Happy Read.

Ost op: Beautiful (ANLY)

¤Uchida Tokugawa¤

-Present-

.Naruto belong's Masashi Kishimoto.

Naruto © Kishimoto M.

.Shokugeki No Souma belong's Yūto Tsukuda & Shun Saeki.

.Shokugeki No Souma © Yūto Tsukuda & Shun Saeki.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

(Shokugeki)

"Konnichiwa! Dengan Mayu disini Minna-san!"

Seorang gadis bersurai biru tua mengenakan kostum idol melompat kecil diatas sebuah panggung ditengah tengah ratusan penonton.

"Kali ini kita akan melihat sebuah pertandingan Shokugeki dari salah satu anggota sepuluh Elite lho!" Gadis idol tersebut berteriak nyaring penuh semangat membuat hampir seluruh penonton yang berada di aula tersebut bergemuruh penuh sorak Sorai, "Baiklah kalau begitu mari kita sambut! Seorang yang mendapat julukan sebagai Lidah dewa dan sekaligus cucu dari pendiri Akademi ini! Erina Nakiri!" Sambungnya nyaring sambil menunjuk kearah lorong aula sebelah kanannya yang perlahan terlihat Erina melangkah pelan naik keatas panggung yang diikuti oleh sorak Sorai seluruh penonton.

"Erina- sama!"

"Whoah! Erina-sama akan bertanding!"

"Nee~ kau tau siapa lawannya Erina-sama?"

"Entahlah namun ini kali pertama aku melihat Erina-sama melakukan Shokugeki"

Sorak Sorai para penonton saat melihat Erina yang melangkah anggun naik keatas panggung, mereka semua merasa takjub melihat salah satu anggota dewan elite akademi tersebut karena memang bisa dikatakan seorang Erina Nakiri hampir tidak pernah menerima semua tantangan Shokugeki karena seluruh siswa maupun siswi yang menantang gadis tersebut selalu kalah, mangkanya tidak pernah ada satupun yang menantangnya maupun 10 anggota dewan elite.

Mayu yang melihat salah satu peserta Shokugeki telah naik keatas panggung kemudian dengan imut kembali melompat kecil sambil menunjuk kearah lorong yang berlawanan arah dengan lorong tempat Erina keluar.

"Baiklah! Kalau begitu mari kita sambut sang penantang dari Erina Nakiri! Yaitu seorang pemuda yang bekerja disebuah kedai ramen dibagian timur kota Tokyo!" Teriak gadis idol tersebut membuat suasana diaula tersebut seketika hening, apa mereka tidak salah dengar? Seorang pemuda pembuat ramen menantang Erina Nakiri? Salah satu anggota 10 dewan elite?.

"Hahaha!"

"Astaga tak kusangka masih saja ada orang bodoh!"

"Pemuda tersebut kurasa akan kalah bahkan sebelum memasak!"

"Ada ada saja!"

Hampir seluruh siswa maupun siswi yang berkumpul menonton Shokugeki diaula tersebut tertawa nyaring saat mendengar bahwa yang menjadi lawan Erina Nakiri hanyalah seorang pengusaha ramen, sedangkan Erina yang melihat seluruh reaksi murid diaula tersebut hanya menyeringai kecil karena memang mereka belumlah mengetahui siapa pemuda pirang yang menjadi lawannya saat ini.

"Mari kita sambut! Uzumaki Naruto!" Mayu kembali berteriak nyaring dengan suara moenya.

Tap!

Tap!

Tap!

Suara langkah terdengar pelan dari dalam lorong tersebut membuat suasana disana menjadi sunyi, hampir seluruh penonton menatap penasaran kearah lorong tempat pemuda yang menantang seorang Erina Nakiri tersebut.

Set!

Detik berikutnya terlihat seorang pemuda bersurai pirang yang mengenakan kaos hitam senada dengan jeans hitam yang dikenakannya serta sebuah ikat kepala bertuliskan 'Ichiraku' dan sebuah Apron pinggang berwarna putih terpasang pas dipinggangnya, dengan langkah pelan Naruto melangkah menaiki panggung hingga akhirnya ia berdiri saling berhadapan dengan Erina.

"Kau datang juga akhirnya Naruto" Erina tersenyum kecil menatap kearah pemuda pirang yang menatapnya kesal, bagaimana tidak kesal? Kemarin gadis tersebut memang mengatakan untuk Shokugeki dengannya namun tidak mengatakan bahwa akan melakukannya ditempat seperti ini yang mana malah dirinya menjadi bahan cemoohan hampir seluruh penonton akibat dirinya menantang Erin-! Ralat gadis tersebutlah yang menantangnya.

"Kau ini" Naruto bergumam pelan menatap kesal kearah Erina yang masih memasang seringai menyebalkan kearahnya dan entah mengapa kali ini rasanya gadis tersebut terlihat berpuluh puluh kali lebih menyebalkan dari biasanya.

"Saa~ jika kedua peserta sudah bersiap maka pertandingan ini akan dimulai!" Mayu kembali berbicara nyaring melalui mikrofon ditangannya kearah seluruh penonton, "Namun sebelum itu mari kita sambut ketiga juri yang nanti akan menentukan makanan siapa yang terbaik diantara kedua peserta!" Sambungnya sambil menggerakkan tangannya menunjuk kearah belakangnya atau lebih tepatnya kearah panggung kecil yang berada tidak jauh dari panggung utama, disana terlihat sebuah meja panjang dengan tiga buah kursi yang telah diisi oleh ketiga juri yaitu Senzaemon Nakiri sang pendiri Akademi sekaligus kakek dari Erina Nakiri kemudian diaampingnya terdapat Jiraiya selaku salah satu sahabat Senzaemon dalam mendirikan akademi dan diurutan terakhir terlihat Gin Dojima seorang alumni dari akademi tersebut, ketiga juri tersebut mengangguk pelan menandakan Shokugeki antara Erina Nakiri melawan Uzumaki Naruto bisa dilanjutkan.

"Tema kali ini adalah bebas" Pria cepak berbadan kekar yang menjadi salah satu juri atau lebih dikenal dengan nama Dojima Gin berdiri dari duduknya kemudian memandang kearah Naruto dan Erina beberapa saat, "Kalian bisa memasak sesuai kemampuan kalian dan selamat berjuang!" Sambung Gin nyaring menandakan bahwa pertandingan Shokugeki telah dimulai membuat Naruto maupun Erina melangkah pelan kearah tempat memasak mereka.

Naruto melangkah pelan kearah tempatnya memasak, dirinya dapat melihat bahwa peralatan yang disediakan pihak akademi terlampau cukup bahkan dikedainya saja peralatan memasaknya tidak selengkap ini dan juga untuk bahan bahannya juga sudah lebih dari cukup.

"Kalau begini kupastikan akan kubuatkan ramen terbaikku"

Dirinya tersenyum kecil sebelum tangan kekarnya dengan cepat meraih sebuah pisau dapur kemudian dengan cepat tangan satunya mengambil satu siung bawang putih, sebuah bawang bombai, sebuah cabai merah besar, empat buah cabai rawit hijau dan satu buah tomat.

Sret!

Sret!

Ctak!

Tak!

Tak!

Dengan cekatan Naruto mencincang seluruh bahan bahan tersebut menjadi potongan potongan kecil yang kemudian dirinya jadikan satu disebuah mangkuk.

Set!

"Untuk mienya" Naruto bergumam pelan saat melihat dibagian samping meja masaknya terdapat beberapa bungkus mie jadi yang memang disediakan oleh pihak akademi untuk dirinya masak namun dengan cepat Naruto memindahkan mie tersebut kearah rak meja belakangnya dan mengambil sebuah toples transparan berukuran sedang yang sengaja dirinya persiapkan sejak kemarin malam untuk acara ini membuat ketiga juri menatap penasaran kearah toples yang Naruto barusan taruh diatas meja tersebut.

"Itukan?" Jiraiya menyipitkan kedua iris matanya melihat sebuah toples yang berisi air dengan mie didalamnya, namun dirinya penasaran apakah yang terdapat didalam toples tersebut adalah air biasa atau sebuah racikan bumbu yang diciptakan oleh pemuda pirang tersebut.

Naruto yang melihat ketiga juri menatap penasaran kearah toples yang dibawanya hanya tersenyum tipis, karena sebenarnya bukan kejutan inilah yang dirinya akan tunjukkan nanti melainkan sebuah ramen spesial buatannya nantilah yang akan menjadi kejutan kepada ketiga juri tersebut.

Sedangkan diseberangnya terlihat Erina yang juga sedang memotong motong beberapa sayuran serta disampingnya terdapat semangkuk keju Mozarella yang telah diparut.

"Jika ramen yang kau buat maka sudah jelas ini adalah kemenanganku Naruto" Erina bergumam pelan saat melihat kearah Naruto yang meletakkan sebuah toples berisi mie dimeja menandakan pemuda tersebut akan memasak ramen seperti biasanya.

"Semangat Erina-sama!"

"Jangan sampai kalah dengan pemuda tersebut!"

"Lebih baik kau mengundurkan diri dari pada nanti malu pirang!"

Sorak Sorai penonton yang bergema nyaring menyoraki Erina dan beberapa mencemooh dengan nada mengejek kearah Naruto yang hanya terdiam sesaat sebelum didetik berikutnya seringai tipis tercipta diwajahnya.

.

.

.

Beberapa saat kemudian dimana Naruto maupun Erina mulai semakin sibuk karena masakan yang mereka buat hampir selesai dan juga waktu pertandingan Shokugeki tersebut telah berjalan selama 40 menit sejak waktu dimulai namun detik berikutnya bel kecil diterdapat dimeja masak milik Erina Nakiri berbunyi menandakan bahwa gadis tersebut telah menyelesaikan masakannya membuat sorak Sorai penonton kembali menggema.

Ting!

"Whoaaah! Erina-sama telah selesai!"

"Hmm~ Aroma masakan Erina-sama benar benar luar biasa"

"Iya kau benar, bahkan sampai disini aromanya tercium sangat tajam malah membuatku lapar hehe"

"Hahaha! Dan kau lihat sipirang disana itu! Dia saja bahkan kalah waktu dengan Erina-sama dalam menyelesaikan masakannya dan apa itu? Ramen? Dia membuat ramen?"

"Heh ramen? Kurasa dia sedang melawak"

"Ya sudah jelas siapa yang akan menjadi pemenang dari Shokugeki ini"

Sorak Sorai penonton menyemangati Erina semakin terdengar jelas serta cibiran kearah Naruto yang semakin banyak karena pemuda tersebut sudah kalah waktu dalam hal menyelesaikan sebuah hidangan ditambah menu yang dibuat olehnya adalah ramen, semakin membuat siswa&siswi diaula tersebut bergemuruh nyaring antara menyemangati Erina dan membully Naruto.

Erina melangkah pelan kearah ketiga juri dengan membawa sebuah nampan yang tertutup, dirinya tersenyum kecil menatap kearah ketiga juri kemudian perlahan menaruh nampan yang berisi masakannya tersebut dimeja panjang dihadapannya.

Set!

Wush~

Sesaat setelah Erina membuka penutup masakannya dengan cepat sebuah aroma tajam menyapa Indra penciuman ketiga juri disana.

"Wah ratatouille masakan khas Perancis" Jiraiya pertama kali membuka suara ketika melihat masakan buatan Erina, dirinya sudah tidak kaget jika gadis dihadapannya ini bisa membuat masakan seperti ini karena memang peringkat 10 elite akademi dipegang oleh gadis tersebut.

"Haha! Menakjubkan seperti biasanya Erina!" Senzaemon tertawa nyaring menatap bangga kearah cucunya tersebut karena menunjukkan sebuah masakan luar biasa, cucu kesayangannya ini memang memiliki bakat yang tidak perlu diragukan lagi.

"Ini terlihat menarik Erina-chan namun penilaian selanjutnya adalah bagaimana tentang rasanya" Gin Doujima tersenyum kecil kearah Erina sebelum mengambil sebuah sendok kecil disampingnya berniat mencicipi masakan gadis bersurai kastanye tersebut, "kalau begitu mari kita coba" Sambungnya pelan sambil melirik kedua juri disampingnya mengisyaratkan untuk mencicipi masakan Erina.

Hup!

Hup!

Hup!

"!"

Dengan gerakan pekan ketiga juri tersebut menyendok ratatouille buatan Erina dan perlahan mengarahkannya ke mulut mereka sebelum akhirnya masakan tersebut masuk kedalam kerongkongannya dan detik berikutnya ketiga juri tersebut menegang sambil menatap kearah piring berisi ratatouille buatan Erina dengan pandangan kagum.

"T-tidak mungkin" Jiraiya yang pertama kali menatap tidak percaya kearah piring hadapannya, bagaimana bisa ratatouille mempunyai rasa penuh kejutan seperti ini? Dirinya tahu kalau ratatouille adalah masakan sederhana khas Perancis namun untuk kali ini berbeda, masakan yang dibuat gadis kastanye tersebut sangatlah berbeda dan unik, "Kurasa peringkat 10 elite bukanlah hanya sekedar gelar peringkat" Jiraiya tersenyum kecil kearah Erina yang juga mengangguk sebagai terima kasih atas pujian dari sahabat kakeknya tersebut.

"Rasa Asam, Manis, Asin, pahit yang entah bagaimana bisa kau membuat semua rasa itu berkumpul di masakan ini, namun hal tersebut sangatlah luar biasa Erina!" Gin Dojima selaku alumni Tōtsuki Culinary Academy menatap takjub kearah Erina karena gadis tersebut sangatlah jenius sampai bisa membuat beberapa rasa yang bertolak belakang menjadi sebuah rasa penuh kejutan seperti saat ini dan murid yang memiliki bakat seperti itu sangatlah jarang.

"Hahaha! Subarashi! Hebat seperti biasanya Erina! Selain pemilik Lidah dewa dan sepuluh anggota elite membuat masakan buatanmu itu tak perlu dipertanyakan tentang kualitasnya lagi" Senzaemon tertawa nyaring sambil menatap bangga kearah Erina, dirinya sejak dulu kelahiran cucunya ini sudah mempunyai firasat bahwa gadis tersebut dimasa yang mendatang akan menjadi juru masak hebat.

"Bahkan ketiga juri mengomentari dengan positif menandakan dengan jelas siapa pemenang Shokugeki ini"

"Sejak awal aku sudah mengetahuinya kok"

"Hehe bahkan si pirang itu belum selesai memasak"

"Aku saat ini malah merasa kasihan dengan sipirang itu karena kalah dengan sangat memaluka-!"

Ting!

"Maaf karena telah membuat kalian menunggu lama!"

Beberapa siswa yang tadi sempat berbicara di bangku penonton menghentikan kalimatnya ketika mendengar suara bel di meja milik Naruto menandakan pemuda tersebut telah usai memasak serta ketiga juri yang terdiam memandang kearah Naruto yang melangkah kearah mereka sambil membawa sebuah kuali berukuran sedang yang ditutup rapat.

Tap!

Tap!

Tap!

Set!

Naruto menghentikan langkahnya tepat dihadapan Jiraiya, Senzaemon dan Gin yang kemudian dengan perlahan dirinya menaruh kuali berisi ramen buatannya dimeja juri membuat ketiganya menatap Naruto sesaat sebelum menatap kearah kuali berisi ramen tersebut.

"Jadi kau membuat ramen anak muda?" Senzaemon menatap kearah kuali berisi ramen yang masih tertutup rapat tersebut dengan pandangan tertarik.

"Jadi bisakah kau membuka tutup kualinya?" Gin juga menatap kearah kuali yang masih tertutup tersebut dengan pandangan penasaran karena sejak ditaruh hingga beberapa saat setelahnya pemuda tersebut malah membiarkan kuali berisi ramen tersebut tertutup rapat, sedangkan Jiraiya memilih diam menunggu apa yang selanjutnya terjadi karena entah mengapa feeling-nya mengatakan bahwa akan ada kejadian menarik sehabis ini.

Naruto melirik kearah jam raksasa dibagian dinding aula yang jarum detiknya masih bergerak diangka 9 kemudian mengalihkan pandangannya melihat respon ketiga juri dihadapannya sesaat setelahnya tersenyum kecil dan dengan pelan dirinya menggeleng pertanda untuk menunggu sesaat lagi.

"Kurasa sudah cukup" Naruto bergumam pelan sesaat melirik kembali kearah jam dinding raksasa di bagian dinding aula yang jarum detiknya saat ini tepat diangka 12, "Saa~ kalau begitu silahkan kalian nikmati ramen spesial buatan Uzumaki Naruto ini!" Sambung Naruto dengan nada nyaring diikuti tangannya yang memegang tutup kuali dirinya angkat keatas membuat sebuah kejadian mencengangkan terjadi sesuai firasat yang Jiraiya rasakan.

Sedetik setelah Naruto mengangkat tutup kuali tersebut sebuah uap dengan aroma tajam rempah rempah serta kaldu daging melesat berhembus kencang disekitar panggung juri kemudian menyebar dengan sangat cepat memenuhi ruangan aula tersebut.

"A-apa ini!" Senzaemon menatap tidak percaya kearah mangkuk ramen dihadapannya saat ini, bagaimana bisa sebuah ramen membuat lonjakan aroma tajam seperti ini? Bagaimana bisa? Pemikiran itulah yang berputar putar dibenak pendiri Akademi Tōtsuki Culinary Academy tersebut, sedangkan kedua juri disampingnya juga menatap ramen buatan Naruto dengan pandangan yang sama.

"Baru pertama kali ini aku melihat ramen yang meledakkan aromanya setajam ini" Jiraiya bergumam pelan menatap mangkuk dihadapannya, dirinya juga takjub dengan masakan pemuda pirang tersebut karena memang awalnya cara memasak pemuda tersebut terlihat biasa saja layaknya koki kedai pada umumnya namun saat melihat hasil masakannya saat ini entah mengapa pemikiran tersebut semuanya menghilang digantikan kekagumannya kepada Naruto.

"Jadi Naruto..." Gin berucap pelan sesaat sambil menatap kedua iris safir Naruto, dirinya berusaha bersikap biasa saja layaknya juri masakan pada umumnya walaupun sejujurnya ia juga dibuat terkejut dengan ledakan aroma ramen milik Naruto tersebut namun jika ia bertindak berlebihan maka malah terlihat seolah ia berpihak pada salah satu peserta dan tidak bersikap adil layaknya juri masakan, "Hal kukatakan tetap sama kepadamu seperti yang kukatakan sebelumnya yaitu penilaian akan berlanjut dan kami akan memutuskan hasilnya setelah mencicipi ramen buatanmu ini namun kalau boleh jujur aku sangat penasaran bagaimana bisa kau membuat ledakan aroma seperti itu mengingat bahan bahan dasar ramen tidak ada satupun yang mengandung unsur senyawa untuk menghasilkan tekanan seperti tadi" Sambung pria cepak tersebut membuat Naruto yang mendengarnya tersenyum kecil sedangkan Jiraiya serta Senzaemon memilih diam menunggu jawaban Naruto atas pertanyaan Gin.

Set!

Naruto merogoh saku celana dibalik apron pinggang miliknya mengeluarkan sebuah bungkus sachet soda yang ditatap bingung oleh ketiga juri dihadapannya.

"Aku menggunakan soda bubuk untuk merendam mie ramennya sebelum dimasak sedangkan untuk penguat aroma kugunakan beberapa rempah rempah yang memilki tekstur aroma kuat seperti merica dan ketumbar yang ditumbuk halus namun sebenarnya 60% lebih adalah aroma dari rebusan kaldu daging yang sebelum direbus dagingnya kurendam dalam larutan bawang putih halus selama 12 jam membuat dagingnya seperti terfermentasi"

Gin beserta kedua juri disampingnya mengangguk paham ketika mendengar penjelasan Naruto barusan, pria cepak tersebut akhirnya paham bagaimana bisa ramen milik Naruto membuat ledakan aroma seperti tadi yaitu dengan menggunakan soda sebagai pelentur mie, mie ramen yang awalnya mempunyai bentuk keras kemudian direndam didalam soda selama beberapa jam hingga melentur setelah itu ditiriskan kemudian dimasak dengan rempah dan bumbu yang memiliki aroma tajam serta dengan timing pas maka akan terjadilah ledakan aroma seperti tadi.

"Kalau begitu mari kita cicipi" Senzaemon yang melihat bahwa sudah tidak ada penjelasan dari Naruto mengenai masakannya kemudian mengambil sumpit disampingnya diikuti kedua juri disampingnya perlahan menyumpit mie ramen buatan Naruto dan mulai malahapnya.

Slurph!

Slurph!

Slurph!

"!"

Blaazt!

"Whoaaah! Senzaemon-sama bugil setengah badan!"

Mayu sang pembawa acara Shokugeki tersebut yang sedari tadi diam menunggu hasil keputusan akhir para juri seketika menjerit kencang kearah mikrofon digenggamannya ketika melihat kakek Erina Nakiri, Senzaemon seketika yukata bagian tubuh atasnya hancur menjadi serpihan kecil sesaat setalah memakan sesumpit ramen buatan Naruto.

"Rasa ramen ini menakjubkan" Jiraiya mau tidak mau harus takjub dengan rasa makanan dihadapannya saat ini, sedangkan Jin hanya terdiam sesudah memakan ramen buatan Naruto namun detik berikutnya dengan pelan dirinya kembali menyumpit ramen tersebut kemudian kembali lagi menyumpit hingga akhirnya habis.

Set!

Gin menaruh sumpit miliknya disamping mangkuk kosong mie ramennya dan kemudian melirik kearah kedua juri disampingnya.

"Baiklah saatnya keputusan akhir" Pria tersebut bergumam pelan menatap kearah Jiraiya dan Senzaemon yang meliriknya sesaat sebelum keduanya tertawa pelan kearah Gin.

"Bukankah sudah jelas?" Jiraiya tersenyum kecil sambil menatap kearah Naruto, sedangkan Senzaemon menunduk sesaat sebelum ikut juga tertawa nyaring.

"Hahaha! Gomen Erina cucuku tersayang! sepertinya kali ini Indra perasa ku tidak bisa berbohong ketika merasakan ramen buatan pemuda pirang tersebut" Senzaemon tertawa nyaring sambil menatap kearah Erina yang menatap tidak percaya kearah Naruto dengan ekspresi memerah menahan aroma nikmat ramen milik Naruto serta perutnya yang sudah berdemo ingin juga memakan ramen buatan Naruto tersebut karena sebenarnya makanan favoritnya adalah ramen buatan Naruto sejak pertemuannya dengan pemuda tersebut ditambah ramen barusan yang dibuat pemuda tersebut adalah ramen spesial yang pertama kali ini baru dirinya lihat malah semakin membuat perutnya berbunyi minta diisi, sedangkan Gin yang melihat respon kedua juri disampingnya tersenyum tipis.

"Jadi pemenang Shokugekinya adalah?" Gin menatap kearah Naruto kemudian Erinan secara bergantian sebelum dirinya mengambil sebuah papan kecil disampingnya tubuhnya diikuti kedua juri disampingnya yang juga mengambil sebuah papan kecil kemudian menulis sebuah nama.

Set!

Set!

Set!

Hampir seluruh penonton di aula tersebut menatap tidak percaya kearah papan nama yang diangkat oleh ketiga juri, mereka tak menyangka dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, bahkan Mayu sang idol pembawa acara Shokugeki tersebut juga mematung menatap tidak percaya dengan hasil akhir ketiga juri.

"I-ini tidak bisa dipercaya!" Mayu berteriak dengan awalan tergagap setelah melihat papan nama yang dipegang juri, "Namun pemenang Shokugekinya adalah Uzumaki Naruto!" Sambungnya nyaring kearah mikrofon ditangannya membuat Naruto yang mendengar serta melihat hasil ketiga juri dihadapannya tersenyum lebar kemudian melipat kedua tangannya didada.

"T-tidak mungkin!"

"E-erina-sama kalah? Kalah melawan seorang penjual ramen?"

"Namun kuakui aroma ramen buatan sipirang itu sangatlah tajam dan sudah pasti lezat jika melihat respon para juri"

"T-tapi tetap saja! aku tidak terima melihat Erina-sama kalah melawan pemuda pengusaha kedai ramen tersebut!"

Sorak Sorai penonton yang menatap tidak percaya kearah tengah arena memasak, mereka tidak bisa mempercayai kenyataan dimana saat ini Erina Nakiri cucu dari pendiri sekaligus kepala sekolah Tōtsuki Culinary Academy kalah Shokugeki melawan Naruto Uzumaki seorang pengusaha kedai ramen.

"Yosh! Bukan masalah besar! Dattebayo!" Naruto tertawa pelan sambil melipat kedua tangannya didada kemudian melirik kearah Erina yang menatapnya dengan wajah memerah dan dirinya paham bahwa gadis tersebut memerah karena tadi mencium aroma ramennya ketika sesaat setelah dirinya membuka tutup kuali membuat ledakan aroma yang menyebar dengan cepat keseluruh aula ini.

"Jadi Naruto..."

Naruto mengalihkan pandangannya kearah Senzaemon yang barusan mengucapkan kalimat, dirinya melihat pria tua tersebut tersenyum ramah kearahnya.

"Dengan kemenanganmu melawan Erina salah satu 10 dewan elite sudah membuktikan kau cocok dan layak diterima menjadi salah satu murid Tōtsuki Culinary Academy dan oleh karena sebab itu mulai besok kau sudah bisa masuk bersekolah" sambung Senzaemon dengan senyuman lebar menatap Naruto bangga.

"Tentu Senzaemon-san, aku juga sangat berterimakas-! Apa?!" Naruto yang awalnya mengangguk paham sambil tersenyum seketika menatap tidak percaya kearah pria tua dihadapannya, apa yang dirinya dengar? Diterima? Diterima diTōtsuki Culinary Academy? Dirinya saja ikut Shokugeki melawan Erina dan memenangkannya agar tidak masuk kedalam akademi namun kenapa sekarang malah dirinya diterima masuk?, Sedangkan Senzaemon yang melihat ekspresi terkejut Naruto kembali tertawa nyaring.

"Hahaha! Bakatmu sangat luar biasa hebat nak! Seperti yang Erina katakan waktu itu dan sarannya agar kau bertanding dengannya untuk menentukan jika kau menang melawan Erina maka kau layak diterima di akademi ini dan ternyata semua perkataan cucuku tersebut benar! Kau hebat nak!" Jelas Senzaemon panjang lebar sambil terkekeh kearah Naruto yang membatu seusai mendengarnya dan dengan perlahan pemuda pirang tersebut menoleh menatap pelaku utama yang membuat dirinya saat ini secara sepihak diterima di akademi Tōtsuki Culinary Academy yaitu Erina Nakiri yang juga menatapnya dengan seringai penuh kemenangan karena berhasil membuat Naruto masuk satu akademi memasak dengannya.

"Dasar gadis sableng"

¤TBC¤

.Dont Like Dont Read.

END OST: Mirai Night (Sato Satomi)

.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.

.Ichiraku Chef Belong's Uchida Tokugawa.

.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-