sendiri?" Tanya Eunhyuk yang sebenarnya pertanyaan retoris itu.
"Entahlah, ayo latihan.." Jawab Hangeng dan mulai mengajak Eunhyuk latihan guna mengalihkan pembicaraan.
Kalian bertanya kenapa Eunhyuk bisa mengetahui rahasia kecil Hangeng? Ya, karena ia pernah ketangkap basah Eunhyuk sedang memperhatikan sang Cinderella beberapa kali, dan akhirnya Hangeng menceritakannya pada Eunhyuk. Hanya pada Eunhyuk…
§J*DH
Lantunan nada indah mengalun lembut di sebuah ruangan. Nada demi nada tersusun menjadi sebuah lagu indah. Dengan mendengarnya saja bisa membuat hati begitu tenang dan damai. Sungguh music yang indah. Ya, seorang namja berawakan mungil tengah menarikan (?) jari-jari indahnya di tuts piano itu. Dengan mata tertutup seakan menyelami setiap nada yang ia mainkan.
Akhirnya ia pada bait terakhir lagu. Ia membuka matanya saat permainan benar-benar selesai. Memandang kea rah jarinya dengan begitu riang dan bangga karena berhasil menyelesaikan satu lagu dengan sangat lancar padahal baru mempelajarinya beberapa hari yang lalu.
"Beethoven… Simfoni No. 2 dalam D-Mayor, op. 36…."
Namja mungil itu terlonjak kaget mendengar sebuah suara. Ia menolehkan kepalanya kea rah ambang pintu dan memandang seorang namja yang berdiri di sana sambil tersenyum.
"Aku benar kan Ryeowookie?" ucap namja itu lagi.
"S-sunbae.." kaget Ryeowook lalu sedetik kemudian menundukan kepalanya. Membuat namja yang berada di ambang pintu tersenyum tambah lebar dan berjalan menghampiri Ryeowook yang masih terduduk di depan pianonya itu.
"Waeyo? Apa aku salah ?" Tanya seseorang yang di panggil sunbae itu lagi sembil mencondongkan badannya kea rah Ryeowook berusaha melihat wajah mungilnya yang terduduk.
"Aah., Anii.. Kau benar Yesung sunbae.." jawab Ryeowook mulai menegakan kepalanya. Jawaban itu, malah membuat sang sunbae tertawa renyah entah menertawakan apa.
"S-sunbae a-apa yang lucu?" Tanya Ryeowook sambil memiringkan kepalanya bingung karena ia merasa tidak ada yang lucu.
"Aah,, ani.. kau yang lucu.." jawab Yesung masih dengan tawa yang tertahan,
"Mwo? Aku?" Tanya Ryeowook kaget. Lucu? Memang dia badut? Enak saja.. -_-
"Ne.. Kau.. Kau masih saja canggung saat bersama ku eoh? Haha, Wookie apa aku menakutkan?" Jelas Yesung mengenai alasannya tertawa. (Th : Kau tidak menakutan oppa,, hanya saja kau aneh, wooki jadi takut kan.. #Eh?)
Pernyataan Yesung tadi justru membuat ryeowook semakin menenggelamkan kepalanya, menunduk. Merasa malu.
Kalian pasti bertanya-tanya kenapa 2 anggota dari kelompok yang berbeda itu bisa bersama sekarang? Apalagi sepertinya mereka cukup dekat… Ya, ini adalah salah satu rahasia dari setiap anggota. Yesung dan Ryeowook sudah mengenal sejak usia mereka 10 tahun. Ayah keduanya adalah sahabat, karena itulah mereka saling mengenal atau mungkin dekat. Tapi setelah masuk ke sekolah ini, semua jadi terasa sulit. Apalagi mereka tergabung dalam kelompok yang bertentangan. Membuat keduannya harus menyembunyikan hubungan mereka yang saling mengenal itu. Belum ada hubungan khusus memang, Yesung hanya suka menggoda Ryeowook yang akan tersipu karena perkataannya, dari dulu hingga sekarang. Entah seperti apa perasaan mereka sebenarnya.
§J*DH
"Alibi apa yang anda punya? Bagaimana bisa Anda mengatakan suatu kebohongan dengan sangat lancar? Hebat sekali.." ujar menyelidik seseorang yang tengah berdiri berhadapan dengan yang lain
"Suatu kebohongan? Di sini saya yang berbohong atau justru Anda., Bryan Kim?" ucapan tadi dib alas dengan ucapan tajam dan pandangan meremehkan dari seorang namja tegap bertubuh atletis itu.
"Kau menuduhku? Hei detective Andrew., Semua bukti sudah ada di tanganku, untuk apa kau masih mengelak juga?" Ucap seseorang lain masih dengan nada tajamnya.
Kalian ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi?
Simple, ada 2 namja tampan di atas panggung sana. Namja bertubuh atletis –Siwon- dan namja bermuka dingin –Kibum- . Keduanya tengah beradu acting dalam sebuah drama mistery di atas panggung. Kedua peran yang saling bertolak belakang. Acting mereka sungguh mengagumkan, sangat natural dan terkesan nyata, membuat orang yang menyaksikan nya berdecak kagum.
Ini bukan sebuah pertunjukan. Hanya sebuah latihan yang biasa di lakukan oleh kelas Acting.
Setelah dialog selesai, ke 2 namja itu turun dari panggung menghampiri sang mentor untuk menanyakan hasil dari acting mereka barusan.
"Kibumie, actingmu semakin mengagumkan, kau bisa menghayati cerita yang baru kau pegang dalam waktu kurang dari setengah jam. Tapi tolong perhatikan pelafalan saat kau menghadapi dialog-dialog panjang, terkadang kau keluar dari nada yang seharusnya. Arra?" ucap mentor itu panjang lebar dib alas dengan anggukan mengerti Kibum memasang wajah datarnya
"Dan kau Siwon. , Actingmu juga berkembang begitu cepat. Penghayatan dan pelafalan sangat kau kuasai. Tapi jaga ekspresimu, tetap focus dalam situasi apapun. Tadi kau sering kehilangan ekspresi saat beradu acting dengan ?" Mentor kembali menjabarkan kelebihan dan kekurangan dari Siwon.
"Ne, Arrasso songsaeng,,," ucap Siwon.
Setelah itu, Sang mentor pergi meninggalkan keduanya, kembali memperhatikan murid yang lainnya.
"Actingmu hebat kibum" ucap siwon sambil tersenyum kea rah kibum yang berdiri di sampingnya.
"Tentu saja" Jawab Kibum singkat masih menunjukan wajah dinginnya. Membuat Siwon hanya mampu mengelus tengkuk lehernya canggung. Setelahnya Kibum pergi meninggalkan siwon sendiri.
BRAAKKK
Tapi naas bagi kibum, saat ia akan berjalan kearah pintu, tiba-tiba ada seorang namja yang berlari kencang memasuki ruangan, menabrak Kibum dengan sangat keras, otomatis kibum limbung dan terjatuh terduduk dengan tangan yang sedikit menyangga tubuhnya. Anak-anak lain terkaget, dan langsung berlari melihat keadaan kibum dan namja itu.
"Gwenchana?" Tanya siwon kepada kibum sambil berusaha membantunya berdiri. Tapi Kibum dengan kasar menepis tangan siwon.
"Aku bisa sendiri" Katanya dingin. Kibum mulai berdiri. Kibum sedikit meringis sakit saat merasa pergelangan tangannya begitu sakit. Sepertinya tangannya sedikit terluka saat menahan tubuhnya terjatuh tadi.
"Yakin tidak apa-apa?" Tanya Siwon lagi setelah menyadari mimic muka Kibum yang berubah.
"Apa urusanmu?" Bukannya menjawab Kibum malah mngeluarkan kata-kata seolah-olah tidak ingin di perhatikan. Tanpa menunggu lama, Kibum kembali berjalan keluar ruangan sambil memegangi pergelangan tangan kanannya. Membuat siwon yang siswa yang lain hanya menggelengkan kepala heran dengan sikap Kibum itu.
§J*DH
Mood Kibum benar-benar buruk saat ini. Tangannya begitu sakit Tapi entah apa yang ia fikirkan, ia membiarkan tangan itu tanpa pengobatan sedikitpun. Yang ia butuhkan saat ini hanya ketenangan. Tadi ia merasa begitu kesal tak tau apa alasannya.
Akhirnya di sinilah ia.. Di sebuah tempat terbuka dengan angin bertiup begitu kencang seakan membawa semua kekesalan Kibum. Atap sekolah. Ini memang salah satu tempat rahasianya. Saat moodnya sedang buruk ataupun membutuhkan ketenangan, ia akan kemari. Berdiri di pinggir menyandarkan tubuhnya di tiang, menghirup udara sejuk yang bisa membuat tenang.
"Haahh.." desahnya pelan sambil menyunggingkan senyuman manis.
"Buummmiiiee~~" Kibum hampir terlonjak kaget bahakn hampir terjatuh saat seseorang memeluknya dari belakang. Memeluk punggungnya dengan sangat erat. Ia tau siapa yang tengah memeluknya saat ini. Hanya ada 1 orang yang tau tempat rahasianya, dan hanya ada 1 orang yang memanggil dengan manja namanya itu.
"Hae… Kamu mau membunuhku karena kaget eoh?" Tanya kibum. Membuat orang yang memeluknya itu melepaskan pelukannya, membalikan tubuh Kibum sehingga Kibum bisa melihat wajah polosnya dengan cengiran yang manis, membuat kibum mau tak mau ikut tersenyum. Kibum tersenyum? Namja es itu tersenyum? Pada siapa? Hanya 1 orang Kibum bisa tersenyum seperti ini. Hanya pada Lee Donghae. Sahabat kecilnya sekaligus kekasihnya.
"Hehe, Mianhae.." ucap Donghae meminta maaf
"Kenapa kemari?" Tanya kibum sambil mengelus lembut rambut Donghae.
"Tentu saja mencarimu. Aku dengar ada namja yang menabrakmu tadi sampai kau terjatuh., Gwenchana?" Jelas Donghae dengan wajah khawatirnya.
"Gwenchana, hanya sedikit sakit," jawab Kibum sambil menunjukan tangan kanannya pada Donghae, membuat donghae semakin khawatir.
"Jinja? Omona.. Kau harus mengobatinya.. Kajja.." Ucap Donghae sembari mengajak Kibum untuk ke ruang kesehatan mengobati tangannya.
"Gwenchana hae, aku tidak apa-apa, tenanglah." Kibum berusaha menenangkan Donghae yang terlihat khawatir dan panic.
"Benarkah?" Tanya Donghae memastikan, dan hanya di jawab anggukan mantap oleh Kibum, tapi hal itu sudah cukup untuk membuat donghae tersenyum sangat manis pada kibum. Sedetik kemudian mereka berdua tertawa riang entah menertawakan apa.
Donghae dan Kibum sungguh seseorang yang berbeda saat mereka bersama. Di luar mereka tidak akan menunjukan sikap asli mereka. Hanya mereka berdua lah yang saling mengenal benar seperti apa sikap asli satu sama lain.
Melihat perhatian Donghae pada Kibum, dan Kibum yang mampu tersenyum begitu manis pada Donghae. Tidak tahukah mereka bahwa ada seseorang yang tengah memperhatikan dengan tatapan kesal sekaligus sedih? Tak tahukah mereka jika ada perasaan yang terluka saat melihat mereka tertawa riang seperti itu?
'Cih"
~TBC~
Fuuhhh… Cerita apa itu di atas?/ Hahaha
Jangan Tanya pada Hye, Hye juga bingung cerita apa di atas.
Sudahlah.. Banyak sekali hal yang membuat bingung ne? Hye juga bingung sebenrnya.. #Plaak XD
Mianhae jika membat bingung, kecewa, dan mengantuk.. Hahaha
Yasudalah Readerdeul.. Jeongmal Gomawo buat semua readerdeul yang telah Ripiu di prolog kemarin.. Gomawo…*Bow. ^^
RnR Please~!
