Disclaimer: Code Geass by Sunrise
Rate: T (gomen, berubah .)
Warning: sepertinya sedikit OOC, shonen-ai
2nd: Lelouch's Feeling
Tidak! Tidak boleh!!
Aku tidak boleh mencintainya!!
Karena jika hubungan itu benar-benar terjadi di antara kami.......
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Jika kau melihat kamar Lelouch Lamperouge saat ini, kau pasti akan mengira kamarnya seperti kapal pecah. Di mana-mana baju berserakan. Di atas tempat tidur, di depan lemari, di atas meja belajar, bahkan laptopnya pun sudah tertimbun di bawah tumpukan pakaian (ya ampun, berantakan banget yaa _). Entah berapa lama waktu yang akan dihabiskan oleh Sayoko nanti untuk membersihkan kamar itu.
Sedangkan Lelouch sendiri sedang sibuk sendiri dengan pakaian-pakaiannya. Ia bingung baju apa yang harus dikenakannya nanti saat Suzaku tiba di rumahnya untuk makan malam. Setidaknya ia ingin mengenakan sesuatu yang dapat membuatnya dipandang oleh Suzaku, bukan sebagai teman atau sahabat, tapi sebagai orang yang dicintainya.
"Kau mau bertanggung jawab atas berserakannya kamarmu ini?" C.C yang sedari tidak tahan dengan 'kapal pecah' ini pun mulai nyewot.
"Yang penting sekarang, aku harus mencari baju yang pantas. Lihat! Apakah aku terlihat tampan dengan pakaian ini? Atau lebih bagus yang ini?"
"Huuuhh... Kau ini seperti wanita yang akan pergi berkencan saja. Padahal kau hanya akan makan malam di rumah."
"Aku kan mengundang Suzaku hari ini," jelasnya dengan wajah yang tiba-tiba jadi berseri-seri. Padahal sebelumnya wajahnya tidak seperti itu karena sibuk memikirkan tentang pakaian.
"Hanya karena Suzaku yang datang kau sampai harus sibuk seperti ini. Pakai baju biasa saja. Yang datang kan hanya sahabatmu, bukan gadis yang kau suka," komentar C.C.
DEG!! "Hanya.... sahabat, yaa....?" Muka yang tadi berseri-seri, langsung berubah lagi jadi muram. Wajahnya merunduk.
"Eh?" C.C melihat reaksinya. Ada apa dengan raut wajah itu? Apa ada yang salah dengan ucapanku? "Hei!"
"Ada apa?" kepala pemuda itu kembali terangkat. "Ah! Aku sudah memutuskan untuk memilih yang ini!" Lelouch tau kalau C.C menyadari reaksinya tadi. Ia ingin gadis itu tidak menanyakan hal itu dan memilih untuk mengalihkan pembicaraan.
TOK!! TOK!! Suara pintu kamar Lelouch yang diketuk. Sepertinya itu Sayoko.
"Sayoko? Suzaku sudah datang yaa?" sahut Lelouch dari dalam kamar tanpa membukakan pintu kamarnya untuk Sayoko.
"Iya, benar. Mereka berdua –Nunnaly dan Suzaku– sudah menunggu di ruang makan."
"Baiklah. Aku akan segera ke sana. Tolong siapkan makanannya, ya!"
"Baik."
Setelah mengenakan pakaian yang dipilihnya, Lelouch segera pergi ke ruang makan, meninggalkan C.C yang masih heran dengan reaksinya.
Tidak ada yang tahu perasaan Lelouch yang sebenarnya dan ia pun tidak berniat untuk memberitahu siapapun. Apa yang akan dikatakan orang-orang jika mereka mengetahui bahwa dirinya mencintai sahabatnya, Suzaku? Dan apakah perasaannya akan bisa tersampaikan pada Suzaku? Bagaimana hubungannya dengan Suzaku nanti?
Benar! Bagaimanapun, perasaan ini terlarang! Cintanya terlarang! Tidak mungkin perasaannya terbalas! Dia juga tahu bahwa ada orang lain di hati Suzaku. Dan orang itu adalah saudaranya sendiri, Euphimia.
Entah sejak kapan Lelouch mulai mencintai Suzaku. Sepertinya sudah cukup lama. Dia mulai menyukai sahabatnya itu sejak 7 tahun lalu, sejak dirinya dikirim ke kediaman Kururugi. Tapi entah saat itu perasaan suka sebagai sahabat atau perasaan suka yang berarti cinta. Yang jelas, perasaan yang sekaran adalah perasaan 'cinta'.
"Ah! Itu Onii-sama!" teriakan Nunnaly membuyarkan lamunannya. Ternyata tanpa disadari dia sudah tiba di ruang makan. Di situ ada Nunnaly dengan Suzaku.
"Suzaku! Kau sudah datang rupanya. Maaf, aku sedikit terlambat. Ada yang harus kukerjakan terlebih dahulu di dalam kamar," sapa Lelouch dengan ramah. Senyumnya saat ini hangat sekali. Mungkin karena di depannya adalah orang-orang yang dicintainya.
"Hahahaaa.... Jangan-jangan kau menyembunyikan majalah hentai dulu yaa?" tanya Suzaku pada Lelouch dengan nada dan muka jahil. Ditambah dengan tawa mengejek Suzaku. Padahal jelas-jelas yang dilakukannya tadi adalah memilih-milih pakaian, apalagi kalau benar-benar sudah melihat ke dalam kamar.
"Onii-sama, benarkah itu?" tanya Nunnaly dengan nada kecewa, terpengaruh ucapan Suzaku.
Wajah Lelouch sendiri langsung panik dan kelabakan. "Tentu saja tidak, Nunnaly!! Aku bukan orang seperti itu, kau tahu?! Jangan percaya kata-katanya!"
"Hahahahaaa... Tentu saja aku tidak percaya, Onii-sama!" kata Nunnaly sambil sedikit tertawa.
"Yaaaaah.. Nunnaly tidak percaya! Tidak seru!!" komentar Suzaku dengan wajah merengut.
"Hahaaa... Tentu saja! Dia kan adikku!!" ejek Lelouch balik.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
"Huft.. Malas juga rasanya kalau harus pergi ke sini dulu sebelum berangkat sekolah," desah Lelouch pagi itu di depan sebuah toko buku yang cukup jauh dari rumah dan sekolahnya. Ia harus membayar hutang buku yang dijanjikan kepada pemilik toko [waw!! Punya utang! Sama kea saia!! Wkwkwkk]. Saat hendak memasuki pintu toko itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan. "Suara apa itu?" Tak lama kemudian, sebuah knightmare muncul mendekati toko buku yang didatangi Lelouch. Orang-orang di sekitar situ lari lalu lalang untuk menghindari knightmare tersebut. Tapi tidak dengan Lelouch. Lelouch yang terlalu terkejut tidak bisa bergerak dari tempat ia berdiri untuk kabur. Kemudian knightmare itu berhenti tepat di depan toko, menodongkan senjata dan menembakkannya ke bangunan itu. Bangunan tempat Lelouch berdiri. Tidak diketahui apakah pilot knightmare itu melihatnya atau tidak, tapi pilot tetap menembakkannya. " Apa? Apa yang harus kulakukan? Kemana aku harus pergi? Sudah checkmate, ya?" pikirnya. Pikirannya kacau.
"Nak!! AWAAAAAAASS!!!!" teriak orang-orang yang berkerumun.
JDYAAAAAAAARRR!!!!!
a/n:
gomen klo update-nya lama. akhir" nii ak lagi males inet-an. jadinya gak d publish publish. hontou ni gomen ne . *sungkem*
silahkan dibaca ^^ jangan lupa review, ok?!
