Please
Disclimer by : Masashi Kishimoto
Rated : T
Pairing : SasuSaku
Genre : Romace & Tragedy
Warning : Typo, OOC, AU, Gaje, dsb
Halo mina-sama.. Chen kembali lagi dengan 'please chap 2' maaf di chap sebelumnya banyak typo... maklumin masih baru.. hihihi :) Minna-sama di chapter ini udah mulai pendekatan sasusaku. So, Happy reading mina-sama.. ^^
Sebelumnya
"Sasori.. kau mau pulang?"
"iya.."
"hm? dia adikmu?"
"iya.. Sakura perkenalkan dirimu"
"Perkenalkan namaku Haruno Sakura"
"Namaku Uchiha itachi dan ini adik ku Uchiha Sasuke" Itachi menunjuk sasuke dengan tangan kanannya, Sasuke hanya menatap ke arah Sakura.
'ahh.. jadi dia dari keluarga Uchiha.."
.
.
.
~~…~~
Chapter 2
.
.
.
'kenapa aku harus ikut...' sakura menghela nafasnya. Sekarang Sakura dan Sasori sedang berada di kediaman keluarga Uchiha, sebenarnya Sakura tadi sudah meminta untuk pulang duluan karena ada tuga tapi, Itachi memaksa Sakura untuk ikut. Dan disinilah Sakura di sebuah rumah yang sangat besar, dalam 1 tanah ada di bagi menjadi 2 rumah yang satu sangat luas, mewah, moderen dan yang satunya lagi sangat tradisional, kata Itachi rumah tradisional itu digunakan untuk pertemuan keluarga besar Uchiha. 'wow...' kata Sakura dalam hati.
Sakura dan Sasori sedang duduk di sofa ruang tamu rumah Uchiha yang moderen. Di dalamnya sangat simpel tidak terlalu banyak barang tapi dapat memberikan kesan elegan tersendiri pada ruangan ini. "Oni-sama.. untuk apa kita di sini?"
"Aku hanya ingin mengambil dokumen untuk nanti acara festival sekolah"
"ah.. souka.. bukannya festival sekolah masih lama Oni-sama.."
"kau tau kan Sakura, lebih cepat lebih baik.." Sakura hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, dia mengerti maksud kakanya ini. Sasori memang terbiasa sibuk, bahkan pernah Sasori tidak tidur selama 5 hari hanya untuk mengurus acara sekolah, tapi acara apa yang bisa membuat Sasori sesibuk itu.
"maaf menunggu lama Sasori, sakura." Itachi tersenyum, senyuman itu bisa membuat seluruh perempuan yang melihatnya terpesona KECUALI Sakura.
"tidak papa Itachi" Sasori membalas kata-kata dari Itachi.
"ini Sasori berkas-berkasnya sebagian sudah ku kerjakan, sisanya kau yang mengerjakannya" Sasori hanya mengangguk.
"te-" tiba-tiba dari arah pintu mau keluar masuk seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik, dengan rambut hitam panjangnya yang indah.
"oh.. ada Sasori ternyata.. hm? Sasori siapa perempuan cantik ini?"
"ahh.. Namaku Haruno Sakura adik kandung dari Sasori Oni-sama" sakura membungkuk ke arah peremuan itu.
"ohh.. pantas saja kalian sangat mirip, Perkenalkan namaku Uchiha Mikoto aku ibu dari Itachi dan Sasuke.."
'ibu? dia masih terlihat muda kukira kakanya Itachi..' pikir Sakura dalam hati.
"Kalian makan malam disini kan?" Mikoto bertanya kepada mereka
"tidak perlu bibi, kami baru saja mau pulang" Kata Sasori sambil tersenyum ramah kepada Mikoto.
"ehhh? kenapa.. makan malam saja di sini ya.. bibi suka kok kalo ada yang nemenin bibi, Itachi, dan Sasuke makan.." Kata Mikoto sambil memberikan tatapan. memohon kepada Sasori.
'kumohon Oni-sama.. tolak tawarannya.. tolak.. tolak.. tolak..' sakura menutup matanya sambil berkata dalam hati.
"baiklah kami akan makan malam disini.." Kata Sasori pasrah, padahal ia tau kalau Sakura sangat ingin cepat pulang ke rumah tapi, melihat Mikoto memohon ia merasa tidak enak dan ia menerima tawaran itu.
"yoshh.. tenang saja bibi akan memasak makanan yang enak.." kata Mikoto tersenyum gembira.
"bibi aku mau membantu memasak" Sasori dan Itachi melihat ke arah Sakura, Itachi melihat dengan biasa tapi Sasori melihat Sakura dengan tatapan bingung 'tumben Sakura mau membantu memasak'. Sakura sebenarnya sangat anti sekali dengan dapur karena hal itu mengingatkannya pada ibunya. pada saat di rumah teman Sasori yang lain, Sasori pernah meminta Sakura untuk membantu membuat makan malam tapi Sakura menolak dengan alasan kepalanya agak sedikit pusing, padahal sebenarnya tidak. Entah kenapa semua hal yang mengingatkannya pada ibunya membuat Sakura sangat sakit hati.
"hm? Tidak perlu Sakura-chan.. bibi bisa sendiri..Sakura-chan pasti lelah" Mikoto tersenyum ke arah Sakura dengan sangat lembut 'anak yang baik ternyata' pikir Mikoto
"tidak papa bibi aku tidak lelah.." Sakura tersenyum, senyuman yang mengartikan bahwa 'aku tidak lelah..'
"baiklah.. ayo Sakura-chan kita ke dapur" Sakura mengangguk lalu berjalan kearah dapur mengikuti Mikoto.
-Skip Time-
"Itachi-senpai, Oni-sama makanan sudah siap.." Sakura beeucap kepada dua orang laki dihadapanya ini yang sedang berbincang-bincang dengan serius.
"ahh.. baiklah.. Sasori ayo kita keruang makan" Sasori mengangguk lalu mengikuti Itachi dan diikuti lagi oleh Sakura dibelakang Sasori.
Di ruang makan Sakura, Sasori, Mikoto, Itchi, dan Sasuke sudah berkumpul, mereka semua makan sambil berbincang-bincang tentang keluarga Sakura, aktifitas Sakura, makanan kesukaan Sakura, tentang sekolah, dll, kadang-kadang juga mereka bercanda, sbenarnya di saat makan Itachi sangat bingung kenapa ibunya sangat suka sekali ngebahas tentang Sakura, seperti tadi makan kesukaan, aktifitas, hobi, cita-cita, ya.. dan segala macamnya. Dan Sasuke hanya cuek dan sekali-kali melihat ke arah Sakura.
"Aku sangan suka dengan Sakura-chan.. Itachi, Sasuke misalnya kalian ingin menikah pilih perempuan seperti Sakura.." Mikoto tersenyum senang ke arah kedua anaknya itu.
"uhuk.. uhuk.." Sakura langsung tersedak mendengar ucapan dari Mikoto. Sasori, Itachi, dan Sasuke hanya terdiam tidak seperti Mikoto yang sangat sibuk mengurus Sakura batuk-batuk, mereka tau Sakura pasti sangat terkejut dengan ucapan Mikoto, kalau salah satu dari mereka sedang minum dan tiba-tiba mendengar ucapan seperti itu, mereka pasti tersedak juga.
"Sakura-chan sudah baikan batuknya kan?" Mikoto menatap Sakura khawatir sambil mengelus punggung Sakura.
"iya bibi, sekarang sudah lebih baik.."
"hah.. syukurlah.. sebaiknya kau mengambil sedikit udara segar Sakura.. Sasuke temani Sakura ke danau belakang rumah di sana sangat bagus udaranya"
"hm?" Sasuke awalnya bingung tapi, setelah mencerna benar-benar ternyata ibunya memang sengaja mendekatkan dirinya dengan Sakura 'aku tidak akan jatuh cinta bu..' ucap Sasuke dalam hati
"Baiklah.. ayo Sakura" Sasuke beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke danau halam belakang rumahnya.
"eh? i-iya.. " Sakura mengikuti Sasuke dari belakang
'wow.. sangat indah kalau dilihat saat malam hari' Sakura agak tercengang dengan pemandangan yang ada di depannya. Sebuah danau yang luas, di tengah danau terdapat pantulan bulan, lalu langit-lagit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang.
"Indah.." Sakura mengatakannya dengan spontan lewat mulutnya lalu tersenyum menatap ke langit.
Sasuke mengikuti arah pandangan Sakura lalu berkata "hn."
Saat beberapa lama Sasuke manatap langit, Sasukepun melirik ke arah Sakura. Ia sedikit terpesona dengan pemandangan yang ada di sampingnya ini, sebuah senyuman terpampang di wajah yang memiliki kulit putih bersih, bibir yang merah muda, dan mata hijau cerah yang menampakan kehangatan, lalu rambut pink yang pendek teurai sehingga memiliki kesan tersendiri.
"Sasuke-senpai apa di sini sangat bagus pemandangannya ketika musim semi?"
Sasuke sedikit tersentak lalu ia kembali normal seperti Sasuke yang dingin. "Kau mau menurutku atau memurut ibuku?" Sasuke bailk bertanya lagi.
"hm? dua-duanya saja..."
"menurut ibuku kalau musim semi pemandangan disini begitu indah dan banyak menyimpan kenangan yang indah juga tapi, kalau menurutku pemandangan disini saat musim semi memang indah tetapi banyak menyimpan kenangan yang sangat buruk menurutku."
"hm? kenangan buruk?"
"hn."
Sakura tidak berniat untuk bertanya lagi karna hal itu pasti sangat privasi bagi Sasuke. yahh.. sejujurnya Sakura agak penasaran.. 'hm.. kira-kira apa ya?'
"Sasuke-senapai maaf sebelumnya, aku mau bertanya.. dari sore tadi aku tidak melihat ayahmu. Ayahmu kemana?"
"kerja."
"kerja dimana?"
"di Amerika"
"Amerika?"
"hn."
"ahh.. Souka.."
.
.
.
"hm?" Sakura merasakan kakinya ada bulu-bulu halus yang sedang menggesek-gesek. Sakurapun menolah ke arah kakinya lalu tubuhnya bergetar dan mulai mengeluarkan keringat.
Sasuke sadar kalau perempuan yang ada di sebelahnya ini sedang bergetar dan mengeluarkan keringat dingin. Awalnya Sasuke hanya cuek tapi ia melihat Sakura bergetar semakin hebat.
"Sakura kau kenapa?" Sakura tidak menjawab iya masih menatap bagian kaki kanannya
"Sakura.. kau kenapa?" Sasuke memandang ke bawah kaki Sakura, disana ia melihat seekor kucing sedang memusut-musut kaki Sakura menggunakan kepalanya. Sasuke sadar kalau Sakura sangat takut dengan kucing, Sasukepun mengambil kucing yang ada di kaki Sakura lalu menyuruh kucing itu menjauh.
"sekarang sudah tidak papa.." Sasuke berkata kepada Sakura, tapi Sakura tidak menjawab.
"Sakura.." Masih tidak ada jawaban, lalu tiba-tiba tubuh Sakura jatuh ke tanah, tentu saja kejadian tersebut membuat Sasuke sangat kaget. Dengan sigap Sasuke mengoyang-goyangkan tubuh Sakura.
"Sakura..."
"Sakura..!"
~~…~~
Sakura membuka matanya dengan sangat perlahan, Kepalnya masih tersa sangat sakit. Gorden di kamarnya masih tertutup tapi dapat dilihat dari sela-sela gorden keluar sinar matahari yang sangat terang
"hah.. sudah pagi..?" Sakura mencoba mendudukkan tubuhnya di kasur, lalu Sakura melihat ke arah jam dinding "Ah.. jam 12.. sudah siang ternyata.."
"kruk.. kruk.." terdengar suara dari perut Sakura.
"uhh.. aku lapar" Sakura mencoba turun dari kasurnya, padahal kepalanya masih aga berat dan juga sedikit pusing. Sakura berjalan ke lantai satu untuk membuat makanan, sesekali Sakura berjongkok sebentar untuk mengurangi sakit di kepalanya, jika sudah kurang maka Sakura akan lanjut berjalan lagi.
"semoga masih ada.. kami-sama aku mohon makan disini masih ada.." Saku berbicara pada dirinya sendiri.
Sakura melihat-lihat dalam lemari makan apakah masih ada makanan yang tersisa, Sakura membuka dan memeriksa satu-satu 'hmm.. tidak ada, tidak ada, tidak ada juga.. ishh' Sakura menghela nafasnya, 'kami-sama.. ini lemari terakhir.. semoga ada makanan..' Sakura lalu membuka lemari makan yang terakhir, ternyata disana terdapat kue bolu coklat yang setemgahnya sudah dimakan. Sakura memeriksa apakah kue ini masih bagus. 'ah.. ternyata masih bagus'
Sakura duduk di meja makan sambil memakan kue bolu, kepalanya ia senderkan di atas tangan yang terlipat, unrut mengurangi sakit yang masih ada di kepalanya. 'Sakit... Sakit..'
"Tadaima.." Terdengar suara bariton yang sangat Sakura kenal.
Perlahan Sasori berjalan ke lantai dua kamarnya, ia mearuh tas dan mengganti pakaian, setelah itu Sasori berjalan ke kamar Sakura ia ingin mengecek apakah Sakura masih tidak sadarkan diri, Saat Sasori membuka pintu kamar Sakura didalamnya kosong tidak ada siapa-siapa.
"Sakura..! dimana kau!?" Sasori berteriak sambil mencari diseluruh seluk beluk rumah. Saat Sasori berada di ruang makan, Sasori melihat Sakura sedang duduk sambil meletakkan kepalanya di lipatan tangannya..
"hah.. syukurlah.. Sakura kenapa kau disini ayo kembali ke kamar" Sasori memegang pundak Sakura dan beebicara sangat lembut ke Sakura.
Sakura mengangkat kepalanya "ah.. Oni-sama.. gomen.. aku tidak mendengarmu datang.. kepalaku sangat sakit.."
"Yasudah.. ayo ke kamar kalau sudah baikan kita akan ke dokter.." Sakura membalas dengan mengangguk lalu ia berdiri di bantu oleh Sasori.
sebenarnya Sakura agak bingung kenapa hanya karena kucing yang malam tadi ia bisa sakit separah ini. entah apa atau kenapa sepertinya Sakura ada melupakan sesuatu yang sangat berharga tapi mengerikan.
"Oni-sama.." Sakura memanggil Sasori dengan sangat lemah.
"kenapa Sakura?" Sasori menjawab Sakura sambil merebahkan Sakura lalu menyelimutinya
"sepertinya.. sepertinya... Aku ada melupakan sesuatu.."
"sesuatu? barang? kau ketinggalan barah di rumah Itachi kemarin?"
"tidak.. bukan itu maksudku.. tapi melupakan sesuatu yang sangat berharga... dan juga... mengerikan...?"
Dimuka Sasori seperti tersirat sebuah keterkejutan "ahh.. jangan terlalu di paksa untuk mengingatnya Sakura.."
Sakura hanya mangangguk padahal ia tidak menegerti dengan ucapan Sasori.
~~…~~
ke esokan harinya Sakura masuk sekolah, awalnya Sasori tidak mensetujui itu tapi Sakura memaksa dan mengatakan dia sekarang sudah lebih baik dari pada kemarin.
"ayo Sakura.." Sakura mengangguk lalu masuk ke dalam mobil.
"kau benar sudah baikan, kan?" tanya Sasori dengan nada khawatir sambil fokus ke jalanan.
"sudah berapa kali ku bilang Oni-sama.. kalau aku baik-baik saja.." kata Sakura, yah.. wajar saja sang kakak sangat khawatir kepada adiknya sendiri. Padahal Sakura tidak suka dengan sikap kakanya ini, tapi dengan sikap kakanya inilah Sakura mendapatkan kasih sayang seperti sayangnya orang tua ke anaknya.
Sakura sekarang sedang berjalan menuju kelasnya, dalam perjalanan ia melihat Sasuke, Naruto dan temn-temannya sedang berbincang-bincang. Pada saat Sakura sedang melihat ke arah mereka Naruto tiba-tiba melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah Sakura. Sakura membalas dengan tersenyum dan mengangguk lalu Sakura lekas berjalan ke kelasnya.
"Naruto.. kau melambai ke siapa?" tanya seorang laki-laki yang berambut lancip hitam, namanya adalah Nara Shikamaru, ia sangat jenius tapi tidak sejenius Sasuke. Shikamaru mendapatkan peringkat 2 untuk seluruh kelas XII sedangkan Sasuke juaru 1.
"itu... sama anak... eh? dimana Sakura-chan?" Naruto bingung padahal tadi disana ada Sakura tapi sekarang tidak ada.
'hm? Sakura masuk sekolah?' pikir Sasuke. Menurut Sasuke seharusnya Sakura tidak masuk sekolah hari ini, karena Menurutnya Sakura semalam sakit yang lumayan parah. Sebenarnya hari ini ia berniat untuk menjenguk Sakura tapi kata Naruto tadi Sakura sudah masuk sekolah berarti aca menjenguk orang sakit dibatalkan.
.
.
"Sakura...! kau semalam kemana..? aku kesepian.."
Sakura menghela nafasnya 'kapan semua ini selesai'
"kau tidak perlu tau Ino.."
"ehh?! kenapa.. kan aku temanmu.." Ino mengerucutkan bibirnya, nertanda bahwa Ino kesal dengan Sakura.
"kalau kau ingin tau habarku, kau carilah informasi sendiri.."
"oke baiklah.. aku minta nomor hand phone mu Sakura.." kata Ino sambil merogoh hand phonenya di dalam tas.
"hm? ba...baiklah... " Sakura mengambil hand phone yang ada di saku lalu menyebutkan nomornya.
"oke.. disimpan.." Sakura lalu mengangguk.
-pulang sekolah-
"Sakura.. aku pulang dulu ya.. Sai-kun sudah menunggu di depan.." Sakura hanya membalas dengan mengangguk.
Setelah Ino keluar Sakura hari ini harus menggu kakanya lagi yang sedang rapat osis, Sakura memutuskan menunggu kakanya di perpustakaan seperti biasanya. Dalam perjalan ada seorang wanita cantik memiliki warna rambut hitam dan panjang sedang berdiri di hadapan Sakura, ia sepertinya tidak membiarkan Sakura untuk lewat.
"Kau mehalangi jalan ku."
"Ma-ma-maaf ada yang ha-harus ku sampaikan.."
"hei tidak perlu segugup itu.. kau ingin menyampaikan apa?"
"anu... itu... kau harus hati-hati dengan Yamanaka Ino.." Setelah mendengar hal itu Sakura menghela nafas.
"ya.. aku tau" perenpuam itu terbelalak
"kau... kau tau?"
Sakura mengamgguk lalu berkata "ya.. dia hanya memanfaatkan ku bukan..?"
"ada satu lagi... dia.. sedang menjadikanmu taruhan"
"ahh.. jadi begitu.. terimakasih telah memberi tau ku" Sakura tersenyum pahit sambil melirik ke bawah. Fia sangat kecewa sekarang.
"namaku Haruno Sakura dari kelas XA kau?"
"namaku Hyuga Hinata kelas XC.." Hinata tersenyum kearah Sakura.
"Hinata yah... hmm.. Hinata, apa... apa kau mau menemaniku di perpustakaan?" Sakura tersenyum lembut kearah Hinata, Hinata membalas dengan tersenyum dan menganggukan kepalanya ke sakura.
Mereka berdua berjalan seperti teman yang sangat dekat, selama dalam pethalanan mereka membahas tentang diri masing-masing. Hinata ada bertanya kenapa Sakura bisa tau kalau Ino hanya memanfaatkan Sakura, Sakura berkata kalau ia sering mendapatkan kejadian seperti itu.
"Sakura-chan.. kau ke perpustakaan ya..?"
Sakura mendengar suara lalu dia menoleh ke suara tersebut 'ahh.. Naruto-senpai dan Sasuke-senpai ternyata..' ucap Sakura dalam hati.
"iya.."
"hai Hinata-chan lama tidak bertemu.." Naruto tersenyum kearah Hinata.
"i-iya.."
"ano.. Naruto-senpai aku mau cepat-cepat masuk, karna ada yang harus aku kerjakan" Ucap Sakura.
"kita bareng masuk sama kalian ya.." Sakura hanya mengangguk , Sasuke dari tadi hanya diam memperhatikan percakapan mereka.
"ayo." Sasuke angkat suara, ia juga ingin mengerjakan sesuatu yang penting.
Sakura dan lainnya masuj ke dalam perpus mwreka memilih buku lalu duduk. Sakura membuka laptopnya lalu langsung mengerjakannya, Sakura merasakan kalau Naruto Sedang memperhatikannya, sebenarnya ia merasa risih dengan tatapan itu. Sakura menoleh ke arah Hinata untuk mengurangi rasa risihnya, ternyata saat melihat Hinata, Hinatanya sedang menatap Naruto. 'tatapan itu.. ah.. jatuh cinta ternyata.." Sakura tersenyum lembut lalu mengerjakan tugas lagi. 'kenapa aku makin risih' Sakura bukannya tenang malah kakin risih 'ah.. ' ternyata sekarang bukan Naruto lagi yang sedang memperhatikannya tapi Sasuke.
Sakura berdiri dari tempat duduk "aku mau ke wc.."
"mau ku temani Sakura?"
"tidak perlu Hinata.. kau sedang sibuk.. Sasuke-senpai apa kau mau menemaniku ke wc?"
Sasuke agak terkejut tapi ia bisa mengendalikan ekspresinya jadi terlihat datar. 'aku tau maksudmu Sakura.' Sasuke berpikir bahwa Sakura merasa riaih dengan tatapan Naruto dari awal sampai sekarang makanya dia mau menenangkan diri dengan pergi ke wc sebagai alasan.
"baiklah" Sasuke berdiri lalu berjalan ke wc di ikuti dengan Sakura di belakangnya.
"Ohya Sasuke-senpai teeimakasih atas bantuanmu kemarin mau menggendongku sampai mobil"
"hn."
.
.
.
"lalu bagaimana dengan keadaanmu sekarang Sakura?"
"sudah lumayan baik senpai.."
"lumayan?"
"yah.. sebenarnya aku masih ada merawakan pusing.. Senpai aku mohon jangan beri tau Oni-sama.." Sasuke hanya mengangguk.
-skip time-
"Sakura-chan aku ingin bertanya sesuatu.."
"hm? tanya apa Senpai?"
"kenapa kau sangat mirip dengan Sasori-senpai?"
"ahh.. itu kare-"
"karena aku kakak kandungnya Naruto.." Naruto melihat ke arah sumber suara dan ternyata..
"Sasori-senpai..."
"Sakura ayo kita pulang.."
"baik Oni-sama.." Sakura berdiri dari tempat duduknya
"aku juga mau pulang.." Kata Sasuke sambil merapikan bukunya.
"ya sudah ayo bareng Sasuke"Ucap Sasori
"hati-hati dijalan Sakura.." Hinata tersenyum kearah Sakura, dan Sakura membalas dengan tersenyum juga.
Dijalan Sasuke dan Sasori beriringan berjalan sedang Sakura dibelakangnya, Sakura berpikir-pikir lagi apa yang sudah membuatnya sangat syok dengan kucing. 'kenapa.. ya...'
Ssakura sedang berdiri ia melihat ibunya di depan sedang memeluk kucing sambil berjongkok, setelah beberapa saat ada sebuah mobil yang melaju cepat kearah ibunya
"Oka-sama...!"
BRUK
"KYAAAAAA!" Sakura berteriak lalu berjongkok sambil memenggang kepalanya. Kepalanya sekarang sangat sakit, beberapa lama kemudian padangan Sakura menjadi gelap.
… BERSAMBUNG…
Akhirnya selesai... gimana apa da yang kura? Saran kritik dan lain-lain disampaikan aja ya mina-sama..
tunggu chapter selanjutnya ya..
Chen :)
