LETS GO TO SCHOOL, AKATSUKI!

DISCLAIMER : AKATSUKI MILIK MASASHI KISHIMOTO-SENSEI

STORY BY : VIERICHELYN17

Author note: Author bakal buat OC buat fic ini. Kalau ada yang mau request boleh, nanti dikasih tau namanya sama karakternya ya.

Warning: Typo, abal, OOC, gaje, dan masih banyak lagi.

Chapter 2 : New Class

Happy Reading :D

Di pagi senin ini, matahari bersinar terang , burung-burung bercicit pelan, diiringi juga dengan daun-daun pepohonan melambai lembut seiring hembusan angin. Semua itu adalah suatu gambaran akan ketenangan. Lebih tepatnya, pagi yang tenang untuk memulai hari. Tapi... tidak untuk segumpalan makhluk abstrak yang menghuni sebuah markas bobrok yang letaknya di pinggiran hutan.

"PEINNNNNNNNN!!!!" Makhluk biru aka Kisame memulai 'ritual' di pagi yang 'hening' ini.

"BERISIKKK LUU.. BENTAR WOYY!!" Sang pemilik nama yang barusan diteriaki balas berteriak. Siapa lagi kalo bukan sang Ketua Sableng Akatsuki?

"Etdah... lama amat dah lu." Itachi yang berdiri di belakang Kisame ikutan protes.

"Tauk nih un. Cepet napa.. tar telat kita semua yang kena hukum un." Si Deidara yang ngantri di belakang Itachi ikutan mengompor-ngompori.

Mereka sekarang sedang mengantri di depan satu-satunya kamar mandi yang ada di markas bobrok itu. Dan sudah dari sejam yang lalu, trio makhluk itu tidak henti-hentinya meneriaki sang ketua yang tidak keluar-keluar dari kamar mandi. Entah apa yang dilakukan ketua sableng itu.

"Bentar oii... mules nih perut gua.." Kata Pein dari dalem kamar mandi.

"Mules kenapa?" Tanya Itachi yang udah kapalan tangannya gara-gara ngedor-ngedor pintu mulu.

"Tau nih un. Perasaan lu kemaren gak kenapa-napa deh un." Sahut Deidara. Dia juga udah capek berdiri sejam di depan kamar mandi.

"Jangan-jangan si Pein..." Entah kesambet atau apa, Kisame tiba-tiba melotot horror. Bikin kedua makhluk dibelakangnya jadi merinding.

"Si Pein kenapa un?" Deidara nanya takut-takut. Bukan takut kalo si Pein kenapa-napa, dia lebih takut ngeliat mata Kisame yang udah mau keluar dari habitatnya(?).

"Jangan-jangan si Pein ngalamin... morning sickness."

"HAHHHHHH??!!!"

"Ya bisa saja kan? Apalagi gejalanya mirip. Mules pagi-pagi, ya gak?" Kata Kisame memberikan penjelasan atas pernyataan gilanya.

"Ya kan?"

"Oi."

"Itachi, tolong bilang ke makhluk bodoh ini, kalo Pein itu cowok." Deidara udah frustasi berat ngeliat kelakuan Kisame yang bodohnya sesamudra itu.

"Kis, lu denger kan tadi? Pein itu cowok. Jelas diliat dari manapun dia itu cowok. Jadi... DIA GA MUNGKIN BISA HAMILLL!!" Teriak Itachi di akhir kalimat. Dia juga sama frustasinya kayak Deidara. Punya teman yang IQnya jongkok emang susah.

"Hoo... gitu ya." Kisame manggut-manggut. "Trus dia kenapa dong?"

"Mungkin gara-gara minum susu kotak yang kemaren di kasih sama Sasori kali." Hidan tiba-tiba dateng trus berdiri di belakang Deidara. Ikutan ngantri.

"Hah? Emang susu kotak yang Sasori kasih kenapa un? Beracun un?" Tanya Deidara dengan bodohnya.

"Kalo itu beracun, Pein udah mati, bego." Itachi makin stress ngeliat kebodohan temen-temen semarkasnya. Kayaknya keputusan Pein buat nyekolahin mereka ada faedahnya juga. Ngomong-ngomong tentang sekolah...

"WOYY PEIN.. KELUAR GAK LU. KITA TELAT KE SEKOLAH NANTI." Baru sadar kalo dari tadi mereka cuma bahas sesuatu yang enggak penting, Itachi yang merasa dirinya paling waras diantara semua temannya pun angkat bicara.

"Oh iya, sekolah. Aduh.. gua lupa. Woyy Pein cepetan atau gak gua ancurin pintu ini pake samehada." Ancem Kisame.

"EITS TIDAK BISA. Ancurin pintu, utang lu nambah." Bukannya Pein yang jawab, malah si bendahara bobrok kebanggaan (*author: hoekk) akatsuki yang jawab. Otomatis anceman Kakuzu berhasil, karena Kisame gak mau nambah-nambah utang lagi sama bendahara bobrok itu. Utang yang terakhir kali buat beli ikan cupang aja blom dia bayar.

"I-iya." Kata Kisame sambil jatohin samehadanya. Gak mau cari gara-gara.

Tak lama, Pein akhirnya keluar juga dari kamar mandi. Pemandangan pertama yang dia liat adalah muka Kisame yang udah masang muka seasem-asemnya. Mungkin kalo Pein gak cepet-cepet minggat dari sana dia bakal di lalap sama makhluk hiu itu. Belom lagi pas nengok ke belakang Kisame, Pein ngeliat penampakan(?) yang gak kalah seremnya.

Itachi udah ngaktifin saringannya (*author di amaterasu). Errr... maksudnya sharingannya.

Deidara udah sibuk ngelumat bom. Macam teroris aja tuh bocah.

Di belakangnya ada hidan yang udah bawa-bawa sabitnya.

Sungguh pemandangan yang indah(?) bagi mata Pein. Sangat indah sampai ia mau nangis.

"Hehehe... kamar mandinya udah kosong tuh. Cepet deh masuk. Ntar telat loh." Selesai ngomong itu, Pein langsung ngacir dari sana. Gak mau jadi samsak amukan para siluman (?) yang ada disana.

"Udah cepet masuk. Ntar telat." Kata Itachi menyadarkan Kisame.

Kisame ngangguk. Dia senderin samehadanya di tembok deket kamar mandi trus dia masuk ke kamar mandi. Baru selangkah dia masuk, Kisame langsung mencium aroma tidak sedap melalui hidungnya.

"Gila, bau banget, makan apa sih dia sampe bau gini." Kata Kisame sambil nutup hidung. Hidungnya langsung geleper begitu nyium aroma yu-know-la-wat-i-mean.

"Kan udah gua bilang, Pein sakit perut trus mules gara-gara minum susu kotak yang kemaren di kasih Sasori." Kata Hidan sante.

"Udah cepet masuk. Telat tar." Kata Itachi sambil dorong-dorong Kisame biar masuk.

"Iya un. Cepet un. Gua gak mau hari pertama telat un. Malu-maluin aja un." Sahut Deidara sambil ikut-ikutan dorong Kisame.

"ARGHH... AWAS AJA LU PEIN!" Kata Kisame pas dia udah masuk trus langsung ditutup pintunya oleh Itachi. (*author: sadis juga kao Itachi.)

Yah.. begitulah pagi yang 'agak' tenang di kediaman akatsuki.

20 minutes later

Akatsuki sudah siap semua dan tinggal berangkat ke sekolah. Berhubung markas yang mereka tinggali ini letaknya di dalem hutan jadi mereka terpaksa jalan kaki sejauh ratusan meter karena gak ada satu pun kendaraan ataupun angkot di hutan.

Setelah melewati rintangan dengan perjuangan keringat, darah, dan air mata(?), akhirnya akatsuki sampe juga di Konoha high school.

"Duh, sampe juga. Gila aja, jauh amat." Kata Kisame yang sukses megap-megap di pinggir jalan persis ikan paus terdampar kekurangan oksigen.

"Tau nih. Tau gitu tadi naik angkot aja pas udah di luar hutan." Kata Zetsu sambil membuka venus flytrapnya yang mengeluarkan zat berupa keringat(?).

"Enak aja. Naik angkot tuh bayar. Gua gak mau ngeluarin uang sepeser pun." Kakuzu yang denger keluhan Zetsu langsung ngegas. Dia gak rela kehilangan istri-istrinya.

"Udah deh mending masuk. Kita udah diliatin tuh sama orang-orang." Sasori nunjuk segumpalan(?) manusia yang udah ngelirik-ngelirik ke arah akatsuki. Mungkin mereka ngeri ngeliat sekumpulan makhluk aneh berdiri di depan sekolah.

Akatsuki langsung cengar-cengir begitu nyadar kalo mereka dari tadi di liatin banyak orang. Tanpa ba-bi-bu lagi mereka langsung masuk ke gedung sekolah.

Konoha high school, sekolah yang memiliki segudang prestasi dan ilmu. Dengan fasilitas yang memadai dan guru-guru yang berkualitas, berhasil membawa sekolah ini menjadi salah satu sekolah terbaik di Tokyo. Dan disinilah akatsuki sekarang berada.

Dari sekian banyak sekolah di luar sana, akatsuki yang notabene hanya menempuh pendidikan terakhir palingan cuma sampe 3 SD, bisa masuk ke sekolah paling favorit.

Wow?

Enggak... ini lebih ke arah gila.

Bayangkan, orang waras mana yang akan memberikan beasiswa gratis bagi sekawanan makhluk yang bahkan gak lulus sekolah dasar? Author jadi pengen ketemu orang gila itu #plak.

"Gilaaa, ni sekolah gede amat." Kata si Hidan yang tiba-tiba norak.

"Iyee. Kita ga salah nih?" Tanya Konan. Pasalnya dia udah mulai curiga aja. Kenapa mereka bisa masuk ke sekolah yang super duper elit gratis?

"Enggak kok. Disini tempatnya." Kata Pein sambil celingak-celinguk kayak bocah kesesat. "Tapi kok si nenek monster itu mau ya nyekolahin kita disini?"

"Lu aja kagak tau, apa lagi kita." Kata Sasori sambil angkat bahu.

"Yaudah lah, yok liat kelasnya." Ajak Itachi sambil nunjuk-nunjuk papan mading.

"Eh iya, ayok senpai. Tobi anak baik udah penasaran sama kelasnyaa." Dengan girangnya, Tobi berlari ke arah papan mading, diikuti Itachi di belakangnya. Tentu saja Itachi memberi jarak supaya orang-orang anggep dia gak kenal sama makhluk itu.

Akatsuki juga mulai mendekat ke arah papan mading. Penasaran mereka bakal masuk kelas mana.

Sesampainya di depan papan mading, akatsuki langsung menggerakkan mata mereka, mencari nama masing-masing. Begitu ketemu, ekspresi mereka langsung berubah.

Kira-kira beginilah kelasnya:

12A: Itachi, Kisame, Pein, Zetsu

12B: Deidara, Tobi, Sasori

12C: Konan, Hidan, Kakuzu

Dan kira-kira beginilah reaksi mereka:

Pein- Pundung di deket air mancur (gara-gara ga sekelas ama bebebnya)

Konan- B aja (padahal dalem hati jingkrak-jingkrak karena ga sekelas ama Pein)

Sasori- Gak terima (merasa sekelas sama bocah-bocah autis, padahal dia juga bocah#plak)

Deidara- Shock berat (gak terima sekelas ama Tobi anak autis)

Hidan- Bodo amat (nih bocah mau masuk manapun gak masalah, masuk neraka juga mau kali #plak)

Kakuzu- Gak keliatan karena ketutup masker

Itachi- Cuek (yang penting dia masih bisa perawatan #plak)

Kisame- Ngelus-ngelus akuarium juju (yaela, si juju dibawa ke sekolah)

Zetsu- Cengo (bingung mo pasang ekspresi apa, dia kan bego #plak)

Tobi- yu nou la wat hepen (dia paling autis sendiri)

"Wat? Gue sekelas sama bocah-bocah ini?" Sasori dengan tidak terimanya protes sambil nunjuk-nunjuk Deidara en Tobi.

"Yeyyy... Tobi sekelas ama Sasori-senpai sama Deidara-senpai." Sedangkan Tobi yang gak tau kondisi cuma memamerkan keautisannya.

"Idih... mimpi apa gua semalem un... bisa sekelas sama makhluk ini un." Kata Deidara sambil ngeliat Tobi gondok.

"Chi, kita sekelas." Kata Kisame yang kayaknya baru nyadar kalo mereka sekelas. Dengan noraknya dia nunjuk-nunjuk papan mading. Niatnya sih mau lompat-lompat juga saking senengnya bisa sekelas sama sang partne tercintah#Hoekk, tapi dia nyadar lagi bawa juju plus akuariumnya, jadi dia cuma nunjuk-nunjuk aja, biar si juju gak ikutan lompat. Entar malah kena serangan jantung lagi.

"Lu kemana aja dari tadi, Kis? Gue udah tau dari tadi keless." Kata Itachi kesel. Sumpah deh. Padahal mereka dateng barengan, liat juga barengan. Kenapa si Kisame koneknya lama amat. Huft... emang, otak ikan mah beda (*Author diacungin samehada).

"Aduh... gue sekelas sama bendahara reyot ini lagi. Udah dimarkas sekamar sekarang di sekolah sekelas pula. Bosen gue." Hidan yang bete langsung membuka kancing bagian atasnya(?). Biasa, kepanasan.

Kakuzu yang -gak- merasa dihina oleh sang partner cuma diem aja. Palingan dia tinggal naikin tagihan si Hidan ntar.

"Heh. Kalian mending sekelas sama mereka-mereka." Si Pein tiba-tiba sewot. Pake nunjuk-nunjuk nista lagi.

"Emang elu napa?" Tanya Zetsu yang baru kembali dari alam kecengoannya.

"Gua gak sekelas ama Konann, Hiks." Semua otomatis sweetdrop ngeliat sang leader butek pundung sendiri. Terkecuali Konan yang masa bodo. Kayaknya dia malah bahagia gak usah sekelas sama Pein.

"Alah... rewel lu. Udah yok masuk kelas." Kata Konan sambil nyeret dua makhluk yang sialnya sekelas sama cewek pecinta origami itu.

Pein makin pundung denger kata-kata Konan. Kayaknya Konan masih marah deh gara-gara kejadian kemaren.

"Udahlah, Pein. Kita ke kelas aja deh." Ajak Zetsu. Pasalnya dia udah greget aja, abis si Pein malah pundung sambil gigitin daun-daunan. (Zetsu: Beraninya kau menggigit saudaraku?)

"Iya yok." Samber Kisame sambil nyeret Pein.

Pein yang diseret cuma bisa pasrah. Dia udah kehilangan hal yang paling berharga di hidupnya. Sudah tidak ada artinya lagi untuk hidup. Ia sekarang hanya bisa berpasrah. Berpasrah pada sebuah tak- Oke cukup. Ini berlebihan. Pein cuma lagi sensi aja. Mohon dimaklumi ya readers..

Akatsuki mulai mencar ke kelas masing-masing. Penasaran sama kelas mereka? Yok kita intip.

Kelas 12C - Konan, Hidan, Kakuzu

"Woy... ini kursi gua. Kok malah lu serobot?" Hidan mencak-mencak kesel gara-gara bangkunya di serobot sama cewek yang dimatanya bagaikan singa. (*author dilipet)

"Mang napa? Gua duduk duluan. Jadi kursi gua dong." Kata Konan gak terima.

"Dih? Orang gue yang nemu duluan. Lunya aja yang serobot." Balas Hidan gak terima juga. Enak aja nih cewek. Dia duluan yang jalan ke kursi ini, tapi malah diserobot. Udah diserobot, malah dia yang disalahin lagi.

"Enak aja. Gua yang nemu duluan. Begitu gua masuk kelas mata gua langsung ke arah kursi ini. Kalaupun lu yang duluan, tetep aja ladies first kan?" Jawab Konan sambil melototin Hidan, bikin sang empunya kelenyer.

"Ta-tapi gak bisa gitu dong. Gua duluan yang nemu juga. Masih banyak kursi lain, lu cari yang lain aja." Kata Hidan sedikit tergagap. Gila aja, mata Konan udah kayak mau keluar dari kandangnya #plak.

"Kalau masih banyak kursi, kenapa gak lu aja cari yang lain?" Sahut Konan lagi. Matanya masih melotot serem. Hidan akhirnya nyerah. Susah emang kalo ngadepin cewek yang lagi dalam masa singa.

Hidan langsung pergi ke barisan belakang begitu ngeliat ada kursi kosong di paling pojok kelas deket jendela. Sedangkan Kakuzu yang bodo amat sama perkelahian tak berfaedah kedua temannya, langsung duduk di kursi deket meja guru sambil ngitung duit. Ciaelahh... Kuz kuz.

Kelas 12B - Deidara, Tobi, Sasori

"Un.. mau duduk dimana, Un?" Tanya Deidara sambil celingak-celinguk nyari kursi kosong.

"Hmm..." Sasori bergumam sambil ikutan celingak celinguk.

"Disitu ada senpai." Deidara sama Sasori langsung ngikutin arah tunjuk Tobi. Tiga kursi di deket jendela paling pojok. Dua didepan dan satu kursi di belakangnya kosong.

Sasori dan Deidara langsung berpandangan.

Siapa cepat dia dapat.

Mereka langsung lari secepat kilat ke arah kursi yang ditunjuk Tobi.

"Loh?" Tobi yang gak ngerti situasi cuma bisa pelanga-pelongo.

Meanwhile Deidara-Sasori

"Yesss gua dapet." Sasori jingkrak-jingkrak sendiri di paling belakang kelas. Sementara Deidar langsung cemberut.

"Danna jahat ih, un. Gua kan pengen duduk di sana un." Deidara ngerengek sambil nunjuk-nunjuk kursi yang udah di dudukin Sasori.

"Dih, kan siapa cepat dia dapat." Balas Sasori gak terima.

Deidara langsung pasang muka bete. "Cih, terpaksa deh."

Deidara terpaksa ngambil tempat duduk di deket jendela.

Tiba-tiba sang makhluk autis dateng. "Dei-senpaiiii, kita duduk bareng dongg."

Deidara langsung muter mata males, sementara si Tobi udah jingkrak-jingkrak persis kek Sasori. (Author: Cih... akatsuki pada kenapa sih?)

Jadi tuh gini gaes... Si Sasori sama Deidara lagi rebutan kursi kosong yang ada di paling belakang. Kursi sebelahnya udah ada orang tapi gak tau siapa. Tapi mereka gak peduli.

Siapa pun itu asal bukan Tobi.

Begitulah prinsip yang dianut kedua makhluk pecinta seni itu. Jadi pas si Sasori yang duluan dapet kursi itu, Deidara langsung bete. Itu artinya dia terpaksa harus duduk sama si makhluk autis.

"Tobi anak baik duduk bareng Dei-senpai. Woow woow... Yihaaa..."

Dilarang sweetdrop.

Kelas 12C - Itachi, Kisame, Pein, Zetsu

Beda sama akatsuki yang ada di kelas-kelas sebelumnya, di kelas ini nyari tempat duduk gampang. Gada pake acara rebut-rebutan.

Ya jelas aja. Soalnya yang dateng baru 10 orang termasuk Itachi, Kisame, Pein, dan Zetsu. Jadi murid selain akatsuki cuma ada 6 orang, padahal kapasitas kelas masih mencukupi. Ada apa lah ini?

"Weh Chi, ini perasaan gue aja apa kelasnya emang sepi amat ya?" Kisame yang duduk di sebelah Itachi nyolek-nyolek lengannya.

"Apaan sih, Kis?" Itachi yang risih di colek-colek langsung mundur beberapa centi.

"Iya ya. Kok kayaknya sepi banget ya?" Zetsu yang ngebales ucapan Kisame. Dia udah celingak-celinguk aja ngeliat sekitar.

"Tau dah. Palingan pada gak masuk, karena masih pada liburan. Maklumlah, namanya aja hari pertama." Jawab Itachi setelah bebas dari colekan Kisame.

Zetsu manggut-manggut. Trus dia ngeliat Pein.

"Oi Pein, masih pundung aje lo." Ejek Zetsu.

Diejek begitu, malah bikin Pein makin pundung.

"Aduh... Nieh anak. Ck ck ck." Kisame geleng-geleng ngeliat Pein yang masih pundung di meja. Aura suramnya bahkan ngalahin masa depannya yang juga suram. (*Author dirinnegan.)

GUBRAKKK!!

Akatsuki kompak langsung nengok ke arah suara itu. Dari arah pintu kelas, ada seorang cowok yang napasnya udah kayak mau mati. Cowok itu diem sebentar, trus di detik selanjutnya dia langsung teriak.

"KITA ADA UPACARA WOII!"

Dan di detik selanjutnya, Itachi, Kisame,dan Zetsu sweetdrop. Oh, jangan lupakan juga Pein.

To be Continued...

Author's note: Maafkan atas keterlambatannya dalam update. Sekali lagi arigatou bagi para readers yang udah bersedia buat ngebaca fic abal ini dan tetep setia. Arigatou minna-san... see you in next chapter :D