Descendant Of Bellum Soldier
NarutoXFT
Disclaimer: not me
Rate: M
Genre: Adventure
Pair: Naruto X …
Arc 1: Rebellion of Bellum
Naruto menatap komandannya dengan pandangan bosan. Setelah hal-hal yang telah dia lakukan beberapa hari terakhir tentu saja membuat dirinya dihukum. Komandan kesatria sihir adalah pangkat tertinggi di militer kerajaan ini. Satu-satunya yang ada diatasnya adalah raja sendiri.
"Naruto…, diriku tidak bisa terus menerus melindungi bokong sialanmu. Kau memancing banyak perhatian tidak diinginkan kepada kesatria sihir." Wajahnya tuanya menatap laporan demi laporan dari berbagai orang mengenai perilaku Naruto atau kesatria sihir lainnya. Semenjak kesatria sihir kalah telak dalam perang Saker Keep. Kematian ratusan personil kesatria bellum hingga kegagalan demi kegagalan dalam menjalankan misi untuk mempenetrasi Saker keep.
Kini kesatria sihir bellum berada pada tanduk karena kreditas kehebatan mereka yang tengah dipertanyakan sebagai pasukan terkuat. Walaupun mereka hanya kalah dalam satu perebutan benteng saja tapi, jelas kekalahan mereka membuat dampak signifikan dalam perang antara Bellum dan suku-suku yang masih terpecah.
"terlalu banyak perhatian dan rencana besar kita tidak akan pernah berhasil. Tidak ada kebebasan, tidak ada balas dendam." Ucapan terakhir cukup untuk membuat seluruh tubuh Naruto menegang. Memang benar dengan terlalu banyak perhatian kepada mereka maka pergerakan pemberontak yang dinaungi oleh kesatria bellum menjadi terbatas dan tinggal tunggu waktu sebelum pemberontakan terbongkar.
Wajah sang komandan mengkerut membaca kertas berisi informasi rahasia kerajaan, berusaha mencari jalan keluar terbaik demi kerajaan.
"Naruto pergi bersama battalion XI dan VII untuk menolong kastil Eelrey diperbatasan antara Pergranade. Persiapkan pasukan mu untuk penjagaan jangka Panjang dan pertempuran" sebelum dia memerintahkan Naruto untuk keluar.
'orang tua sialan, memerintahku karena tahu aku ingin pemberontakan. Mengira diriku semacam benda milik dirinya.' Pikir Naruto dalam hati.
Sekeliling Naruto terdapat banyak anggota kesatria sihir yang tengah berlatih, ratusan pasukan yang bergerak secara serentak ketika menggunakan sihir mereka. Walaupun pasukan kesatria sihir yang terbilang sedikit atau 1 banding 3 dipasukan kerajaan Bellum tapi, dampak yang dihantarkan oleh mereka begitu besar dari segi moral ataupun kekuatan.
"Letnan Bertram menghadap kolonel Naruto" seorang pria perawakan kulit cokelat tua menghadap Naruto sambil memberikan hormat sebelum menurunkannya ketika Naruto menyuruhnya.
" Ahh.. Bertram datang disaat yang tepat." Ujar Naruto sambal menepuk pundak kesatria yang lebih tua darinya itu mengikuti Naruto berjalan kesatria dengan seragam formal kesatria itu tampak tegang. Tidak pernah tangan kanannya pergi dari gagang pedangnya itu bahkan ketika dia sedang dimarkas.
" Beritahukan battalion XI dan VII untuk bersiap-siap menempuh perjalanan ke kastil Eelrey. Katakan kepada mereka untuk bersiap-siap dengan perjalanan penuh pertempuran, jangan kendorkan pengawasan selama diperjalanan. Satu-satunya hal diriku butuhkan kini adalah bandit untuk menyerang pasukan kita." Bertram segera meninggalkan Naruto untuk mengurus segala keperluan perjalanan setelah Naruto membubarkan dirinya.
Seorang pria dengan pakaian berwarna merah maroon dan tampilan elegan, seorang bangsawan. Rambut pirangnya menandakan dia adalah keturunan langsung dari bangsawan Shearvine. Salah satu bangsawan tertua yang ada di Bellum. Terkenal akan kekayaan dan kesombongannya. Menambah hari Naruto makin buruk.
"Naruto!" Bangsawan itu berkata seolah dia telah menunggu Naruto sedari tadi. Naruto hanya melirik dirinya dingin sebelum memberikan hormat formal, sudah menjadi rahasia umum bahwa keluarga bangsawan dan kesatria Bellum tidak dalam hubungan yang baik. Ditambah kesatria Bellum yang tidak dinaungi keluarga besar manapun.
" Aku berharap perjalanan kita menjadi menyenangkan. Kuharap pasukanmu telah siap?"
" Pasukan saya masih membutuhkan waktu dalam menyiapkan persiapan perjalanan tuanku" ujar Naruto sopan. Naruto tidak tahu mengenai hal ini, mengantarkan seorang bangsawan bersamanya. Orang tua itu pasti tengah melakukan kelicikkan, komandan sialan.
" Ini berkas yang kau inginkan" pria berbaju lengan Panjang berwarna cokelat dan celana Panjang simpel memberikan kertas dengan lambang kesatria sihir ditengah.
Mata berwarna merah darah membaca secara teliti isi berkas yang baru saja dia terima. Senyum tipis terbentuk di bibirnya.
" Naruto, dengan hebat merangkak naik di kesatria sihir tanpa apapun kecuali bakat saja. Tidak ada masa lalu atau bahkan tempat lahir. Anomaly yang tidak bisa dibiarkan begitu saja kurasa, demi kerajaan. Ya kan Dreyar? Selidiki gerak-geriknya." Pria tersebut tertawa meninggalkan orang dengan pakaian cokelat.
Dreyar menatap kearah luar melihat padang pasir luas. Sepasukan penuh tampak meninggalkan benteng dipimpin oleh pemuda berambut kuning terang dibarisan paling depan. Dia adalah anomaly untuk jaringan mata-mata kerajaan ini, seberapa berusaha mereka untuk menggali masa lalu ataupun motifnya selalu nihil. Mata-mata yang diutus menyelidikinya tidak pernah kembali.
Dia benci orang seperti Naruto, orang yang diuar sepengetahuan mereka. Orang-orang yang tidak tahu tempat mereka yang seharusnya, mereka yang tidak tahu derajat mereka. Karena orang seperti merekalah dia harus meninggalkan keluarganya, diasingkan untuk mati.
Tubuhnya tiba-tiba mematung ketika matanya saling bertatapan dengan mata biru langit itu. Seolah pemuda tersebut dapat melihat dirinya dari jauh menembus celah jendela kastil.
"Sialan…"
Battalion XI merupakan gabungan mereka yang tidak memiliki sihir. Mereka dipersenjatai dengan senjata sihir yang masih baru. Senjata yang dapat menembakkan projektil sihir dan dapat menembus barisan pasukan infantry dengan mudah. Battalion ini sendiri masih terbilang baru. Dibentuk setelah kekalahan kesatria sihir dalam merebut kastil Saker.
Battalion ini dibentuk didasari dengan fakta bahwa hanya setengah warga Bellum yang memiliki sihir. Diharap dengan hal ini Bellum dapat memiliki kekuatan sihir lebih dibandingkan Pergranade, salah satu rival peperangan saat ini.
"Panas sialan, kita akan mati sebelum kita dapat berhadapan dengan musuh" salah satu prajurit berkata yang dibalas tawa pelan dari prajurit lain. Para perwira yang mengepalai mereka juga tampaknya saling berbagai sentimenti tersebut.
"Dan bangsawan itu sedang bersama perwira tinggi didalam kereta sedangkan kita mati kepanasan disini" Ujar salah satu lagi.
Tawa mereka terhenti ketika kapten mereka lewat disamping mereka. Dengan wajah datar sembari menunggangi kuda.
" Hari kelima dan belum ada tanda pasukan Pergranade di jalur ini." Ujar Naruto sambil menunjuk garis Panjang antara ibukota dan kastil Eelrey. "Bahkan bila kita beruntung kita tidak akan mendapat kesulitan sama sekali." Ujar Naruto lagi.
" Pergranade atau bandit pasukan battalion XI siap untuk melindungi tuan Cornelius Shearvine" Naruto mendengus ketika mendengar ucapan sang letnan kolonel tersebut. Tidak menunjukkan hormat kepada sang bangsawan sama sekali. Terlebih karena dia sendiri berasal dari kaum petani.
" Katakan itu ketika cavalry Pergranade menyerbu kita dari dua arah" ujar Naruto ketus. Jelas membuat para perwira yang ada disekelilingnya naik pitam karena nada tidak hormat Naruto kepada Cornelius. Ketika salah satu ingin angkat bicara temannya langsung memberikan tanda jangan mengingat pangkat Naruto lah yang paling tinggi dikereta ini sekarang. Tidak ada yang dapat melawan perkataannya kecuali sang bangsawan Cornelius sendiri.
Kereta tersebut seolah menjadi panas walaupun telah dilindungi oleh sihir es sekalipun. Setiap perwira yang ada didalam seolah siap saling menerkam. Diantara mereka yang pro kepada bangsawan dan mereka yang pro kepada Naruto.
"PERGRANADEE!" teriakan salah satu perwira yang ada diluar bersamaan dengan berhentinya kereta secara mendadak.
"Letkol, siapkan formasi segera. Berikan informasi setelahnya, jangan mengejar musuh." Kata Naruto yang segara diiyakan oleh kedua letkol tersebut. Meninggalkan Naruto dan Cornelius berdua dikereta.
" Tampaknya perjalanan kita akan sedikit tertunda tuanku." Kata Naruto sebelum meninggalkan Cornelius tanpa menunggu balasannya.
Setelah Naruto turun dari kereta Bertram segera menghampiri kolonel untuk memberikan kuda pribadinya.
" Informasi Bertram" kata Naruto sambil menaiki kuda Stallion berwarna hitam besar itu.
" sekitar 300 infantri dan 200 penyihir dikiri dan kanan. Tengah terdapat 200 infantri, 100 penyihir, dan juga 80 cavalry" ujar Bertram
" Pasukan besar yang tampaknya telah menunggu kita sedari tadi" kata Naruto sambil berkuda kearah terdepan formasi. Pasukan miliknya tampak terjepit oleh musuh yang berada dikiri dan kanan. Beberapa saat kemudian dari depan juga mulai berdatangan.
" apakah saya harus menyiapkan kesatria sihir kolonel?" Naruto menggeleng masih melihat pasukan musuh yang berada pada kiri dan kanan bukit.
" Kolonel! Perintah…" ucap letkol Battalion VII yang tampak gugup, walaupun battalion XII salah satu yang dikagumi dimiliter tetapi mereka tidak siap untuk pertarungan terbuka atau bahkan terjebak. Mereka lebih dikenal kehebatannya dalam melindungi sebuah kastil.
" Biarkan battalion XI mengelilingi kita, siapkan infantry milikmu dibelakang mereka, dan pasukan sihir melindungi bagian paling dalam. Juga pinjamkan pasukan cavalry mu kepadaku" Sang letkol segera mengatur formasi dan memerintahkan cavalry mengikuti Naruto.
Pasukan Pergranade jelas telah siap dan menangkap pasukan Naruto secara tiba-tiba tetapi kenapa mereka tidak segera menyerang? Peluang mereka menghancurkan pasukan Naruto tadi tampak besar dengan unsur kejutan. Apa yang ada dipikiran perwira musuh?
Darr!
Dar!
Darr!
Letusan senjata milik Battalion XI nampaknya yang memulai pertempuran. Adu teriakaan pun saling dilontarkan, pasukan musuh yang telah mengelilingi tampak mulai menyerang dengan lontaran sihir api yang mereka andalkan.
BAMM!
Salah satu bola api yang ditembakkan hampir mengenai Naruto. Terlihat pasukan Infantri VII yang kini maju melindungi pasukan battalion XI sementara mereka mengisi senjata mereka.
Pasukan sihir Naruto sendiri mulai mengeluarkan sihir mereka secara serentak. Memanggil ratusan sihir petir untuk menghantam bagian kiri dan kanan yang tengah mengelilingi mereka. Suara menggelegar ketika sihir tersebut dikeluarkan jelas membuat takut pasukan infantry musuh yang masih bergerak maju.
DZZTT!
Suara teriakan mengikuti suara listrik yang mengalir cepat diantara infantry milik Naruto bagian terdepan. Secara sukses menjatuhkan puluhan infantry secara bersamaan.
Tidak beberapa lama suara besi saling sahut menyahut ketika pasukan infantry musuh berhadapan dengan infantry VII. Suara teriakan, dentingan besi, ledakan api, dan dengungan listrik tampak menjadi satu. Sebuah pertarungan besar ketika pasukan Naruto tinggal beberapa hari lagi tiba dikastil Eelrey.
"CAVALRI BERSAMAKU!" Teriak Naruto memimpin 50 cavalri menembus barisan infantry yang tengah bertarung. Menabrak dan menginjak lawan ataupun teman, dengan pimpinan Naruto yang membuka peluang untuk cavalry lewat tanpa harus mengayunkan tombak dan pedang mereka sekalipun.
Dengan cepat pasukan cavalry segera menyerang barisan penyihir bukit kiri. Derap langkah cavalry yang menggelegar jelas membuat ciut pasukan sihir yang tidak terjaga oleh infantry. Dengan momentum yang dimiliki pasukan Naruto segera membinasakan puluhan pasukan sihir dengan sekali sapuan cavalry. Teriakan pasukan menandakan keberhasilan mereka setelah mereka membunuh sisa penyihir dibukit kiri.
Slash
Penyihir yang Naruto tebas menggunakan tombaknya segera tersungkur ditanah tak bernyawa lagi. Naruto mengalihkan pandangannya kearah bawah dimana secara perlahan infantry Naruto mulai mendorong mundur musuh yang kini tidak di support oleh pasukan sihir lagi.
Dengan sekali gerakan cavalry yang dipimpin oleh Naruto mampu menetapkan mereka sebagai pemenang pertempuran ini perlahan.
Melihat pasukannya yang masih utuh dan moral yang sedang tinggi Naruto segera memimpin mereka menerjang infantry musuh dari belakang.
Crash!
Slash!
Crash!
Suara pasukan Naruto yang mendobrak Infantri kiri musuh dari belakang. Menabrak tembus musuh dan teman tanpa bulu menggunakan kuda. Setelah itu mensupport infantry mereka menggunakan tombak dikala musuh masih kebingungan. Menghabisi puluhan musuh lainnya walaupun dibayar beberapa cavalry-nya sendiri mati.
"Infantri kiri support bagian kanan!" teriak Naruto yang segera dilaksanakan walaupun mendapati kebingungan dari perwira mereka.
"Kopral! Bagaimana dengan bagian tengah kita?" Salah satu perwira cavalry bertanya kepada Naruto ketika Naruto memimpin mereka menjauh sembari menyapu musuh yang masih bertahan disekitar mereka.
" Biarkan itu kepada Bertram" perwira tersebut jelas kebingungan dengan penjelasan Naruto tetapi tidak dapat dia tanyakan ketika Naruto mengangkat tombaknya tinggi yang segera disahuti oleh suara teriakan semangat pasukannya.
"KESATRIA SIHIR!" Naruto berteriak yang segera disambut oleh cahaya putih mulai berjatuhan di tengah formasi pasukannya. Suara teriakan kesatria sihir yang sedari tadi diam dan hanya melihat pertempuran saja.
"BALASKAN DENDAM KITA DARI KASTIL SAKER" Segera bagian depan pasukan infantry musuh mulai porak-poranda ketika kesatria sihir mulai menerjang infantry musuh. Tanda klimaks pertempuran ini telah tiba. Pasukan musuh yang mulai menipis.
Dalam pertempuran skala besar seperti ini yang dimana suara saling menyatu dan pikiran dipaksakan untuk fokus terhadap dirinya sendiri untuk tetap selamat hingga akhir pertempuran suara teriakan dari teman sendiri yang berada disamping seorang prajurit tidak akan terdengar sedikitpun karena adrenalin membuat sekitar menjadi buram tetapi, teriakan dari seorang perwira selalu dapat terdengar. Suara untuk menyusun formasi atau bahkan suara semangat. Selalu dapat terdengar dan suara Naruto kala ini bak trompet kemenangan untuk semuanya.
Ketika infantry yang mulai kelelahan akibat serangan dari depat tak henti-henti dan penurunan moral dari sekelilingnya segera hilang tak berbekas ketika kesatria sihir melompat ketengah-tengah ratusan infantry musuh dan mulai membantai mereka seolah mereka tidak lebih dari babi.
Tapi, Naruto tidak berhenti hingga sini saja. Dia segera memimpin cavalry menembus bagian tengah mengincar pemimpin pasukan mereka. Mengandalkan skill dan pengalaman pertempuran yang telah dia lewat berkali-kali. Mengincar perwira dengan baju paling menyala, seorang letnan kolonel.
Beberapa meter dari sang letkol Naruto barulah tersadar sekelilingnya. Ketika dia terbuka dari segara arah dan melupakan cavalry musuh yang kini mendekati dirinya dari kiri dengan cepat. Mengincar keterbukaan pasukan cavalry ketika sedang menyerang.
Crash!
Crash!
Melihat setengah cavalry-nya yang terpotong oleh cavalry musuh tidak membuat dia melambatkan serangannya. Tetap maju menembus barisan penyihir musuh hingga akhirnya pasukan cavalry-nya benar benar terhenti ketika berhadapan dengan pelindung perwira. Infantry kelas berat dengan perlengkapan lengkap.
Crash!
Crash!
Crash!
Kini cavalry miliknya benar-benar terkepung dari segala arah. Membuat mereka menjadi bahan pembantaian. Jauh dari pertolongan insting dari pengalamanlah yang membuat dirinya segera melompat dari kuda melewati pasukan pelindung perwira tersebut.
Slash!
Mendaratkan dirinya diatas sang perwira yang kaget tersebut akan kelakuan Naruto dan tombaknya yang berhasil tembus tepat didada sang perwira. Dengan teriakan Naruto menghujam kearah pasukan pelindung seorang diri berbekal pedang pendek miliknya.
Memanfaatkan momentum kaget dan horror dari musuh yang ada disekitarnya Naruto membantai mereka seorang diri.
Slash!
Menghindar dan menangkis serangan yang datang dari segala arah secepat kilat menggunakan pedang pendek yang kini telah berlumuran darah musuh-musuhnya.
Setelah delapan orang lebih dari infantry berat tersebut jatuh tersungkur ditanah tanpa ada tanda-tanda akan bangun dikalahkan oleh Naruto dengan gampang hanya dengan pedang pendek saja barulah tidak ada lagi yang maju menyerang. Infantry yang tersisa tampak segera menjatuhkan senjata mereka ketanah tanda menyerah.
Cavalry yang dipimpin oleh Naruto juga tampaknya tidak terbantai semua. Mereka masih duduk dikuda mereka gagah dengan pedang, tidak ada lagi tombak andalan cavalry. Jelas ini telah menjadi pertemuran yang berdarah untuk mereka.
Naruto melemparkan kepala sang letnan kolonel kepada salah satu perwira cavalry yang kaget tapi, mengerti dengan apa ang Naruto maksud. Secepat mungkin dia segera berlari kearah pertarungan yang masih terjadi.
Mereka yang menyerah disekitar Naruto segera diamankan oleh pasukan cavalry yang tersisa. Naruto memegang erat surat yang tadi dia ambil dari sang perwira musuh. Ada yang membeberkan koordinasi mereka kepada musuh, Ada penghianat disekitar mereka kalua bukan ada penghianat dari yang pangkatnya lebih tinggi.
HOORAH!
HOORAH!
HORAAH!
Teriakan kemenangan tidak lama menggelegar dibelakang Naruto. Tanda pertempuran benar-benar telah selesai.
Bersama pasukan cavalry dan juga tahanan perang Naruto menuju kepasukannya. Ingin mengetahui seberapa banyak kehilangan mereka dan hal-hal yang menyangkut pautkan dirinya. Pekerjaan seorang perwira yang tidak akan berakhir. Dia benci jabatannya.
"Bertram laporan berikan dikereta milikku." Yang segera dijawab iya oleh tangan kanannya. Bertram hafal dengan kelakuan kolonelnya setelah pertempuran besar. Dia akan mengelilingi areal pertempuran dan memberikan penghormatan kepada mereka yang gugur baik prajuritnya maupun musuh.
Kehebatan Naruto dalam pertempuran diakui banyak komandan Bellum hingga musuh. Hingga-hingga dia dijuluki oleh dewa perang yang dimana Naruto tidak menyukainya sama sekali.
Ketika sedang tidak bertugas Bertram sering mengejeknya dengan sebutan itu. Membuat dirinya malu dan semacamnya, seolah mereka hanyalah teman saja. Tanpa adanya tanda-tanda keperwiwaan senior sama sekali. Berbeda dengan banyak perwira yang Bertram kenal.
Didalam kereta sendiri Naruto mengganti pakaiannya menjadi seragam formal ketika diacara khusus dikarenakan pakaian yang dia bawa kini telah bau darah, Bah! Kini telah dimandikan darah. Menatap kosong keluar dengan surat yang ada di tangannya.
Pikirannya terbang kemana-mana memikirkan isi surat ini. Surat yang membuat dirinya mengalami pertempuran besar sebelum mencapai kastil Eelrey.
"Pasukan bantuan untuk kastil Eelrey yang dipimpin oleh Kolonel Naruto berisikan 300 pasukan eksperimental dari battalion XI,300 pasukan battalion VII, dan juga 100 kesatria sihir yang langsung dikepalai oleh dirinya akan melewati jalur Ginza." Surat pendek yang memakan beberapa ratus pasukannya dalam sehari.
Kastil Eelrey tampak sudah diujung penglihatan. Perjalanan jauh Naruto tampaknya kini mendekati akhirnya. Walaupun ketika dia balik akan memakan waktu lagi seperti saat dia ke kastil Eelrey.
Kastil tersebut memiliki empat Menara bundar besar yang membuat manusia tampak kecil melindungi kota beserta kastil yang ada didalam tembok besar. Temboknya sendiri cukup tebal untuk bahkan dapat menahan serangan artileri besar. Terdapat lubang-lubang tipis diantara tembok untuk para pemanah yang diposisikan disana.
Gerbangnya sendiri bisa membuat manusia tampak bagai semut. Gerbang yang terkenal akan keangkuhannya ketika diserang. Dihiasi sepasang patung kepala singa di kiri dan kanan gerbang tersebut. Mengaum kepada gurun pasir. Jeruji-jeruji besinya yang berbeda dari kebanyak gerbang kastil tampak kokoh.
Kastil yang diciptakan untuk menahan serangan penunggang naga Pergranade. Diciptakan dengan gambaran dari bangsawan pertama yang memiliki tanah ini, keluarga Vernsan
Kereta Naruto tidak lama melewati gerbang majestik itu dan ketebalan dari gerbang tersebut dibuktikan dengan lamanya kereta Naruto dibayangi gerbang tersebut. Beberapa prajurit tampak memberikan hormat ketika mereka melihat Naruto didalam kereta.
Melewati gerbang terlihat rumah penduduk, bar, pasar, hingga akhirnya kereta Naruto berpisah dengan pasukannya yang melanjutkan kearah barak dipimpin oleh perwira Battalion masing-masing bersama prajutir dan Eelrey.
Kereta Naruto sendiri bersama kereta bangsawan Shearvine menuju langsung kekastil yang berada ditengah kota. Kastil tersebut tampak megah walaupun dari luar sana tidak terlihat sama sekali hingga ketika masuk barulah terlihat kastil inilah yang paling megah didalamnya. Bagai permata didalam gua.
Kastil tersebut tampak dikelilingi oleh taman yang dimana banyak orang terlihat berlalu Lalang hingga berjualan. Walaupun makin mendekat kekastil tidak terlihat orang lagi kecuali prajurit yang sedang berpatroli.
Naruto segera keluar dari kereta ketika kereta akhirnya berhenti total dan segera menuju kedalam tidak menghiraukan bangsawan Shearvine yang memanggil dirinya. Kemegahan kastil dapat terlihat walaupun agak remang-remang.
"Kolonel Naruto, Huh! Untunglah saya dapat mengejar anda. Sudahkah saya bilang bahwa saya adalah penggemar dari kesatria sihir?" kata pria dengan rambut pirang tersebut. Pakaiannya seperti biasa adalah pakaian yang jelas kelihatan mahal.
" Saya juga sempat mendaftar kepada kesatria sihir walaupun akhirnya saya ditolak dibagian akhir" Katanya tanpa Naruto gubris sama sekali. Ingin sekali Naruto rasanya segera pergi dari sini dan menghilang dari radar bangsawan satu ini.
Langkah mereka berdua berhenti ketika pelayan yang mengantar mereka mempersilahkan mereka masuk kedalam ruangan besar dengan singgasana ditengah. Dimana seseorang tengah duduk dengan pakaian yang ditutupi oleh jubah megah.
Mereka berdua langsung memberi hormat kepada kepala bangsawan yang ada dihadapannya. Gambaran orang tua dengan banyak kerutan juga rambut dan jenggot yang telah memutih menandakan dirinya telah dimakan usia.
Pria yang dulu terkenal dengan kehebatannya membunuh naga seorang diri tanpa pakaian kesatria atau apapun dan hanya bermodalkan sihir dan belati. Memberikan dirinya julukan 'sang naga'. Kepala bangsawan Vernsan saat ini, Heshir Vernsan sang Naga.
OMAKE
Pria yang dulu terkenal dengan kehebatannya membunuh naga seorang diri tanpa pakaian kesatria atau apapun dan hanya bermodalkan sihir dan belati. Berasal dari keluarga bangsawan terpandang Paxley, dia mendapatkan julukan 'Moonlight Sonata' dimalam dia menghabisi sang Naga.
Kepala bangsawab Paxley saat ini Gusion sang 'Moonlight Sonata'.
Sooo gimana nih guys, sorry updatenya lama banget tapi mau gimana lagi yang gitu deh. Akhirnya author mengambil jalur ini semoga reader tetap membacanya. Gomen klo banyak kebingunan tapi feel free untuk bertanya. Author akan berusaha menjawab semuanya di chapter depan dengan cara Q&A.
Semoga reader ga bosen nunggu yah
Yah berhubung author bentar lagi akan ujian dan menempuh kuliah jadi rada sibuk sekarang (Walaupun kadang ujung-ujungnya malah push rank ama temen pas belajar atau ga ngeDOTA), mungkin setelah dapet kuliah barulah author bakal teratur ngupdate, Who know? Hehehe
Dan juga tahukah kamu bahwa satu review singkat itu adalah sumber tenaga dari author fanfict yang ga dibayar? Jadi ayo dong sempet-sempetin buat komen selama itu mendidik ya atau 'Next thor' aja udah senang banget loh
So In Hope I Will See You Shortly, Bye B-)
