1
2
3
~Begin~
~#The King Of Misfortune
Orang tersebut memakai armor berwarna merah serta memiliki rambut yang tergerai panjang berwarna hitam dan juga iris Mata semerah delima, dia memegang tombak berwarna hitam yang memiliki desain yang unik dari ujung tombak tersebut mengeluarkan api berwarna biru yang terus berkobar.
"Jadi kau sudah datang, Yang Mulia Lucifer"gumam sosok tersebut yang tiba-tiba saja menghilang seperti di makan kegelapan.
Ħ
Terlihatlah di sebuah tempat beraksen mewah dengan tiga meja besar yang terdapat dua laki-laki dan juga satu gadis yang mengeluarkan aura yang sangat menyeramkan dan kuat yang sedang membahas sesuatu yang sangat penting.
"Ino apa kau tidak apa-apa"tanya salah satu pemuda berkulit putih dengan gaya rambut emo,sementara Ino hanya mengangguk akan pertanyaan dari temannya tersebut. Remaja itu hanya menghela nafas, karena jawaban dari seorang Raja Iblis yang bergelar Leviathan tersebut. 'Sepertinya dia memiliki shock berat'batin pemuda tersebut lalu menatap seorang pemuda yang berkulit tan dan juga warna rambut berwarna perak dengan gaya rambut jabrik.
"Hah kenapa Yang Mulia Lucifer bisa lepas dari segel Tuhan, bahkan aku akui segel itu betul betul sangatlah kuat"gerutu seseorang berkulit tan dengan gaya rambut jabrik yang sedang bersedekap dada mata berwarna biru beku tersebut menatap Ino yang sedang mulai mengisi kekuatan,karena terkuras habis akibat pertarungannya melawan Naruto Lucifer.
"Hah aku rasa Yang Mulia Lucifer itu memiliki kekuatan yang sama sekali tidak bisa diterka, Beelzebub kau tahu bukan dia hanya bisa dikalahkan oleh Tuhan saja".
"Cih jangan mengatakan julukanku dasar Asmodeus"kesal Beelzebub dengan aura yang di keluarkan sehingga kaca ruangan tersebut pecah,mata Ino terbuka yang membuat kedua laki-laki tersebut terdiam.
"Apa kalian masih ingat perang Samawi seratus tahun lalu?"tanya Ino kepada dua laki-laki tersebut, mereka yang mendengar pertanyaan dari Ino hanya menyerngit bingung lalu mereka berdua mengangguk.
"Tentu saja kami masih mengingatnya,kenapa kau mengatakan itu Ino apakah ada masalah?"tanya Beelzebub kepada sahabatnya tersebut.
"Yang Mulia Lucifer mungkin memiliki rencana yang sama sekali tidak kita duga dan apa lagi Yang Mulia Lucifer itu memiliki kekuatan yang sangat kuat,bahkan dengan kekuatannya aku yakin dia mampu menguasai dunia ini seorang diri saja tanpa meminta bantuan kita."Beelzebub yang melihat pikiran yang pesimis dari temannya tersebut hanya menepuk bahu Ino.
"Kenapa kau memiliki pikiran yang sangat pesimis sekali Ino apakah kau ketularan penyakit keturunan dari Baal"hibur Beelzebub dengan membuat sedikit lelucon.
"Kau tahu bukan tentang perang Samawi bahkan Tuhan saja sampai turun tangan untuk menghentikan perang itu bahkan beberapa pilar iblis yang penting hancur,karena perang itu"ucap Asmodeus dengan membuat Ino melihat Asmodeus yang sedang memasang posisi berpikirnya.
"Betul apa yang di katakan Asmodeus perang Samawi adalah seperti kepingan pecahan yang sangat menakutkan, kita adalah makhluk yang ternoda dulu sebelum kita jatuh kita di sebut-sebut sebagai Tujuh Puluh Dua Pilar Dari Langit tetapi sekarang kita di sebut sebagai Tujuh Puluh Dua Pilar Iblis."Ino hanya mendesah akan perkataan dari Beelzebub, dia paham semua perkataan Beelzebub adalah fakta yang tidak bisa dipatahkan.
"Apa kau masih ingat disaat kita disegel oleh tuhan oleh dua belas kurungan suci,segel itu seakan-akan melemah dengan sendirinya dan membuat kita terbebas dari kurungan itu,tetapi kurungan Yang Mulia Lucifer bukanlah kurungan yang sama dengan kita.Segel yang mengurungnya adalah segel 14 Pilar Surga dengan penyangga Holly Grail sebagai penguatnya bahkan sekalipun kurungan itu melemah,aku bahkan ragu akan terbebas dari segel kurungan itu.Tetapi Yang Mulia Lucifer dia terbebas dari segel itu setelah sekian lama dia terkurung didalamnya"selidik Asmodeus lalu menatap dua Raja Iblis yang berbeda gender tersebut.
"Ya aku juga tahu tentang pikiranmu itu Asmodeus,tetapi masalahnya adalah apa yang di rencakan oleh Yang Mulia Lucifer?"Asmodeus terdiam sebentar lalu melihat Ino yang juga ikut membantu untuk mencari petunjuknya.
"Hah, mungkin saja dia bermaksud mencari kita Tiga Raja Iblis, untuk mencari rencana apa yang akan di lakukan oleh Yang Mulia Lucifer adalah mendatangi beliau sendiri lalu menanyakan apa rencananya."Beelzebub diam sebentar lalu menatap Ino yang juga menatapnya dengan tatapan khawatir.
"Tetapi apa kau lihat Asmodeus, Yang Mulia Lucifer bermaksud menguji kita dahulu untuk pantas atau tidaknya kita menjadi Raja Iblis lalu mungkin saja dia akan menerima atau mungkin saja dia tidak akan menganggap kita Tiga Raja Iblis lagi."Ino mengingat di mana Naruto mengujinya dengan cara bertarung yang tidak main-main.
"Hah, kalau begitu kita harus bersatu untuk mengalahkan Yang Mulia Lucifer lalu tunjukan kepadanya kalau kita adalah Tiga Raja Iblis Sejati."Ino dan juga Beelzebub mengangguk akan ucapan dari Asmodeus.
Ħ
Dari arah selatan kota London terjadi sebuah kilatan cahaya yang sangat terang,menyebabkan terjadinya sebuah ledakan yang berskala kecil,tetapi efeknya sangatlah luar biasa.Tempat kejadian itu langsung hancur tanpa adanya sisa sedikitpun
BUM
Muncullah tiga sosok pemuda yang memakai armor yang berbeda warna dan juga memegang senjata yang berbeda-beda.Mereka mengeluarkan aura yang sangat kuat, ketiga sosok tersebut memandangi kota London dengan intens seperti mencari sesuatu.
"Jadi ini kotanya Ares-sama tetapi kenapa aku sama sekali tidak merasakan aura yang kuat dari kota ini?"tanya Juugo yang melihat kota London yang berkerlap-kerlip karena cahaya lampu. Ares yang mendengar pertanyan Juugo hanya menatap datar kota tersebut.
"Entahlah Juugo yang pasti aku merasakannya,tetapi sangatlah samar-samar, orang itu sangatlah pandai menghilangkan aura rupanya"jawab Ares yang mata emasnya mulai bercahaya.
"Suigetsu apa kau tahu posisi orang itu?"tanya Ares yang melihat Suigetsu yang menutup matanya berusaha mencari sesuatu dengan kekuatan sensor miliknya, Suigetsu membuka matanya lalu menatap tuannya.
"Aku tidak menemukannya Ares-sama, orang itu sangat pandai sekali menghilangkan dan menyamarkan auranya sampai titik dimana aku tidak dapat melacak keberadaannya"jawab Suigetsu, Ares yang mendengar jawaban dari Suigetsu hanya menatap kesal lalu mulai membalikkan badannya.
Dewa Perang itu mendecih tidak suka lalu mulai menghilang dengan lingkaran sihir berbentuk dua tombak yang menyilang berwarna emas diikuti oleh Suigetsu dan juga Juugo.
Ħ
Terlihatlah di atas menara jam Big Ben terdapat seorang pemuda,memakai armor merah dan juga rambut berwarna hitam yang tergerai panjang serta mata semerah delima tersebut memperhatikan kota London yang berkelap-kerlip di tangannya terdapat sebuah tombak berwarna hitam dengan desain unik dari ujung tombak tersebut mengeluarkan api berwarna biru.
WHUS
Muncullah lingkaran sihir bewarna hitam dengan bentuk Kepala kambing yang mengeluarkan nama S.A.T.A.N di setiap ujung kepalanya, Remaja tersebut menatap datar lingkaran sihir. Lingkaran itu mengeluarkan seorang pemuda yang memakai baju khas sekolah Westminister,maniknya berwarna hitam kelam sama dengan warna rambutnya.Pemuda tersebut melirik sosok yang keluar dari lingkaran tersebut dengan pandangan datar, sosok tersebut berdiri di ujung menara jam Big Ben lalu menatap pemuda berambut merah yang sekarang sedang duduk tersebut.
"Khe jadi aku memang tidak salah, aura ini memang dari tubuhmu ya Sai Abaddon"Naruto menatap Sai tajam.Pemuda yang dipanggil Sai oleh Naruto mulai berdiri dan menatap sang Raja Iblis dengan tatapan yang sangat menakutkan.
"Hn, jadi kau memang sudah bebas dari segel Tuhan ya, Yang Mulia Naruto Lucifer"Sai masih menatap kota London dengan tenang.
"Hn"Naruto berjalan mendekati Sai lalu menatap kota London tersebut dengan senyum Iblisnya.
"Jadi aura yang aku rasakan itu darimu ya?"Sai membalikkan badannya menatap sang Raja Iblis.
"Tentu saja"seketika tempat tersebut memberat karena dua Raja Iblis tersebut mulai mengeluarkan aura yang sangat menakutkan serta niat ingin membunuh satu sama lain.
"Jadi apa kau ingin mengikutiku atau kau ingin mati"Naruto mulai menjelaskan apa tujuannya mencari Sai, Sai yang mendengar ancaman dari Naruto hanya diam tenang dan masih tidak melepaskan tekanan aura miliknya.
"Kau ingin aku mengikutimu kau tahu bukan aku tidak mengikuti siapapun Yang Mulia Lucifer"muncullah lingkaran sihir berwarna merah dengan lambang 666 di bawah kaki Sai.
"Apa kau ingin aku bunuh dengan cepat"muncullah kobaran api yang membara dari telunjuk tangan Naruto.
"Kau pikir aku akan kalah semudah itu...Yang Mulia"tubuh Sai mulai memudar kemudian menghilang.
"Mungkin saja Sai"Muncullah lingkaran sihir di bawah kaki Naruto, dengan seketika tubuh Naruto memudar dan terhisap oleh lingkaran sihir tersebut.
Ħ
"Ares-sama, apa yang sebenarnya kau inginkan di dunia Manusia?"tanya Suigetsu penasaran, Ares menatap kedua bawahannya tersebut yang masih menunduk hormat kepadanya.
"Aku akan membuat dunia ini dipenuhi oleh peperangan yang melebihi perang Samawi dulu, dunia yang akan membuat Zeus mengerti akan apa itu arti dari sebuah kesenangan yang abadi, dimana aku Sasuke Ares akan berdiri tegak di puncak tahta kekuasaan...di dunia ini tentunya Ha ha ha."Ares atau nama aslinya adalah Sasuke tertawa dengan sarktisnya, Suigetsu dan Juugo yang mendengar tujuan tuannya tersebut terkejut bukan main,karena apakah tuannya itu sudah gila menciptakan perang yang melebihi perang akbar seperti Samawi yang akan membuat tiga dunia hancur karenanya.
"Te..tapi kenapa tuan memilih dunia manusia?."tanya Suigetsu, Sasuke hanya menyeringai sadis lalu menatap lampu-lampu remang di tempat mereka sekarang, Sasuke berdiri dan memutar meja bundar tersebut.
"Dunia ini sama sekali berbeda dengan Olympus, dunia ini penuh akan emosi seperti amarah,kebencian,dendam,dan kesedihan yang sangat besar berbeda dengan gunung Olympus yang terikat oleh sebuah peraturan yang di pikul oleh semua dewa utama Olympus sehingga emosi adalah sesuatu yang janggal,jika kita berada di tempat yang menyamai surga itu."Suigetsu dan Juugo langsung melebar kaget, Juugo langsung bergetar ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin.
"Jadi maksud Ares-sama adalah me...menguasai dunia manusia...berarti kita mengibarkan bendera perang kepada para Malaikat mengingat para merpati itu diberi tugas oleh pemimpin mereka untuk menjaga keamanan dan keselamatan manusia disana?"tanya Juugo yang sudah bergetar ketakutan, dia memang adalah Dewa Pemburu yang memiliki kekuatan yang sangat di takuti di gunung Olympus,tetapi dia pernah kalah melawan salah satu pemimpin Malaikat yaitu adalah Gabriel.
"Hah, aku tahu kau memiliki alasan yang aku mengerti Juugo sebab itulah aku membuat rencana yang akan membuat kita berdiri di puncak kekuasaan."Suigetsu mengernyit heran akan ucapan dari tuannya tersebut.
"Maksud tuan?."tanya Suigetsu.
"Aku akan berusaha mengambil Kekuatan Inti yang berada di Perbatasan Dunia dan Langit."Suigetsu dan Juugo langsung terbelalak lebar akan rencana yang di buat oleh Sasuke.
"Kalau begitu ki..ta harus melewati Sang Raja Naga Shinju."gagap Suigetsu yang begetar ketakutan. Sasuke langsung memasang posisi berpikirnya dia menatap Suigetsu dan Juugo yang juga ikut memikirkan cara untuk mengalahkan Sang Raja Naga tersebut.
"Hm, jadi memang mustahil untuk mengalahkan Raja Naga itu."Juugo langsung menghela nafas lalu menatap Sasuke yang masih memikirkan cara untuk mengalahkan Raja Naga tersebut. "Naga adalah makhluk suci serta makhluk terkuat di dunia yang bahkan kekuatannya saja membuat para Dewa gentar karenanya,jadi kita harus memasang cara untuk mengalahkan makhluk itu."Suigetsu bergumam lalu menatap Juugo yang sudah menyerah.
"Bagaimana kalau kita menyerang Naga itu dengan Amaterasu milik Ares-sama, Amaterasu itu adalah api abadi yang tidak akan pernah padam walaupun di siram dengan Water Heaven bukan."usul Suigetsu, Sasuke yang mendengar usulan dari pelayannya tersebut hanya menyeringai dan menatap Juugo yang sedang menganggukkan kepalanya,dia menyutujui akan usulan dari Suigetsu.
"Tetapi kita jangan meremehkan kekuatan dari Raja Naga itu, bahkan aku pernah dengar cerita dari para Dewa-Dewi Utama kalau Raja Naga itu pernah bertarung dengan Raja Para Dewa yaitu Zeus-sama bahkan pertarungan itu sampai membuat perbatasan Dunia dan Langit berguncang hebat serta sang Pemimpin Malaikat Michael harus turun tangan untuk melerai pertarungan antar dua Raja itu."Sasuke yang mendengar cerita dari pelayannya tersebut hanya tertawa lalu menyeringai dengan lebar.
"Inilah yang aku tunggu lawan yang memiliki kekuatan setara dengan Dewa Ha ha ha."tawa Sasuke lalu mulai menatap kedua pelayannya yang sekarang sedang menatap dirinya dengan pandnagan yang berbeda-beda.
"Kita akan menuju perbatasan antar Dunia dan Langit jadi bersiaplah."Sasuke mengeluarkan pedangnya lalu mengalirkan aura berwarna emas kearah pedangnya tersebut.
"Crack Dimension Swing Blast."Sasuke menebas pedangnya di ruang hampa,dari arah tebasan itu muncullah sebuah retakan yang mengeluarkan sinar emas setelah sinar tersebut menghilang terlihatlah ruangan berwarna putih yang sama sekali tidak memiliki aura kehidupan. Sasuke menyeringai senang karena rencananya tersebut berhasil, dia menengok kebelakang menatap kedua pelayannya yang masih terkejut tersebut.
"Ayo!."Sasuke memasuki retakan dimensi tersebut di ikuti oleh Suigetsu dan Juugo.
Ħ
Di sebuah ruangan yang bernuansa Eropa terdapat tiga pemuda dan satu gadis, salah satu pemuda tersebut memakai Armor berwarna merah dengan rambut hitam tergerai panjang serta mata merah semerah delima dan juga memegang sebuah tombak yang dilapisi ukiran unik dan dari ujung tombak tersebut terdapat kobaran api berwarna biru. Dia adalah Sai Abaddon salah satu dari Lima Raja Iblis yang memimpin neraka dan juga menerima julukan sebagai Sang Malapetaka oleh Lucifer.
Pemuda yang kedua memakai baju khas sekolah Westminister dengan rambut berwarna hitam dengan gaya emo serta kulit berwarna putih dengan iris mata berwarna hijau itu sedang menatap tajam Abaddon. Dia adalah Shikamaru Asmodeus dia adalah salah satu Raja yang memimpin neraka dan juga menerima julukan Sang Penguasa Hawa Nafsu dari Lucifer.
Pemuda yang ketiga memakai baju khas sekolah Westminister dengan rambut berwarna perak dengan gaya rambut jabrik serta kulit berwarna tan dengan iris Mata berwarna biru sedingin es,mata miliknya yang seperti permata tersebut menatap bingung Sai dan juga Shikamaru. Dia adalah Haku Beelzebub dia adalah salah satu Raja yang memimpin neraka dan juga menerima julukan Sang Raja Lalat dari Lucifer.
Salah satu gadis yang berada di sana dia memiliki rambut berwarna pirang yang tergerai panjang serta memiliki kulit berwarna putih susu tanpa noda sedikitpun dan juga memiliki iris mata hijau muda yang sangat indah. Dia adalah Ino Leviathan dia adalah salah satu Raja yang memimpin neraka dan jug menerima gelar Sang Penguasa Samudra dari Lucifer.
"Ada angin apa sampai sang Malapetaka menemui kami?."tanya Shikamaru menatap Sai dengan aura membunuh yang sangat kuat. Sai yang merasakan aura dingin serta aura membunuh yang berasal dari Shikamaru hanya menghela nafas dan mulai menutup matanya menghilangkan keindahan serta kehangatan yang berasal dari matanya tersebut.
"Apakah benar kalian masih ingin mengikuti Yang Mulia Lucifer?."balasnya dengan membuka matanya kembali menampilkan mata sehitam malam yang dingin dan menusuk, ketiga Raja Iblis tersebut mendongak dan menatap Sai yang masih menatap mereka datar. Haku mulai mengebrak meja bundar tersebut dan menatap Sai marah.Dia mulai mengeluarkan aura membunuhnya yang terus berkobar-kobar dan menatapnya dengan mata biru yang mengeluarkan aura dingin yang menusuk.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari kami hah?!."teriak Haku yang mulai menciptakan tongkat dari aura miliknya serta mengarahkannya kearah Sai. "Apakah ada masalah kalau aku datang menemui kalian?."semua Raja Iblis tersebut terdiam dan tempat yang tadinya sedingin es tersebut mulai menghilang secara perlahan-lahan.
Shikamaru mulai bersedekap dada dan memangkukan dagunya serta menatap Sai dingin. "Kalau kau hanya datang cuman untuk ini saja, lebih baik kau pergi dari sini!."ucap Shikamaru dingin dan ditanggapi baik oleh kedua Raja Iblis, Sai yang mendengar ucapan dingin dan pengusiran dari Ketiga Raja Iblis tersebut hanya memunculkan seringai tipisnya dan mulai berdiri.
"Kalau kita bertemu sebagai musuh aku sama sekali tidak akan segan-segan memusnahkan kalian semua!."ucap Sai dengan nada yang dingin dan mulai mengeluarkan aura berwarna merah yang sangat kuat hingga membuat ruangan tersebut bergetar. Ketiga Raja Iblis tersebut hanya menatap diam dan sama sekali tidak berpengaruh oleh kekuatan besar yang dimiliki oleh Sai. Tanpa berkata-kata lagi Haku mulai melempar tongkat esnya kearah Sai.Sai yang merasakan aura dingin yang melesat cepat kearahnya hanya menatapnya datar dan mulai mengangkat sebelah tanganya.
"Crusher Of Hole."muncullah lubang berwarna merah yang menghancurkan tongkat es milik Haku menjadi serpihan es yang berterbangan di langit. Haku yang melihat serangannya di musnahkan begitu saja hanya menatap datar dan melihat sebuah lubang pemusnah yang mulai menghilang secara perlahan-lahan. Serangan yang sangat menakutkan..
"Sampai jumpa lagi, Tiga Raja Iblis Sejati."muncullah lingkaran sihir yang berada di bawah telapak kaki Sai, lingkaran sihir itu mulai menghilangkan tubuh pemuda itu secara perlahan-lahan.Ketiga Raja Iblis tersebut mulai menatap lingkaran sihir yang menghilang dengan pandangan kosong. Haku mendongakan kepalanya kearah Shikamaru yang masih menatap lantai yang terbuat dari kayu jati.
"Apa yang harus kita lakukan, Shikamaru?."tanya Haku dengan pandangan yang frustasi.Shikamaru hanya menatap Haku dengan pandangan datar dan menatap Ino yang tubuhnya mulai bergetar hebat, Shikamaru mulai memacu otaknya, dia tersenyum tipis karena sudah mendapatkan rencananya.
"Kita harus menemui Yang Mulia Lucifer dan membahas apa yang baru saja terjadi, King Of Misfortune sudah berkhianat kepada kita...Para Iblis."jawab Shikamaru dengan lantang dan tegas.
Bersambung
Kurogami
Log
Out
See You
