Chapter 2

こんいちわ !!

Hai.. Gomen baru bisa update.. kemaren uda mau update tapi datanya hilang. Jadi harus buat ulang lagi, mikir lagi... huft...

Oke daripada ngebacot mending langsung aja...

What's wrong ?

Disclaimer : Kalau GSD punya saya akan ku buat Athrun dan Kira bersatu… Tapi sepertinya saya hanya bisa gigit jari karena GSD punya Sunrise.

Pair : Athrun X Kira

Genre : Romance

Rated : T

Okeeee….. Enjoy this….

Don't Like…. Don't Read…. !

Athrun melangkahkan kaki menuju kelasnya dengan enggan. Bagaimanapun suasana hatinya sedang dalam tahap paling buruk dari yang terburuk. Hingga membuat sebagian warga sekolah lain yang ingin menyapanya menarik diri dengan damai. Ya, lebih baik seperti itu. Dari pada harus berhadapan dengan singa yang sedang mengamuk. Hahaha….

BRAKKKKKK~~~~~

Seketika semua yang berada didalam kelas langsung terdiam, tatkala melihat pelaku penendangan pintu yang tidak berdosa tersebut. Poorrr~~ pintu.

"Ck…. Ada apa dengan Kira itu? Seenaknya saja dia meninggalkanku. Apa dia mencoba menghindariku? Arrrggghhhh… Kau membuatku gila Kira." Racau Athrun sesampainya di kursinya sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

Dearka dan Nicol yang heran dengan tingkah Athrun yang sangat ooc sedari tadi, sambil mengambil buku Fisika yang tidak berdosa di atas meja itu.

"Ada apa denganmu, Athrun?" Tanya Dearka kepada Athrun.

"Tidak."

"Aku tau kau ada masalah," timpal Nicol sambil duduk di depan Athrun.

"Hmm." Jawabnya dengan nada malas.

"pasti bertengkar dengan Kira." Tebak Nicol sambil berpose ala shinichi kudou.

"Bukan."

"Atau… dia sedang menyukai seseorang dan bakal melupakanmu," tebak Dearka asal-asalan dan sukses mendapatkan Deathglare mematikan sang Athrun Zala.

"Hahaha…. Dia lagi di cuekin sama kekasihnya itu." Tiba-tiba Yzak datang menghampiri mereka sambil tertawa.

"Ck… Urusai."

Dearka dan Nicol mengangguk tanda mereka mengerti.

"Jadi karena di cuekin kau sampai uring-uringan begini dan bertindak ooc?" Nicol pun hanya menggelengkan kepalanya.

"Hahaha…. Jangan-jangan dia sudah menemukan orang yang lebih baik darimu, Athrun." Ujar Yzak mengejek.

Athrun mendelik tajam kearah Yzak. "Ck.. Diamlah Yzak. Tidak ada yang lebih baik dariku baginya." Ucapnya narsis tingkat akut membuat yang mendengarnya sweatdrop seketika.

~~~~Skip Time~~~~

Istirahat~~

Seorang pemuda berambut dark biru tengah melamun di taman belakang sekolah. Sesekali mengacak-acak rambutnya frustasi. Yang hanya dia lakukan hanya duduk diam dibawah pohon dengan tampang seolah-olah bosan membuat Author pun merasa iba pada pemuda keren itu.

"Apa salahku, Kira? Kenapa kau menjauhi aku? Apa aku menyakitimu? Atau kau sudah bosan padaku? Atau…. Atau… ARRRRGGGGHHH" Jeritnya frustasi. Oke, dia mulai bergalau ria. Hahaha… Kasian sekali kau Athrun. Atrun memang lagi bingung dengan pujaan hatinya itu. Tadi malam, Kira tidak mengangkat telponnya dan membalas emailnya. Athrun maklum karena mengira Kira sedang belajar mengingat sebentar lagi ujian jadi Athrun tidak mau menganggunya. Tadi pagi, Athrun menjemputnya tapi Cagalli bilang Kira sudah berangkat duluan bersama teman-temannya.

"Athrun!" terdengar suara dari depannya. Ternyata pada saat bergalau ria Athrun tidak menyadari kehadiran seseorang disekitarnya. Athrun pun mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk dan melihat gadis cantik berambut pink. "Lacus, sedang apa kau disini?" Tanya Athrun.

"Ara.. tadi aku melihatmu duduk disini. Jadi aku kesini. Kau sendiri? Sepertinya kau sedang ada masalah." Lacus duduk disamping Athrun lalu memandang lembut Athrun. Bagaimana pun Athrun adalah cinta pertamanya. Walaupun Athrun sekarang sedang menjalin cinta dengan kouhainya yang bernama Kira Yamato tapi perasaan itu masih ada sampai sekarang.

"Huufffttttt…. Begitulah… Aku sedang memikirkan Kira. Kau tahu, sepertinya dia membenciku." Ucap Athrun lesu.

"Heh? Apa maksudmu?" Lacus menatap heran Athrun.

"Sedari tadi dia terus menghindariku. Saat melihatku dari jauh, dia langsung berbalik pergi. Padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun" Dia memejamkan matanya sebentar dibarengi helaan nafas pelan.

"Kenapa kau tidak bicara saja padanya, Athrun? Mungkin saja kau memang ada masalah dengannya." Kata Lacus lembut.

"Bicara bagaimana! Melihatku dari kejauhan saja dia sudah langsung kabur." Jawab Athrun lesu.

"Hahaha…. Begitu. Yaa sudah, tenangkan dulu pikiranmu. Kau mau aku bernyanyi untukmu?" Tanya Lacus sambil tersenyum.

"Hmm. Baiklah. Aku sangat menyukai suaramu, Lacus. Rasanya damai." Ucap Athrun disertai dengan senyumnya yang menawan membuat semburat merah muncul di pipi Lacus.

"Araa.. Kau bisa saja Athrun." Jawab Lacus malu-malu.

"hahaha… nyanyilah."

"Baiklah."

Ehem…..

konna ni tsumetai tobari no fukaku de

anata wa hitori de nemutteru

inori no utagoe sabishii nohara wo

chiisa na hikari ga terashiteta

anata no yume wo miteta

kodomo no you ni waratteta

natsukashiku mada tooku

sore wa mirai no yakusoku

Suara merdu Lacus langsung membuat Athrun nyaman dan perlahan menutup matanya dan tertidur.

itsuka midori no asa ni

itsuka tadoritsukeru to

fuyugareta kono sora wo

shinjiteiru kara

Fields of hope

Lacus tersenyum lembut melihat Athrun yang tertidur bersandar di batang pohon. Membelai lembut rambut biru milik Athrun dan mulai mendekat ke muka Athrun lalu mengecup bibirnya singkat. "Nghh….." Athrun menggeliat pelan dan tanpa sadar bersandar ke bahu gadis berambut pink tersebut. Lacus tersenyum lagi dan bernyanyi lagi.

umarete kita hi ni dakishimete kureta

yasashii ano te wo sagashiteru

inori no utagoe hitotsu kiete mata hajimaru

tayorinaku setsunaku tsuzuku

Sebenarnya sudah lama Lacus mempunyai perasaan yang lebih dari persahabatan kepada Athrun. Tapi Athrun tidak pernah menyadarinya. Lacus tidak punya keberanian untuk menyatakan perasaannya karena dari awal dia sudah tahu bahwa hati Athrun sudah memilih Kira.

Tanpa mereka sadari sepasang mata violet melihat semua yang terjadi dan Kristal-kristal bening meluncur bebas dari mata indahnya. "Athrun Baka." Mengumpat pelan dan langsung berlari meninggalkan tempat itu.

Kira berlari disepanjang koridor sekolah. Tidak peduli sudah berapa orang yang di tabraknya yang penting dia harus cepat ke kelas mengambil tas kemudian keluar kelas. Tidak memperdulikan teriakan Tohru dan lainnya lalu berlari berniat bolos. Saat berbelok di ujung koridor yang menuju langsung ke gerbang sekolah, Kira menabrak seseorang yang ternyata adalah Athrun dan Lacus. Athrun yang melihat Kira reflex memegang tangannya dan membuat Kira berhenti. Tetapi Kira langsung melepaskan tangannya dari pegangan Athrun. "KIRAA…" Athrun memanggilnya tetapi Kira sudah berlari sekuat tenaga hingga melewati gerbang. #wah.. cepat amat Kira yaa** Sekilas Athrun melihat air mata mengalir dimata Kira.

"Aduhh…" Athrun yang tadinya ingin mengejar Kira mendengar ringisan Lacus. Dengan cepat dia menoleh ke Lacus dan mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri.

"Kau tidak apa-apa, Lacus."

Kriiiinnnngggggg~~~~

"ukh… Aku tidak apa-apa, Athrun. Apa itu tadi Kira? Dia kenapa?" Tanya Lacus.

"Tidak tahu." Athrun melihat ke gerbang di mana Kira menghilang.

"Oh.. begitu. Ayo, bel sudah bunyi." Lacus berjalan.

'Ada apa denganmu Kira? Huufftt….Mungkin nanti aku ke rumahnya saja.' Menghela nafas pelan kemudian berjalan ke kelas bersama Lacus mengingat bel sudah berbunyi.

~Skip Time~

Sebuah mobil berwarna Biru melaju di jalanan. Tak lama kemudian berhenti didepan rumah sederhana dengan pekarangan yang indah dan bersih. Seorang pemuda turun dari mobil a.k.a Athrun tapi gerakannya berhenti pada saat matanya melihat kekasih hatinya sedang berpelukan dengan pria berambut raven di depan pintu, kemudian masuk ke dalam rumah. Athrun langsung beranjak dari situ dan berbalik pulang ke rumahnya dengan rasa kesal yang luar biasa.

T.B.C.

Yupz… segitu dulu….

Mohon Kritik dan Sarannya….

Miki tahu, fic Miki masih jauh dari kata bagus Karena Miki ini masih newbie jadinya masih ango-ango… hahahaha

Jadi mohobn bantuannya dari senpai-senpai.

Balasan Review :

Rebirth-flame : wahh… makasiihh atas reviewnya yaaa….. terima kasih jg buat sarannya …. Hehehe #nyengir** kebiaasaan ngetik sms kelas dgn 'kelaz' sii… gomen.. bakal Miki perbaikin… Arigatou…..!

NaoShiteRu1264 : hwaaa… Arigatou atas sarannya Nao-san… hehehe… Miki akan berusaha memperbaikinya…

Magus-15IchiGo : makasih dah review Magus-san… makasih juga atas sarannya. Miki akan memperbaikinya… hehehe^^v

Aoiyuuko : makasih dah review Aoi-san… kemaren publishnya buru-buru.. mana lupa tentuin judul… summary juga gak sempat.. jadi sembarang aja…hahaha… Gomen.. tapi Miki akan memperbaikinya..

Okeeee….. Riview yaaaa… ! ありがとう。