[DISCLAIMER]

Keseluruhan cerita adalah milik Author, Kecuali para karakter yang merupakan milik SM Entertainment !

Special Credit : CHACO

.

WATERDROP

물방울

Baekhyun X Chanyeol

.

제 02 화

.

[Chanyeol's POV]

Baekhyun terlihat pasrah dan menutup matanya, membiarkanku menyentuh tubuhnya. Perlahan, Kudekatkan wajahku dan mempertemukan bibir kami. Sekujur tubuhku terasa dialiri aliran listrik, Sensasi ini tak pernah kurasakan sebelumnya saat aku mencium pacar-pacarku.

Ku baringkan Baekhyun ke atas kasurku. Ia hanya terdiam sambil tetap menatapku. Wajahnya yang malu-malu terlihat sangat sexy di mataku. Baekhyun benar-benar membuatku semakin bergairah. Aku membelai lembut wajahnya, kalau dipikir-pikir ini pertama kali buatku menyentuh wajahnya.

"Chanyeol-a, kau kan sudah terbiasa. Jadi kurasa tidak apa-apa..."

Aku tidak butuh harga diri. Aku menginginkannya! Aku ingin menyentuhnya, saat ini Baekhyun ada didepan mataku.

"Ng..." Desahnya. Bahkan suaranya benar-benar akan membuatku lepas kendali. Ku pegang kedua tangannya dan menindihnya, kami tidak pernah sedekat ini sebelumnya. Aku cium lagi bibirnya yang lembut, dan mencumbunya. Tangan Baekhyun terasa bergetar, Ia mengepalkan tangannya seolah-olah ingin menolakku.

Aku menghentikan cumbuanku dan menatapnya. Baekhyun memejamkan matanya kuat-kuat dan terlihat tidak menyukainya. Melihat Baekhyun yang tak menyukainya, membuatku melepaskan genggamanku.

kupalingkan wajahku, aku merasa benar-benar malu. Kenapa?

Kenapa? Apa kamu begitu benci disentuh olehku?

"Eh?" Baekhyun bangun dan duduk, dia terlihat bingung, "Chanyeol-a?".

"Rasanya ini mustahil.." ucapku, aku tak sanggup menatap wajahnya. Kenapa kau memintanya disaat kamu tidak menyukainya? kau benar-benar membuatku terlihat bodoh.

"Aku tidak bisa denganmu" lanjutku.

"... begitu, ya.."

"..Aku tidak menarik?" ucapnya padaku.

"Hah?" aku berbalik dan melihat wajahnya.

"Aku memang masih kecil, masih ingusan!" ucapnya dengan keras, "..Jadi kamu tidak mau kan?"

Kenapa ini? ada apa dengan Baekhyun? Apa yang dia omongkan? Aku benar-benar tidak mengerti...

Seketika aku mengingat ucapanku padanya,

"...Ngak cocok untuk anak kecil sepertimu."

"...Kau itu masih ingusan.."

Baekhyun-a... Apa kau menganggap serius kata-kataku dan menjadi miner?

"Sudahlah..." ucap Baekhyun tertunduk, air matanya menetes dari kedua sudut matanya. Ia terlihat sedih.

Apa yang sudah kulakukan? Baekhyun-a... uljima!

.

.

.

.

.

"Hah?! Kalian tidak jadi melakukannya?"

"Melihat wajah Baekhyun yang sedih seperti itu, Aku merasa seperti orang yang paling kejam" ucapku menundukan wajah keatas meja kantin.

"Hah.. Dasar bodoh!" Jongin hanya menatapku dengan tatapan pasrah, "Mau aku panggilkan orang untuk senang-senang? tentu saja selain Kyungsoo dan Sehun"

"Terserah, deh.."

Aku benar-benar tidak tahu. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana...

.

.

.

.

Siang itu aku hanya berbaring dikamarku. Sejak kejadian itu, aku jadi malas melakukan apapun.

'BRAAKK'

Adik Baekhyun, Daehwi membanting pintu kamarku kuat-kuat. Kenapa semua orang selalu saja masuk ke dalam kamarku seenaknya? Mereka kakak beradik tidak pernah mengetok pintu, benar-benar menyebalkan.

"Hyeong! Gawat!!" teriaknya panik

"Apa, sih...?"

"Baekhyun hyeong sepertinya menginap dirumah pacarnya"

"Hah..?"

"Aku dengar kemarin dia minta tolong temannya untuk memberi alasan pada Eomma" ucapnya.

"Hyeong.. ini bukan saatnya bengong!" Daehwi mengguncang tubuhku.

"Tunggu.. kenapa kamu mengatakan hal ini padaku?" tanyaku heran.

"Bukannya Hyeong suka sama Hyeong ku?" seketika wajahku memerah. Anak ini, bagaimana dia bisa tahu?

"Ketahuan, kok. Suka ngajak berantem padahal Hyeong suka. Seperti anak kecil saja" Ucapnya menggelengkan kepala.

"Lalu bagaimana?" tanyanya lagi.

"Mana aku tahu" aku membalikan badan dan kembali tertidur.

"Hyeong !!"

"Kalau Baekhyun mau ngak masalah, kan? toh mereka pacaran"

Aku tidak memikirkan bahwa Baekhyun akan melakukan hal seperti itu dengan Namjachingu nya.

"Kenapa sok ngak peduli begitu, sih?" aku terdiam mendengar ucapnnya, "Baiklah, aku ngak akan bilang apa-apa lagi. Hyeong benar-benar seperti anak kecil".

Habis.. Apa boleh buat, kan? Tak ada dapat ku lakukan. Sudah terlambat...

"Daehwi-a !" Sahutku. Dia hendak keluar dan berbalik.

"Di saat seperti ini, 'orang dewasa' sepertimu akan bagaimana?" tanyaku.

"Aku akan menghentikannya" Jawabnya sambil mengedipkan matanya dan menutup pintu.

Ah benar-benar ...

.

.

.

.

Aku membuka buku telepon di kamar Baekhyun dan mencoba menelepon semua temannya.

"Halo?"

"Anu... Aku Park Chanyeol"

"Oh! Apa kabar?"

"Anu... Apa belakangan ini Baekhyun meneleponmu? misalnya memintamu menelepon ibunya?"

"Tidak. Dia tidak pernah meneleponku"

"Oh, begitu ya. Terima kasih" ucapku mengakhiri telepon.

Ah sial.. Teman sekelasnya tak ada satupun yang kukenal. Baiklah aku akan segera keluar dan mencarinya!

Baekhyun-a, aku benar-benar merasa cemburu! Aku berlari ke semua tempat yang mungkin Ia kunjungi dan mencarinya, tetapi hasilnya nihil.

Apa yang kulakukan? Kalau aku mencarinya dengan sembarangan seperti ini, aku tak akan menemukannya. Aku akan mencoba meneleponya.

'drrttt...'

'drrrtt...'

Baekhyun-a.. Aku mohon angkat teleponku!

"Kenapa ngak diangkat sih?" rutukku kesal.

Padahal dulu aku tahu semua tentang Baekhyun. Entah sejak kapan.. tercipta jarak diantara kami.

Aku duduk dan beristirahat di bangku depan apartemen. Baekhun tak mau mengangkat teleponku. Rasanya ingin menyerah saja.

"Hyeong !" Teriak seseorang. Dia adalah Daehwi, adik Baekhyun. Dia mengendarai sepeda menghampiriku, sepertinya dia ingin pergi ke suatu tempat.

"Bagaimana?" tanyanya.

"Aku tidak bisa menemukannya. Teleponku tidak diangkat."

Saat ini...

"soalnya namja yang masih perawan merepotkan"

Apa yang dilakukan Baekhyun dengan Namjachingu nya yang brengsek itu?

"Sialan.." ucapku mengepalkan tangan, geram.

Daehwi menatapku dengan cemas. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan dia mengangkatnya, "Ah. Baekhyun Hyeong?" ucapnya.

Aku merampas ponselnya dan berbicara dengan Baekhyun, "Yaak bodoh! Dimana kau sekarang" Bentakku kasar, aku sangat mencemaskannya.

"..Eh? Chanyeol?"

"ini ponselnya Daehwi kan? Kenapa kau..."

"Itu tidak penting!!" bentakku lagi.

"Yaak.. kenapa kau marah-marah padaku sih?"

"Ka... Kamu Imut, kok!!" ucapku keceplosan.

Apa yang sudah kukatakan..? Aku benar-benar sudah lepas kendali. Kurasa wajahku memerah karena malu.

"...EH?"

"Buu... Bukan ..." ucapku gugup, aku benar-benar lupa bahwa Daehwi sedang mendengarkan.

"Eh? Apa maksudmu"

Ah, Biarlah! Akan ku katakan sekarang juga..

"Imut! Aku bilang kamu imut! Aku sangat menyukai matamu.."

"Aku tidak mau menyentuhmu karena kelihatannya kamu tidak suka."

"Apa yang akan kukatakan mungkin tidak akan meyakinkanmu, tapi..."

aku melembutkan suaraku,

"Kamu harus lebih menghargai dirimu sendiri".

Baekhyun tidak mangatakan apa-apa, dia hanya terdiam.

"Kamu dimana sekarang? Cepatlah pulang!"

"Diatas.." ucapnya

"Hah?"

"Aku diatas.."Apa maksudnya dia diatas?? Apa mungkin...

Aku menoleh ke atas, Baekhyun sedang berdiri di balkon lantai 4 Apartemen.

"Suaramu.. terdengar sampai ke kamarku"

Ah, Sial...

Aku berlari secepat mungkin menuju lantai 4 apartemen kami dan menghampirinya. Aku merasa benar-benar bodoh!

"YAA BODOH!!! KENAPA KAMU ADA DISINI?!" Teriakku di hadapannya.

Baekhyun tersenyum, "Aku diputuskan pacarku" ucapnya.

"Ketika aku menolak bercinta dengannya, dia jadi dingin padaku" ucapnya sambil sedikit tertawa.

Meskipun sedang tersenyum, aku tahu dia sedang merasa sedih. Sekarang dia menatap halaman apartemen dengan tatapan sayu.

Aku hanya menatapnya,

"Chanyeol-a, aku suka tidak mau kalah darimu."

"Rasanya sedih kalau kau mengolok-olokku, karena itu aku terburu-buru" ucapnya tersenyum.

Yaa Bodoh! berhenti berusaha terlihat baik-baik saja! berhenti mengatakan hal-hal seperti itu sambil tersenyum. Menangislah saat kamu merasa terluka!

"aku terlihat benar-benar bodoh, kan?" Ia tertawa.

Kurasa.. Aku telah memojokkan Baekhyun...

Aku mengelus lembut kepalanya.

"Maaf.." ucapku, "Aku tidak akan mempermainkan orang lagi, tidak akan mengolok-olok kamu lagi..."

"Jadi, jangan terburu-buru!"

Baekhyun menatapku, dia menangis.

"Iya.." ucapnya.

Aku menariknya kedalam pelukanku, mengelus rambutnya dan membiarkannya menumpahkan seluruh air matanya di dadaku.

Aku tidak akan membuatmu menangis lagi.. Aku ingin membuatmu bahagia.

Mulai saat ini aku...

"Terima kasih sudah menyebutku imut" Baekhyun menghapus air matanya.

"Ah itu.." sial, dia mengatakannya saat aku sedang belum siap.

"Aku tau maknanya tidak dalam. Tapi karena aku sesang patah hati, itu membuatku senang" Ucapnya tersenyum lebar. senyuman yang benar-benar manis.

"maknanya dalam, kok.." gumamku pelan.

Tidak apa-apa... perlahan-lahan saja...Saat itu aku tidak menyangka bahwa aku akan menyesal telah bersikap perlahan-lahan...

[Chanyeol's POV End]

=TBC=

Annyeong yeorobun !!

Terima Kasih sudah mau membaca chapter 2 ini sampai selesai :)

Mohon maaf jika masih banyak kekurangan di dalam ff ini. Maaf juga kalau mungkin ceritanya kurang greget XD

Jangan lupa berikan Review/Kritik/Saran kalian.

DON'T BE A SILENT READER (Golongan LuckNut)

See yah