Chapter 2

Matemathics

Bilangan prima adalah bilangan yang hanya mempunyai dua faktor. Bilangan satu dan bilangan itu sendiri.

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Warning: AU, typos, super pendek dan sederet kesalahan lainnya

Pair: SasuHina

Rate: K+

Happy reading minna-san...

.

.

Berapakah banyaknya permutasi dari kata KONOHA?

Sasuke membaca sekilas soal ketujuh dari rangkuman soal matematika yang ada di hadapannya sebelum menggoreskan pensilnya di kertas jawaban. Tak sampai satu menit, ia sudah mendapatkan jawaban yang tepat. Sasuke melanjutkan petualangannya saat tiba-tiba ia mendengar suara yang amat familiar.

"U-Uchiha-san," panggilnya ragu-ragu.

Sasuke menoleh, "Ada apa?" tanyanya pura-pura merasa terganggu. Meskipun hal itu bertentangan dengan hatinya yang mendadak sejuk hanya karena Hinata memanggilnya.

"No-nomor ti-tiga ca-caranya bagaimana?" ucap Hinata sedikit tersendat.

Sasuke sedikit terkejut. Jadi dari tadi Hinata masih berkutat di nomor tiga? Baiklah, ia tahu Hinata memang lemah dalam pelajaran matematika. Beruntung, gadis ini pandai dalam bidang sastra dan kesenian. Setidaknya itu cukup untuk menutupi nilai matematikanya.

Sasuke membaca ulang soal nomor tiga. Beruntung, saat ini bukan ulangan. Anko-sensei berhalangan hadir sehingga beliau hanya memberi tugas. Dan dalam tugas ini siswa diperbolehkan berdiskusi dengan teman sebangku. Sebuah kebetulan yang amat disyukuri Sasuke karena hari ini Naru-dobe tidak masuk karena diare. Lalu Tenten yang merupakan teman sebangku Hinata juga tidak masuk. Mau tidak mau mereka harus berdiskusi bersama.

Tentukan peluang munculnya bilangan prima ganjil dari pelemparan sebuah dadu!

Astaga! Untuk soal semudah itu, Sasuke jelas bisa mengerjakannya dalam sepuluh detik. Masa begitu saja tidak bisa?

"Aku tanya padamu, ada berapa angka pada dadu?" tanya Sasuke.

"Sa-satu, du-dua, tiga, empat, lima… enam. Ada enam, Uchiha-san," jawab Hinata.

"Lalu ada berapa bilangan prima dalam deretan angka itu?" tanya Sasuke.

"Ma-maaf Uchiha-san. A-apa itu bilangan prima?" tanya Hinata.

Alis Sasuke sedikit terangkat. Nona Hyuuga ini tidak tahu bilangan prima? Astaga… dia lulus SD kan?

"Bilangan prima adalah bilangan yang hanya mempunyai dua faktor. Bilangan satu dan bilangan itu sendiri. Contohnya 2,3,5,7,11…" jawab Sasuke.

"Ka-kalau begitu ada dua bilangan prima dalam deret itu. Angka 3 dan 5. Benar begitu, Uchiha-san?" tanya Hinata lagi.

Sasuke mengangguk, "Nah, kau tinggal membaginya saja. Jumlah bilangan prima ganjil tadi dibagi jumlah angka pada dadu. Mengerti?" tanya Sasuke.

"Ah, iya. Terima kasih, Uchiha-san," Hinata tersenyum.

Deg! Jantung Sasuke seolah mendapat pukulan ringan. Aneh, bukan sakit yang ia rasakan. Tapi rasa nyaman mengiringi jenis pukulan yang satu ini. Dan Sasuke tak perlu bertanya-tanya lagi. Ia sadar, ia sudah jatuh cinta pada gadis ini sejak lama.

Sasuke menghela nafas pelan. Pikirannya mengkalkulasi berapa peluang dan frekuensi harapan jika ia menyatakan cinta pada Hinata.

.

.

.

Kelihatannya dewi fortuna masih nyaman berada di dekat Sasuke. Buktinya kali ini hujan deras tercurah dari langit. Manahan Hinata di koridor kelas, menunggu hujan reda.

Memang masih ada beberapa siswa lain di koridor. Tapi kelihatannya mereka tak begitu tertarik mengamati dua orang ini. Mereka terlihat asyik membicarakan game keluaran terbaru atau boyband-boyband yang sedang naik daun.

"Hyuuga-san, menunggu jemputan?" tanya Sasuke. Ia sangat hafal, biasanya kakak gadis ini akan menjemputnya.

"Neji-nii masih ada mata kuliah. Aku hanya menunggu hujan reda," jawab Hinata. Ia tidak gagap, tapi menundukkan wajahnya dengan pipi bersemu merah. "Uchiha-san sendiri?" ia balik bertanya. Ia cukup tahu bahwa Sasuke membawa mobil. Jadi apa sulitnya kehujanan sebentar ke parkiran. Toh, jaket yang dipakainya cukup untuk menangkal hujan untuk sesaat.

"Mau pulang denganku?" tawar Sasuke.

"Eh?" Hinata memberanikan diri menatapnya.

"Tapi kalau kau mau, kau harus jadi bilangan primaku dulu," kata Sasuke.

"Bi-bilangan prima-mu?" tanya Hinata sedikit bingung.

"Masih ingat apa pengertian bilangan prima?" tanya Sasuke.

"Bi-bilangan prima adalah bilangan yang hanya mempunyai dua faktor. Bilangan satu dan bilangan itu sendiri. " jawab Hinata sedikit ragu.

"Izinkan," kata Sasuke, "Izinkan aku menjadi bilangan primamu. Karena kau adalah bilangan satu untukku. Nomor satu dan satu-satunya," kata Sasuke serius.

Blush…

Rona merah padam menunjukkan eksistensinya di pipi chubby hinata. Sebenarnya itu sudah merupakan sebuah jawaban. Tapi setiap Uchiha membutuhkan penegasan. Sasuke menatap Hinata dengan intens, mencari akses untuk menikmati keindahan di hadapannya.

"Te-tentu ssa-saja bbo-boleh," ucap Hinata malu-malu.

Sasuke menarik nafas penuh kelegaan. Seandainya disini hanya ada mereka, mungkin ia sudah memeluk gadis Hyuuga ini. Hhh… tak apalah. Masih banyak waktu untuk mereka karena mulai detik ini kisah mereka telah dimulai.

.

.

Owari

.

.

Thank's to: papillonz *request diterima. Tunggu saja, ya*, Hinata Lover, Lonelyclover *GaaHina-nya menyusul ya*, Ulva, MeraiKudo *memang nggak boleh sih sebenarnya. Tapi kalo nungguin Itachi beres sih kapan beresnya*, Riona Blues *GaaHina-nya menyusul ya*, uchihyuu nagisa *Nih sudah saya buatkan SasuHina-nya. GaaHina ma NejiHina-nya nyusul nanti, ya*, Shena BlitzRyuseiran *Tenang aja, Shena-san. Fic yag itu bakal saya publish pas ultah pernikahan Otou-san ma Okaa-san saya 1 juni nanti*, Miyabi Kise *Yup! Bener banget. Itachi emang cuma mau ngeledek Hinata aja. Biar blushing*, Ind, Lollytha-chan *SasoHina-nya menyusul*, azalea *request diterima. Tunggu saja ya*, moist fla, Firenze Firefly *aih, ngomongin cilok saya jadi lapar nih*, Oh-chan is Nanda, Ai HinataLawliet *Aih, Hinata x Lawliet? Saya jadi langsung terbayang pelajaran home economic. Saya juga suka L. Akan saya usahakan bikin pair ini. Rencananya bakal muncul di chap 5 nanti*, Haze Kazuki *Ga keracunan kok senpai. kan makannya disuapi Hinata*, dan Aiwha *Ouch, saya paling lemah di pelajaran seni. Tapi nanti akan saya usahakan*

.

Voila, SasuHina dengan pelajaran favorit saya yang bikin saya sering dibilang salah jurusan waktu SMK. Saya baca ulang, kayaknya Sasu gombal banget disini. Tapi ya udahlah. Memang ini yang ada di kepala saya. Semoga masih berkenan di hati minna-san.

Dan soal kenapa fic ini puendek pol, karena saya memang berniat menjadikannya sebagai ficlet. Jadi memang sengaja saya buat words-nya nggak sampai 1000. Atas dasar itulah saya berani bilang mungkin fic ini akan update setiap 3 hari sekali. Karena pendek, mikirnya juga nggak kelamaan.

Review dan Concrit selalu dinantikan.

Molto Grazie