MR. CEO

MR. CEO By MitsukuriNana

Haikyuu By Furudate Haruichi

.

.

.

.

.

.

.

OiKage

Slight

KuroTsuki And Others

.

.

.

[Oikawa Tooru X Kageyama Tobio]

T-M

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading

XoX

CHAPTER 1

Seorang pemuda bersurai hitam terlihat sedang berjalan di koridor Karasuno High School. Salah satu sekolah elit di Tokyo. Tentu yang namanya sekolah elit, pasti sebagian besar muridnya adalah anak orang kaya.

Penampilan mereka yang terkesan glamour dan kebanyakan tidak begitu mencerminkan seorang pelajar. Ada yang tampak seperti berandalan. Atau tampak seperti seorang penggila fashion.

Tapi sosok pemuda bersurai hitam itu terlihat berbeda. Ia memakai sebuah kacamata bulat yang membingkai sepasang manik blueberry nya. Surai hitam legamnya di sisir rapi. Baju sekolahnya ia masukan. Berbeda dengan siswa-siswa lain yang lebih memilih mengeluarkan baju seragam mereka.

Ia berjalan sembari menundukkan kepalanya. Sepanjang koridor sekolah yang ia lewati, banyak siswa/i yang berbisik-bisik. Yang dia yakini mereka tengah membicarakan dirinya.

"Hei.. Hei.. Lihat. Itu si anak Nerd."

"Haish.. Lihatlah penampilannya. Menjijikan."

"Aku tidak akan pernah berteman dengannya. Meskipun dia pintar."

"Dasar orang miskin."

Begitulah yang kebanyakan siswa/i bisikan. Semuanya pasti tidak jauh dari kata 'Menjijikkan' dan 'Orang Miskin'.

Pemuda itu hanya menundukkan kepalanya semakin dalam ketika suara bisik-bisik siswa lain semakin terdengar jelas dikepalanya. Dia lalu mempercepat langkahnya menuju kelasnya.

Walaupun KHS termasuk salah satu sekolah elit. Tapi Bully-an di KHS sudah terlalu biasa. Yang pasti menjadi target bully-an tentu saja siswa/i penerima beasiswa yang notabenenya dari keluarga tidak mampu. Atau siswa/i yang mempunyai penampilan berbeda alias siswa/i Nerd.

XoX

Pemuda bersurai hitam itu memasuki kelasnya. Banyak siswa/i yang sebelumnya ribut, beralih menatap kearahnya. Dengan tatapan yang seolah-olah mereka adalah sekumpulan serigala yang sedang mengincar satu mangsa yang sama.

Kelas yang sebelumnya hening mulai terdengar bisik-bisik.

'Kumohon jangan sekarang.'

Pemuda itu mendudukkan dirinya di kursinya yang berada di pojok paling belakang kelas. Ia masih tetap menundukkan kepalanya. Sehingga ia tidak menyadari jika ada tiga orang siswi yang berjalan mendekat ke mejanya.

BRAK..

Pemuda itu terlonjak kaget ketika mejanya tiba-tiba di gebrak oleh seseorang. Tapi pemuda itu masih tetap menundukkan kepalanya. Mungkin terlalu takut untuk sekedar menatap ke arah pelaku penggebrakan mejanya.

Siswa/i lain yang berada di kelas itu, menatap kearah meja pemuda itu. Merasa penasaran akan apa yang akan dilakukan ketiga siswi itu.

"Hei culun."

Pemuda itu diam tak menjawab. Membuat salah satu dari ketiga siswi itu mengeram marah.

"JAWAB AKU BODOH."

Pemuda itu kembali tersentak ketika sosok yang menggebrak mejanya tadi berteriak membentaknya.

"Y..ya?"

Siswi itu kemudian melempar tiga buku tulis ke meja si pemuda.

"Kerjakan PR ku sebelum sensei datang. Awas saja kalau belum selesai saat sensei datang nanti. Maka kau akan tahu akibatnya. Dan berikan pin namamu."

Tanpa protes sedikit pun, pemuda itu menyerahkan pin namanya yang tertulis nama Kageyama Tobio itu. Siswi itu menyeringai kemudian pergi meninggalkan meja pemuda bernama Kageyama itu.

'Kapan ini berakhir, Tuhan?'

XoX

Seorang pemuda tampan bersurai coklat, tengah menyesap kopi hangat sembari duduk menghadap kearah jendela kaca besar di ruang kerjanya.

Menatap pemandangan kota Tokyo dari ruang kerjanya yang berada di lantai 60. Melihat bagaimana gedung-gedung pencakar langit lain berdiri tak jauh dari gedungnya.

Tok.. Tok.. Tok..

"Masuk."

Ceklek..

"Permisi Oikawa-sama. Saya ingin mengantarkan jadwal anda."

Sosok yang di panggil Oikawa. Atau yang mempunyai nama lengkap Oikawa Tooru itu memutar kursi nya. Beralih menatap kearah seorang perempuan yang berdiri tak jauh didepanya.

"Oww.. Terima kasih."

Ucap Oikawa sembari menunjukkan sebuah senyum manis. Perempuan itu tersipu ketika melihat senyuman yang di tunjukan Oikawa. Perempuan itu kemudian menaruh map yang di bawanya ke meja Oikawa. Kemudian menunduk sopan dan langsung berjalan keluar dari ruangan itu.

Senyuman yang sebelumnya terpasang di wajah Oikawa luntur seketika. Tergantikan dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Ia ambil map yang di berikan perempuan tadi. Kemudian membukanya dan membaca jadwalnya hari ini. Awalnya Oikawa hanya melihat jadwal itu tanpa minat.

Tapi kemudian pandangan berhenti pada sederet kalimat yang tercetak di kertas itu.

1. Pukul 9.00 a.m. Kunjungan ke Karasuno High School.

"Hmm?"

Oikawa meraih gagang telepon kantornya. Memencet salah satu nomor dan mendekatkan gagang telepon itu ke telinganya. Nada sambungan masih terdengar. Dan tak lama kemudian tergantikan oleh suara seseorang.

"Bisa kau datang ke ruanganku sekarang?"

"..."

"Ada yang ingin aku tanyakan."

"..."

"Baiklah aku tunggu."

Tuut..

Oikawa meletakan kembali gagang telepon itu ke tempatnya. Ia kemudian merilekskan tubuhnya dengan bersandar pada sandaran kursi.

XoX

"Sensei datang.. Sensei datang.."

Teriak salah satu siswa. Kelas yang sebelumnya gaduh langsung berubah 180. Menjadi hening tanpa suara. Dan tak lama kemudian pintu kelas itu terbuka. Menampikan sosok seorang laki-laki yang masih terlihat muda. Mengenakan pakaian olahraga.

"Ohayo minna."

"Ohayo sensei."

Jawab semua siswa serempak.

"Baiklah. Karena hari ini jadwal mata pelajaran olahraga. Jadi cepat ganti seragam kalian menjadi seragam olahraga. Sensei akan menunggu di gedung gymnasium."

"Hai' sensei.."

Kemudian sang sensei berjalan keluar kelas. Para siswa langsung mengambil seragam olahraga mereka di tas mereka masing-masing dan berjalan pergi meninggalkan kelas untuk mengganti baju mereka di kamar mandi.

Semuanya kecuali Kageyama. Ia masih tetap duduk manis di kursinya. Ia hanya meremat seragam olah raganya yang ada di pangkuannya.

Sekitar 15 menit kemudian. Barulah Kageyama pergi meninggalkan kelas. Berjalan pelan ke arah kamar mandi untuk mengganti seragam yang ia pakai.

Ia selalu begini sejak kelas X (sekarang Kageyama kelas XII). Setiap kali mata pelajaran Olahraga yang mengharuskannya mengganti seragamnya. Kageyama akan mengganti seragamnya paling akhir. Baik saat akan memulai pelajaran atau saat pelajaran telah usai.

Ia takut kalau dia mengganti seragamnya bersamaan dengan siswa lain. Mereka justru akan melakukan sesuatu padanya. Karena dulu saat dia kelas X. Seragam olahraga Kageyama pernah di sembunyikan oleh teman sekelasnya.

Dan hal itu sukses membuat Kageyama tidak bisa mengikuti mata pelajaran olahraga dan harus dengan sukarela di hukum karena dianggap membolos saat jam pelajaran. Bahkan beasiswanya juga hampir di cabut.

XoX

Tok.. Tok.. Tok..

"Masuk."

Ceklek..

"Ada apa kau memanggilku?"

Ujar seorang pemuda yang baru saja memasuki ruangan Oikawa to the point. Oikawa terkekeh pelan mendengar orang itu yang terlihat seolah tak sabaran.

"Oh ayolah Iwa-chan. Kau tidak ingin berbasa-basi dulu?"

Sosok yang dipanggil Oikawa, Iwa-chan. Atau yang mempunyai nama lengkap Iwaizumi Hajime itu merotasi kedua bola matanya bosan ketika mendengar ucapan Oikawa.

"Cepatlah. Kau tahu pekerjaanku sedang menumpuk."

"Oke.. Oke.. Kau tidak mau duduk dulu?"

Iwaizumi langsung mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan kursi Oikawa. Mereka berdua hanya terpisahkan dengan sebuah meja.

"Jadi, apa yang ingin kau tanyakan? Tak biasanya."

"Oww Iwa-chan. Kau tahu sekali tentang ku yaa?"

Ujar Oikawa sembari menatap kearah Iwaizumi dengan pandangan terharu yang terlihat sangat dibuat-buat.

"Ehem.."

"Oke.."

Dan ekspresi Oikawa tiba-tiba berubah serius. Iwaizumi yang melihat perubahan ekspresi Oikawa, hanya bisa mengerutkan alisnya bingung.

"Iwa-chan. Apa kau tahu kalau hari ini ada kunjungan ke Karasuno High School?"

Iwaizumi semakin mengerutkan alisnya ketika mendengar pertanyaan Oikawa yang terkesan aneh itu.

'Tak biasanya?'

"Ya. Karasuno High School adalah salah satu saham milik perusahaan. Mendiang kakekmu yang membangun sekolah itu. Dan ini memang kunjungan pertamamu kesana setelah kau menjabat menjadi CEO di sini. Memangnya kenapa?"

"Ohh. Tidak ada. Terima kasih Iwa-chan. Kau bisa kembali bekerja."

Iwaizumi menatap curiga Oikawa saat ia melihat senyuman yang Oikawa tunjukan padanya. Jika orang lain melihatnya pasti akan berpikir kalau senyuman Oikawa hanya sebuah senyuman biasa. Tapi tidak dengan Iwaizumi yang sudah berteman dengan Oikawa sejak mereka kecil.

Iwaizumi tau betul kalau ada sesuatu yang disembunyikan Oikawa dibalik senyuman itu. Tapi kemudian ia coba buang jauh-jauh pemikiran itu dan berjalan pergi meninggalkan ruangan Oikawa.

Ceklek..

Sesaat setelah Iwaizumi keluar dari ruangannya. Oikawa melirik kearah arloji ber-merk Gucci yang melilit pergelangan tangan kirinya. Ia lihat jam yang menunjukkan pukul 8.15 a.m itu. Kemudian sebuah seringaian tersungging di bibirnya.

"Sebentar lagi, kita akan segera bertemu-"..

TBC

Note :

Jadi disini, aku bikin Karasuno itu di Tokyo yaa. Dan maaf kalo banyak typo, OOC, de el el.

Kritik dan saran akan sangat membantu. Jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom review yaa..

See you next chap~