I'm lucky ,I'm in love with my best friend
By : Chess Sakura
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T+
Genre : Romance, Friendship
Main Pair : Naruto x Hinata
Warning : AU,OOC,ANEH,Sulit di mengerti, Cerita pasaran. Typo(s),Tanda baca salah, No EYD
A/N : aku masih sangat newbie, dan ini adalah cerita pertamaku. Jadi Maafkan jika banyak kata-kata yang aneh, atau jalan cerita yang membingungkan,
.
.
.
.
Malam harinya, di sebuah restoran yang cukup mewah, Naruto harus bertahan dalam suasana yang amat menyebalkan baginya, dia harus mendengar semua ocehan dari gadis di depannya ini, gadis yang memiliki mata seperti Hinata tapi tidak terlalu lavender dengan rambut blonde yang di kuncir dua di bagian bawah, terus saja mengoceh tentang dirinya dan tentang dia mengapa mencintai Naruto. Naruto hanya tersenyum dan sesekali tertawa hambar menaggapi ocehannya.
"kau tahu naruto kun, aku sangat senang sekali , akhirnya aku bisa makan malam bersamamu"ucap Shion dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya. Naruto hanya membalas itu dengan senyuman.
'sekarang waktunya' batin Naruto.
"Shion ada yang ingin aku,-" perkataan Naruto terpotong oleh seorang pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.
"Pesanan datang. Spinach ravioli dan minumannya Orange Whip untuk tuan, dan ini falafels dengan minuman Strawberry Blush untuk nona. selama menikmati" Ucap pelayan itu yang menaruh pesanan Naruto dan Shion di atas meja, setelah itu membungkuk hormat dan pamit pergi.
"Terimakasi. ayo kita makan Naruto kun " Shion tersenyum pada pelayan itu, dan mulai untuk memakan makanannya.
Naruto dengan malas memakan makanan pesannya. 'haaah mungkin nanti' batin Naruto.
~~~~~~^.^~~~~~
Hinata malam ini benar-benar tak bisa tidur, dia terus memikirkan kira-kira keputusan apa yang akan di ambil oleh Naruto, menolak atau menerima.
'ugh'
Hinata kembali mengubah posisi tidurnya, di pejamkan matanya berusaha untuk tidur namun tak pernah bisa , saat ini Hinata benar-benar tidak tenang. dia beranjak dari tempat tidurnya, diambil jaket ungu kesayangannya dan melangkah keluar kamar.
"Hinata sama?!" Tanya seorang lelaki dengan mata lavender dan rambut coklat yang panjang, pada hinata yang hendak membuka pintu rumah.
"eh! Ne..Neji nii san !? " Hinata menghentikan pergerakannya tepat saat dia hendak membuka pintu dan berbalik kearah lelaki itu. lelaki yang bernama Hyuuga Neji kaka sepupu hinata , terus memperhatikan hinata dengan wajah datarnya.
"kau mau kemana?!"Tanya Neji.
"ano aku mau keluar sebentar, untuk mencari udara segar, apa boleh Naji nii san?!" Jelas Hinata sekaligus meminta ijin pada kaka sepupunya.
"mau ku temani?!"tawar Neji, dia merasa agak khawatir jika sepupunya yang sudah dia anggap adik kandung ini , berjalan sendirian dimalam hari,
"tidak perlu Neji nii san aku hanya ketaman kota " Tolak Hinata dengan menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"tapi,-" Ucapan Neji terpotong oleh Hinata.
"Neji nii san tak perlu khawatir. aku janji tidak akan pulang terlalu malam. Nii san boleh menjemputku jika aku pulang lewat dari jam 9 " Jelas Hinata dan pamit pada Neji lalu langsung melesat keluar rumah. Neji hanya cengo melihat Hinata yang telah menghilang di balik pintu. 'cepet sekali' batin Neji.
~~~~~~^.^~~~~~
Naruto sedang mencari-cari sebuah kalimat yang tepat untuk Shion agar gadis yang sedang berjalan di sampingnya ini tak sakit hati pada penolakkannya. Naruto dan Shion sekarang sedang berada di taman kota, selesai makan malam tadi Shion langsung mengajak Naruto ketaman kota.
"Naruto kun kita duduk di sana yuk!" Ajak shion yang tak melepas rangkulannya di tangan kekar Naruto dan menarik Naruto menuju bangku taman dengan air mancur di sampingnya. Naruto tak banyak komentar dia hanya menurut saja pada Shion.
Hening menyelimuti suasana mereka berdua, tak ada satu pun yang ingin memecah keheningan ini, Naruto sedang berkutat dengan pikirannya dan Shion hanya menunduk dengan rona merah di pipinya dan sesekali melihat kearah Naruto seperti sedang ingin menanyakan sesuatu namun itu berkali-kali tertahan, keheningan ini cukup lama sampai Shion akhirnya bertanya.
"Naruto kun, umm itu . . . umm,-" Shion menunduk dalam dan mencengkeram rok merahnya, dia begitu gugup untuk menanyakan jawaban tentang isi suratnya pada Naruto.
"umm jadi apa jawaban ?!"
Naruto yang mengerti perkataan Shion mengubah posisi duduknya menghadap kearah Shion. Naruto harus memberi jawabannya sekarang, jawaban tentang surat yang di berikan Shion yang berisi pernyataan cinta Shion pada Naruto, dan sekarang waktunya memberi jawaban. Keseriusan terpatri di wajah Naruto.
"Shion soal surat itu,-" Naruto sengaja menghentikan kalimatnya , di tarik nafasnya sebelum melanjutkan kalimatnya. Shion terus menatap Naruto dengan harapan yang tinggi.
" Maaf Shion, aku tak bisa menerima cintamu"
Jleb
seakan ada sebuah pisau yang tepat menancap di hati Shion saat mendengar jawaban Naruto, hati shion langsung pecah berkepi-keping, harapnnya pupus sudah. Karena harus Menerima kenyataan cintanya di tolak oleh lelaki yang sangat di cintainya. Shion menunduk dengan bulir-bulir air mata yang menyalir di kedua pipinya, hatinya hancur oleh 7 kata yang terlontar dari mulut lelaki di sampingnya ini. isakan mulai terdengar dipendengaran Naruto. Naruto merasa bersalah pada gadis di depannya ini, tapi mau bagaimana lagi dia harus melakukan ini karena ini yang terbaik, untuknya dan untuk Shion.
" Ta. .tapi kenapa naruto kun? A . .apa aku kurang cantik?, apa aku kurang perhatian? Apa naruto kun. apa alasannya kau menolak cintaku?" pertanyaan bertubi-tubi shion lontarkan pada Naruto dengan suara yang parau dan sesekali isakan terdengar dari bibirnya. Shion amat sangat kecewa saat ini.
" Shion kau gadis yang cantik dan baik, tapi maaf aku sudah menemukan cintaku dan itu bukan kamu," Naruto menatap mata yang berlinang air mata itu, di hapus air mata yang mengalir dipipi gadis di depannya ini , mencoba memberi ketenangan.
" Si. .siapa?! siapa gadis itu naruto kun?" Tanya Shion di sela isakannya, Naruto melepas tangannya dari kedua pipi Shion, di ubah posisi badannya mengarah kedepan menatap lurus pada langit yang bertabur bintang.
"dia… orang yang selama ini dekat denganku, yang selama ini selalu ada disisiku, selalu memberiku semangat, membuatku tertawa, dan selalu tersenyum kepadaku" Ucap Naruto dengan senyuman tampan di wajahnya, sambil membayangkan sesosok gadis cantik dengan mata lavender dan rambut indigo yang sedang tersenyum manis tak lupa rona merah yang menghiasi wajah putihnya.
"Dia sahabatku" Lanjut Naruto dengan senyuman yang masih menghiasi wajah tampannya, isakan Shion terhenti dan Shion melihat lelaki dengan iris biru di depannya ini, senyuman itu senyuman yang sangat di suka Shion menghiasi wajahnya, namun sayang senyuman itu bukan untuk dirinya. Shion hapus air matanya. Seharusnya dia tak terlalu merasakan sakit di hatinya kerena dia sudah menyiapkan hatinya untuk ini, tapi tetap saja rasa sakit itu terasa amat dalam melukai hatinya.
"Naruto kun boleh aku memelukmu, untuk yang terakhir kali." Pinta Shion dengan senyum yang dipaksakan, Naruto melihat kearah Shion dan sedetik kemudian Naruto mengabulkan permintaan shion, dia memeluk gadis itu dan mengelus lembut punggung shion,
'aku akan merelakanmu Naruto kun untuk gadis itu, semoga kau bahagia bersama gadis pilihanmu' Shion tenggelamkan wajahnya pada dada bidang Naruto, air mata kembali mengalir di matanya,
Disisi lain sepasang iris lavender melihat kejadian itu, airmata mengumpul di pelupuk matanya. Dia benar-benar sakit melihat sahabatnya memeluk gadis lain, Hinata benar-benar menyesali tindakannya untuk mengintip Naruto dan Shion saat tak sengaja dia melihat mereka di bangku taman, dari balik pohon sakura di tempat yang sama saat hinata melihat sakura memutuskan Naruto, Hinata melihat semua yang di lakukan Naruto dan Shion walau dia tak dapat mendengar apa yang di bicarakan antaran Naruto dan Shion, karena kondisi Taman yang agak ramai.
'A..apa mungkin Na..naruto kun,-? Batin Hinata yang masih melihat dua orang yang sedang berpelukan itu.
Hinata hapus air matanya yang mengalir dipipi putihnya dan berbalik untuk meninggalkan tempat ini, dia tidak kuat harus melihat kejadian itu. Hinata berlari sekencangnya meninggalkan taman kota itu dengan sesekali menghapus air matanya, hatinya begitu sakit saat ini, Hinata sangat menyesal untuk pergi ketaman kota, jika dia harus menyaksikan kejadian yang kembali membuat luka dihatinya. Hinata terus berlari dengan tak memperhatikan jalan sampai dia menabrak seorang pejalan kaki, dan mengakibatkan dia jatuh terduduk.
"ah maaf-maaf" Ucap orang itu, lelaki yang menabrak Hinata mengulurkan tangannya mencoba memberi bantuan. Hinata menatap tangan yang di ulurkan kepadanya dan menerima uluran tangan itu. Hinata di tarik oleh tangan itu memaksanya untuk berdiri dari duduknya, Hinata menunduk menyembunyikan air matanya.
"Hinata chan?!" Tanya orang itu, merasa namanya di sebut Hinata dongakan kepalanya melihat seorang lelaki dengan tato segitiga dikedua pipinya, yang tak lain Kiba.
"kenapa malam-malam begini kau berada di luar dan… Hy! kenapa kau menangis hinata chan?!" Tanya Kiba saat menyadari ada butiran air mata menyalir dipipi putih gadis yang kembali menunduk ini, hinata hanya menggeleng lemah dan tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
"haaah baiklah jika kau tak mau menceritakannya. Ku antar kau pulang tidak baik gadis cantik sepertimu jalan sendirian di malam hari" Kiba langsung menarik Hinata untuk berjalan bersamanya. Kiba tahu telah terjadi sesuatu pada hinata yang membuat gadis yang tengah menunduk ini menangis, dan Kiba mengerti jika sekarang Hinata tak ingin menceritakan penyebab dia menangis pada kiba. Sebenarnya Kiba mencintai hinata dan bahkan dia sudah menyatakan cintanya pada Hinata dua minggu yang lalu, namun cintanya di tolak Hinata dengan alasan Hinata sudah mencintai orang lain yang tak lain sahabat Hinata. Namikaze Naruto, saat itu tentu saja Kiba kecewa kerena cintanya di tolak , tapi Kiba tak mau memaksakan Hinata untuk menerima cintanya jika itu malah membuat hinata tertekan , karena bagi kiba melihat hinata bahagia jauh lebih penting walau kebahagian hinata bukan dari dirinya melainkan dari lelaki lain.
" Sudah sampai" Kiba berhenti di depan sebuah rumah yang lumayan besar. Hinata mengangkat kepalanya dan melihat kearah Kiba yang terus melihat dengan pandangan khawatir yang terlihat jelas di mata Hinata.
" Terimakasih Kiba kun" Hinata membungku dan setelah itu masuk kedalam rumahnya, tanpa melihat kearah Kiba. Kiba hanya menghela nafas, dan terus melihat Hinata yang berjalan masuk kerumahnya dan menghilang di balik pintu. Kiba berbalik dan melangkah pergi meninggalkan kediaman Hyuuga. Dia benar-benar khawatir dengan Hinata sebenarnya apa yang terjadi sehingga membuat Hinata bersedih.
~~~~~~^.^~~~~~
Di hari yang cerah dengan matahari yang membagi kehangatan pada seluruh penghuni bumi dan angin musim semi yang menyejukan. Hinata terus memandangin langit biru dengan awan-awan putih yang menghiasi itu, suasana sunyi dan sepi mendomisi keadaan Taman sekolah ini, pancaran mata Hinata sedikit sendu saat memandang langit nan cerah itu, tatapan kosong yang menahan sebuah kesakitan di hatinya. Kejadian antara Naruto dan Shion terus saja berputar di kepalanya, membuat luka di hati semakin dalam. Saat ini Hinata ingin sekali melupakan kejadian yang dia lihat di taman kota semalam. Di tutup sepasang mata lavender itu , mencoba lebih merasakan angin musim semi dan mencoba lagi melupakan kejadian semalam. 'lupakan Hinata. Lupakan!' Guman Hinata dalam hati,
angin musim semi terus membelai tubuh Hinata, namun di detik berikutnya wajah Hinata merasakan hembusan angin hangat yang menerpa wajahnya, merasa aneh dan penasaran dengan perubahan suhu udara, hinata buka kelopak matanya dan yang pertama kali dia lihat sepasang mata dengan warna biru samudara,
"Na. . naruto kun?" Guman Hinata dengan nada gagapnya,
"hy Hinata chan, dari tadi aku mencarimu , dan ternyata kau ada di sini. " Naruto terus saja mengoceh menghiraukan wajah hinata yang sudah merah padam karena posisi naruto yang sangat dekat dengan hinata, jarak wajah naruto hanya beberapa cm dari wajah hinata. Dengan kedua tangan Naruto yang berada di samping kiri dan kanan Hinata.
" Na . . naruto kun!" Hinata mendorong tubuh Naruto agar menjauh darinya. Berada dalam jarak yang berbahaya bagi hinata membuat jantungnya berdebar-debar tak karuan.
Naruto menuruti keinginan Hinata dan mengubah posisinya menjadi duduk di samping hinata.
Naruto terus memperhatikan Hinata, melihat Hinata yang tengah mengontrol nafasnya karena dikagetkan olehnya, dengan wajah yang memerah, membuat gadis di sampingnya ini terlihat semakin lucu dan manis dimata Naruto.
" hinata chan, tidak biasanya kau berada di taman sekolah,?!" Tanya Naruto.
" aku hanya ingin disini saja " jawab Hinata singkat dan terkesan dingin, Dipalingkan wajahnya menghindari tatapan Naruto yang terus mengarah padanya.
'eh! Hinata chan kenapa?' batin Naruto bingung melihat perubahan sikap Hinata.
"Hinata chan, kau baik-baik saja?!" Tanya Naruto dan hanya di jawab anggukan dari Hinata. Naruto memegang dagu Hinata dan memaksanya untuk melihat kearah Naruto.
"Hinata chan apa kau ada masalah?!" Tanya Naruto lagi dengan nada khawatir, di lihat mata lavender itu yang agak meredup tidak seperti biasanya. Hinata melepas tangan Naruto dan membuang muka lagi, Hinata tidak kuat jika harus melihat mata dengan iris biru bagai samudera itu,
Suasana hening menemani dua manusia ini, Naruto dan Hinata sama-sama tak mau memecah keheningan ini, Hinata terus memikirkan kejadian yang sangat ingin dia lupakan, dengan tatapan kosong kedepan. Dan Naruto hanya melihat perubahan sikap Hinata yang aneh hari ini, Naruto merasa ada sesuatu yang telah terjadi sehingga membuat sahabatnya ini menjadi murung dan terkesan dingin. Angin musim semi berhembus menerbangkan kelopak-kelopak bunga sakura. Naruto menghelaa nafas dia benar-benar tidak suka melihat sahabatnya menjadi murung, dia harus melakukan sesuatu agar sahabatnya ini kembali seperti biasa, Naruto ambil gitar yang tadi di bawanya.
"Bagaimana kalau aku nyanyikan sebuah lagu untukmu Hinata chan?!" Tawar Naruto tiba-tiba dan menaruh gitar itu di pangkuannya. Hinata menoleh cepat kearah Naruto, memperhatikan Naruto yang sedang mengukir senyum dan wajah yang meminta kepastian. Hinata hanya mengangguk sebagai jawabannya dan kembali melihat lurus kedepan.
" Lagu apa yaa enaknya?!" Tanya Naruto pada dirinya sendiri, sambil memetik senar-senar gitar yang berada di pangkuannya, Naruto mencoba memilih lagu yang tepat, di lihat sahabatnya yang saat ini sedang tak memperhatikannya, Naruto tersenyum lebar karena baru saja menemukan lagu yang tepat.
" Baiklah lagu ini saja " Naruto mulai memetik gitarnya menghasilkan sebuah nada yang indah untuk memulai lagunya. Hinata mendengarkan nada yang di keluarkan dari petikan gitar yang di mainkan naruto. Nada ini nada yang sangat Hinata kenal, karena dia juga sering menyanyikan lagu ini, lagu LUCKY dari Jason Mraz feat. Colbie caillat
Tiba-tiba naruto menghentikan petikan gitarnya, dan menatap kearah hinata.
" kenapa berhenti?!" Tanya Hinata.
" aku ingin duet dengan mu! "jawab Naruto dengan senyuman di wajahnya.
"Aku tidak mau. Kau kan yang bilang ingin menyanyi untuk ku, kenapa aku harus ikut menyanyi juga?" Hinata lipat kedua tangannya dan masih enggan melihat kearah Naruto.
"ayolah Hinata chan, kau tahukan lagu ini lagu yang di nyanyikan oleh dua orang, jadi nggak akan asik jika hanya satu orang saja yang menyanyikannya " Naruto memasang puppy eyes no jutsu andalannya pada Hinata, ditambah raut wajah bagai anak kecil meminta sebuah premen, Hinata melihat kearah Naruto yang sedang melancarkan jurus andalannya, hati Hinata merasa luluh melihat mata itu, dan dengan terpaksa dia menuruti keinginan Naruto.
" baiklah " jawab Hinata membuat Naruto tersenyum sangat lebar dan mulai kembali memetik gitarnya. Naruto memulai bagiannya.
Do you hear me,?
I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying
Naruto berhenti dan langsung di sambung oleh Hinata
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard
Dan di reff mereka menyanyi bersama.
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Di bagian selanjutnya hanya Hinata yang bernyanyi dan Naruto sesekali menyahut apa yang Hinata nyanyikan.
They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will
Suasana hangat menyelimuti dua sijoli ini, Mereka benar-benar menikmati lagu yang mereka nyanyikan, dan berkat Naruto, Hinata mulai melupakan kejadian semalam dan menikmati kebersamaannya dengan sahabatnya ini.
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair
Sejenak Naruto menghentikan lagunya dan mengambil sebuah bunga sakura yang berada di kakinya lalu menyelipkannya di telinga hinata membuat hinata tersipu malu, dan mereka kembali melanjutkan lagunya. Dengan sekarang bagian hinata.
Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now
Dan akhirnya mereka bernyanyi bersama lagi untuk menyakhiri lagu yang mereka nyanyiakan,
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Naruto dan Hinata mengukir senyuman di wajah mereka setelah menyelesaikan lagunya, Hinata merasa perasaannya sekarang membaik , dan Naruto senang melihat senyuman yang kembali muncul di wajah cantik sahabatnya.
"Hinata chan sekarang perasaanmu membaikkan?"Tanya Naruto dengan senyuman puas di wajahnya, Hinata menganggu dan tersenyum manis pada naruto.
'deg'
kembali Naruto merasakan debaran di dadanya.
"Hinata chan , apa kau tahu makna dari lagu ini?"Tanya Naruto.
" Tentu saja, lagu ini menceritakan seseorang yang merasa beruntung karena jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. " Jawab Hinata dengan pipi yang merona, pasalnya lirik lagu ini sesuai sekali dengan Hinata yang jatuh cinta pada sahabatnya.
" yap kau benar sekali Hinata, sama sepertiku yang telah lucky (beruntung)." Naruto sengaja tidak melanjutkan perkataannya, dan malah menatap Hinata.
"lucky , maksudnya?" Tanya Hinata yang tidak mengerti akan maksud perkataan naruto.
"I'm lucky , telah mengenal dirimu," Naruto mendekatkan wajahnya ke wajah hinata
" I'm lucky, menjadi sahabatmu," Semakin dekat
"I'm lucky karena kau selalu berada disampingku," Lebih dekat
"I'm lucky karena kau yang menutup lubang di hatiku " Hanya beberapa cm.
"and I'm lucky, I'm in love with my best friend" Hinata sangat kaget dengan perkataan terakhir naruto. warna merah di wajah hinata sudah mencapai puncak dan Hinata sangat gugup saat ini, Naruto terus saja mendekatkan wajahnya, mata biru dan lavender bertemu, dengan jelas Hinata bisa melihat mata indah itu. Hinata tutup matanya untuk meredakan kegugupannya, dan tindakan itu malah mengundang naruto untuk melakukan,-
Cup , ciuman pertamanya, Hinata benar-benar kaget saat merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya, namun didetik kemudian hinata ikut menikmati ciuman pertamanya dengan Naruto.
Dengan tidak rela Naruto melepas ciumannya, karena pasokan udara di paru-parunya mulai menipis, naruto melihat Hinata yang sedang mengontrol nafasnya dan wajah imutnya yang merah padam.
"Na..naruto ka..kau!" Ucap Hinata tergagap dan menyentuh bibirnya.
"apa hinata chan, kau mau lagi?!" Tanya Naruto dengan senyuman jahil di wajahnya, semakin memerahlah wajah hinata karena ucapan naruto.
"eh! Ti..tidak ah. .aah i. .iiya . . e . eh bu. .bukan! "hinata gugup dan salah tingkah kerena kejadian tadi, apa lagi dengan senyuman jahil yang terpatri dibibir naruto semakin membuatnya terpojok akan kegugupannya
"ano .. ma. .maksud pe . .perkataan Naruto kun ta . .tadi?!" Tanya hinata gagap dan menundukan malu, naruto semakin tersenyum
"hinata chan . . –" Naruto berdiri dan berjongkok bak pangeran di depan hinata, dengan tangan yang menggenggam tangan hinata.
"Hinata chan, aku mencintaimu dan maukah kau menjadi kekasihku?" Tanya naruto dengan keseriusan di wajah tampannya, wajah Hinata semakin memerah saat mendengarnya, namun sesaat Hinata mengingat kembali kejadian semalam, dan membuat raut wajahnya berubaha sedih lagi. Naruto bingung akan perubahan raut wajah hinata, apa ada yang salah dengan perkataannya ?! apa hinata tidak mencintainya?.
"tapi shion gimana Naruto kun" Tanya Hinata , membuat Naruto semakin bingung.
"se . .semalam aku melihat ka. . kau berpelukan dengan shion!"lanjut hinata dengan nada yang lirih. Naruto yang mengerti akan perkataan hinata hanya tersenyum ,
"Hinata chan , yang kau lihat semalam tidak seperti yang kau bayangkan, aku memang memeluk Shion, karena Shion yang memintanya sebagai permintaan terakhirnya, Karena aku menolak cintanya"jelas Naruto dan menatap serius pada Hinata.
"be.. benarkah?!"Tanya Hinata yang tersenyum kecil.
"Jadi?" Naruto meminta kepastian dari Hinata. Hinata mengeratkan genggamannya pada tangan Naruto dan mengangguk sebagai jawaban.
Naruto tersenyum dan memeluk hinata, dia amat senang saat ini, dan beruntung telah mendapatkan gadis seperti Hinata.
A/N yehhhh . . selesai juga,!#lompat-lompat# gimana nih minna komentar kalian tentang fic pertamaku . . ?!
euhm sebenarnya masih gg nyangka bisa nulis cerita, apalagi pas bagain kiss , ugh sebenarnya aku gak terlalu suka pas bagian itu, tapi dengan terpaksa aku harus nulis bagian itu, takut gg bagus klo gg da bagian itu. . ya sudahlah minna, jangan di ladetin, aku lagi sarap,
kalo fic ini mendapat tanggapan yang positif aku akan membuat fic lagi, kalo gg ya .. . gg apa-apa sih . .#wjh sedih#
semoga menghibur yaa minna . .
aku minta kritik dan saran yang membangun yaa . . ! jaa . .
oh jangan lupa REVIEW . . ^^/
