MY BEST FRIEND SECRETLY
Cast utama :-Xi Luhan
-Oh SeHoon
-Do KyungSoo
Other Cast : Wu Yifan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Xiumin, Jung Yunho, Kim Jaejoong, Tan Hanggeng, Kim Heechul, Park Yoochun, Etc.
Genre : Hurt! Mariage! GS!
Summary : "Tidak semua orang turut berbahagia atas pernikahanmu. Dan maaf, aku adalah salah satu diantara orang-orang itu. Atau mungkin justru akulah orang satu-satunya" -kutipan
Preview Chapter 1
"Luhan! Darimana saja kau? Kau tahu kau terlambat 5 menit! Dan bos dari tadi uring-uringan mencarimu!"
"sekarang lebih baik kau cepat masuk sebelum bos marah!"
"permisi sajangnim, apa anda mencari saya! Maaf sajangnim hari ini saya terla-"
"Serahkan tugas-tugasmu kepada Xiumin, dank au boleh pulang!"
Chapter 2
Happy Reading!
"ikut aku ke Jepang minggu depan!"
"n-nde? Ma-maksud sajangnim?" luhan mencoba memastikan ia tidak salah dengar.
"Xiumin sedang hamil, dia tidak mungkin melakukan penerbangan, jadi selama dia hamil aku harap kau bisa menghendel pekerjaanku di luar negeri, sedangkan pekerjaanmu disini akan diurusnya bersama baekhyun!"
Luhan masih diam membeku mencermati kata demi kata yang di lontarkan atasannya ini, aku! Jepang! Luar negeri! Assa!
"nona Xi, kenapa anda diam saja! Apa anda keberatan? Baiklah jika begitu mungkin baekhyun-"
"tidak sajangnim! Saya akan melaksanakan tugas tersebut dengan baik sajangnim!" jawabnya mantap memotong ucapan sang bos, dan bosnya hanya mengangguk-angguk angkuh
"kalau begitu tunggu apa lagi? Kau bisa keluar sekarang!" usir bosku datar
"ba-baik sajangnim! Saya permisi!" pamitnya dan segera meninggalkan ruangan bosnya yang mencekam tersebut.
"ada apa Lu? Apa bos memarahimu? Dia tidak memecatmu kan! Damn it! Kau hanya terlambat 5 menit! Dan inipun pertama kalinya! Dia me-"
"aku akan ke Jepang!" luhan memutus cerocosan baekhyun begitu saja
"aku akan mengambil alih tugas Xiumin eonni untuk urusan luar negeri baek-ie!" ucap gadis itu histeris memeluk baekhyun
"jinjja? Wooah daebak lu! Aku tahu kau pasti akan terpilih, karena kau sangat antusias jika mengerjakan proyek dari luar negeri, kau sudah bekerja keras selama ini!"
"tapi baek, apa tidak apa-apa? Seharusnya kau yang mengambil alih tugas ini! kau assistant kedua sajangnim!" ucap luhan merasa bersalah
"apa harus aku? Aku jamin jika aku yang mengurus urusan luar negeri kau dan Xiumin eonni akan kelimpungan menghendel urusan kantor! Dan jangan salahkan aku jika tiba-tiba saja kepala kalian menjadi botak!"
"apa semengerikan itu pekerjaanmu, baek?" ucap luhan ngeri
"untukku ini biasa saja, kau sendiri tahu bukan! Dibandingkan xiumin eonni, aku bahkan lebih lama bekerja pada bos kita! Seluruh file-file penting, pembukuan katalok-katalok yang kalian susun, akulah orang yang menyimpanya! Bahkan hingga nomer telepon para designer dan college besar perusahaan! Aku yakin kau dan Minnie eonni tidak akan mengingat semuanya walaupun aku menerangkannya selama berbulan-bulan, oleh sebab itu sajangnim memilihmu! Jelas baekhyun
"Lagipula aku memang tidak tertarik untuk urusan luar negeri, Lu! Biar ku beritahu! Aku benci naik pesawat! Aku pernah menjambak rambut Kris karena ketakutan saat pesawat akan Take Off!" jelas baekhyun
"itulah sebabnya walaupun aku adalah kepercayaannya! Dia tidak memintaku menenpati posisi tersebut! Kami berdua tidak cocok Lu!" tambahnya
"Aku mengerti! Tap-pi untuk menarik rambut-nya! Kau sungguh seri-us?" luhan berbisik mulai penasaran
"Tentu saja! Kau tahu 2 hari ia mengerutu kepadaku! Kau tahu! Dia memintaku merahasiakan aib besarnya ini!" Baekhyun ikut berbisik
"Hanya aku dan dia yang tahu mengenai kejadian memalukan ini, jika seluruh penumpang pesawat tidak mengenal kami tentunya. Dan sekarang bertambah 1 orang lagi yaitu kau lu! Kau harus ikut merahasiakannya! ARRASEO?" alu mengangguk-anggukan kepalaku kaku karena syok.
Sebenarnya Luhan, Baekhyun, dan Xiumin menempati satu jabatan dengan tugas yang berbeda-beda, mereka bertiga adalah assistant 1,2, dan 3 Editor RunAway. Bos mereka adalah orang yang cukup berpengaruh di dunia fashion, khususnya di korea! Karena tanpa orang tersebut mungkin saat ini fashion gadis korea tidak sekeren ini. Mereka patut berterima kasih pada orang tersebut.
Namanya adalah Kris Wu, dia adalah editor hebat berkepala dingin, tapi sayang bukan hanya pemikirannya saja yang dingin, bahkan kepribadiannyapun terkesan sangat dingin dan datar membuat banyak karyawan takut kepadanya termasuk Luhan.
Tapi yang membuat luhan bingung hal tersebut tidak berlaku pada Xiumin, Baekhyun dan Chanyeol. Mereka terkesan santai menghadapi Kris, bahkan terkadang mereka menjahili bosnya tersebut.
Hari ini luhan harus lembur karena menyelesaikan tugas-tugasnya yang terbengkalai sebelum ia bertukar posisi dengan xiumin. Xiumin tidak meninggalkan tugas yang terbengkalai untuknya maka dia juga tidak mau membuat xiumin repot.
Ia keluar kantor pada pukul 8 malam, yang dimana jam kantor berakhir pukul 5 sore tadi. Dia berjalan sendirian di kawasan pertokoan cheongdamdong jalur kantornya, hari ini dia tidak mendapat kabar sama sekali dari kedua sahabatnya.
Ia sangat merindukan mereka, terutama Sehun!
Luhan mencintai Sehun! Bukan sebagai sahabat lagi, tapi cinta layaknya seorang gadis kepada seorang pria, munafik jika Luhan mengatakan tidak jatuh cinta pada Sehun,selama 28 tahun ia hidup, hanya Sehun lah sosok pria yang begitu melindunginya,menyayanginya selain babanya!
Ia sudah memendam perasaannya kepada Sehun selama hampir 10 tahun. Tidak ada orang lain yang tahu tentang hal tersebut kecuali Baekhyun-Chanyeol sahabat Luhan di kantor! Luhan tidak mungkin menceritakannya kepada Kyungsoo! Karena si Pororo itu bisa menertawakannya seharian.
Saat masih sekolah dulu Luhan tidak pernah dekat dengan orang lain, katakanlah ia anti social. ia merasa cukup Sehun dan Kyungsoo berada disisinya ia akan baik-baik saja.
Tapi semenjak masuk perguruan tinggi, ia mulai meninggalkan sikap anti sosialnya, ia mulai bersosialisasi dengan teman satu fakultasnya.
Berbeda dengan Kyungsoo, gadis itu lebih pemberani, ia ceria dan mudah bersosialisasi.
Saat di senior high school dulu Kyungsoo lah yang sering berkencan di Antara ketiganya, karena Sehun beralasan bahwa jika dia berkencan maka dia tidak bisa menjaga Kyungsoo dan Luhan lagi, sementara Luhan sendiri? dia anti social, ingat! Dia tidak mungkin berkencan dengan pria asing selain Sehun.
Sudah terlalu lama ia memendam perasaan tersebut, ia juga sudah cukup umur untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria, dan dia ingin menambatkan hatinya kepada sahabatnya Oh Sehun.
Sehun! Hari ini Luhan bertekat untuk memnyampaikan perasaannya kepada Tidak perduli dengan keputusan sehun nanti, dia harus menyampaikan isi hatinya. Dari dulu dia sudah menyiapkan diri untuk jawaban yang tidak diinginkan sekalipun. Dia akan kerumah Sehun setelah ini.
Kembali ke saat ini, luhan ingin mampir ke starbucks untuk secangkir Americano kesukaannya, dia sangat menyukai minuman hitam tersebut dan hampir setiap hari ia selalu mampir ke starbucks untuk mendapatkannya.
"nona, berikan aku satu cup Americano tanpa gula"
"beri kami 2 nona" intrupsi suara berat di belakang Luhan, membuatnya berbalik
"ah kamchagya! Sa-sajangnim! Kau mengagetkanku! Sajangnim sedang apa disini?" pria itu adalah Kris atasannya dikantor
"membeli kopi tentunya! Aku merasa mengenal gadis yg ada di depanku, karena itu kau, jadi apa salahnya pesananku datang bersama pesananmu! Aku menghemat 1 antrian oke!" ucapnya santai, berbeda saat ada di kantor.
"bagi sajangnim waktu adalah uang,bukan?" kekeh Luhan membuat Kris salah tingkah
"pesanan anda nona, 2 cup Americano tanpa gula" intrupsi sang kasir
Ketika hendak membayarnya, ternyata kris lebih gesit mengeluarkan kartu kreditnya
"sajangnim! Anda tidak perlu membayar kopi saya! Saya bisa membayarnya sendiri!"
"sudahlah, lagi pula ini juga hanya kopi! Jika kau bersikeras ingin membayarnya, kau bisa mentraktir aku lain kali. Ayo aku antar pulang!"
Mereka mengobrol sepanjang jalan sambil sesekali menertawakan lelucon masing-masing. Bahkan Kris meminta Luhan memanggil namanya saja jika diluar pekerjaan. Sekarang Luhan tahu alasan ketiga temannya dikantor tidak memandang kris seperti pegawai lainnya memandangnya.
Sesampainya dirumah ternyata Kyungsoo sudah kembali dari Jeju, dia sedang menikmati makan malamnya di rumah Luhan, dia sampai tersedak melihat Luhan membawa pulang lelaki tampan kerumahnya.
Bukan hanya Kyungsoo, baba dan mama Luhan juga sangat terkejut, bahkan mama luhan sudah menjatuhkan rahangnya. Mereka semua syok hingga deheman Luhan menyadarkan mereka.
"ekhh…hmmmm baba-mama Luhan pulang"
"o-oh k-kau sudah pulang sayang! A-apa kau pulang terlambat karena berken-can!" mamanya sangat penasaran
"a-a-niyo mama! Aku tadi ada sedikit urusan! Dia-dia ini bos ku namanya Kris ma-ba! Kami hanya tidak sengaja bertemu di starbucks dan ia mengantarku pulang!"
"o-ooh begitu! Mama kira kau membawa calon menantu untuk kami!" helaan kecewa mama luhan yang masih dapat di dengar mereka semua yang ada disana
"mama! Apa yang kau bicarakan!" Luhan menyadarkan mamanya
"halo nak! Aku Yunho, babanya Luhan!, ini istriku, Jaejoong mamanya luhan, dan yang duduk seperti patung itu Kyungsoo, sahabat Luhan putri kami juga!" jelas baba menstabilkan keadaan
"annyeonghaseo, saya Kris tuan,nyonya, dan nona! Saya teman sekantor Luhan!" ucap Kris memperkenalkan diri
"panggil saja kami baba dan mama, seperti teman-teman luhan yang lain" jawab tuan Xi
"bolehkah?" Tanya Kris memastikan
"tentu saja nak! Kau kan teman Luhan!" imbuh nyonya Xi
"kalian sudah makan? Ayo kita makan malam dulu! Aku jamin Kris cepat atau lambat kau pasti akan sering-sering kemari karena ketagihan dengan masakan mama! Seperti si Pororo itu!" oceh mama Luhan menuntun Kris ke meja makan sambil pura-pura menyindir Kyungsoo.
Mereka berlima makan malam dengan begitu hangat, Kris pun cepat akrab dengan keluarga Luhan karena mereka memang ramah.
Selesai makan malam, mereka berlima menyempatkan diri untuk bermain kartu di ruang keluarga. Mereka begitu terlihat gembira! Permainan di iringi dengan canda tawa!
"Mama! Kyungsoo! Sudah hentikan! Kalian pikir siapa yang sedang kalian bully? Dia atasanku di kantor! Sudah hentikan! Hahahaha!"
Luhan mencoba menghentikan ibu dan sahabatnya yang sedari tadi mencorat-coret wajah kris.
Sedari tadi luhan dan babanya hanya asyik menertawakan kris yang selalu kalah dalam permainan membuatnya harus mendapat coretan di wajahnya hingga terlihat cemong seperti ini.
"Ah Lulu tidak asyik! Kau lucu sekali tuan. Kris hahaha" kyungsoo mengeluh dan kembali menertawakan kris.
"Tapi kalian sudah keterlaluan! Kalian memanfaatkan kris! Dia ini atasanku, bodoh! Disini pekerjaanku yang kalian pertaruhkan! Kalian ingin besok pagi aku jadi pengangguran! Eoh?" luhan mengomel sambil membersihkan coretan di wajah kris
"Apa-apaan kau ini! Drama queen sekali! Kris kau tidak akan memecat putriku kan hanya karena kalah bermain kartu!" kini giliran jaejoong yang mengomel
"tentu saja tidak ma! Aku menyukai permainan ini walaupun kemampuanku bermain kartu sangat payah! Tapi besok-besok aku akan belajar! Hehe!" balas kris dengan cengirannya
"kau dengar lu? Dasar! Tidak asyik!" sindir jaejoong membuar luhan mendecih! Kris dan mamanya sama saja.
"Sudah-sudah! Lulu benar boo! Kalian kelewatan berguraunya! Kalian akan membuat anak orang pulang kantor dengan wajah cemong seperti itu? aku yakin jika itu lulu kita! Kau pasti akan mengomel semalaman!" ucap yunho menasehati istrinya, sedangkan luhan hanya mehrong kearah ibu dan sahabatnya!
"baba-mama! Sepertinya sudah malam! Aku pamit pulang dulu!" potong kris
"kau sudah mau pulang?" potong jaejoong yang mendapat anggukan dari kris
"baiklah kalau begitu! Lain kali mampirlah kemari jika kau tidak sibuk!" tambahnya!
"baiklah kris mama luhan benar! Sering-seringlah main kesini! Baba janji akan mengajarimu cara bermain kartu, agar kau bisa membalas mereka berdua ini!" ucap yunho sambil menunjuk jaejoong-kyungsoo
"baik ba! Lain kali pasti aku akan mampir untuk mengalahkan mama dan kyugsoo!" hehehe" cengir kris
"baiklah saya pamit pulang dulu! Annyeong baba-mama-kyungsoo-ah!" ucap kris sambil membungkuk
"Aku akan mengantar kris kedepan!" intrupsi luhan
"baiklah! Hati-hati di jalan kris! Jangan ngebut!" nasehat mama luhan sebelum mereka keluar rumah.
Luhan mengantar Kris kedepan, mereka mengobrol ringan sambil berjalan menuju mobil kris di depan pagar, sedikit bergurau tentang permainan kartu mereka tadi.
"kenapa kau diam saja saat wajahmu dicoret-coret mama dan pororo! Seharusnya kau menghindar! Lihat wajahmu jadi cemong seperti ini! aigooo!" luhan masih mengerutu sambil mengusap-usap wajah kris agar bersih, seperti seorang ibu yang mengerutu melihat anaknya pulang kerumah selesai bermain kotor-kotor.
Hati kris menghangat mendapatkan perhatian kecil dari luhan seperti ini, luhan mengingatkannya pada mamanya di china! Ia jadi merindukannya!
"kau bisa mengambil cuti lu sampai kita pergi kejepang nanti! Karena mungkin mulai besok pekerjaanmu akan di ambil alih oleh xiumin noona" teang kris
"bolehkah?"
"tentu! Kau bisa mempersiapkan dirimu sampai hari keberangkatan kita kejepang nanti!"
"arraseo! Aku akan mengingatnya sajangnim!" luhan mengoda kris membuatnya terkekeh
"baiklah aku jalan dulu! Segeralah masuk! Udara sangat dingin!"
"baik sajangnim! Kau juga hati-hati! Jangan ngebut! Ingat kata mamaku! Segeralah istirahat setelah samapi dirumah"
"baiklah aku mengerti mama! Selamat malam" ucap kris mengecup pipi luhan dan segera menyalakan mesin mobilnya untuk kabur menghindari omelan luhan.
"ck! Aku bukan mama Wu! Dasar! Atasan kekanak-kanakan!" luhan ngedumel sendiri.
Setelah mobil kris menghilang ia segera berbalik menuju kediamannya. Tapi dia teringat sehun dan rencananya tadi sore.
Ia segera memutar arahnya menuju kediaman Oh yang berada tepat disamping kiri kediamannya untuk menemui sehun dirumahnya.
Tanpa permisi atau mengetuk pintu ia segera masuk dan melangkah menghampiri wanita dewasa yang cantik dan bawel melebihi mamanya di dapur.
"Eommaaaaaa! Sehun diatas?" Tanya Luhan pada Heechul eomma Sehun, sambil mencomoti cookies buatannya
"oh kau sayang! Mengagetkanku saja! ambil yang masih di nampan!" gerutu Heechul eomma sambil menepuk tangan nakal Luhan yang mengacak-acak toples cookiesnya.
"apa nama cookies ini ma?" luhan bertanya masih asik memakan dan mengacak-acak cookies di dalam topless
"ini cookies stroberi kesukaan hyung-nya sehun! Dia minta eomma mengirimkan cookies ini ke London! Dia merindukan cookies ini dari pada eommanya, katanya menyebalkan!" heechul bercerita sambil tersenyum mengingat putra sulungnya yang berada di Negara orang.
"aku kira oppa pulang!" potong luhan
"Eomma juga maunya begitu! Tapi dia keras kepala sekali seperti sehun!"
"Seperti eomma tidak saja! Karena appa hangeng tidak!" ucap luhan tanpa dosa
"Ck! Sudahlah! Kau mencari sehun! Sehun ada di atas! Berhenti menyomoti cookies yang sudah ku susun di toples lu!" Luhan berlari saat Cinderella mengamuk.
Luhan melihat sehun yang asik bermain game di layar laptopnya
"Sehun! Aku ingin bicara kepadamu!" panggilnya dengan menyembulkan kepalanya dari luar
"apa lu? Kau mengirimiku pesan seperti itu dari tadi sore!" ucap sehun sambil menarik Luhan untuk duduk di pangkuannya tampa mengalihkan pandangannya dari gamenya, membuat Luhan jengkel sekaligus berdebar.
"Sehun-ah! Kau ingat dulu waktu kecil kita pernah di hokum tidak boleh bermain selama 1 minggu karena kau balapan sepeda dengan anak-anak nakal!" luhan mulai bercerita tentang masa kecil mereka.
"aku tidak akan melupakan kejadian itu seumur hidupku lu! Karena kejadian itu aku membuatmu masuk rumah sakit dan mendapat 5 jahitan pada sikumu!"
"sehun! Jangan seperti itu!" luhan memenangkan sehun
"tidak! sungguh lu! Aku benar-benar tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sampai terjadi sesuatu yang fatal padamu dulu!"
"kau tahu betapa paniknya aku dulu melihatmu pendarahan hebat tapi kau sama sejkali tidak menangis! Demi tuhan aku takut sekali saat itu lu!" tambahnya
"dan itu pertama kalinya aku melihatmu menangis!" intrupsi luhan
"itu karena aku panik! Aku takut karena kau tidak menangis! Kau juga tidak menangis saat pemakaman eomma kyungsoo! Lu! Berjanjilah padaku untuk tidak seperti itu lagi! Jika kau merasa dan sakit! Menangislah! Jangan memendamnya lu!" pinta sehun
"ne! aku berjanji sehun-ah!"
Sehun menghela nafas lega, dan melanjutkan acara bermain gamenya yang sempat terpause karena obrolan mereka.
Luhan terus mengoceh tentang kenangan-kenangan mereka saat masih kecil dulu hingga saat ini mereka beranjak dewasa dengan antusias, tapi Sehun tidak menyimaknya dengan baik, dan hanya di tanggapi dengan anggukan atau gumanan tanpa mengalihkan diri dari laptop.
"s-sehun! Lihat aku!" sehun menghela nafas- mempause lagi gamenya- dan beralih menatap manik rusa Luhan.
"aku mencintaimu!" ucap Luhan to the point
-TO BE CONTINUE-
bagaimana reaksi sehun setelah ini?
apa sehun juga menyimpan perasaan kepada sahabat kecilnya ini?
jawaban seperi apa yang akan diterima luhan setelah ini?
temukan jawabannya di chapter selanjutnya!
JANGAN JADI SILENT READERS! RCL PLEASE! SUPAYA LULUBOO SEMANGAT NGLANJUTIN CHAPTERNYA.
